Beloved Daddy In Apocalypse

Beloved Daddy In Apocalypse
19. Membuat Brangkas Bawah Tanah



Usai mendengarkan semua penjelasan Yin Zhen, Jiang Yalan memutuskan untuk langsung kembali ke Pusat Kesehatan Eropa dan meminta beberapa orang terdekatnya untuk pergi kembali bersamanya ke Tiongkok.


Dia sendiri sudah tidak terlalu peduli dengan Cairan Ajaib itu, dia juga tidak akan menyebarkan pembicaraannya dengan Yin Zhen. Lagipula siapa yang akan mempercayainya?


Yin Zhen sendiri di sisi lain langsung menghubungi nomor Mei Qi, tapi sayangnya nomor ponselnya tidak aktif bahkan setelah dia mencoba beberapa kali meneleponnya, sehingga dia memutuskan untuk mengirimkan pesan kepada Mei Qi, memintanya untuk menelepon kembali ketika menerima pesan itu.


Di ruang tengah, dia melihat Yin Mei yang asik bermain boneka sendirian sambil menonton acara kartun kesukaannya. Yin Zhen berjalan menghampiri gadis kecil itu dan berkata, "Mei'er mau jalan-jalan?"


Yin Mei langsung menghentikan kegiatannya dan menatap papanya dengan kedua mata berbinar, "Mau! Mei'er bosan main sendirian, Mei'er ingin jalan-jalan bareng papa!"


"Baiklah, kalau begitu bawa papa akan membawa dulu mantel untukmu, cuaca diluar cukup dingin sekarang."


Yin Zhen kembali ke kamarnya dan membawa mantel kecil untuk Yin Mei, dia juga memakai mantel yang cukup tebal untuk melindunginya dari udara dingin musim gugur.


Sambil menunggu Mei Qi membalas pesannya, dia berencana untuk membangun brangkas bawah tanahnya sendiri. Meski sedikit melelahkan mengingat kekuatannya masih cukup lemah, tapi dia percaya dia bisa membuat ruangan yang cukup besar di bawah tanah.


Dengan adanya brangkas bawah tanah, dia bisa menyimpan semua makanan dan kepentingan lainnya di dalam sana. Setelah kiamat tiba, beras dan makanan pokok lainnya kelak akan menjadi sangat langka, jadi dia harus bersiap mulai dari sekarang.


Sedangkan untuk keperluan lainnya seperti minyak dan lilin, dia harus membelinya dalam jumlah yang besar juga. Usai Bumi menerima energi Mana, lupakan listrik, peradaban modern mungkin hanya tinggal tersisa kendaraan saja. Itupun tidak terlalu berguna mengingat kondisi dimana binatang mutan bisa dengan mudah menghancurkan mobil.


Selama diperjalanan, terkadang Yin Mei mengajukan beberapa pertanyaan acak dan Yin Zhen dengan sabar menjawabnya. Tidak lama kemudian, keduanya sampai di hutan dekat rumah mereka yang masih dalam tahap pembangunan.


Yin Mei yang keheranan jelas bertanya, "papa, mengapa kita berhenti di sini? Bukankah kita akan bermain?"


"Kita akan bermain sayang... Apa Mei'er lihat tanah di depan sana? Papa akan membuat ruangan raksasa di bawah tanah itu sekarang, Mei'er ingin membantu tidak?"


"Ruangan bawah tanah? Apakah itu seperti rumah yang ada di bawah tanah?"


"Benar, Mei'er pintar sekali."


"Hehe! Kalau begitu, Mei'er ingin membantu papa!"


Sebelum itu, Yin Zhen mendatangi Hu Lian dan meminjam beberapa alat gali untuk menggali tanah. Hu Lian yang melihat itu tentu saja terkejut, tapi karena Yin Zhen tidak ingin membicarakannya, Hu Lian memilih untuk diam.


"Kami memiliki banyak alat gali di sini, tuan Yin bisa membawa yang tuan inginkan."


"Kalau begitu aku akan membawa dua ini, dan yang ini. Aku akan mengembalikannya sore ini. Oh iya, kapan kira-kira pembangunan akan selesai?" tanyanya.


"Perkiraan pembangunan rumah akan selesai besok lusa. Seluruh pondasi telah sepenuhnya jadi dan atap juga telah selesai dibuat. Hanya perlu menambah beberapa detail kecil di dalam dan memastikan apakah semuanya kokoh," jelas Hu Lian dengan santai. Karena banyaknya uang yang Yin Zhen berikan padanya, dia tidak ragu untuk menyewa puluhan pekerja sekaligus dengan bayaran yang lumayan tinggi.


Sehingga pembangunan rumah akan berlangsung lebih cepat dan efisien.


Yin Zhen yang mendengarkannya hanya menganggukkan kepalanya ringan, "baiklah... Ngomong-ngomong, aku sarankan kau dan semua kerabatmu untuk tinggal di daerah sini."


"Eum? Mengapa?"


"Kau akan tahu pada waktunya, tapi perlakukan perkataanku ini dengan serius. Dalam waktu seminggu, sesuatu akan terjadi, dan mungkin hanya daerah ini saja yang akan aman."


Hu Lian masih mengerutkan keningnya tidak mengerti. Mengapa pria di depannya ini berbicara berbelit-belit? Bukankah akan lebih baik jika dia memberitahunya langsung?


"Saya akan mempertimbangkannya. Terimakasih sudah memberitahu saya sebelumnya..."


***


Jam demi jam berlalu, Yin Mei asik bermain pasir dengan alat gali kecil di tangannya. Sudah hampir empat jam lamanya dia bermain pasir, dan sesekali papanya akan menemaninya bermain juga.


"Papa! Lihat, aku sudah membuat bumbu pedas!"


Yin Zhen yang sedang menggali tanah mengusap pelan dahinya yang basah dengan peluh keringat, "woah! Mei'er hebat sekali. Itu pasti sangat pedas!"


"Hehehe... Mei'er akan membuat makanan paling pedas sedunia, pasti akan terjual mahal. Papa harus membelinya ya!"


Yin Zhen terkekeh pelan sambil terus melanjutkan kegiatannya. Dia memiliki stamina yang tidak ada habisnya, tapi di hadapkan dengan sinar matahari yang cukup terik, mau tidak mau tubuhnya penuh dengan keringat.


Catatan Konstelasi membuatnya tahu dengan pasti sejauh mana kekuatannya. Dengan stat Strength (STR) yang hampir menyentuh angka 2.000, dia tidak khawatir kelelahan bahkan setelah seminggu bekerja dan juga proses penggalian tanah jauh lebih cepat beberapa kali lipat daripada manusia biasa.


"Cukup panas di sini. Untungnya aku sudah membuat lubang yang cukup untuk dianggap sebagai brangkas bawah tanah."


Dia melihat sekelilingnya dengan cermat. Hasil dari empat jam penggalian nya membuatnya berhasil menggali lubang dengan kedalaman 15 meter, panjang 20 meter dan lebar 10 meter. Setidaknya dengan ruangan sebesar itu dia bisa menyimpan beberapa ton makanan di dalamnya.


Untungnya lokasi penggalian nya cukup jauh dengan lokasi rumahnya, jadi Hu Lian dan semua pekerja bangunan tidak melihatnya. Jika mereka semua melihat apa yang Yin Zhen lakukan, mereka sudah dipastikan akan terkejut.


"Sekarang aku hanya perlu membuat lantai dasar dan atapnya serta beberapa pilar di dalamnya untuk menopang berat dari atas."


Dia melihat sekelilingnya yang penuh dengan pepohonan.


"Seharusnya tidak masalah 'kan jika aku menebang beberapa pohon? Sudahlah, mereka juga tak akan memperhatikannya dari jarak sejauh ini."


Yin Zhen sekilas melirik gadis kecilnya yang masih asik bermain, tanpa Yin Mei perhatikan, satu persatu pohon mulai tumbang, tapi anehnya tak ada suara bising sama sekali yang terdengar.


Bagaimanapun Yin Zhen berusaha meminimalisir kebisingan yang menarik perhatian orang-orang, akan merepotkan jika orang lain melihat apa yang dia lakukan sekarang.


Dahan pohon berdiameter 1 meter dan panjang pohon 40 meter dengan mudahnya Yin Zhen angkat. Satu persatu pohon berjenis serupa dikumpulkannya di satu tempat.


"Ya... Aku sudah menebang 10 pohon dan seharusnya ini cukup untuk dijadikan atap brangkas."


Setiap proses berlalu berlalu cukup lama, dia harus memotong dahan pohonnya terlebih dahulu, mengukur panjang pohon dan melakukan beberapa observasi lainnya.


Yin Mei yang sudah bosan bermain juga hanya duduk terdiam menatap papanya yang dengan santai mengangkat dahan pohon yang harusnya beratnya lebih dari 300 kg.


"Aku ingin menjadi seperti papa! Menjadi kuat dan bisa mengangkat pohon di masa depan!" gumam Yin Mei pada dirinya sendiri.


Hingga tak terasa waktu berlalu sangat cepat, matahari sudah mulai menguning dan hewan malam mulai bersuara di kedalaman hutan yang menandakan hari mulai sore.


Yin Zhen keluar dari brangkas yang baru saja dibuatnya dan menepuk kedua tangannya pelan, membersihkan sisa debu yang ada di kedua telapak tangannya.


"Huh... Akhirnya selesai juga. Oh iya, jam berapa sekarang?"


Dia menatap langit yang mulai menguning, kedua matanya sedikit bergetar saat dia teringat sesuatu. "Oh tidak, aku lupa makan siang dengan Mei'er. Dia pasti sangat kelaparan sekarang!"