Beloved Daddy In Apocalypse

Beloved Daddy In Apocalypse
12.Ingin Bertemu Mama



Sekarang Yin Zhen tengah mengendarai mobil Suzuki XL7 yang baru saja dibelinya. Meski tidak semewah mobil sebelumnya yang diberikan oleh Long Hu, setidaknya cukup nyaman untuk dia kendarai dalam waktu lama.


Yin Mei yang senang dengan mobil barunya terus mengedarkan pandangannya ke segala arah, memperhatikan detail kecil yang bahkan tidak Yin Zhen perhatikan.


Keduanya mengendarai mobil menuju lokasi dimana rumah baru Yin Mei tengah dibangun, Hu Lian yang semalam menelponnya mengatakan kepadanya untuk melihat apakah konstruksi yang dia lakukan memuaskannya atau tidak.


Setelah berkendara 15 menit lamanya, akhirnya mereka sampai di tempat tujuan. Rumah sederhana yang sebelumnya terpampang jelas di depan mereka, kini berubah menjadi bangunan mentah yang tampaknya akan segera selesai dalam waktu cepat.


Yin Zhen kembali menggendong gadis kecilnya untuk melihat pondasi rumah barunya, walau tidak terlihat cantik, tapi Yin Zhen bisa memperkirakan seperti apa penampilan rumah barunya nanti.


Yin Mei yang menyadari bahwa rumah sederhana yang sebelumnya dia lihat tidak ada kebingungan, "papa, dimana rumah yang kemarin? Bukankah seharusnya ada disini?"


"Papa meminta beberapa orang untuk memperbaikinya, jadi bangunan yang Mei'er lihat sekarang akan menjadi rumah masa depan kita."


"Bangunan itu akan menjadi rumah kita? Tapi mengapa sangat jelek? Bahkan tidak memiliki atap. Bagaimana kalau hujan? Bukankah kita akan kehujanan?"


"Itu hanya pondasinya saja, tentu saja beberapa bagian masih belum dibentuk. Tapi nanti pondasi ini akan menjadi rumah tercantik yang Mei'er lihat, papa janji!"


"Benarkah? Bangunan jelek ini akan menjadi rumah yang sangat cantik?"


"Betul! Kapan papa berbohong kepadamu?"


"Papa tidak pernah berbohong kepada Mei'er!"


Keduanya berjalan mendekati pondasi rumah yang setiap pilarnya telah terbentuk sempurna. Hu Lian yang melihat kedatangan Yin Zhen langsung menghentikan kegiatannya dan menghampirinya.


"Tuan, bagaimana dengan pondasinya? Apakah anda puas?"


Meski penampilannya terlihat tenang, jauh di dalam hatinya dia menyembunyikan kegelisahan. Setelah melihat desain rumah yang Yin Zhen buat, Hu Lian percaya kalau pria di depannya adalah seorang arsitektur yang sangat handal.


Walau usianya masih tergolong muda, banyak orang kaya mempercayakan rumah impian mereka kepadanya dan meminta bantuan banyak arsitektur handal untuk membangun desainnya. Meski begitu, dari semua arsitektur ahli yang pernah dia temui, tidak ada satupun desain yang mereka buat bisa dibandingkan dengan desain rumah yang Yin Zhen kirimkan kepadanya.


Sebagai orang yang handal dalam hal rekonstruksi, dia sangat menghormati orang-orang yang ahli dalam bidang pembangunan.


Yin Zhen memperhatikan bangunan mentah di depannya dan menganggukkan kepalanya cukup puas, "bagus, kau melakukannya dengan sangat baik. Aku harap semuanya akan selesai dalam waktu cepat."


Hu Lian menganggukkan kepalanya, "dengan banyaknya pekerja yang saya sewa, saya percaya bahwa dalam waktu 10 hari, semuanya akan selesai."


Pondasi bangunan di depannya kelak akan menjadi rumah mewah yang Yin Zhen persembahkan untuk gadis kecilnya, tidak menutup kemungkinan dia juga akan membangun mansion atau bahkan istana untuk putrinya itu. Hanya saja pengeluarannya yang luar biasa sedikit menahannya, kondisi Yin Zhen saat ini bukanlah orang yang paling kaya atau memiliki kekayaan berlimpah, dia hanya seorang pengangguran yang mendapatkan uang dari seorang taipan kaya raya beberapa hari yang lalu.


Ditambah dia sendiri tidak bisa menjaga keamanan Yin Mei sepenuhnya. Lebih baik baginya untuk membangun rumah dengan kapasitas lebih kecil agar mudah baginya untuk memperhatikan gerak-gerik gadis kecilnya itu.


Sementara para pekerja lebih aktif karena mendapatkan banyak uang darinya, Yin Zhen memperhatikan lingkungan sekitarnya dengan seksama. Tempat dimana rumahnya berada cukup jauh dari pemukiman warga, dan jarak antara rumahnya dengan rumah yang lainnya berada di kisaran 500 meter jauhnya, cukup jauh mengingat Chengdu adalah kota yang padat penduduk.


Pepohonan yang ada di sekitarnya juga terlihat banyak, hampir setengah dari lingkungan rumahnya di lapisi oleh dedaunan tanaman rambat yang berasal dari hutan.


Komunikasi adalah salah satu kegiatan penting di dunia yang serba canggih ini. Meski dia memiliki beberapa cara untuk mengirim pesan kepada orang yang dia tuju, caranya tidak akan efektif dalam jangka panjang. Bahkan dengan jimat komunikasi yang dia ketahui, memerlukan setidaknya 10 menit untuk menyampaikan pesan kepada orang lain. Dan jika sesuatu yang berbahaya terjadi, menunggu 10 menit sama saja dengan menyerahkan nyawa kepada malaikat maut.


Dia melihat belakang rumahnya yang memiliki halaman kosong yang cukup luas, di sana terlihat sebuah kolam namun tak berair di dalamnya. Ukuran kolam itu cukup besar, memiliki panjang 14 meter dan lebar 8 meter serta kedalaman yang hanya 1 meter. Mustahil bagi Yin Zhen untuk menghabiskan waktunya dengan berenang, tapi tidak dengan Yin Mei. Anak kecil biasanya suka bermain air, tidak terkecuali anaknya.


Dia juga bisa menggunakan kolam itu sebagai sarana kultivasinya menggunakan Air Suci. Kedalaman air tidak masalah apabila setengah dari tubuhnya tertutupi air, dan kedalaman 1 meter lebih dari cukup untuk menenggelamkan pinggangnya.


Secara keseluruhan, dia membangun rumah mewah dengan lingkungan yang luas. Mungkin juga baginya untuk membangun dua rumah sebesar rumah barunya tanpa masalah di sekitarnya. Tapi dia tidak ingin melakukannya, bagaimanapun rumah barunya ini mungkin hanya akan dia tinggali dalam waktu beberapa bulan sebelum mendapatkan lebih banyak uang dan membeli pulau jika memungkinkan.


Setelah melihat-lihat sekitarnya dengan teliti, Yin Zhen yang menggendong Yin Mei memilih untuk berbelanja ke pusat perbelanjaan. Yin Zhen juga harus mempersiapkan hadiah selamat datang untuk adiknya itu.


Selama diperjalanan, Yin Mei dengan patuh hanya duduk diam di kursinya sambil sesekali melihat kendaraan dan orang-orang yang lalu-lalang dari jendela mobilnya. Tiba-tiba saja dia berkata, "papa, Mei'er rindu mama..."


Alasan mengapa dia berkata demikian karena dia melihat seorang anak yang tampak seusia dengannya sedang berjalan di sisi lain sambil bercanda riang dengan ayah dan ibunya. Mau tidak mau ketika melihat itu, Yin Mei teringat dengan mamanya.


"Ini..." Yin Zhen tak bisa berkata-kata. Situasinya dengan Mei Qi cukup membingungkan, mereka berdua memiliki anak, tapi tidak ada satupun dari mereka yang memiliki perasaan untuk satu sama lain. Mei Qi sibuk dengan pekerjaannya, sedangkan Yin Zhen sebelumnya sibuk meratapi nasib buruknya.


Dia memelankan laju mobilnya, kemudian melihat gadis kecilnya sedikit mengerucutkan bibirnya cemberut. Diam-diam Yin Zhen hanya bisa menghela napasnya, "Mei'er ingin bertemu dengan mama?"


Mei'er yang semula cemberut langsung tersenyum ketika mendapati pertanyaan itu dari papanya, "Mei'er ingin bertemu mama! Tapi, Mei'er juga masih ingin bersama papa..." ujarnya diakhiri dengan ekspresi rumit.


Di sisi lain, dia ingin bertemu mamanya, tapi dia juga tidak ingin kehilangan papanya. Dia juga entah bagaimana merasa kalau papa dan mamanya tampak tidak bisa bersama seperti kebanyakan orang tua.


"Mei'er, apakah kau ingat apa yang sering papa katakan kepadamu?" tanya Yin Zhen tiba-tiba.


"Hm? Itu... Papa paling hebat sedunia? Tidak, kurasa bukan itu, tapi papa sering mengatakan kalimat itu..."


"Coba kau ingat lagi..."


"Itu... Itu... Ah! Papa akan mengabulkan semua keinginan Mei'er!"


Yin Zhen tersenyum, "benar, papa akan selalu mengabulkan semua yang Mei'er inginkan. Jadi Mei'er bisa tenang dan serahkan semuanya kepada papa!"


"Mei'er sayang papa! Papa yang paling terbaik!" teriak Mei'er senang.


Yin Mei adalah mutiaranya, tidak, mungkin lebih tepat jika mengatakan kalau gadis di depannya ini adalah belahan jantungnya. Membuat gadis kecilnya bahagia adalah prioritasnya, sedangkan yang lainnya, dia bahkan tidak terlalu memikirkannya.


Bahkan jika dia tidak memiliki hubungan dengan Mei Qi, lalu mengapa? Bukankah Mei Qi adalah mama Yin Mei? Mau tidak mau Mei Qi harus berhubungan dengannya sebagai papa dari anaknya.


Sedangkan mengenai perasaan, seperti cinta, Yin Zhen tidak terlalu memikirkannya. Di kehidupan sebelumnya, meski usianya menginjak triliunan tahun lamanya, dia sama sekali tidak memiliki kekasih atau seseorang yang dia cintai. Bukan karena dia tidak percaya cinta, tapi tidak ada satupun wanita di alam semesta ini yang berhasil membuatnya jatuh cinta. Namun tak dipungkiri dia juga sesekali melakukan kegiatan panas dengan wanita lain di atas ranjang, tapi hanya sekedar itu, tidak lebih.


Yin Zhen sendiri percaya jika semesta mengizinkannya untuk jatuh cinta, maka wanita itu akan menjadi wanita paling beruntung di seluruh semesta.