Beloved Daddy In Apocalypse

Beloved Daddy In Apocalypse
46. Bertemu Kelompok Lain



Setelah peringatan tegas yang diberikan Hao Ran, tidak ada lagi orang yang berani menentang perkataan Yin Zhen. Meskipun mereka adalah tentara yang telah mengalami banyak pengalaman hidup dan mati, bukan berarti mereka tidak takut akan kematian.


Sore itu Yin Zhen berusaha menyelesaikan semuanya dengan cepat. Dia memerintahkan Hao Ran untuk mengumpulkan semua orang yang ada di perkemahan militer dan memberitahukan mereka peraturan terbaru yang Yin Zhen terapkan.


Mendengar pidato singkat Hao Ran, semua orang terutama gadis maupun wanita sedikit khawatir. Jika mereka tidak diperbolehkan menjual tubuh mereka, bagaimana mereka bisa mendapatkan makanan? Bagaimanapun tak ada satupun perempuan yang ingin tubuh mereka di jamah begitu saja, hanya saja keadaan memaksa mereka melakukannya.


Namun untungnya tak lama kemudian Yin Zhen memberitahu semua orang untuk tak lagi khawatir tentang makanan. Karena dia sendiri akan menyediakan makanan tiga kali sehari untuk semua orang, dan tentunya bukan bubur encer sebagai makanan mereka, tapi nasi dan lauk pauknya.


Keesokan harinya, Yin Zhen meminta Long Hu dan Bian Lu untuk bertugas membagikan makanan di perkemahan militer. Dia juga memberitahu semua orang di perkemahan nya bahwa mereka akan segera pindah ke tempat lain demi mencari pasokan makanan untuk ke depannya.


Jiang Yalan dan Hu Lian kini sudah lebih tenang dan dapat sepenuhnya menerima tentang apa yang mereka lakukan kemarin. Meski mereka enggan mengingatnya, mereka tahu cepat atau lambat mereka akan melakukan hal itu lagi.


Mei Qi berjalan mendekat ke arah Yin Zhen, Yin Mei sendiri tengah bermain bersama Yin Hua dan teman-temannya di sisi lain perkemahan.


"Yin Zhen, apa menurutmu Mei'er akan baik-baik saja meninggalkan rumah? Dia masih kecil dan aku khawatir dia menolak untuk meninggalkan rumah besok..." ujarnya kepada Yin Zhen.


"Meskipun dia tidak mau, tapi tak ada yang bisa kita lakukan. Semakin banyak orang yang aku tampung, semakin banyak juga pasokan makanan yang harus disediakan. Tidak usah khawatir, di sana juga ada rumah yang masih terlihat bagus. Aku rasa Mei'er tak akan keberatan tinggal di sana untuk sementara waktu."


Mendengar itu, Mei Qi menganggukkan kepalanya, "baiklah, aku percaya padamu."


Hari itu benar-benar sibuk, Sun Hao dan beberapa Evolusioner Jiwa lainnya pergi ke pusat kota untuk melihat apakah ada kendaraan besar yang bisa memuat banyak barang di dalamnya. Meskipun Yin Zhen memiliki Pasukan Jiwanya, dia tak bisa melakukan itu selamanya. Akan ada masanya dia harus berpisah dengan kelompoknya dan membiarkan kelompoknya bekerja sendirian.


Untungnya Sun Hao dan semua Evolusioner Jiwa yang dibawanya berhasil menemukan delapan truk dan tiga bus berukuran besar. Dengan delapan truk yang dibawa Sun Hao, memindahkan beras dan barang-barang lainnya akan lebih mudah. Sedangkan untuk bus, Yin Zhen berencana untuk memodifikasi nya menjadi alat transportasi yang cocok dengan Bumi sekarang.


"Lu Zheming, ganti lapisan luar bus-bus itu dengan material kulit binatang mutan yang kuat. Bagaimanapun orang-orang akan menggunakan bus itu sebagai alat transportasi mereka, akan berbahaya jika tiba-tiba saja binatang mutan menyerangnya," perintahnya pada salah satu pekerjanya.


Lu Zheming adalah seorang teknisi sebelum Bumi berevolusi, karena keahliannya dalam memodifikasi alat-alat berat, entah kenapa Catatan Konstelasi menjadikannya sebagai seorang pengrajin. Hampir semua skill yang dia miliki berhubungan dengan pengrajin, itu juga alasan kenapa dia dijadikan salah satu orang yang paling Yin Zhen andalkan.


Lu Zheming yang tidak berani menolak perintah Yin Zhen, langsung menganggukkan kepalanya tegas. "Baik, tuan!"


Merasa semuanya sudah teratasi, dia ingin bermain dengan gadis kecilnya. Tapi sayangnya ledakan yang terdengar dari arah barat daya membuatnya mengurungkan niatnya. Pertama-tama dia harus melihat apa yang terjadi di sana.


Untungnya tak ada satupun orang di perkemahan nya yang mendengar ledakan itu. Sebagai seorang Evolusioner Jiwa berlevel tinggi, indera pendengarannya menjadi jauh lebih tajam daripada kebanyakan orang.


Yin Mei yang sedang bermain boneka dengan anak-anak seumurannya terlihat merenggut sedih. Dia bergumam, "Mei'er ingin bermain bersama papa..."


***


Jauh di kedalaman hutan, suara dentuman terdengar nyaring. Siapa saja yang mendengar suara itu bisa menebak adanya pertarungan di dalam hutan sana. Lokasi pertempuran cukup jauh dari perkemahan militer, Yin Zhen yang hendak kembali ke perkemahannya menghentikan langkahnya saat mendengar suara keras itu.


"Apa yang terjadi di dalam sana?" gumamnya pelan.


Yin Zhen memindai setiap orang dari mereka lalu menggelengkan kepalanya pelan, "mereka cukup berani untuk bertarung melawan binatang mutan level 25 di saat mereka sendiri hanya evolusioner jiwa tingkat rendah. Aku ingin melihat bagaimana mereka semua menangani binatang mutan itu."


Para evolusioner jiwa yang bertarung di bawah sana hanya berada di level belasan, jelas mereka tidak bisa menang melawan binatang mutan level 25. Dia ingin tahu darimana mereka mendapatkan kepercayaan diri mereka untuk melawan binatang mutan yang levelnya lebih tinggi?


Tidak jauh dari Yin Zhen, para evolusioner jiwa saling membantu satu sama lain. Beberapa dari mereka terluka karena serangan yang dilemparkan oleh beruang besar di depannya. Terlihat jelas raut wajah mereka yang jelek dan ada jejak lelah di mata mereka.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang? Beruang ini sangat sulit dikalahkan!" teriak pria berbadan gemuk memasang wajah frustasi. Dia hanya ingin mencari makanan untuk mengusir rasa laparnya, namun sialnya dia harus bertemu dengan Beruang Baja dan bertarung melawannya.


"Ma tua, kau gunakan lapisan perisaimu untuk melindungiku, aku akan menyerangnya dengan serangan terkuatku sekarang!" ujar pemuda yang terlihat berusia 20 tahunan. Pedang panjang di tangannya mengeluarkan dengungan aneh dan cahaya biru keluar darinya.


Pria tua yang bernama Ma Daoyun langsung membuat lapisan perisai kuat untuk menahan serangan Beruang Baja. Jika pemuda itu tidak bisa melukai Beruang Baja ini, usaha mereka semua akan sia-sia.


Pemuda itu melompat, energi sihir melonjak bawah kedua kakinya, membuatnya melompat tinggi dengan mudah. Dia mengayunkan pedang panjangnya, lapisan energi berwarna biru itu yang terasa seperti es itu terasa menakutkan bahkan membuat Beruang Baja mundur beberapa langkah untuk sesaat.


Begitu logam pedang itu menyentuh kepala Beruang Baja, suara nyaring bergema ke penjuru hutan.


'Tanggg!'


Semua orang dibawah pemuda itu menatap ke depan penuh harap, semoga pemimpin mereka bisa mengalahkan Beruang Baja. Debu yang berterbangan perlahan menghilang, sosok Beruang Baja masih terlihat kokoh.


Melihat itu, pemuda itu langsung memucat. Energinya sudah hampir habis, dia tidak lagi memiliki tenaga untuk melancarkan serangan tadi untuk kedua kalinya. Meski begitu dia tidak menyerah.


Beruang Baja itu meraung marah, tubuhnya yang besar menerkam ke arah para evolusioner jiwa siap untuk membunuh mereka semua. Ma Daoyun sebagai seorang tanker mengeluarkan semua kemampuannya sekaligus tanpa berniat menghemat tenaganya. Nyawa orang-orang dibelakangnya tergantung padanya, dia harus bisa menahan serangan Beruang Baja ini setidaknya sekali. Memberikan semua orang waktu untuk berlari.


Saat tubuh besar Beruang Baja menghantam lapisan perisai yang Ma Daoyun ciptakan, pria tua itu memuntahkan seteguk darah segar dari mulutnya dan lapisan perisai itu langsung hancur seketika di bawah dorongan Beruang Baja.


Wajah semua evolusioner jiwa ketakutan, apa yang harus mereka lakukan? Pemimpin mereka sudah kelelahan dan tanker terkuat mereka terluka. Sudah jelas tidak ada harapan bagi mereka untuk lari dari situasi ini.


Mereka semua memejamkan mata mereka bersiap untuk menerima kematian, tapi setelah beberapa saat, tidak ada serangan apapun yang menghantam mereka. Ketika mereka membuka kedua mata mereka, mereka melihat sepuluh Serigala Bulan menyerang Beruang Baja dengan brutal.


Anehnya kesepuluh Serigala Bulan ini tidak terlihat seperti Serigala Bulan yang pernah mereka temui. Mereka berwarna perak gelap dan kedua mata mereka bercahaya, memancarkan aura menakutkan.


Pemuda yang wajahnya seputih kertas kosong memandang pertarungan antara binatang mutan di depannya keheranan. Apa yang terjadi? Kenapa kesepuluh Serigala Bulan ini menolong mereka?


"Kalian baik-baik saja?" Tiba-tiba saja sebuah suara pria terdengar dari belakang mereka. Semua orang menolehkan kepalanya ke arah pria yang berdiri tak jauh dari mereka dengan tenang.


"Siapa kau?" salah satu dari antara para evolusioner jiwa bertanya.


Yin Zhen tidak langsung menjawab, dia berjalan mendekat ke arah mereka dan memindai kondisi Ma Daoyun dengan seksama. "Kondisinya cukup parah, jika tidak diselamatkan sekarang, itu akan memburuk."