ASHTON & LIONA

ASHTON & LIONA
Bab 8



Ungkapan Hati



Selamat Membaca 🤗


...


Setelah kepulangan Ashton dan Liona dari Stratford waktu itu mereka memutuskan untuk saling mengenal satu sama lain. Mereka bahkan bertukar kontak, agar memudahkan terjalinnya komunikasi.


Ashton yang biasanya selalu disibuk dengan urusan perusahaan, sekarang sudah mulai membagi waktunya untuk calon istrinya itu. Mereka bahkan sering pergi berkencan jika ada waktu luang, seperti kebanyakan pasangan pada umumnya.


Dikantor Ashton nampak uring-uringan, karena pekerjaan nya sudah selesai. Dia memang sengaja menyelesaikan pekerjaan nya dengan cepat karena dia ingin mengajak Liona kesuatu tempat. Dia mengambil ponsel dan juga kunci mobilnya lalu berjalan meninggalkan ruang kerjanya.


“Ash kau mau kemana?” Tanya Austin yang melihat Ashton keluar dari ruangan nya lebih cepat dari biasanya. Selain menjadi sahabat, Austin juga menjadi asisten pribadi Ashton. Dia yang mengatur semua jadwal Ashton.


“Aku ada urusan yang sangat penting jangan menunggu ku atau pun menggangguku.” Jawab Ashton sambil berjalan meninggalkan sahabat nya itu.


“Setahu ku dia tidak ada jadwal penting hari ini, kenapa dia terlihat buru-buru sekali.” Batin Austin. Ahhh mungkin dia ingin menjemput calon istrinya. Kata Austin asal menebak saja, lalu dia masuk kembali kedalam ruang kerjanya.


Ashton memasuki mobilnya sambil mengirimi pesan kepada Liona “Apa kau sedang sibuk?” Tanya nya. Kemudian menjalankan mobilnya pelan meninggalkan perusahaan.


Namun lama pesan itu tak terbalaskan, karena yang dichatt sedang berada dibutik melakukan perancangan busana untuk acara fashion show ”Victoria’s Secret”. Banyak artis-artis papan atas, pengusaha besar, dan juga model berkelas yang menggunakan jasa dari butik Liona untuk merancang gaun mereka. Karena hasil nya sangat memuaskan. Liona sangat mencintai pekerjaan nya itu sehingga semua yang dia kerjakan berhasil.


“Aku baru selesai bekerja.” Liona membalas pesan Ashton lalu membereskan meja kerjanya.


Tiba-tiba ponsel Liona berdering, dan ketika dia melihatnya ternyata calon suaminya yang menelepon nya. Nampak senyuman di wajahnya itu, tak menunggu lama ditekannya tombol hijau itu kesamping lalu terdengar lah suara laki-laki itu diseberang sana.


“Hallo Li, Aku sedang dalam perjalanan ke butik mu . Aku ingin mengajak mu ke suatu tempat.” Ucap Ashton.


“Baiklah aku akan menunggu mu sambil bersiap-siap.” Kata Liona.


Lima belas menit kemudian, Ashton sudah tiba didepan butik milik Liona. Dia turun dari mobilnya dan memasuki butik tersebut dan mencari-cari dimana gerangan gadisnya itu.


“Maaf tuan, ada yang bisa saya bantu?” Ucap seorang gadis yang tak lain adalah Liona.


“Terima kasih, tapi yang aku cari sudah ada dihadapan ku.” Ashton menunjukkan senyuman manis dibibirnya yang tipis.


Keduanya saling memandangi dan melemparkan senyuman, sesaat setelah percakapan mereka tadi. Lalu Liona menggandeng lengan lelaki itu berjalan keluar dari butiknya.


“Jadi kita mau kemana?” Liona yang saat ini sudah duduk didalam mobil berdampingan dengan Ashton.


“Mmm jika aku beritahukan sekarang, nanti tidak spesial lagi.” Kata Ashton setelah memasang seatbelt nya.


“Baiklah aku akan ikut kemana kau akan membawa ku kali ini.” Seru Liona sambil memperhatikan jalanan yang mereka lalui.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu setengah jam lamanya, kini sampai lah keduanya ditempat tujuan mereka.


“Ini dimana Ash, kenapa aku baru tau tempat ini.” Liona mengedarkan pandangannya melihat-lihat sekelilingnya, dan memang benar dia baru pertama kali ketempat itu.


Nampak sepi dan terlihat jika hanya mereka berdua yang ada ditempat tersebut.


Ashton turun terlebih dahulu dan berjalan memutari mobilnya kemudian membukakan pintu untuk Liona.


“Ayo turun.” Ashton mengulurkan tangan nya kepada Liona untuk membantu nya keluar dari mobil tersebut.


“Ash aku takut.” Kata Liona, karena sudah hampir menjelang malam dan terlihat tidak ada pencahayaan sejauh matanya memandang.


“Jangan takut, kan ada aku disini.” Ucap Ashton.


Mereka berdua berjalan menyusuri jalanan yang entah dimana akhirnya itu hingga nampak lah sebuah rumah kecil yang tidak jauh dari mereka saat ini.


“Tunggu sebentar disini.” Kata Ashton sambil melepaskan tangan Liona yang saat ini memeluk lengannya.


“Ash kau mau kemana? Jangan tinggalkan aku sendiri disini.” Liona mengeratkan kembali pelukannya.


“Aku tidak akan lama, percayalah. Sebentar saja.” Balas Ashton meyakinkan gadis nya itu.


“Baiklah, aku akan menunggu disini. Tapi jangan lama-lama ya Ash.” Liona berujar dengan suara yang sedikit manja kedengarannya di telinga Ashton.


“Gadis pintar. Tunggu sebentar saja.” Ashton berlalu meninggalkan Liona dan berjalan menuju kebelakang rumah tersebut.


Tak lama setelah kepergian Ashton muncullah cahaya yang kian menerangi rumah itu dan terlihat jelas sangat indah di pandangan mata Liona. Yang tadi nya terlihat sangat mengerikan sekarang terlihat jauh lebih indah dengan cahaya yang ada.


Ashton membuyarkan lamunan Liona dan mengajak gadis itu untuk masuk kedalam rumah tersebut. Tidak ada penolakan, kedua nya berjalan beriringan dan masuk kedalam rumah itu.


“Ash tempat ini sangat indah!” Seru Liona. “Bagaimana kau tau tempat ini Ash?” Tanya nya lagi sambil terus melihat-lihat isi didalam rumah itu.


“Kau tau, rumah ini benar-benar indah Ash. Kau sangat pintar dalam memilih tempat dan tata ruang nya juga sangat minimalis.” Liona terkagum-kagum dengan pemandangan didepan nya saat ini.


Ashton tidak menjawab perkataan Liona. Dia hanya diam sambil memandangi punggung gadis itu yang saat ini membelakangi nya. Lalu kemudian dia memegang tangan gadis itu dan mengajaknya masuk kedalam sebuah ruangan yang tidak terlalu besar dan tidak juga terlalu kecil namun bisa memuat kira-kira tiga sampai empat orang.


Liona kembali kagum melihat suasana didalam ruangan itu sangat romantis pikirnya. Dia melihat banyak sekali foto-foto masa kecil nya bersama seorang anak laki-laki. Dia tersenyum memandanginya.


“Jangan bilang jika anak laki-laki dalam foto ini adalah kau Ash.” Tutur Liona sambil tersenyum.


“Jadi kau pikir siapa? Untuk apa aku menyimpan foto orang lain disini.” Seru Ashton.


“Aku tidak pernah menyangka sebelumnya jika kita pernah sedekat ini dulu Ash.” Ucap Liona sambil mengamati foto itu satu persatu.


Foto masa kecil Ashton dan Liona












“Kau bahkan dulu sangat senang jika diriku datang mengunjungimu, tapi sekarang kau bahkan takut jika bersama dengan ku.” Kata Ashton.


“Salah siapa? Kau sendiri yang pergi meninggalkan ku waktu itu. Mamah pernah memberitahukan kepada ku, waktu aku masih kecil setelah kau meninggalkan aku dan pergi ke Las Vegas aku sering menangis karena sudah terbiasa dengan kehadiran mu dan tiba-tiba kau tidak pernah datang berkunjung lagi.” Liona menjelaskan panjang lebar.


“Maafkan aku, bukan keinginan ku untuk pergi kesana waktu itu. Daddy dan Mommy sengaja mengirimkan aku kesana agar aku tidak manja karena aku memiliki dua adik yang harus aku jaga ketika aku dewasa. Aku bahkan masih berusia 5 tahun dan sudah harus berpisah dengan Daddy, Mommy, dan juga kedua adik ku.” Tutur Ashton.


“Baiklah aku akan memaafkan mu, tapi setelah kita menikah nanti kau tidak boleh meninggalkan ku lagi apapun alasan nya. Oke?” Ucap Liona.


Namun tidak ada jawaban dari Ashton. “Ash kau dengar tidak apa yang aku katakan?” Tanya Liona tapi masih memperhatikan foto-foto yang menempel pada dinding ruangan itu dan juga bingkai yang berdiri diatas meja kecil diruangan itu.


Ketika dia tidak mendapati jawaban dari Ashton, dia mencoba membalikkan badan nya agar bisa melihat apa yang sedang dikerjakan oleh laki-laki itu sehingga tidak menjawab perkataan nya.


Liona menangkup kan kedua tangan nya didepan bibirnya, ia terkejut ketika melihat Ashton yang sedang berlutut dan mengarahkan sebuah cincin yang sangat indah kepada nya.


“Liona Claressta Hemsworth, aku berjanji tidak akan meninggalkan mu bahkan jika maut menjemput ku, aku akan tetap selalu mencintaimu dalam hatiku. Mau kah kau menjadi istri dan mommy dari anak-anak ku?” Ucap Ashton sambil memandangi wajah gadis yang berdiri didepan nya itu.


Liona tidak dapat menggambarkan betapa bahagia nya dia saat ini. Jantung nya berdetak tidak karuan mendengarkan ucapan laki-laki yang sedang berlutut di depan nya saat ini. Air matanya keluar, dia sangat terharu dengan momen ini. Hingga hanya satu kata yang mampu dia ucapkan


“Ya, Aku mau.” Jawab nya singkat namun penuh arti yang sangat dalam.


Ashton tersenyum bahagia lalu kemudian dia berdiri dan menyematkan cincin berlian itu di jari manis tangan kiri Liona sebagai bukti tanda cinta dan juga sayang nya kepada gadis itu lalu mencium kening nya.




“Aku sangat mencintaimu Li, aku harap kau tidak meragukan cintaku kepada mu.” Ucap Ashton.


"Aku juga sangat mencintai mu Ash, aku akan selalu setia untuk mu sampai maut memisahkan kita." Sahut Liona.


Kemudian mereka saling berpelukan menyatukan hati mereka yang kian melebur. Sungguh malam ini adalah malam terbaik untuk kedua insan yang sedang di mabuk cinta itu.



Jangan Lupa Berikan Rate 🌟 5 nya, Tekan Like nya, Ketikkan komentar nya, dan Favoritkan ASHTON & LIONA di Rak Buku mu agar tidak ketinggalan update terbaru.


Terima Kasih


♥️