ASHTON & LIONA

ASHTON & LIONA
Bab 7



Pengakuan



Selamat Membaca 🤗


...


“Apa yang terjadi Ash, kenapa gelap sekali?” Seru Liona ketakutan.


Hening!!! Tidak ada sahutan dari Ashton. Membuat ketakutan Liona semakin meningkat.


“Ash kau masih disana kan?” Tanya Liona lagi ketika tidak mendapatkan sahutan dari Ashton.


“Ash ini tidak lucu. Kenapa kau diam saja.” Kata gadis itu lagi.


Pelan Liona berdiri lalu melangkahkan kaki nya perlahan-lahan sambil meraba-raba keadaan yang ada didepannya, “Brugg!!” Tiba-tiba saja tangan Liona di tarik dan dia pun terjatuh dalam dekapan laki-laki itu.


“Kenapa kau berisik sekali?” Kata Ashton setelah gadis tersebut terjatuh dalam pelukkan nya.


Liona tak kuasa menahan debaran didada nya sesaat ketika Ashton memeluknya. Ada perasaan nyaman saat laki-laki memeluknya.


“Kau sendiri kenapa tidak menjawab ketika aku bertanya kepadamu? Malah diam saja. Aku takut kau sudah pergi meninggalkan ku.” Ucap Liona.


“Maaf. Sekarang sedang hujan deras dan juga angin kencang itulah sebabnya arus listrik disini padam. Tapi nanti juga akan menyala lagi jika cuacanya sudah sedikit membaik. Dan satu lagi aku tidak akan meninggalkan mu sendiri disini, jadi jangan takut.” Seru Ashton.


“Baiklah. Tapi bisakah kau melepaskan diriku dari pelukkan mu ini.” Ucap Liona.


“Biarkan saja seperti ini dulu, aku janji tidak akan berbuat yang macam-macam.” Kata Ashton.


Liona hanya diam dan tidak berkomentar lagi. Kemudian Ashton semakin memeluk erat Liona membiarkan gadis itu merasakan kenyamanan dalam dekapannya. Tidak ada kata-kata yang terucap antara keduanya. Mereka saling mencoba memahami perasaan satu sama lain. Tak terasa waktu begitu cepat berlalu dan membuat keduanya tertidur diatas sofa saling berpelukkan.


...


Keesokkan pagi nya


Dikediaman Liona!!!


“Liona semalaman tidak pulang?” Tanya Chris. Ketika dia dan Lucy sedang menikmati sarapan.


“Tidak. Semalam Ashton mengabari ku jika Liona sedang menemani nya ke Stratford untuk menangani masalah di cabang perusahaannya. Dan mereka tidak bisa pulang karena ada hujan dan juga angin kencang di sana.” Ucap Emily kepada suaminya.


“Sepertinya rencana mu dan Lucy kemaren berjalan lancar.” Kata Chris.


“Sepertinya begitu. Semoga saja mereka bisa menjadi lebih dekat nantinya.” Seru Emily sembari menyunggingkan senyum tipis di bibirnya.


Dirumah Ashton!!!


“Sepertinya baru kemaren aku berkata jika kakak sangat cuek kepada calon istrinya, tau-taunya dia langsung mengajak calon nya menginap dengan nya di luar.” Seru Jackson.


“Semua ini terjadi berkat Mommy dan bibi Emily. Coba saja kemaren mereka tidak bertemu, pasti Ashton dan Liona tidak akan pergi Stratford bersama.” Ucap Lucy senang.


“Coba saja Cammeron tidak mengantarkan Mommy, pasti kakak tidak akan bertemu dengan calonnya.” Seru Cammeron menginginkan pengakuan juga.


“Coba saja dirimu tidak mengantarkan Mommy kemaren, pasti dirimu sedang menangis dikamar sampai minggu depan.” Ucap Lucy mengejek Cammeron.


Cammeron hanya diam saja mendengarkan penuturan sang Mommy, karena memang benar jika dia menolak maka siap-siap saja mobil, card, dan semua fasilitas nya akan disita selama satu minggu kedepan.


Freed hanya diam, menyimak apa yang dibicarakan oleh istri dan juga kedua anak nya itu di sela- sela sarapan mereka.


Dia juga senang rencana istri nya berjalan dengan baik.


...


Cahaya matahari menembus kaca jendela yang transparan diruangan itu yang letaknya berada pada lantai tujuh bangunan itu. Sinarnya membias setiap sudut ruangan itu dan silaunya mampu menjamah dua anak manusia yang sedang menikmati mimpi indah nya.


Senyuman manis menghiasi wajahnya ketika melihat hal itu. Disentuhnya wajah gadis itu lalu kemudian di benahi nya rambut yang menutupi wajah cantiknya. Pelan dia membawa bibirnya lalu mengecup kening gadis itu tanpa meminta izin terlebih dahulu kepada yang punya.


“Morning kiss.” Ucap nya kemudian.


Sekian lama dia memandangi gadis itu, hingga akhirnya dia membelai pelan pipi gadis itu untuk menyadarkan nya dari mimpi indahnya. Kedua mata gadis itu perlahan terbuka, sambil mengerjap menyesuaikan penglihatannya terhadap cahaya yang ada diruangan itu, kesadarannya belum pulih seutuhnya.


Masih enggan untuk bangkit dari tidurnya, namun tiba-tiba dia teringat jika saat ini dia sedang tidak tidur dikamar nya. Astagaaaa batin nya.


“Kau sudah lama bangun?” Tanya Liona dengan masih memposisikan tidurnya saat ini sambil tetap memeluk tubuh laki-laki itu. Enggan untuk merubah posisinya.


“Baru saja. Apa kau masih mau tidur lagi?” Tanya Ashton.


Liona mendongakkan kepalanya keatas kemudian menggeleng.


“Kalau begitu cepatlah bangun.” Ashton mengelus belakang Liona dengan tangan kirinya yang tadi digunakan untuk memeluk gadis itu.


Perlahan dia bangkit dari tidurnya dan duduk membelakangi laki-laki itu. Ashton masih tetap pada posisinya dan dia menjadikan tangan kanan nya sebagai tumpuan kepalanya.


“Ingin sarapan?” Tanya Ashton.


“Seperti nya ide bagus.” Kata Liona.


“Bersiaplah. Disekitaran sini ada restoran yang menyediakan menu sarapan pagi yang sangat enak, kita bisa sarapan disana terlebih dahulu sebelum kembali ke London.” Seru Ashton.


Setelah selesai bersiap-siap dan membenahi diri keduanya melangkah meninggalkan ruangan itu, banyak karyawan disana terkejut melihat mereka keluar bersama-sama dari ruang tersebut. Namun mereka langsung menunduk hormat kepada bos besar mereka itu. Mereka sempat berpikir jika bos nya itu sudah pergi dari kemaren. Karena tidak ada tanda-tanda kehidupan didalam ruangan tersebut. Tidak ada yang bisa masuk keruangan itu tanpa izin langsung dari bos mereka ini.


Ashton nampak biasa saja namun berbeda dengan Liona, dia sangat risih dan juga malu karena dilihat seperti itu. Dia merasa sedang tertangkap basah sedang tidur dengan suami orang pikirnya. Ashton yang menyadari jika Liona sedang risih, pun menghentikan langkahnya.


Kemudian dia menyuruh karyawan-karyawan yang ada di lantai itu untuk berkumpul,


“Perkenalkan dia nona Liona, calon istri saya.” Sambil memegang tangan Liona. Perkataan Ashton sukses membuat mereka yang berdiri didepan nya saat ini tercengang. “Sebentar lagi kami akan menikah.”Lanjutnya.


Desas-desus tentang bos nya akan menikah itu pun terdengar keseluruh karyawan-karyawan cabang perusahaan ASHTON CAPITAL GROUP. Seluruh perusahaan dibuat heboh dengan pengakuan dari bos mereka itu. Bagaimana tidak, bos mereka yang sangat pendiam dan juga terlihat tidak tertarik dengan wanita itu sebentar lagi akan mengakhiri masa lajang nya dan menikah dengan seorang gadis yang sangat cantik.


Banyak yang histeris ketika mengetahui hal itu, ada yang memberikan selamat, ada juga yang tidak rela jika bos mereka yang tampan itu harus termiliki. Grup karyawan-karyawan diperusahaan cabang menjadi sangat ramai untuk membahas tentang pernikahan bos besar mereka.


Direstoran...



“Kenapa kau mengatakan hal seperti itu tadi?” Liona yang sudah bingung harus mengatakan apa lagi.


“Kenyataan nya memang seperti itu kan kau akan menjadi istri ku dan aku akan menjadi suami mu.” Ashton menjawab dengan tenang. Ya, tenang adalah keahlian dari seorang Ashton.


“Ya aku tau, tapi kan kita tidak menikah karena saling mencintai melainkan karena dijodohkan.” Kata Liona.


“Dari awal aku melihat mu aku sudah jatuh cinta kepada mu, kenapa kau tidak bisa merasakan nya. Bahkan semalam aku juga memeluk mu. Apa itu tidak cukup untuk membuktikan jika aku mencintaimu.” Batin Ashton.


Ashton menunjukkan senyuman manis di bibirnya yang tipis, dan tidak menjawab perkataan gadis tersebut. Liona bingung dengan sikap laki-laki yang sedang duduk dihadapan nya ini.



“Makanlah, tidak usah terlalu dipikirkan. Lagian mereka juga tidak akan tau jika kita dijodohkan.” Perkataan Ashton membuat Liona diam membisu. Pasalnya bukan itu jawaban yang ingin dia dengarkan melainkan sebuah pengakuan jika laki-laki yang sedang duduk dihadapan nya saat ini mencintainya. Namun malah bukan itu jawaban yang dia dengar. Dan mereka pun melanjutkan sarapan nya dalam keheningan.


Ashton menyadari perubahan mimik wajah Liona, dan dia pun menggelengkan kepalanya sambil tersenyum sangat tipis bahkan hampir tak terlihat kemudian melanjutkan sarapan nya.



Jangan Lupa Berikan Rate 🌟 5 nya, Tekan Like nya, Ketikkan komentar nya, dan Favoritkan ASHTON & LIONA di Cerita mu agar tidak ketinggalan update terbaru.


Terima Kasih


♥️