
...Selamat Membaca 🤗...
...• • • • •...
Disaat yang sama Liona yang baru saja tiba di depan pintu ruangan suaminya itu langsung memutar gagang pintu tersebut dan ia malah terkejut menyaksikan apa yang ada dihadapan nya saat ini.
Liona segera membawa langkah nya ke arah manusia yang ada didalam sana, “Nona apa kau tidak apa-apa?” Liona membantu Jeny untuk bangkit berdiri.
Jeny membalas dengan senyuman kepada wanita yang dia belum tau siapa itu seraya menerima pertolongan tersebut. Sementara Ashton, laki-laki itu begitu terkejut saat melihat kedatangan istrinya yang begitu tiba-tiba.
“Sayang kenapa kau tidak membantu Nona ini, kenapa malah berdiri dan melihat nya begitu saja.” Suara Liona mencairkan suasana yang tiba-tiba membisu disana.
“Kurang ajar sekali orang ini, bukan nya langsung menangkap ku tadi tapi di biarkan nya aku jatuh begitu saja.” Jeny mengumpat kekesalan nya terhadap Ashton yang membiarkan nya terjatuh begitu saja tadi.
Ashton menarik salah satu sudut bibirnya seraya melirik ke arah Jeny yang terlihat sangat kesal terhadap nya, namun hanya beberapa detik saja laki-laki itu kembali menatap sang istri yang sempat mengomeli nya tadi.
“Keluarlah jika kau tidak ada kepentingan lagi.” Ujar Ashton dan berbalik menuju ke kursi kebesaran nya.
Liona yang berpikir jika Ashton masih marah terhadap nya ikut menyusul Jeny yang juga membawa langkah nya yang sedikit tertatih-tatih untuk meninggalkan ruangan tersebut.
Ashton menatap bingung kenapa istrinya itu juga malah ikut-ikutan meninggalkan ruangan nya, padahal yang ia maksudkan tadi sekretaris nya tersebut.
“Berhenti.” Cegah Ashton saat tangan jeny hampir menyentuh gagang pintu itu.
“Ada apa lagi sih laki-laki ini, tidak puas dia membuat ku menderita.” Batin Jeny.
Sementara Liona ia ikut menghentikan langkah nya juga dan berpikir siapa yang suami nya tersebut suruh berhenti.
Kini Ashton berjalan ke arah dua wanita yang sedang berdiri di dekat pintu keluar ruangan nya itu, dengan gaya cool nya ia berjalan tanpa beban disana.
Ashton membawa tangannya dan melingkar di pinggang Liona dengan begitu posesif, laki-laki itu menatap kedua manik mata istrinya yang sedang melihat nya juga saat ini lalu kemudian ia membawa pandangan nya kepada Jeny “Kau yang keluar.” Begitulah kata-kata Ashton yang terlontar dengan sangat datarnya kepada sekretarisnya tersebut.
Jangan ditanya lagi bagaimana kesal nya Jeny saat ini, sudah lah wanita itu tadi terjatuh dan tidak di tolong oleh Ashton, sekarang ia malah di permalukan lagi oleh bos nya tersebut.
“Lain kali kau tidak perlu membuat kopi untuk ku.” Ujar Ashton mengakhiri percakapan disana dan membawa Liona untuk duduk di sofa yang ada didalam ruangan nya tersebut.
“Baik Tuan.” Jawab Jeny dan ia segera keluar dari ruangan tersebut dengan hati yang terus mengumpat.
...• • • • •...
“Siapa wanita itu tadi ?” Tanya Liona penasaran.
“Kenapa? Kau cemburu?” Ashton malah balik bertanya.
Entah angin apa yang tiba-tiba membuat Liona terbatuk-batuk kering saat mendengar penuturan Ashton tadi.
“Cemburu? Oh tentu saja tidak, aku sama sekali tidak cemburu. Karena aku tau dia bukan tipe mu.” Jawab Liona percaya diri.
“Bagaimana jika aku memang menyukai nya?” Penasaran bagaimana reaksi istrinya tersebut saat mendengar perkataan nya itu.
Liona menatap laki-laki yang sedang duduk disampingnya saat ini kemudian ia mengeluarkan ponsel nya dari dalam tas jinjing yang sedari tadi melekat di pergelangan tangan nya.
“Istri ku mau apa? Kenapa mengeluarkan ponsel.” Ujar Ashton penasaran saat Liona menatap serius ke layar ponsel nya saat ini.
“Aku mau menghubungi Papah ku.” Terjeda sebentar, lalu ia melanjutkan kembali perkataan nya, “Aku mau menyuruh nya menjemput ku.”
Glekk Ashton tau jika saat ini Liona tengah marah terhadap nya dan akan semakin gawat jika sampai Papah Chris mengetahui hal ini. Laki-laki paruh baya itu benar-benar akan membawa Liona pulang seperti kata nya tadi malam. Sontak Ashton langsung merampas ponsel Liona dan menyembunyikan didalam saku jas miliknya.
“Apa yang lakukan, kembali kan ponsel ku.” Ujar Liona dengan suara yang sedikit tinggi.
“Oh.... Jadi istri ku ini sudah berani membentak suaminya?” Ashton berkata seraya membawa wajah nya sedekat mungkin dengan wajah wanita yang menampakkan ekspresi cemberutnya saat ini.
“Kau yang mulai duluan, untuk apa kau berkata seperti itu tadi.” Liona pun akhirnya menurunkan volume suara nya dengan kepala tertunduk.
“Aku hanya bercanda sayang, itu tidak serius.” Jelas Ashton kemudian mencium kening Liona dengan sangat dalam.
“Aku hanya suka wanita yang tinggi, berambut emas, cantik, perhatian, dan juga seksi.” Bisik Ashton dengan nada sensual. “Yaitu istri ku ini.” Ujar nya lagi.
“Lalu bagaimana jika aku sudah tidak cantik lagi? Bagaimana jika aku tidak seksi lagi? Bahkan jika rambut ku sudah berubah warna menjadi putih. Apa kau tetap akan mencintai ku?”
“Sejatinya yang aku sebutkan itu hanya bonus ketika aku sudah benar-benar mencintai mu saat ini.” Jawab Ashton.
“Sejak kapan kau jadi raja gombal.” Ujar Liona seraya mengapit kedua pipi Ashton dalam genggaman tangannya.
Kemudian Liona mengeluarkan makanan yang ia pesan kan tadi khusus untuk makan siang suaminya tersebut.
“Kenapa kau malah meninggalkan sekretaris mu itu sendirian disana?” Tanya Ashton disela-sela makan siang nya.
“Leah tidak cemburu seperti mu.” Jawab Liona.
“Cemburu? Sejak kapan aku cemburu.” Bantah Ashton.
“Masih saja tidak mau mengaku, sudah jelas-jelas dia cemburu tadi.” Batin Liona.
“Ya baguslah kalau kau tidak cemburu, besok-besok aku akan makan siang bersama Leah saja,
“Mulai sekarang tidak ada acara makan-makan di luar sana bersama orang lain, kau harus selalu makan bersama ku. Jika tidak, maka aku tidak akan makan.” Ujar Ashton seraya menerima suapan dari Liona.
...• • • • •...
Waktu sudah menunjukkan jam pulang kerja, Liona memutuskan untuk tidak kembali ke butik nya siang tadi dan memilih menemani Ashton bekerja.
“Ayo sayang kita pulang.” Ajak Ashton menghampiri Liona yang berbaring didalam kamar pribadi milik nya didalam ruangan tersebut.
“Gendong....” Ujar Liona dengan manja seraya menunggu Ashton menyambut uluran tangan nya yang terangkat ke atas.
“Tumben sekali dia manja seperti ini.” Batin Ashton dan tak pikir panjang Ashton langsung saja menggendong istrinya itu ala brydal style.
Saat sudah didepan pintu keluar Liona meminta Ashton untuk menurunkan nya, “Turunkan aku disini.” Pinta Liona.
“Kenapa sayang? Biarkan saja seperti ini.” Kata Ashton.
“Tidak mau, aku malu dilihat karyawan mu nanti.” Balas Liona.
“Untuk apa malu, mereka juga tidak akan berkata apa-apa.” Ucap Ashton.
“Aku tidak mau sayang, cepat turunkan aku.” Desak Liona dan akhirnya Ashton menuruti keinginan Liona.
Saat mereka berdua keluar dari ruangan tersebut ada Jeny disana yang masih duduk di kursi meja kerja nya. Liona menyapa lewat senyuman nya saat bertatapan mata dengan wanita tersebut, ia tiba-tiba teringat jika suami nya itu tadi belum menjawab pertanyaan dari nya.
Didalam lift khusus atasan Liona menanyakan kembali siapa wanita itu tadi kepada Ashton.
“Dia sekretaris mu?” Seru Liona tidak percaya.
“Iya sayang dia sekretaris ku, tapi hanya untuk sementara waktu,
Wajah Liona seketika menjadi datar saat mengetahui hal tersebut. Ashton yang menyadari perubahan mimik wajah istrinya tersebut bingung berkata apa lagi.
“Pantas saja kau tadi langsung mematikan telpon ku dan kembali ke kantor, ternyata ada sekretaris mu yang sangat cantik itu.” Liona melipat kedua tangan nya didepan dada.
“Sayang bukan seperti itu, aku memang tadi sangat kesal karena saat aku ke butik mu kau malah pergi makan siang bersama sekretaris mu itu tapi aku kembali ke kantor lagi bukan gara-gara wanita itu. Dia juga baru mulai bekerja hari ini, aku sudah menyuruh Austin untuk segera mencari pengganti nya tapi belum ada.” Jelas Ashton.
“Ya sudah mulai besok aku yang akan menjadi sekretaris mu.” Ujar Liona.
“Lalu bagaimana dengan butik mu, apa kau akan membiarkan nya begitu saja?” Timpal Ashton.
“Tentu saja tidak, aku akan bekerja disini sampai kau mendapatkan penggantinya.
Seperti nya istrinya itu tengah mengajukan proposal pemberhentian Jeny sebagai sekretaris Ashton.
Tak pikir panjang Ashton menerima keinginan istrinya tersebut, malah dia sangat-sangat bahagia karena dia akan lebih mudah mengawasi istrinya itu nantinya.
...• • • • •...
Dalam perjalanan pulang Liona sempat mengajak Ashton untuk mampir sebentar disalah satu mall yang mereka lewati, ia berkeinginan membeli sesuatu yang akan membahagiakan suaminya itu.
Saat tiba dirumah seperti biasa Ashton selalu membukakan pintu mobil untuk Liona tercinta. Mereka berjalan bersama memasuki rumah yang sangat besar tersebut.
“Sayang sudah pulang?” Sapa Mommy Lucy dari arah lain yang menyadari anak-anak kesayangan nya sudah pulang bekerja.
“Iya Mom.” Balas Liona lalu mereka berdua pamit untuk naik ke atas menuju kamar mereka.
Tanpa mereka ketahui ternyata Daddy Freed sudah menyuruh orang untuk membuat kamar Ashton menjadi kedap suara, sehingga apa yang mereka lakukan didalam sana tidak akan kedengaran oleh orang diluar.
...• • • • •...
Malam harinya sehabis menikmati makan malam keluarga itu berkumpul diruang keluarga sejenak hanya sekadar berbicara hal-hal yang tidak berat dan juga rencana kelanjutan kuliah Cammeron dan juga Liona yang akan di mulai minggu depan.
“Sayang ayo kita ke kamar.” Bisik Ashton agar yang lain tidak mendengarkan.
“Sebentar lagi.” Balas Liona tak kalah pelan nya.
“Dad Mom, kami pamit ke atas duluan ya.” Ujar Ashton tiba-tiba tak ingin menunggu lebih lama lagi.
“Ya sudah kalian istirahat lah, besok kalian juga akan bekerja lagi.” Kata Freed kepada anak-anak nya itu.
“Malam ini pun aku hendak berkerja.” Balas Ashton terang-terangan di depan keluarga nya.
“Iya bekerja lah yang baik, agar hasil nya juga baik.” Balas Freed.
Mereka yang ada di ruangan itu tidak berpikir yang aneh-aneh ketika mendengar percakapan ayah dan anak itu, karena mereka berpikir jika Ashton memang benar-benar akan bekerja mengenai urusan kantornya.
Karena yang mereka tau perusahaan Ashton sempat menghadapi sedikit masalah namun tidak dengan ayah dan anak tersebut yang sama-sama mengerti maksud dari ucapan mereka tadi itu.
...• • • • •...
Saat tiba didalam kamar Ashton langsung mengunci pintu kamar tersebut, dan dengan cepat ia memeluk tubuh Liona dari belakang. Liona yang di peluk tiba-tiba tentu saja kaget.
“Kata mu tadi mau bekerja.” Ujar Liona dengan polos.
“Aku sekarang sedang mencoba mengerjakan pekerjaan ku." Balas Ashton.
“Ya sudah aku mau ke kamar mandi sebentar, kau kerjakan saja dulu pekerjaan mu."
Liona melepaskan tangan Ashton yang melingkar di perut nya dengan sedikit kesusahan namun akhirnya laki-laki itu mau melepaskan nya juga.
Ashton mengusap kasar kepala nya berpikir jika akan kembali tidak mendapatkan jatah malam ini. Sekeluar nya Liona dari dalam kamar mandi Ashton berjalan dengan wajah murung nya bergantian masuk kedalam kamar mandi juga.
Liona tersenyum menang karena berhasil mengerjai suaminya tersebut dengan cepat ia mengganti pakaian nya dengan lingerie yang sempat ia beli sepulang kerja tadi sore.
Saat Ashton keluar dari dalam kamar mandi ia melihat jika lampu utama kamar nya sudah dipadamkan dan yang tersisa hanya lampu tidur yang menampakkan cahaya remang-remang nya disana.
Ashton menghembuskan nafasnya kasar berpikir jika Liona sudah tidur duluan, lalu Ashton masuk kedalam walk in closet dikamarnya itu hendak berganti pakaian disana. Namun siluet indah yang berdiri disana membuat nya heran karena ia berpikir jika Liona sudah tertidur tadi.
Bunyi heels yang dikenakan Liona begitu menggema di dalam ruangan yang sudah berubah menjadi kedap suara itu, Ashton tak mengalihkan pandangan nya dari wanita yang sedang berjalan menghampiri nya saat ini.
“Sayang aku pikir kau sudah tidur.” Tangan Ashton dengan cepat meraup tubuh indah itu kedalam lingkaran tangan nya.
“Bagaimana aku bisa tidur, sementara suamiku belum menyelesaikan pekerjaan nya.” Glek...... mendengar nada bicara Liona yang sangat sensual membangkitkan gairah Ashton.
Cahaya lampu yang remang-remang tak mengurangi keahlian mata Ashton menatap setiap inci dari tubuh Liona saat ini, terutama busana yang melekat dengan indah disana. Sekujur tubuh nya menegang tak kuasa menahan hasrat yang kian membuncah.
“Jadi.....Apa ini tanda nya jika istriku ini akan menemani ku bekerja malam ini?” Ashton mengangkat tali sehelai yang melekat di tubuh Liona tersebut.
“Tentu saja aku akan menemaninya karena itu sudah tugas dan tanggung jawab ku, aku akan menyediakan sesuatu yang akan memuaskan dahaga nya.” Liona menggigit telinga Ashton dengan lembut.
Sontak saja membuat Ashton kebakaran jenggot ketika merasakan sensasi tersebut. Ashton sudah tidak mampu lagi menahan hasratnya, ia langsung ******* bibir wanita nya itu dengan perlahan, tangan nya mulai menjelajahi setiap inci tubuh Liona, bibirnya juga mulai memberi kecupan, gigitan kecil dileher jenjang Liona tidak sampai disitu saja sekarang tangan nya mulai turun bermain di gundukkan sintal milik Liona yang dimana menjadi area kesukaan nya.
Erangan, desahan, keluar dari bibir seksi Liona yang membuat Ashton semakin candu, membuatnya semakin bergairah.
“Jangan berhenti sayang.” Ujar Liona tersengal-sengal karena menahan hasrat nya.
Ashton menarik salah satu sudut bibir nya mendengar perkataan Liona, hingga akhirnya ia mengangkat tubuh Liona dan membawanya berbaring diatas tempat tidur mereka.
Ashton mulai melanjutkan kembali aksinya yang sempat terhenti tadi dan melepaskan setiap helaian demi helaian yang menutupi tubuh mereka.
“Aku akan membelikan mu lebih banyak lagi pakaian seperti ini.” Ujar Ashton disela-sela aktivitas nya. Liona sangat malu karena ia sudah berani menggoda suami nya itu tadi.
Hingga akhirnya Ashton mulai memasuki tubuh Liona dan memberikan dorongan yang sangat dalam disana membuat Liona mengerang penuh kenikmatan. Untung saja ruangan itu sudah dibuat menjadi kedap suara sehingga tidak ada yang bisa mendengar suara mereka dari luar.
Sampai waktu dini hari percintaan panas mereka baru selesai, Ashton benar-benar tidak melewatkan kesempatan emas itu. Meskipun aktivitas mereka telah usai tapi bibir Ashton tak henti-hentinya menghisap gunung kembar milik Liona, karena ia sudah berjanji, tunggu dia berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan melakukan nya setiap malam sebelum ada saingan nya di kemudian hari.
Jangan Lupa Berikan Rate 🌟 5 nya, Tekan
Like nya, Ketikkan komentar nya, dan
Favoritkan ASHTON & LIONA di Cerita mu
Agar tidak ketinggalan update terbaru.
Terima Kasih
♥️