
...Selamat Membaca 🤗...
...• • • • •...
Sebelum tangan itu menyentuh pipi Liona dengan cepat ada tangan kekar yang menahan aksi wanita tersebut.
"Jika kau berani menyentuh nya lagi, kau akan menyesal." Ujar seseorang yang tak lain adalah Ashton.
Wanita tersebut memandangi Ashton dengan pandangan takjub melihat wajah tampan yang ada dihadapan nya saat ini. Ashton yang merasa risih ketika wanita tersebut memandangi nya langsung menghempaskan tangan wanita tersebut yang masih di pegang nya beberapa saat.
Sekarang bukan nya merasa sakit akibat jambakan wanita tadi, malah hati nya panas melihat wanita tersebut menatap suaminya dengan tatapan mendamba.
“Lebih baik kau jaga mata mu itu.” Liona menghunuskan tatapan tajam kepada wanita yang sudah berani-berani menatap suaminya lebih dari satu detik itu.
“Ciihh,,, kau pikir dirimu itu siapa? Dan satu lagi kau tidak punya hak melarang ku melihat siapa pun yang aku ingin lihat.” Bentak wanita itu.
“Kau boleh melihat siapa saja yang ingin kau lihat di dunia ini, tapi aku tidak akan mengizinkan mu melihat suami ku dengan mata menjijikkan mu itu.” Umpat Liona.
Ashton terkejut mendengar Liona berkata kasar seperti itu. Tapi dia masih mencoba mendengar dan mencermati dimana permasalahannya.
“Dasar wanita murahan, apa tidak cukup satu laki-laki untuk mu sampai-sampai Tuan tampan ini pun kau anggap suami mu.” Ujar wanita tersebut dengan nada emosi.
“Apa yang kau katakan, dia ini memang suami ku. Aku tidak percaya jika masih ada orang yang tidak tau jika kami ini memang sepasang suami istri.” Liona memandang tidak percaya terhadap wanita yang ada dihadapan nya saat ini.
“Hey baru beberapa saat yang lalu kau bersama dengan seorang pria lain nya, sekarang kau mengklaim jika Tuan ini suami mu. Kau sehat tidak?” Sindir wanita itu.
Ashton jadi bingung apa yang sedang mereka perdebatkan sekarang, tapi tiba-tiba dia berpikir “laki-laki lain nya? Tidak mungkin Liona selingkuh.” Batin Ashton.
“Kau jika masih berani mengganggu istri ku, kau akan tau akibat nya.” Ancam Ashton setelah beberapa saat diam saja.
Deg, wanita tersebut nyaris tidak percaya setelah mendengar pengakuan yang begitu tidak dapat dia terima keluar dari mulut Ashton.
Wanita tersebut tertawa, “Tidak mungkin ****** ini istri mu Tuan. Aku lebih pantas untuk mu.” Ujar wanita tersebut dan mencoba menyentuh tubuh Ashton dengan jari-jari lentik nya.
”Jangan berani-berani kau menyentuh suami ku dengan tangan gatal mu ini, dasar nenek sihir tidak tau malu.” Liona kembali menghempaskan tangan wanita itu.
Ia sudah tidak dapat menahan rasa kesal nya terhadap wanita tersebut dan juga tidak perduli dengan orang-orang yang sedang menyaksikan perdebatan mereka saat ini.
Liona menarik tangan Ashton segera meninggalkan wanita tersebut dan juga mahasiswa lain nya yang berdiri tidak jauh memperhatikan mereka tadi.
...• • • • •...
Kini mereka berdua sudah berada didalam mobil meninggalkan kampus Liona, “Besok kau tidak perlu menjemput ku lagi.” Ujar Liona dengan pandangan lurus kedepan.
“Kenapa?” Tanya Ashton sambil fokus menyetir mobilnya.
“Oh kau pasti mau bertemu dengan nya lagi kan?
“Bertemu siapa sayang?
“Siapa lagi jika bukan wa-ni-ta yang tadi menjambak rambut ku.” Liona sengaja menekankan setiap perkataannya.
Ashton menepikan mobil nya di jalanan yang lumayan sepi pengendara nya, ia membawa pandangan nya kepada wanita yang duduk disampingnya saat ini.
“Mana yang sakit, cup cup jangan marah-marah lagi ya sayang ku.” Ujar Ashton sambil mengusap-ngusap kepala Liona dengan sangat lembut.
“Iiihh,,, kau tidak menjawab kata-kata ku tadi,
“Kata-kata yang mana sayang,
“Kau pasti memikirkan wanita itu terus tadi maka nya kau sampai-sampai tidak mendengar ucapan ku,
“Sayang untuk apa aku memikirkan wanita lain sementara istri ku ini sudah sangat-sangat cantik.” Goda Ashton sambil mengusap pipi Liona, pandangan mereka saling bertemu satu sama lain.
Liona tersenyum melihat perlakuan Ashton tersebut, selama ini dia tidak pernah melihat sisi Ashton yang sangat menggemaskan seperti ini. Sudah bisa dikatakan jika pria itu tidak ingin istrinya terus-terusan marah dan membuat nya stres berlebihan.
“Siapa wanita tadi? Kenapa dia bisa menjambak rambut mu? Untung saja tidak terlepas dari kulit kepala mu.” Seru Ashton sambil terus memandangi Liona.
“Aku juga tidak tau. Ketika aku keluar dari kelas dia sudah ada di sana dan tiba-tiba mendorongku dari belakang sampai aku terjatuh tapi aku tidak meladeni nya. Tapi dia malah terus mengikuti ku keluar dari kampus hingga akhirnya dia menjambak rambutku karena aku tidak meladeni setiap ucapan nya,
“Tapi dia tadi berkata pria lain nya.” Kening Ashton terangkat sebelah menunggu jawaban.
“Pria lain nya... Maksud nya?” Tanya Liona tidak mengerti.
“Iya, tadi dia berkata beberapa saat yang lalu kau bersama dengan seorang pria lain nya.” Ujar Ashton.
“Seperti nya wanita itu mengalami masalah kejiwaan, jelas-jelas aku tidak berinteraksi dengan pria lain hari ini selain Kak Cammeron. Dia hanya mengada-ngada saja.” Jelas Liona.
Ashton langsung mengetahui titik permasalahan nya dimana, dia kemudian kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju kantornya. Liona selalu dibawa oleh Ashton ke kantor nya sepulang kuliah, karena memang pekerjaan nya dibutiknya juga tidak terlalu banyak sehingga masih bisa ditangani oleh sekretaris Leah.
...• • • • •...
Malam harinya setelah makan malam keluarga, Ashton menyempatkan diri untuk mengobrol bersama dengan kedua adik nya. Membicarakan seputar pekerjaan dan juga pembicaraan layaknya adik dan kakak saja.
Meskipun tinggal serumah tapi semenjak Ashton menikah bisa dibilang mereka sudah sangat jarang berkomunikasi, karena kakak sulung mereka itu seperti tidak bisa jauh-jauh dari istri kesayangan nya.
Diruang keluarga yang hanya ada Ashton, Jackson dan juga Cammeron mereka bertiga sedang berbincang-bincang dan tak jarang terdengar tawa disana.
“Bagaimana pekerjaan mu di kantor?” Tanya Ashton kepada Jackson.
“Sejauh ini baik-baik saja, itu juga karena kakak yang selalu mengajari ku belakangan ini.” Jawab Jackson apa ada nya.
“Kalau ada yang tidak bisa kau atasi, jangan sungkan bertanya dan meminta tolong kepada ku. Aku tidak ingin adik-adik ku kesusahan sementara aku bahagia. “Apa kau belum kepikiran untuk menikah?” Tanya Ashton lagi.
“Menikah?” Ujar nya kemudian.
“Iya menikah, memang nya kau tidak kepikiran untuk menikah? Setau ku kau juga memiliki kekasih kan? Kenapa tidak kau kenal kan saja kepada keluarga kita?” Kata Ashton.
Jackson tidak percaya dengan kata-kata yang baru saja keluar dari mulut kakak nya tersebut, sejauh ini dia menjalani hubungan yang menurutnya bisa dikatakan sangat-sangat rahasia, bahkan dia berani jamin tidak ada yang mengetahui jika dia memiliki seorang kekasih.
Cammeron yang mendengar percakapan kedua kakak nya tersebut langsung menoleh ketika mendengar sebutan kekasih.
“Kak Jackson memiliki kekasih.” Ujar Cammeron dengan sangat nyaring.
Jackson langsung berdiri dan membekap mulut adik bungsu nya itu yang di nilai terlalu cempreng, “Jangan ngomong nyaring-nyaring, nanti Daddy dan Mommy bisa mendengarkan mu.” Ucap Jackson.
“Kakak serius memiliki kekasih?” Cammeron bertanya sambil berbisik.
Jackson menganggukkan kepala membenarkan hal itu, dia terpaksa harus mengakuinya padahal dia masih ingin menyimpan rapat-rapat hubungan nya tersebut.
"Kakak tau darimana aku memiliki kekasih?" Tanya Jackson penasaran.
"Kau tidak perlu tau aku mengetahui nya darimana." Kata Ashton.
“Berarti hanya aku yang tidak memiliki pasangan dirumah ini.” Cammeron melihat kedua kakak nya silih berganti.
Jackson mengedikan bahu nya, tidak tertarik dengan status Cammeron.
“Kau tidak memiliki kekasih?” Kini Ashton mulai berbicara kepada adik bungsunya itu.
“Untuk apa aku berbohong.” Jawab Cammeron.
“Lalu yang dikampus mu itu?
“Hah yang dikampus? Yang mana kak, aku sama sekali tidak memiliki kekasih.
“Apa kau yakin kau tidak memiliki kekasih?
“Astaga kak, untuk apa juga aku berbohong. Memang nya aku anak kecil!
“Ketika aku menjemput Liona tadi siang ada seorang wanita yang menjambak rambutnya, dan dia mengatakan jika Liona adalah wanita murahan. Awalnya aku tidak mengerti maksudnya apa, tapi setelah Liona menjelaskan akhirnya aku mengerti. Dan intinya sekarang hanya kau saja laki-laki yang selalu berbicara dengan Liona di kampus.
Pikiran Cammeron seakan mau pecah memikirkan maksud perkataan kakak sulung nya tersebut, mencoba terus berpikir, mencerna setiap ucapan yang keluar dari mulut Ashton tadi, hingga akhirnya dia pun mengerti dimana letak kesalahpahaman ini.
Mata nya membulat penuh ketika berhasil mendapat petunjuk dari sosok wanita yang dikatakan oleh Ashton tadi, “Astagaa wanita itu menjambak Liona?” Seru Cammeron tidak percaya.
“Kau sudah ingat wanita itu?
“Kak dia itu wanita yang selalu mengejar ku dikampus tapi aku tidak pernah meladeninya, aku saja jijik melihat sikap nya.”
“Jangan berkata seperti itu, setiap makhluk di dunia ini sama-sama berharga. Tidak perlu menyukai nya untuk bersikap baik, karena kita sama-sama manusia, jadi perlakukan lah orang lain dengan baik. Jika kau tidak menyukai nya kau bisa berkata baik-baik, jangan malah berkata seperti itu. Coba kau pikirkan, seandainya kau meladeni wanita itu dengan baik meskipun tidak menyukai nya, dia pasti tidak akan menjambak rambut Liona tadi siang.” Jelas Ashton.
“Iya kak maafkan aku.” Ujar Cammeron menerima perkataan Ashton.
“Ya lebih baik seperti itu, jangan mendasari sesuatu karena ada mau nya. Biasakanlah memperlakukan sesama mu dengan baik meskipun mereka tidak membalasnya nya seperti yang kalian harapkan, karena kebaikan tidak datang hanya dari satu orang saja.” Ujar Ashton lagi.
“Selain menjadi romantis, kakak juga berubah menjadi seorang yang sangat bijak.” Sela Jackson.
“Makanya kau cepat-cepat menikah, agar dunia mu tidak hanya seputar kerjaan saja. Ketika kau menikah kau akan tau apa itu pemimpin yang sesungguh nya, bukan hanya mengayomi diperusahaan tapi juga dikeluarga mu.” Ujar Ashton.
“Aku belum kepikiran sejauh itu kak, biarkan saja mengalir dulu.” Balas Jackson.
Tanpa mereka sadari Liona mendengar percakapan tiga bersaudara itu, ia sempat ingin bergabung tapi ketika mendengar Ashton sedang menceramahi kedua adik nya tersebut dia pun mengurungkan niat nya dan langsung kembali ke kamar nya, dia tidak menyangka jika suaminya itu bisa bersikap sedewasa itu.
...• • • • •...
Ashton yang baru memasuki kamar melihat Liona sedang berdiri menatap kearahnya, kedua manik mata itu dengan intens terus memperhatikan pergerakannya.
“Kenapa sayang, kenapa kau melihat ku seperti itu. Seperti singa yang sedang kelaparan saja.” Ucap Ashton.
“Aku hanya ingin melihat mu saja, kau lama sekali dibawah.” Jawab Liona kemudian tangan nya melingkar dileher Ashton.
“Aku tadi berbicara dengan Jackson dan juga Cammeron, sudah lama rasanya aku tidak mengobrol dengan mereka berdua.
Liona mengangguk mengerti karena memang benar yang dikatakan oleh Ashton, “Ya sudah kalau begitu mari kita istirahat.” Ajak Liona.
“Kau tidak ingin kita berolahraga sebentar?
“Sepertinya malam ini aku hanya ingin tidur sambil memeluk mu saja,
“Baiklah, aku akan membebaskan mu malam ini,
Akhirnya mereka berdua pun tidur sambil berpelukan malam ini.
...Jangan Lupa Berikan Rate 🌟 5 nya, Tekan...
...Like nya, Ketikkan komentar nya, dan...
...Favoritkan ASHTON & LIONA di Cerita mu...
...Agar tidak ketinggalan update terbaru....
...Terima Kasih...
...♥️...