ASHTON & LIONA

ASHTON & LIONA
Bab 9



Menginap



Selamat Membaca 🤗


...


Selama ini aku selalu berpikir jika perasaan ini hanya sepihak! Namun setelah melihat bagaimana kau mengungkapkan perasaan mu dihadapan ku saat ini, aku sangat yakin jika kau mencintaiku lebih dari apapun_Liona!


“Aku masih ingin disini bersama mu Ash! Tempat ini sangat tenang dan juga sangat nyaman.” Seru Liona masih dalam posisi saling berpelukkan.


“Baiklah. Kita akan menikmati suasana ini sampai kau bosan.” Keluh Ashton dan langsung mendapatkan pandangan yang tajam dari Liona, “Aku tidak pernah bosan jika bersama dengan mu Ash.” Sahut Liona lalu menyandarkan kepalanya di dada bidang calon suaminya itu.


Kedua tangan Ashton mengusap-ngusap punggung Liona dan kedua matanya memandang ke arah foto-foto masa kecil mereka “Aku sangat bersyukur bisa dipersatukan kembali dengan mu dan aku berjanji tidak akan menyakiti hatimu.” Batin Ashton.


Pelan, Ashton mengangsur tubuhnya dan juga gadis dalam pelukannya itu keatas kasur matras yang tidak jauh dari mereka saat ini. Dia mencoba membaringkan gadisnya diatas kasur tersebut, dan Liona pun keheranan melihat apa yang sedang Ashton coba lakukan.


“Ash kau mau apa?” Tanya Liona setelah Ashton berhasil membaringkan nya diatas kasur tersebut dan mengungkung tubuh nya.


Ashton hanya tersenyum menampilkan giginya yang rata dihadapan Liona, “apa kau takut?” Tanya nya kemudian.


Liona menatap kedua manik mata Ashton, menatapnya dalam-dalam. Ia melihat jika laki-laki yang sedang mengungkung tubuh nya saat ini tidak berniat untuk macam-macam kepadanya. Dia bisa membaca itu dari cara Ashton melihatnya saat ini, ia percaya cinta nya lebih besar dari nafsu sesaat. Meskipun kebanyakan orang berkata cinta dan nafsu itu tidak bisa dipisahkan, tapi dia percaya Ashton bukan laki-laki seperti itu.


“Aku percaya kepada mu Ash.” Sahut Liona setelah berkutik dengan pemikiran nya sendiri.


Ashton tersenyum mendengarkan jawaban Liona. Ia benar-benar merasa bersalah dengan tindakan nya tadi, padahal dia hanya bermaksud untuk mencoba menggoda Liona. Tanpa berniat melakukan yang macam-macam. Lalu Ia memindahkan tubuh nya yang tadi nya mengungkung Liona kini berbaring di sebelah nya, “aku hanya ingin berbaring sambil memelukmu. Apakah boleh?” Tanya Ashton kemudian.


“Untuk saat ini aku akan mengabulkannya.” Jawab Liona sambil tersenyum.



Dia percaya Ashton tidak akan berbuat yang macam-macam kepada dirinya. Meskipun mereka lahir dan besar di Benua Eropa, tapi dia tetap menjaga dirinya dengan baik. Dia berpikir jika sesuatu yang sangat berharga pada dirinya itu, hanya akan dia berikan kepada laki-laki yang kelak akan menjadi suaminya. Meskipun status Ashton adalah calon suaminya, tapi dia tetap menjaga miliknya sampai mereka benar-benar berakhir di ikatan pernikahan.


“Setelah kita menikah nanti apa yang ingin kau lakukan?” Ashton bertanya sambil memeluk Liona.


“Kau pernah bilang waktu itu, jika kita menikah nanti kau tidak akan mengekang ku.” Ashton menganggukkan kepalanya membenarkan perkataan Liona.


“Lalu apa yang kau inginkan?” Tanya Ashton lanjut.


“Aku hanya ingin setelah kita menikah nanti aku tetap melanjutkan S2 ku.” Ujar Liona.


“Kenapa kau sangat ingin melanjutkan S2? Bukannya karier mu juga sudah sangat bagus saat ini?” Ashton bertanya panjang lebar, karena dia heran Liona masih ingin melanjutkan pendidikannya.


“Aku hanya ingin melanjutkan nya saja, aku ingin benar-benar memahami tentang desain busana lebih dalam lagi. Kau tau kan Ash aku sangat mencintai profesi ini.” Tutur Liona.


“Jadi, kau lebih mencintai siapa? Aku atau profesi mu itu!” Seru Ashton.


“Pertanyaan macam apa itu? Kekanakan sekali.” Jawab Liona.


“Jadi kau tidak ingin menjawabnya, atau sebenarnya kau lebih memilih profesi mu itu?” Tanya Ashton lagi.


“Sekarang aku tanya kepada mu, kau lebih mencintai siapa aku atau pekerjaanmu?” Tanya Liona balik.


Dan langsung dijawab oleh Ashton, “Tentu aku lebih mencintai mu. Pekerjaan ku hanya bisa membuat ku pusing sementara mencintaimu selalu membuat ku bahagia.” Kata Ashton tenang.


“Berarti kau tidak mencintai pekerjaan mu, itulah sebabnya kau pusing. Coba saja kau mencintai pekerjaan mu pasti kau akan bahagia.” Sahut Liona.


“Mencintai dua hal secara bersamaan itu tidak mudah Li. Dulu ketika aku baru-baru mulai bekerja dan memutuskan untuk membangun perusahaan sendiri, aku sangat-sangat mencintai pekerjaan ku dan aku selalu menghabiskan waktu ku hanya untuk perusahaan. Itu lah sebab nya kenapa perusahaan ku bisa berkembang dan maju dengan sangat pesat. Dan tugas ku sekarang hanya mencintai mu dan kau adalah prioritas utama ku.” Ucap Ashton.


“Ya, karena perusahaan mu sudah sangat sukses sekarang makanya kau bisa berkata seperti itu.” Ucap Liona.


“Karena itulah dulu aku bekerja siang dan malam agar aku bisa berkata seperti ini di depan mu.” Jawab Ashton.


Liona tercengang mendengarkan Ashton yang selalu bisa menjawab perkataannya, lalu tiba-tiba dia berkata “Aku bahkan sudah mencintai mu dari awal kita bertemu, tapi aku takut jika kau akan membuat ku jauh dari mimpi-mimpi ku.” Kata Liona.


“Jujur saja, aku memang tidak pernah menjalin hubungan bahkan hanya untuk one night stand saja tidak pernah. Tapi bukan berarti aku tidak tau cara nya mencintai wanita.” Ucap Ashton kemudian. “Aku tidak akan menghalangi mu melakukan apapun yang kau mau. Tapi aku akan menghalangi mu jika kau meminta untuk berpisah dengan ku.” Lanjutnya kemudian.


Liona merasa bangga dan juga terharu karena dicintai begitu dalam oleh Ashton, dia pun tidak mau jika dipisahkan dari Ashton.


“Tentu saja bisa, tapi dengan satu syarat.” Kata Ashton. Liona mengernyitkan dahi nya ketika mendengarkan ashton menyebutkan kata syarat. “Kau tidak boleh menunda kehamilan mu jika ingin melanjutkan S2. Kau kan tau sendiri umur ku sudah tidak muda lagi.” Kata nya kemudian.


Liona tertawa ketika mendengarkan Ashton menyebutkan persyaratan nya itu, “Ash, aku tidak pernah berkata jika aku akan menunda kehamilan. Aku juga sangat menginginkannya.” Kata Liona meyakinkan Ashton.


“Baiklah, kau boleh melanjutkan pendidikan mu setelah kita menikah, tapi tidak boleh keluar dan hanya boleh di negara ini.” Kata Ashton.


“Aku bahkan sempat berpikir untuk melanjutkan S2 di Italia, kau kan tau sendiri Ash negara itu dikenal sebagai kiblatnya fashion dunia.” Ucap Liona.


“Kau hanya bisa memilih melanjutkan S2 tapi tetap di London atau tidak melanjutkan nya sama sekali jika tetap memaksakan kehendak mu itu.” Tutur Ashton.


“Hhhhh..... Baiklah, aku memilih pilihan yang pertama.” Ucap Liona, dan tidak ada pembahasan lagi antara keduanya sampai akhirnya mereka memutuskan untuk kembali kerumah karena sudah larut malam.


Sepanjang perjalanan pulang Ashton menggenggam tangan Liona sambil membicarakan hal-hal kecil untuk menghilangkan keheningan diantara mereka berdua.



Sampai akhirnya mobil Ashton melawati gerbang rumah Liona dan memasuki halaman rumah yang luas itu, dan ia turun terlebih dahulu untuk membuka kan pintu mobil untuk Liona.


Ia mengantarkan gadis itu masuk kedalam rumahnya dan ketika hendak berpamitan kepada kedua orang tua Liona yang sedang duduk diruang keluarga sambil menonton televisi, Chris dan Emily mengajak Ashton dan Liona berbicara sebentar.


“Apa kalian sudah memilih cincin pernikahan kalian?” Tanya Emily kepada Ashton dan Liona yang sekarang sedang duduk dihadapan nya.


“Belum Mah.” Jawab Liona.


“Bibi tidak perlu khawatir, kami berdua akan segara memilih cincin terbaik di negara ini.” Jawab Ashton lalu kemudian ia melingkarkan tangan kanan nya di pundak Liona sambil tersenyum.


“Kalian sebaiknya meluangkan waktu untuk pergi memilih cincin pernikahan kalian, agar tidak terburu-buru nanti.” Ucap Chris menengahi pembicaraan mereka.


“Iya Paman.” Jawab Ashton sambil menganggukkan kepalanya.


“Oia Ashton, kau tidak perlu memanggil kami berdua dengan sebutan Paman dan Bibi lagi, mulai sekarang kau bisa memanggil kami dengan sebutan yang sama dengan Liona, Papah dan Mamah.” Tutur Chris kepada calon menantunya itu.


“I-iya Pam, ehh Papah.” Jawab Ashton malu-malu dan juga belum terbiasa dengan panggilan itu.


Liona tersenyum mendengar apa yang baru saja Ashton ucap kan. “Apa kalian sudah makan?” Tanya Emily kemudian.


Ashton dan Liona menggelengkan kepalanya secara bersamaan, karena saking bahagianya tadi mereka baru ingat jika mereka belum makan sejak selesai bekerja tadi sore.


“Ya sudah kalian makan lah dulu.” Ucap Emily.


“Ash kamu bermalam disini saja dan tentunya tidak tidur bersama Liona tapi di kamar tamu. Liona nanti sehabis makan kau antar kan Ashton ke kamarnya.” Kata Chris menimpali perkataan Emily, karena dia melihat jam sudah larut malam.


Liona dan Ashton saling berpandangan, lalu tersenyum mendengarkan perkataan Papah nya tersebut, “Baik Pah.” Jawab Ashton dan Liona bersamaan.


Lalu mereka berdua berjalan meninggalkan ruangan itu dan menuju ruang makan. Chris dan Emily tersenyum melihat mereka berdua karena menjadi lebih dekat dari sebelum nya.


“Chris apa kau melihat nya?” Tanya Emily sambil tersenyum penuh arti.


“Melihat? Melihat apa maksud mu?” Kata Chris berpura-pura tidak tau apa yang Emily maksudkan.


“Ahhh sudah lah.” Kata Emily kemudian berlalu meninggalkan ruangan itu menuju kamar mereka.


“Sayang tunggu aku.” Kata Chris sambil tersenyum lalu berjalan mengikuti istrinya itu untuk masuk kedalam kamar.


Chris dan Emily melihat cincin berlian yang melingkar di jari manis Liona, itulah sebabnya Chris menyuruh Ashton untuk menginap dirumah nya malam ini. Karena dia sangat bahagia, akhirnya Ashton dan Liona bisa saling mencintai satu sama lain.




Jangan Lupa Berikan Rate 🌟 5 nya, Tekan Like nya, Ketikkan komentar nya, dan Favoritkan ASHTON & LIONA di Cerita mu agar tidak ketinggalan update terbaru."


Terima Kasih


♥️