ASHTON & LIONA

ASHTON & LIONA
Bab 18



Sisi Lain Dari Dirimu



Selamat Membaca 🤗


...


Gadis yang sedang berada dalam pelukan laki-laki itu mengerjapkan mata nya, mencoba mengumpulkan sedikit demi sedikit kesadarannya. Ia menengadahkan wajahnya melihat laki-laki yang masih terlelap disampingnya itu.


Dia tersenyum melihat wajah yang sangat menggemaskan itu, ia memperhatikan nya selama beberapa saat. Lalu tangan nya dia bawa ke wajah laki-laki itu dan membelai wajahnya lembut, selamat pagi sayang gumamnya.


Setelah puas memandangi wajah itu, dia beranjak untuk masuk kedalam kamar mandi tanpa membuat laki-laki tersebut terbangun dari tidurnya. Seusai membasuh wajah dan juga menggosok giginya ia memutuskan untuk pergi ke dapur, dan melihat apakah ada yang bisa disiapkan untuk sarapan.


“Kata Ashton semalam, Andrew itu jiwa keibuan nya tinggi sekali. Pasti di apartemen ini sudah dia siapkan bahan-bahan masakan juga, jika bantal dan selimut saja dia bisa siapkan kenapa bahan makanan tidak.” Gumam nya seraya berjalan kearah dapur.


Tepat saat dia sudah hampir mendekati dapur, sesosok laki-laki muncul dari arah ruang tengah dan mereka sama–sama terkejut melihat satu sama lain.


“Selamat pagi tuan Andrew.” Sapa Liona agar tidak ada kecanggungan di antara mereka, ya laki-laki itu adalah Andrew.


“Jangan memanggil ku Tuan, panggil saja And atau Andrew.” Sahut Andrew lalu dia berjalan ke arah dapur juga.


Liona tersenyum kepada laki-laki itu, dan mengikutinya dari belakang menuju kearah dapur.


“Apa kau memang terbiasa bangun sepagi ini?” Tanya Andrew sambil menuangkan segelas air putih untuk dirinya.


“Tidak juga, hanya saja aku kepikiran untuk membuatkan sarapan. Kata Ashton semalam, kau itu memiliki jiwa keibuan jadi aku berpikir jika kau pasti menyediakan bahan makanan disini.” Ucap Liona sambi tersenyum simpul.


“Ya aku memang selalu menyiapkan bahan makanan disini apalagi setelah kami memutuskan untuk mengadakan pesta semalam, sepulang kerja kemaren aku langsung berbelanja untuk melengkapi kebutuhan dapur.” Jelas Andrew.


“Kau memang sahabat yang sangat pengertian And.” Jawab Liona kemudian.


Andrew membalas perkataan Liona dengan tersenyum dan mereka berdua memutuskan untuk menyiapkan sarapan bersama-sama agar cepat selesai. Ketika Liona sedang mengiris sayuran dia terkejut melihat ulat batang di sayuran itu dan tangan nya teriris oleh pisau yang digunakan nya.


“Awww.” Pekik Liona, perhatian Andrew teralihkan kearah gadis itu.


“Liona, kau tidak apa-apa?” Tanya Andrew seraya mendekati gadis itu.


Ketika dia melihat jari Liona mengeluarkan darah segar yang lumayan deras, dia menyentuh tangan gadis itu secara tiba-tiba.


“Astaga Liona, kenapa kau tidak berhati-hati sekali.” Seru Andrew kemudian dan membawa tangan Liona kearah wastafel untuk dibersihkan.


Namun ternyata hal tersebut membuat laki-laki yang baru terbangun dari tidurnya itu menjadi salah paham, dia adalah Ashton. Ketika ia terbangun dari tidurnya dan tidak mendapati Liona berada disampingnya, ia langsung memutuskan untuk mencari dimana gerangan calon istrinya itu. Pagi-pagi sudah menghilang dari tempat tidur dan dia malah melihat hal yang sangat membuat dirinya emosi.


“Andrew, Liona, apa yang sedang kalian lakukan?” Tanya Ashton sarkastik ketika dia mendapati Andrew sedang memegang tangan Liona.


Mereka terkejut mendengar suara itu, dan mencoba untuk melihat siapa gerangan yang sedang berbicara kepada mereka.


“Ash kau sudah bangun?” Tanya Liona dengan tenang setelah melihat jika calon suaminya itu sudah berdiri diseberang sana.


“Hei Man, jangan salah paham.” Gumam Andrew.


Ashton berjalan ke arah mereka berdua, menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi.


“Ash jangan salah paham, Andrew tadi hanya mencoba membantu ku.” Ucap Liona lalu menunjukkan jarinya yang masih mengeluarkan darah dari sana.


Ashton tidak bisa menyembunyikan wajah khawatirnya ketika melihat darah gadis itu yang mulai menetes kelantai, tapi dia juga tidak bisa menyembunyikan kecemburuan nya ketika melihat sahabat nya itu memegang bagian dari tubuh gadis nya itu.


“Kau bisa pergi And dan tolong ambilkan kotak obat biar aku yang membantu Liona disini.” Sahut Ashton setelah mencoba menenangkan dirinya.


“Baiklah, jangan salah paham Ash. Aku tidak ada maksud apa-apa.” Jawab Andrew kemudian berlalu dari sana.


Ashton hanya menganggukkan kepalanya, api kecemburuan masih membara di hatinya. Tapi dia tau sahabatnya itu tidak akan mengkhianati persahabatan mereka, terlebih lagi Liona. Dia mencoba menepis segala pikiran buruk tentang mereka berdua.


“Sayang kenapa kau malah bermain-main didapur dan meninggalkan ku sendirian di kamar?” Tanya Ashton kemudian.


“Ash aku tadi berniat untuk menyiapkan sarapan, dan waktu aku berjalan kedapur aku berpapasan dengan Andrew yang juga berniat untuk menyiapkan sarapan. Akhirnya kami memutuskan untuk membuat sarapan bersama-sama agar cepat selesai.” Jawab Liona dengan wajahnya yang teduh.


“Tapi lihat tangan mu malah terluka seperti ini, kau tau aku tidak suka melihat mu terluka.” Seru Ashton dan pelan ia membawa wajahnya mendekat ke telinga Liona lalu berbisik “Aku juga sangat cemburu tadi ketika melihat Andrew menyentuh bagian dari tubuh mu ini, kau harus selalu ingat hanya aku yang boleh menyentuhmu sayang.” Ashton bergumam dengan suara nya yang seksi hingga membuat Liona merinding mendengarkan perkataannya barusan.


“Ash kau kan tadi lihat sendiri, jika Andrew sedang ingin membantuku.” Ucap Liona meyakinkan laki-laki itu.


“Iya aku tau sayang, tapi aku tidak rela ada orang lain yang menyentuh mu tak terkecuali itu sahabat ku sendiri.” Ucap Ashton tak menerima bantahan.


“Seperti nya aku melihat sisi lain dari dirimu Ash, ternyata kau Tuan yang sangat pencemburu.” Sahut Liona seraya tersenyum simpul.


“Tolong berjanjilah untuk tidak membiarkan orang lain menyentuh mu, atau mereka akan kehilangan bagian tubuh mereka yang sudah berani menyentuh mu.” Ashton terlihat sangat serius sekarang.


Liona tidak menyangka jika ternyata Ashton memiliki jiwa yang sangat cemburu seperti itu, selama ini ia hanya melihat sosok Ashton yang sangat tenang tanpa menunjukkan gelagat lain. Daripada dia harus melihat orang lain kehilangan anggota tubuh mereka hanya karena menyentuh dirinya, lebih baik dia mencoba menjauhkan diri dari sentuhan orang lain.


“Baiklah aku akan menuruti permintaan mu itu.” Jawab Liona seraya tersenyum manis.


Tak lama Andrew datang dengan membawa kotak obat, dan Ashton langsung menyambut kota obat tersebut dan membantu Liona untuk membalutkan lukanya. Proses memasak pun dilanjutkan oleh Andrew sendiri karena Ashton melarang gadis itu untuk ikut membantu, dan sesekali Ashton juga terlihat membantu meskipun lebih sering dia hanya menggoda Liona yang sedang duduk didapur itu.


Andrew tidak merasa terganggu melihat dua orang yang sedang beromantisan didahapan nya itu, karena dia memang tidak memiliki niat apa-apa kepada kekasih sahabatnya tersebut.


...


“Aaaahhhhh, kenapa ada laki-laki disini.” Teriak salah seorang gadis yang tak lain ada Jocelyn setelah mendapati kesadarannya.


“Apa aku semalam ditiduri laki-laki ini?” Tanya Jesslyn menimpali perkataan Jocelyn tadi.


Berbeda dengan seorang gadis yang satunya, dia nampak tenang seperti tidak mengkhawatirkan sesuatu terlihat dari wajah nya yang nampak biasa saja.


“Kenapa kau seperti nya biasa saja Leandra?” Tanya Jocelyn ketika melihat sahabatnya itu biasa saja. Ya gadis yang nampak biasa saja itu adalah Leandra, dia seperti sudah terbiasa dengan situasi tersebut.


“Memangnya aku harus terlihat seperti apa?” Tanya Leandra jutek.


“Kau tidak takut jika semalam kita di apa-apakan oleh laki-laki itu?” Tanya Jesslyn kemudian.


Liona segera menghampiri sahabat nya itu ketika mendengar suara dari ruang tengah.


“Hei kenapa kalian berteriak pagi-pagi begini, seperti dihutan saja.” Seru Liona saat sudah tiba diruang tengah dan di susul oleh Ashton dan juga Andrew.


“Ulah Jesslyn dan Jocelyn, pagi-pagi sudah membuat keributan.” Ujar Leandra sinis.


“Hei kami itu khawatir kalau-kalau sudah ditiduri oleh laki-laki itu.” Seru Jocelyn seraya menunjuk kearah dua laki-laki yang masih terpejam itu.


“Kau lihat sendiri kan kalau pakaian mu masih lengkap, lagian siapa suruh minum alkohol tidak di kontrol.” Kesal Liona melihat sahabat nya itu.


“Kalian tenang saja, kami tidak melakukan apa-apa terhadap kalian.” Sahut Andrew yang sedang berdiri disamping Ashton.


Leandra menatap laki-laki yang sedang memakai appron tersebut, ia tersenyum tipis melihat Andrew dengan setelan seperti itu. Tapi terlihat sangat menggoda dimata nya, namun sesaat dia merasa malu karena harusnya dia terbangun lebih awal.


“Kami sedang menyiap kan sarapan dan sebentar lagi akan siap, silahkan jika kalian ingin membersihkan diri terlebih dahulu.” Ucap Ashton kemudian.


Mereka bubar dari ruangan itu melanjutkan aktivitas nya kembali.


...



Dimeja makan mereka semua sudah berkumpul untuk menikmati sarapan bersama, setelah melalui banyak drama tadi dalam membangunkan Christian dan juga Austin.


“Aku harus segera ke kantor, karena ada meeting pagi ini.” Ucap Leandra setelah menghabiskan sarapan nya.


“Ya sudah kalau begitu, biar nanti kami pulang naik taksi online saja.” Sahut Liona kemudian. Dan di ikuti anggukan kepala oleh kedua sahabat nya itu.


“Maaf ya aku tidak bisa mengantarkan kalian, aku pergi dulu.” Seru Leandra tergesa-gesa dan kemudian dia berlalu dari ruangan itu.


“Biar aku yang mengantarkan mu pulang.” Ucap Ashton kepada gadis nya itu dan Liona hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban.


“Apa aku juga boleh mengantarkan mu pulang?” Tanya Christian kepada Jesslyn, dia sudah tidak memikirkan urat malu nya lagi.


“Tidak perlu Chris, aku tidak ingin merepotkan mu. Aku bisa memesan taksi online nanti.” Tolak Jesslyn halus.


“Tidak apa-apa biar aku saja yang mengantarkan mu, sebagai ucapan terima kasih karena kalian sudah mau berpesta bersama kami dan juga salam perkenalan kita.” Ucap Christian mencoba mulai mendekati Jesslyn.


“Baiklah jika kau memaksa.” Jawab Jesslyn kemudian.


Austin tidak bisa menawarkan diri untuk mengantarkan Jocelyn pulang karena dia harus segera berangkat ke kantor, tugasnya menghandle pekerjaan Ashton jika laki-laki itu terlambat masuk kerja. Apalagi setelah Ashton mempertegas perkataannya tadi jika dia akan mengantarkan Liona pulang, maka tidak ada cara lain untuk menghindar selain tetap berangkat ke perusahaan pagi ini.


Sementara Andrew laki-laki itu memilih diam, karena gadis incaran nya sudah pergi dari beberapa saat yang lalu. Sehingga tidak ada alasannya bagi nya untuk mengantarkan siapa-siapa. Berniat untuk mengantarkan Jocelyn? Anggap saja dia sedang membangun perang dingin dengan sahabatnya yang jelas-jelas sudah menunjukkan ketertarikkannya dengan gadis itu semalam.


Mereka keluar dari apartemen itu bersama-sama namun dengan tujuan yang berbeda-beda.


"Sampai jumpa lagi." Seru Jocelyn setelah memasuki taksi online yang dipesan nya itu.


Dan mereka mulai berpisah satu sama lain menuju kesibukan mereka masing-masing.


Terlihat Ashton sedang berada didalam mobil nya bersama Liona bersiap untuk mengantarkan gadis itu pulang ke kediaman nya.



Jangan Lupa Berikan Rate 🌟 5 nya, Tekan Like nya, Ketikkan komentar nya, dan Favoritkan ASHTON & LIONA di Cerita mu agar tidak ketinggalan update terbaru.


Terima Kasih


♥️