
Berkunjung Pertama Kali
Selamat Membaca 🤗
...
Ashton memutuskan untuk mampir dikediaman Liona, ia merasa tidak enak jika harus langsung pergi begitu saja.
“Selamat pagi Pah.” Sapa Ashton ketika melihat Chris yang sedang duduk di bangku panjang di taman yang tidak jauh dari posisinya bersama Liona.
Chris tersenyum kepada keduanya lalu membalas sapaan Ashton “Selamat pagi juga Ash”.
“Aku masuk duluan ya, mau mandi dulu soalnya gerah sekali.” Liona membelai pipi Ashton sebelum meninggalkannya dan laki-laki itu hanya menganggukkan kepalanya.
“Aku akan menunggu disini sambil berbicara dengan Papah.” Balas Ashton lalu gadis itu mulai melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam rumah.
“Bagaimana pekerjaan mu Ash, apa semuanya berjalan lancar?” Tanya Chris ketika laki-laki itu sudah mendudukkan tubuhnya di bangku yang sama dengan dirinya.
“Sejauh ini berjalan lancar Pah.”
“Syukurlah jika seperti itu, sebaiknya kamu dan juga Liona segera menyelesaikan pekerjaan kalian sebelum hari pernikahan. Jangan sampai nanti akan mengganggu acara pernikahan kalian, selagi bisa di kebut ya di selesai kan segera.”
“Iya Pah Ashton akan menyelesaikan pekerjaan Ashton dalam bulan ini, sehingga bisa fokus untuk menyiapkan pernikahan kami.”
...
Disisi lain mobil Christian memasuki pekarangan rumah yang tidak terlalu besar itu, dia turun lalu membukakan pintu mobil untuk penghuni rumah tersebut.
“Silahkan.” Ucap Christian kepada gadis tersebut.
“Terima Kasih.” Balasnya ketika sudah keluar dari mobil itu.
“Kalau begitu aku permisi dulu.” Ia berjalan memutari mobilnya hendak masuk kedalam.
“Chris, apa kau tidak ingin mampir?” Tanya gadis itu.
“Aku akan menyimpan tawaran itu untuk hari selanjutnya, jadi jangan coba untuk menolak jika suatu saat nanti aku hendak mampir kerumah mu.” Ucap Christian seraya melemparkan senyuman nya. Secara tidak langsung laki-laki itu berkata aku akan mampir lain kali jika waktu nya sudah pas.
Kening gadis itu mengernyit heran mendengarkan perkataan laki-laki itu, namun ia tidak terlalu menggubris nya dan menganggap itu hanya angin lewat.
“Aku pergi dulu dan selamat beraktivitas sampai jumpa di lain waktu.” Ucap nya lagi lalu masuk kedalam mobil dan perlahan meninggalkan kediaman gadis itu.
...
Setelah selesai menuntaskan urusan mandinya Liona segera turun kebawah untuk menemui calon suaminya itu. Ternyata Ashton sudah masuk kedalam rumah dan sedang duduk diruang keluarga bersama Papah dan Mamahnya.
“Kau masih mau pergi lagi?” Tanya Ashton ketika melihat Liona sudah berpakaian rapi menggunakan dress diatas lutut sambil membawa tas kecil dan memegang rebennya.
Liona menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
“Ya sudah kalau begitu, biar aku yang antar kan.” Pinta Ashton dan Liona menganggukkan kepalanya lagi.
“Sayang masa jawabnya cuman ngangguk-ngangguk gitu.” Protes Emily ketika melihat putrinya seperti itu.
Liona menyipitkan kedua matanya seraya menunjukkan gigi nya yang tersusun rapi, dia malu ketika Mamah nya menegurnya seperti itu. Tapi malah membuat Ashton sangat gemas melihat kelakuan nya.
“Tidak apa-apa Mah, lagian Ash juga sudah terbiasa dengan Liona yang seperti itu.” Ucap Ashton dengan polos nya.
Belum sempat Emily menyahuti perkataan Ashton, Liona sudah duluan berbicara. Dia tau jika Mamah nya itu akan mengomeli dirinya.
“Pah, Mah kami pergi dulu ya.” Liona segera menarik tangan Ashton dan mengajak laki-laki itu segera berlalu dari ruangan itu.
Emily hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan putrinya tersebut. Dasar anak muda gumamnya.
“Sayang kita kerumah ku dulu ya.” Ucap Ashton setelah mereka keluar dari gerbang rumah Liona.
“Kerumah yang ada orang tua mu?” Tanya Liona kaget.
“Iya kerumah aku, yang ada Daddy dan Mommy nya.” Jawab Ashton sambil tetap fokus menyetir mobil.
“Kenapa tiba-tiba sih, aku malu dan aku belum siap kesana. Kau kan juga tau kalau selama ini aku belum pernah mampir kerumah mu, apalagi aku juga tidak membawa buah tangan yang bisa diberikan kepada orang tua mu.” Ucap Liona mencoba menolak ajakan Ashton.
“Sayang kenapa harus malu? Lagian Daddy dan Mommy tidak mengharapkan apa-apa, jadi kau tidak perlu membawa apa-apa.” Sahut Ashton.
“Tidak bisa Ash, aku ini perempuan. Aku tidak enak jika mampir kerumah mu tapi tidak membawa apa-apa, jika kau ingin aku ikut kesana kita sebaiknya membeli buah tangan dulu.” Ucap Liona mencoba bernegosiasi.
“Baiklah kita akan membeli buah tangan kalau begitu. Jadi apa yang ingin kau beli?” Tanya Ashton lagi.
Liona kebingungan harus membeli apa, pasalnya dia belum terlalu dekat dengan orang tua Ashton jadi dia tidak tau apa yang disukai oleh mereka.
“Menurut mu apa?” Tanya Liona balik.
“Aku ya mana tau, aku tidak pernah membeli buah tangan jika hendak mengunjungi seseorang. Karena bagi ku, diri ku ini adalah kado yang paling istimewa.” Jawab Ashton dengan percaya diri.
Liona tidak habis pikir jika calon suaminya itu sangat percaya diri sekali berbicara seperti itu, dia memilih bertanya kepada google yang bisa memberikan jawaban terbaik. Lalu dia mengambil ponselnya dari dalam tasnya dan mulai membuka aplikasi pencarian.
“Sepertinya aku tau harus membawa apa.” Ucap Liona ketika sudah berhasil menemukan jawaban atas kebingungan nya tadi.
“Memang nya apa yang ingin kau bawa?” Tanya Ashton ingin tau.
“Ada cake yang sedang viral dan aku akan membeli itu.” Balas Liona dengan keyakinan penuh.
Dan akhirnya Ashton menyetujui keinginan Liona untuk membeli cake tersebut, setelah berhasil menemukan apa yang mereka cari Ashton melajukan mobilnya menuju kediaman orang tua nya.
Liona terlihat sangat gugup ketika mobil Ashton berhasil melewati gerbang besi yang menjulang tinggi tadi. Tak henti-hentinya dia menyiapkan kata-kata untuk menyapa calon mertuanya itu didalam hatinya. Ashton yang menyadari jika Liona sedang gugup menggengam tangan gadis itu untuk membuat nya tenang.
“Tidak perlu gugup sayang, kau tau sendiri kan jika Mommy sangat menyukai dirimu.” Ucap Ashton mencoba menenangkan calon istrinya tersebut.
“Semoga saja mereka senang dengan buah tangan yang nanti aku berikan.” Sahut Liona.
“Jadi kau mengkhawatirkan buah tangan nya?” Tanya Ashton tidak percaya.
“Ada aku sayang, jadi tenang oke.” Ashton membelai rambut Liona dengan lembut.
Huufftttttt, Liona menghembuskan nafanya kasar mencoba menghilangkan kegugupan nya.
Setelah mobil Ashton berhenti didepan rumahnya tersebut, ia langsung turun dan membukakan pintu mobil untuk Liona. Dia menggenggam tangan Liona dan membawa nya masuk kedalam rumah.
“Ternyata rumah mu besar sekali Ash.” Seru Liona ketika mereka sudah berhasil masuk kedalam rumah itu.
“Rumah mu juga sangat besar, padahal hanya Papah, Mamah, dan dirimu penghuninya.” Balas Ashton kemudian.
Dan tidak ada lagi percakapan diantara mereka, Ashton membawa Liona berjalan beriringan dengan nya melewati ruang tamu yang luasnya dua kali lipat dari biasanya ukuran ruang tamu pada umumnya.
“Mommy coba lihat siapa yang datang.” Teriak Ashton sambil tetap menggenggam tangan gadis itu.
“Memang nya siapa yang datang?” Sahut Lucy dari ruang makan.
Ashton segera menuju keruang makan ketika mendengar Mommy nya menjawab dari sana.
“Astaga ternyata menantu kesayangan Mommy yang datang.” Ucap Lucy ketika melihat anak nya memasuki ruang makan itu bersama calon istrinya.
Lucy segera menangkup kedua pipi Liona dengan gemas ketika mereka sudah berdiri didekat meja makan dan memberikan ciuman dikedua pipinya.
Liona sangat senang ketika mendapat perlakuan seperti itu dari calon mertua nya, lalu ia memberikan salam kepada kedua orang tua dari calon suaminya itu.
“Apa kalian sudah sarapan?” Tanya Freed kepada Ashton dan Liona.
“Sudah Dad, kami sudah sarapan.” Jawab Ashton dengan tenang.
“Oia tante ini Liona bawakan cake, silahkan dinikmati. Semoga tante suka ya.” Ucap Liona seraya tersenyum ramah kepada Lucy.
“Sayang kenapa repot-repot membawakan buah tangan, bagi Mommy kamu itu adalah hal yang paling istimewa.” Seru Lucy dengan senyuman manis nya.
“Tidak apa-apa tante, ini kan juga pertama kalinya Lio kemari.” Balas Liona dengan senyuman yang tak kalah manis nya
“Kamu jangan panggil tante atau om lagi, mulai sekarang panggil kami dengan sebutan Mommy dan juga Daddy. Oke?” Ucap Lucy seraya membawa pandangan nya kepada Freed dan di angguki oleh suaminya itu.
“Iya mulai sekarang kamu bisa memanggil kami dengan panggilan Daddy dan Mommy, karena sebentar lagi kamu juga akan menjadi bagian dari keluarga ini.” Jawab Chris.
Liona merasa sedikit canggung dengan panggilan baru yang akan dia ucapkan kepada kedua calon mertua nya tersebut tapi dia juga harus melakukan nya.
“Mungkin ini yang dirasakan Ashton ketika Papah meminta nya untuk mengganti panggilan nya terhadap Papah dan Mamah waktu itu.” Gumam Liona dalam hatinya.
“Baiklah Liona akan mulai memanggil tante dengan sebutan Mommy dan juga om dengan sebutan Daddy mulai sekarang.” Sahut Liona seraya tersenyuman manis.
Lucy langsung memeluk tubuh calon menantu kesayangan nya itu dengan penuh kehangatan.
”Seperti nya ada yang berangkat kerja siang lagi nih.” Ledek Ashton ketika melihat adik kedua nya tersebut masih belum berangkat ke kantor padahal sudah hampir jam sembilan pagi.
“Iya seperti nya memang seperti itu.” Balas Jackson ketika sudah tau arah perkataan itu sedang menuju kepada nya. Dia bersemangat meladeni kakak nya tersebut.
Namun malah Ashton sendiri yang merasa kesal setelah meledek adiknya tersebut.
“Kakak, Cammeron mau mencicipi cake nya boleh?” Tanya Cammeron kepada kakak tertua nya tersebut.
“Kenapa malah meminta izin kepada kakak? Minta izin langsung dong sama yang bawa.” Jawab Ashton dengan ketus.
Cammeron tersenyum nyengir karena dia terlalu malu untuk menyapa calon istri kakaknya tersebut.
Liona yang tadi mendengarkan percakapan Ashton dan Cammeron langsung mengerti jika adik calon suaminya itu ingin menikmati cake yang sedang dibawa oleh nya.
“Silahkan jika kau ingin mencicipinya.” Ucap Liona seraya tersenyum ramah kepada Cammeron.
Cammeron pun langsung membuka bungkusan cake tersebut dan mencicipinya.
“Ini kan cake yang sedang viral itu.” Ucap Cammeron setelah memasukkan cake tersebut kedalam mulutnya.
“Iya itu memang cake yang sedang viral sekarang. Apa rasanya enak?” Tanya Liona kembali.
“Rasa nya benar-benar enak, jika tidak percaya coba lah.” Jawab Cammeron.
Dan Liona mengambil satu potong cake tersebut dan memberikan nya kepada Ashton untuk laki-laki itu coba, dan Ashton menganggukan kepalanya membenarkan ucap adik nya tersebut.
Akhirnya cake tersebut habis begitu saja setelah dimakan oleh mereka semua karena rasanya yang sangat lezat.
Setelah itu Jackson pamit untuk berangkat ke kantor setelah menghabiskan sarapan nya, sedangkan Ashton memilih untuk pergi membersihkan tubuhnya yang terasa sudah sangat lengket. Kini dimeja makan hanya tersisa Freed, Lucy, Cammeron, dan juga Liona.
“Sayang kamu harus sering-sering berkunjung kemari, Mommy sepi disini tidak ada teman nya.” Ucap Lucy dengan manja kepada calon menantu nya tersebut.
“Lio akan berusaha untuk lebih sering mengunjungi Mommy dan juga Daddy kedepan nya.” Jawab Liona kepada calon mertuanya tersebut.
Lucy tersenyum mendengarkan jawaban dari calon menantunya tersebut, dia ingin menjadi dekat dengan gadis itu. Karena dia tidak mempunyai anak perempuan yang bisa diajak berbicara mengenai hal-hal yang biasanya berkaitan dengan dunia wanita, apalagi calon menantunya tersebut seorang desainer sudah pasti menyukai yang nama nya fashion.
Cammeron yang sedari tadi diam tiba-tiba melontarkan pertanyaan yang sedari tadi mengganggu pemikiran nya terhadap calon istri kakaknya tersebut.
“Berapa usia mu?” Tanya Cammeron to the point.
“Usia ku 24th.” Jawab Liona sambil menatap Cammeron.
“Oohh berarti aku tua setahun dari mu. Kau tidak perlu memanggil ku kakak kau bisa langsung menyebut nama ku.” Ucap Cammeron.
“Kedengaran nya tidak sopan meskipun jarak kita hanya setahun, aku akan memanggil mu kakak.” Sahut Liona.
“Ya sudah terserah kau saja.” Ucap Cammeron pasrah.
Lucy dan Freed tersenyum melihat Liona yang mulai dekat dengan anggota keluarga mereka dan tidak terlihat canggung lagi.
Jangan Lupa Berikan Rate 🌟 5 nya, Tekan Like nya, Ketikkan komentar nya, dan Favoritkan ASHTON & LIONA di Cerita mu agar tidak ketinggalan update terbaru.
Terima Kasih
♥️