
Misi Menyelematkan Liona
Selamat Membaca 🤗
...
04.50
Di kediaman orang tua nya Liona, Chris dan Emily terlihat begitu sangat khawatir karena putri mereka belum juga kembali sampai detik ini. Ashton sudah menceritakan yang sebenarnya terjadi kepada mertua nya itu dan meminta mereka untuk tidak khawatir, karena dia akan membawa Liona pulang dengan keadaan selamat.
Emily begitu gelisah sejak tadi dia mondar-mandir, bingung tidak tau harus berbuat apa. Tiba-tiba terbesit dalam benak nya untuk menghubungi kedua kakak Liona dan akhirnya dia menceritakan hal yang sedang menimpa adik mereka tersebut. Tak pikir panjang mereka pun segera menghampiri kediaman orang tua nya setelah mendengarkan berita tersebut.
“Pah Mah bagaimana hal ini bisa terjadi?” Tanya Maverick khawatir ketika sudah berada di rumah orang tuanya.
“Papah juga tidak tau, sepertinya Jonathan memang sudah merencanakan ini jauh-jauh hari.” Jawab Chris seraya menatap kedua manik mata putra sulung nya itu.
“Jonathan?” Maverick mengulangi perkataan Papahnya.
Chris hanya menganggukkan kepalanya dan mengusap wajahnya kasar, ia sangat khawatir dengan keadaan putri bungsu nya saat ini.
“Kurang ajar, berani-beraninya dia masih menemui Liona dan sekarang malah menculiknya.” Ujar Maverick yang tak kalah emosi.
Chris memberitahukan jika Ashton sedang berusaha mencari Liona dengan bantuan ketiga sahabatnya, mendengar hal itu Maverick segera menghubungi Ashton dan menanyakan dimana keberadaan nya saat ini agar dia bisa menyusul kesana.
“Mamah istirahat ya Papah juga, biar Erick yang membantu mencari Liona.” Ujar Maverick setelah mematikan panggilan dengan Ashton dan pamit untuk pergi mencari Liona.
Sepeninggalan Maverick beberapa saat yang lalu, Charllote mencoba menenangkan Mamah nya yang sedari tadi menangis terus memikirkan nasib putri bungsu nya itu, ia takut jika terjadi sesuatu yang buruk kepada nya.
“Mamah jangan nangis terus, Liona pasti baik-baik aja Mah.” Bujuk Charllote seraya mengusap punggung Mamah nya.
Chris yang tidak tega melihat istrinya itu menangis dari beberapa saat yang lalu mencoba membujuk nya, “Liona pasti baik-baik saja. Kakaknya dan Ashton pasti bisa membawa nya pulang dengan keadaan selamat.” Chris lalu memeluk tubuh istrinya itu mencoba memberikan ketenangan.
Charllote yang melihat hal itu tidak dapat membendung rasa sedihnya. Meskipun ia ingin terlihat kuat untuk kedua orang tua nya yang sedang terpuruk saat ini, tapi dia tidak bisa menahan nya lebih lama lagi dan air matanya melongos begitu saja dari kedua sudut matanya. Dia juga sama khawatir dan sedihnya dengan kedua orang tuanya, apalagi ia sangat menyayangi adik nya itu. Tapi menunggu adalah sesuatu yang harus mereka lakukan dengan sabar saat ini.
“Mamah istirahat ya Papah juga, biar Charllote yang tunggu kabar dari Kak Maverick. Nanti jika sudah ada kabar, Charllote langsung kasih tau Papah sama Mamah.” Bujuk Charllote lagi.
Akhirnya kedua orang tuanya menurut dan memutuskan untuk beristirahat sejenak, perasaan mereka sedikit tenang karena kedua anaknya ada bersama mereka dalam melewati situasi tersebut.
...
Disisi lain Maverick sudah bergabung bersama Ashton dan ketiga sahabatnya untuk mencari Liona. Sempat mengalami sedikit kendala, namun akhirnya mereka bisa menemukan tempat persembunyian Jonathan.
Mereka tidak habis pikir jika Jonathan selicik itu, pria itu menyewa beberapa mobil menggunakan plat yang sama untuk mengecoh orang-orang yang akan melacaknya dan menggunakan mobil lain untuk membawa Liona pergi. Tapi sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga, itulah yang tengah dialami oleh Jonathan saat ini.
Perusahaan Ashton Capital Group bekerjasama dengan MI6 atau yang dikenal juga dengan Dinas Intelijen Rahasia (Secret Intelligence Service - SIS). kerja sama itu dilakukan bukan tanpa alasan, melainkan untuk membantunya jika mengalami masalah seperti sekarang ini, menemukan jejak seseorang meskipun dia menghilang ke negara lain sekalipun. Awalnya M16 tidak mau membantu karena itu bukan urusan pekerjaan, tapi karena Ashton yang dari awalnya memang sangat mengenal dekat dengan kepala eksekutif dinas tersebut akhirnya mereka membantu Ashton untuk melacak keberadaan Jonathan.
Ketika posisi Jonathan sudah ditemukan, perlu waktu kurang lebih 4 jam perjalanan menggunakan mobil untuk tiba di lokasi tersebut. Tapi keberangkatan mereka tidak menggunakan mobil melainkan helikopter pribadi milik Ashton dengan jarak tempuh kurang lebih 45 menit.
...
Ternyata yang mengetuk pintu kamar Jonathan tadi adalah anak buahnya yang mengatakan jika helikopter yang akan membawa mereka berangkat ke Moscow sebentar lagi akan tiba. Jonathan menyeringai puas karena sebentar lagi dia akan membawa Liona pergi jauh dari keluarga nya dan akan memiliki nya seutuhnya.
Lalu ia kembali masuk kedalam kamar tersebut dan mendapati Liona yang tidak henti-henti nya menangis sedari tadi dan itu membuat emosi nya tersulut. Tanpa aba-aba dia menarik tubuh Liona dan membuat gadis itu terduduk di tepi ranjang, lalu dengan tangan nya yang besar dan lebar itu ia mendaratkan sebuah tamparan di pipi Liona dengan sekuat tenaganya. Hal itu sukses membuat Liona kembali terbaring di kasur itu dan terlihat pipi Liona memerah dengan luka di bagian sudut bibirnya sehingga mengeluarkan sedikit darah dari sana.
Pandangan Liona sedikit kabur akibat rasa sakit dari tamparan tersebut, namun tidak benar-benar membuat dirinya pingsan. Ia masih mampu melihat samar-samar pria yang berdiri di sana.
“Aku tidak akan melakukannya saat ini, tapi begitu kita sampai di Moscow aku akan langsung menghujam mu dengan permainan ku.” Ujar Jonathan seraya melipat lengan baju nya keatas kemudian berlalu masuk kedalam kamar mandi.
Liona merasa jika tubuh nya teramat sangat lemah dan juga dehidrasi, ditambah lagi tangan kekar pria itu tadi mendarat di pipi nya dengan begitu kuat dan akhirnya Liona kembali kehilangan kesadarannya lagi.
...
Setelah menempuh penerbangan selama 45 menit helikopter yang membawa Ashton dan keempat rekan nya tiba di lokasi tujuan. Mereka sama sekali tidak tau jika Jonathan akan membawa Liona ke Moscow, untung helikopter itu tiba terlebih dahulu dari helikopter yang akan di tumpangi oleh Jonathan.
Dibangunan tempat Liona sedang di sekap saat ini, orang suruhan Jonathan kebingungan karena helikopter yang akan membawa bos mereka tersebut tiba lebih cepat dari perkiraan nya. Ia merasa ada kejanggalan dan segera mengecek ke atap untuk melihat jenis helikopter yang datang.
Maverick beserta Ashton dan ketiga sahabat nya segera turun dari helikopter dan memulai misi penyelamatan.
“Apa yang kau lakukan?” Teriak Austin ketika melihat bos sekaligus atasan nya itu memegang pistol di tangan kirinya dan menembaki seseorang yang tadi nya mau menembaki mereka.
“Jangan meneriaki ku.” Tatapan nya tajam ke arah sahabat nya yang tadi berteriak pada nya.
Austin seketika terdiam ketika merasakan aura lain dari sahabat nya tersebut.
Ashton kembali membawa langkah nya menyusuri bangunan yang terlihat minim pencahayaan itu, dan ikuti ke empat laki-laki dibelakang nya. Bunyi pistol kembali saling bersahutan di bangunan tersebut menandakan jika sedang terjadi gencatan senjata didalam nya, yang artinya ada yang terluka atau mungkin mati dan ada yang baik-baik saja.
Setelah berhasil melumpuhkan para penjahat tersebut, mereka menyusuri ruangan satu persatu, namun tidak ada tanda-tanda kehidupan disana. Perhatian Ashton tertuju pada satu ruangan yang letaknya tidak jauh dari posisinya saat ini, karena memang hanya ruangan tersebut yang menampakkan cahaya yang sedikit terang.
Kemudian dia mengangsur tubuh nya secara perlahan mendekati ruangan tersebut, firasatnya sangat yakin jika gadis yang dicarinya berada di ruangan itu. Tapi dia tidak boleh gegabah karena masih ada yang harus diwaspadai.
Setelah berada didepan ruangan tersebut, Ashton memberi aba-aba kepada Maverick dan ketiga sahabatnya bahwa dia akan mendobrak pintu didepan nya itu.
“Brakkkk.,!” Pertahan pintu tersebut akhir nya rusak karena Ashton menendangnya dengan sekuat tenaga.
Ketika pintu itu sudah terbuka lebar, nampak lah gadis yang mereka cari itu terbaring di atas kasur tidak sadarkan diri. Maverick yang memang sangat khawatir terjadi apa-apa dengan adik nya tersebut langsung masuk begitu saja tanpa memperhatikan keadaan sekitar.
Jonathan yang mengetahui kedatangan mereka sengaja tidak keluar kamar dan mengunci kamar tersebut, ia bersembunyi di samping lemari besar didalam ruangan itu. Ketika dia melihat Maverick masuk begitu saja kedalam ruangan itu dan tidak menyadari keberadaan nya disana, ia pun berpikir bahwa hanya Maverick yang dari tadi bergulat dengan anak buah nya diluar sana, ia langsung berlari dan ingin menusuknya dengan pisau yang ada di tangan nya.
Belum sempat dia melakukan hal tersebut suara pistol kembali berdentum dibangunan itu, menandakan jika ada yang tertembak.
Seketika Jonathan tumbang diposisi nya akibat peluru panas yang di lepaskan Ashton tepat di kepala laki-laki itu, tak puas sampai disitu Ashton kembali membawa langkah nya mendekati pria yang sudah terbaring kaku itu dan menembaki nya lagi di bagian perutnya dan dada.
Ketiga sahabat Ashton segera menghentikan aksi sahabat nya tersebut, karena menurut mereka itu sudah di luar batas. Ashton terlihat seperti seorang psikopat saat itu, emosi nya benar-benar tersulut ketika melihat laki-laki yang telah menculik kekasih nya itu dan juga hampir mencelakai kakak ipar nya tadi.
“Ash cukup, dia sudah mati.” Bentak Andrew geram melihat sahabat nya itu.
“Kau berani membentak ku? Apa kau mau timah panas ini menembus kepala mu.” Ucap Ashton dengan emosi yang masih membara, dia benar-benar geram ketika mendengar bentak kan dari Andrew.
Christian dan Austin tercengang melihat apa yang sedang akan terjadi didepan mata mereka saat ini, Maverick yang melihat hal itu segera melerai mereka.
“Ash tenang kan diri mu, mereka ini sahabat mu. Jangan biarkan emosi sesaat mu membuat kau menyesal seumur hidup.” Seru Maverick seraya memegang tangan Ashton yang sedang mengarah kan pistol nya ke kepala Andrew.
Hening, Ashton menatap kedua manik mata sahabat nya tersebut. Emosi nya tidak hanya datang dari satu arah, melainkan ingatan tentang waktu dimana Andrew memegang tangan Liona saat itu tiba-tiba terlintas begitu saja saat sahabat nya itu membentaknya tadi. Namun segera dia menepis hal-hal buruk itu dari ingatan nya.
“Maaf.” Ucap nya lalu menarik mundur pistol itu dari kepala Andrew.
Andrew hanya diam tidak merespon perkataan Ashton, bukan berarti dia dendam melainkan ia sangat terkejut ketika melihat sahabat nya bersikap seperti itu.
Ashton membawa pandangan nya kepada gadis yang sedang terbaring tidak sadarkan diri diatas kasur itu. Kondisi nya sangat berantakan, pakaian nya yang sudah terobek, dan lebam di wajahnya. Kondisinya benar-benar membuat Ashton terluka.
Dihampiri calon istri nya itu, di lepaskan tali yang mengikat kaki dan kedua tangannya, dan kemudian kain yang menutup mulut gadis itu. Dia membawa Liona kedalam dekapannya, air mata nya menetes begitu saja menyaksikan keadaan Liona yang sangat menyayat hati nya.
“Mari kita bereskan mayat-mayat ini.” Ucap Maverick kepada ketiga sahabat adik ipar nya tersebut, agar memberi ruang bagi Ashton.
“Tidak perlu, nanti akan ada yang membereskan nya.” Sahut Ashton. Dan tak ada lagi kata-kata di antara mereka.
Ashton membuka jas nya dan menutupi tubuh Liona, lalu diangkatnya gadis itu dalam pelukannya.
“Mari kita pergi dari sini.” Ucap nya serta membawa langkah nya keluar dari ruangan tersebut.
”And aku tau kau kecewa dengan sikap Ashton, tapi jangan kau masukkan kedalam hati. Dia seperti itu karena terlalu khawatir dengan Liona.” Ujar Christian seraya menepuk bahu sahabat nya itu.
“Aku tidak berkata apa-apa.” Balas Andrew dengan memasang wajah innocent.
“Huuufffff lupakan.” Ucap Christian kesal seraya membawa langkah nya untuk menyusul Ashton.
Maverick heran melihat gaya persahabatan adik iparnya tersebut, dan membuat nya geleng-geleng kepala. Kemudian mereka segera menyusul kepergian dua laki-laki itu.
Jangan Lupa Berikan Rate 🌟 5 nya, Tekan Like nya, Ketikkan komentar nya, dan Favoritkan ASHTON & LIONA di Cerita mu agar tidak ketinggalan update terbaru.
Terima Kasih
♥️