ASHTON & LIONA

ASHTON & LIONA
Bab 25



Membatalkan Pernikahan



Selamat Membaca 🤗


...


Waktu sudah menunjukkan sore hari namun sang surya belum kembali ke peraduan nya. Gadis yang tadi nya tidak sadarkan diri itu kini sudah duduk diatas tempat tidurnya, ditemani oleh kedua orang tua nya dan mertua nya. Setelah mendapat kabar tentang yang terjadi terhadap menantu kesayangan nya itu dan saat ini sedang di rawat dirumah sakit mereka langsung menyusul kerumah sakit juga.


“Sepertinya Ashton sangat lelah Mah, dari tadi dia belum bangun.” Ujar Liona sambil memandang laki-laki yang masih tertidur di atas bangku sofa diseberang sana.


Emily hanya tersenyum menatap laki-laki yang masih tertidur pulas itu, dan pandangan nya kembali menatap putrinya sembari mengusap punggung tangan Liona.


“Dia sangat mengkhawatirkan dirimu tadi.” Balas Emily kemudian.


Liona menatap dengan sendu wajah laki-laki itu, laki-laki yang sangat dicintainya.


Dalam hatinya berkata “Aku sangat bersyukur karena memiliki dirimu. Terimakasih, terimakasih untuk cinta yang kau berikan kepadaku.”


Lucy mengusap kepala Liona, seakan mengerti apa yang tengah di pikirkan oleh menantunya tersebut.


Tak lama dokter yang menangani Liona terlihat memasuki ruangan itu untuk memeriksa keadaan Liona. Kehadiran nya di sambut hangat oleh orang-orang yang berada diruangan tersebut.


dr. Edward mulai memeriksa keadaan Liona melihat sejauh mana perkembangan gadis itu, setelah selesai memeriksa keadaan Liona laki-laki paruh baya itu menjelaskan jika keadaan Liona sudah mulai membaik. Setelah itu dr. Edward pamit meninggalkan ruangan tersebut.


Tak lama Charllote memasuki ruangan adik nya itu bersama suami dan ketiga anak nya dan disusul dengan Maverick bersama keluarga kecilnya. Dalam sekejap saja ruangan itu terlihat menjadi ramai, bahkan suara anak kecil yang asyik bermain dan berlarian didalam nya karena ruangan tersebut sangat besar untuk jenis kelas VVIP.


Hal tersebut mampu membuat Liona melupakan sejenak apa yang telah terjadi kepadanya, selain karena di temani oleh orang-orang terkasih nya juga karena keponakan-keponakan nya yang hadir disana membawa suasana lebih ramai dengan celotehan mereka yang tidak jelas.


Dalam tidur nya Ashton merasa jika ada yang sedang menusuk-nusuk batang hidung nya, tapi dia tidak menggubrisnya. Dia seakan dibuat lupa dimana keberadaannya saat ini, mungkin saking lelahnya. Kemudian pria dewasa itu mengusap wajahnya menggunakan punggung tangan nya, tapi tidak membuat ia terbangun dari tidurnya.


Namun tusukan demi tusukan kembali dia rasakan di wajah nya dan telinga nya menangkap bunyi anak kecil yang sedang tertawa berada didekat nya, kemudian dia membuka pelan-pelan kedua matanya cahaya diruangan itu sedikit menusuk matanya dan membuat nya kembali menyipitkan kedua mata nya. Samar-samar dia melihat ada beberapa kepala anak kecil yang sedang memandang nya dengan wajah polos mereka.


Ashton dengan wajah khas bangun tidur dan muka polos nya itu, memandangi mereka satu persatu dalam benaknya bertanya-tanya siapa anak-anak ini? Kenapa mereka berada di kamar ku? Dengan mulut nya yang sedikit di manyunkan.


Tiba-tiba anak kecil yang usianya paling kecil dari ketiga anak laki-laki yang sedang mengerumi Ashton saat ini, mencium pipi laki-laki itu.


“Muuuahhhhhh.” Begitu lah bunyi kecupan dari anak kecil tersebut.


Setelah itu dia memeluk tubuh Ashton dengan tubuh kecinya itu dan di ikuti oleh ketiga anak laki-laki yang lain nya juga, Ashton semakin bingung siapa anak-anak tersebut dan kenapa mereka berada di kamarnya pikirnya.


Lalu terdengar bunyi deheman dari sana, deheman orang dewasa yang langsung menyita perhatian nya. Di angkat sedikit kepalanya untuk melihat siapa gerangan disana, dan mata nya berhasil membulat penuh karena terkejut diruangan itu banyak sekali orang dan bukan hanya dirinya saja. Ditambah lagi jika ruangan tempat dia berada sekarang ternyata bukan kamar tidur nya.


“Daddy Mommy kenapa kalian berada disini?” Tanya Ashton keheranan.


“Kamu itu tidur atau pingsan, dari tadi tidak bangun-bangun.” Sahut Lucy kepada putra sulung nya tersebut.


Ashton dibuat berpikir sejenak dan dia langsung teringat tentang Liona. Dilepasnya pelukan anak-anak tadi dan dia beranjak untuk menghampiri Liona yang sedang duduk diatas kasur nya diseberang sana.


“Sayang kau sudah sadar?” Tanya Ashton setelah berada di samping tempat tidur Liona.


Liona hanya menganggukkan kepala nya sambil menatap kedua manik mata pria itu.


“Liona sudah dari tadi sadar, kau saja yang tidur nya tidak ingat waktu.” Jawab Freed dari tempat duduk nya.


“Lalu kenapa kalian tidak membangunkan ku?” Sinis Ashton kepada Daddy nya disana.


“Bagaimana kami mau membangunkan mu, wajah mu saja terlihat sangat pulas tidurnya. Bahkan kami berpikir kau itu sedang tidur atau pingsan.” Tutur Freed kemudian.


“Ooohhh.” Jawab Ashton menyudahi percakapan nya dengan Daddy nya itu.


Mereka yang ada di ruangan itu hanya menggelengkan kepala melihat Ashton dan ada juga yang tertawa karena menurut mereka Ashton terlihat lucu dengan wajah polosnya tersebut.


“Jadi apa kata dokter?” Tanya Ashton kemudian.


“Liona baik-baik saja Ash, tapi masih tetap harus melakukan perawatan agar trauma nya tidak menjadi parah.” Jawab Charllote yang memang mengerti keadaan adik nya tersebut.


Ashton menganggukkan kepalanya sambil menatap wajah sendu yang berada didepan nya saat ini.


“Kenapa wajah mu seperti itu?” Tanya Ashton.


“Kau pasti sangat lelah ya karena mencari ku kemaren?” Liona tidak menjawab pertanyaan Ashton dan malah balik bertanya.


“Sayang sebelum nya aku sudah pernah bilang kalau kau adalah tanggung jawab ku, sudah seharusnya aku mencari mu ketika tau kau menghilang. Dan satu lagi aku tidak mau melihat wajah cemberut mu ini, aku tidak lelah dan aku baik-baik saja. Melihat kau sudah sadar seperti ini membuat diriku bersemangat lagi.” Jelas Ashton dengan pandangan sayang kepada Liona.


Liona tidak menjawab perkataan Ashton, dia tau laki-laki itu akan selalu berkata jika dia baik-baik saja didepannya. Lalu Ashton mengecup kening Liona dengan penuh cinta, siapa pun yang melihat nya pasti akan langsung mengetahui jika laki-laki itu teramat sangat mencintai gadisnya itu.


“Apa kau sudah makan?” Tanya Ashton kemudian.


“Aku tidak nafsu makan.” Jawab Liona.


“Tapi tetap saja kau harus makan sayang.” Sahut Ashton.


“Liona dari tadi tidak mau makan, katanya dia tidak mau makan jika kau belum bangun.” Ucap Emily menimpali perkataan Ashton.


“Ini aku sudah bangun jadi kau harus makan.” Ujar Ashton tidak ingin ada bantahan.


Maverick melihat jam dipergelangan tangan nya yang sudah mendekati waktunya makan malam, dan dia pun mengajak mereka semua untuk menikmati makan malam bersama-sama karena sedang berkumpul bersama juga. “Kalau begitu kita makan malam bersama saja, mumpung sedang kumpul seperti ini.” Ucapnya.


Mereka menyetujui perkataan Maverick tersebut dan segera memesan makanan untuk makan malam mereka.


Tak lama makanan yang dipesan pun datang, ruangan itu seketika tidak terlihat seperti sebuah kamar rumah sakit melainkan sebuah restoran. Karena banyak nya makanan yang dipesan karena memang banyak juga yang akan memakannya. Mereka makan bersama-sama sambil mengobrol dengan gaya nya masing-masing.


Liona tersenyum melihat hal tersebut. “Seperti nya kau memang sudah cocok memiliki anak.” Ujar Liona disela-sela makan nya.


“Tentu saja itulah sebabnya aku ingin segera membuat nya bersama mu.” Balas Ashton tanpa malu jika perkataan nya didengarkan oleh mereka yang ada di ruangan itu.


Liona menajamkan kedua matanya kepada Ashton, dia tidak habis pikir jika laki-laki yang awalnya terlihat sangat kaku dan tidak peka itu akan berkata seperti itu ditengah kerumunan keluarga besar nya.


“Kenapa? Kan kita juga akan segera menikah.” Bisik Ashton dekat telinga Liona.


Liona tidak menjawab perkataan Ashton dan menggelengkan kepalanya. Rasa sedih muncul kembali dalam hatinya ketika mengingat saat dirinya sempat diperkosa.


Namun tingkah lucu keponakan nya itu membuat kesedihan nya seketika hilang.


“Siapa nama mu?” Tanya Ashton sambil mencolek pipi gembul anak laki-laki dipangkuan nya itu.


“Gabriel.” Jawab nya dengan suara yang lumayan jelas.


Ashton membawa pandangan nya kepada Liona.


“Iya, benar, nama nya Gabriel.” Jawab Liona sambil menganggukkan kepalanya.


“Berapa usia mu?” Tanya Ashton kepada anak laki-laki itu lagi.


“2 tahun.” Jawab nya singkat.


Ashton membawa pandangan nya lagi kepada Liona.


“Kau pikir keponakan ku ini berbohong?” Ketus Liona.


“Kenapa kau marah?” Tanya Ashton heran.


“Kau juga kenapa masih bertanya ketika dia sudah menjawab yang benar.” Sahut Liona sinis.


“Aku tidak bertanya, memang nya aku bilang apa tadi?” Ujar Ashton sambil mengangkat kedua alisnya.


Liona seketika diam dan tak lama dia berkata “Lalu untuk apa kau melihat ku setiap kali dia menjawab mu?” Ucap Liona dengan pelan.


“Memangnya aku tidak boleh melihat calon istri ku sendiri?” Tanya Ashton dengan polos.


Liona menarik kedua sudut bibirnya tapi tidak tersenyum, “bilang dong kalau cuman mau liat aja.” Sahut Liona lalu menampakkan senyuman nya kemudian.


“Kau saja yang tiba-tiba marah tidak jelas.” Balas Ashton.


“Jadi sekarang kau yang marah kepada ku?” Ucap Liona lagi.


“Mana mungkin aku marah terhadap calon istri ku yang cantik ini.” Jawab Ashton sambil mengusap pipi Liona dengan sayang.


Liona tersenyum melihat perlakuan Ashton terhadap dirinya, menurut nya laki-laki itu punya cara tersendiri untuk mengungkapkan rasa sayang nya.


Tak lama datanglah ketika anak kecil yang lainnya juga dan mendekat kepada Ashton, mereka berebutan ingin memeluk Ashton dan ingin juga duduk di pangkuan laki-laki itu. Anak-anak tersebut merasa nyaman berada disisi Ashton padahal mereka baru bertemu dengan nya hari ini.


Ashton sedikit kewalahan menghadapi anak-anak tersebut tapi dia tidak marah, karena menurutnya ini adalah tanda-tanda jika ketika dia sudah memiliki anak nanti anak-anak nya juga akan sedekat ini dengan nya.


Setelah berhasil membujuk anak-anak tersebut dan membuat mereka tenang akhirnya mereka bersedia duduk dengan tenang di ranjang tempat Liona sedang duduk saat ini juga.


“Mereka ini anak dari siapa?” Tanya Ashton ingin tau.


“Tentu saja anak dari kedua kakak ku.” Jawab Liona karena merasa aneh dengan pertanyaan Ashton.


“Maksud ku yang mana Daddy dan Mommy mereka?” Tanya Ashton membenarkan perkataan nya tadi.


“Oohh” Seru Liona lalu dia mulai menjelaskan kepada Ashton sambil menunjuk mereka satu persatu, “yang ada di pangkuan mu ini, Gabriel, dia anak ketiga dari Kak Charllote. Ini Gideon anak pertama nya dan ini Gevariel anak kedua nya. Kalau yang ini yang paling tampan anak nya Kak Maverick nama nya Melviano.” Jelas Liona.


“Jadi aku tidak tampan? Tanya Gideon dengan wajah cemberutnya.


Liona tertawa ketika mendengar pertanyaan keponakan nya itu, menurutnya mereka semua sangat menggemaskan.


“Semua nya sangat tampan, dan bibi sangat sayang sama kalian.” Ujar Liona dengan wajah bahagia nya.


“Jadi Aku tidak tampan?” Tanya Ashton tidak mau kalah.


“Kau juga sangat tampan dan juga yang paling aku cintai.” Jawab Liona membawa pandangan cinta nya kepada laki-laki dewasa yang ingin mendapatkan perhatian nya itu.


Gabriel yang tidak mengerti apa yang sedang dibicarakan oleh orang dewasa itu segera beranjak dan kembali kepada orang tua nya dan disusul juga dengan ketiga anak yang lain nya.


“Aku ingin punya anak seperti mereka, sangat lucu dan menggemaskan.” Ujar Ashton setelah mereka meninggalkan mereka berdua.


“Tenang saja, anak kita pasti akan lebih tampan dan menggemaskan dari mereka. Daddy nya saja sangat tampan begini.” Ucap Liona tanpa malu-malu.


Kedua tangan mereka saling menggenggam saling menyalurkan hasrat yang terpendam.


Setelah acara makan selesai di ruangan itu, mereka kembali melanjutkan pembicaraan nya tadi yang sempat tertunda.


Chris yang sedari tadi diam mulai angkat bicara dengan suara bas nya yang lebih dominan “Apa kita harus membatalkan pernikahan kalian?”


Semua pandangan di ruangan itu seketika terpusat kepada laki-laki paruh baya yang sedang duduk di bangku sofa itu.


Jangan Lupa Berikan Rate 🌟 5 nya, Tekan Like nya, Ketikkan komentar nya, dan Favoritkan ASHTON & LIONA di Cerita mu agar tidak ketinggalan update terbaru.


Terima Kasih


♥️