ASHTON & LIONA

ASHTON & LIONA
Bab 42




...Selamat Membaca 🤗...


...• • • • •...


Pagi mulai menyapa sepasang suami istri itu merasa berat untuk membuka mata mereka apalagi setelah pergulatan panas yang mereka lakukan tadi malam. Namun biar bagaimana pun mereka tetap harus bangun untuk menjalankan tugas dan tanggungjawab mereka. Karena tugas dan tanggungjawab mereka bukan hanya diatas ranjang melainkan juga di pekerjaan mereka.


“Sayang ayo bangun.” Liona dengan lembut mengusap pipi Ashton untuk membangunkan suaminya itu.


“Iya sebentar lagi.” Gumam Ashton dengan mata terpejam.


“Dari tadi kau selalu berkata seperti itu, tapi tidak bangun-bangun.” Liona mulai kesal.


“Hhhhh iya ini aku bangun sayang.” Seketika Ashton bangkit dari tidur nya dan berjalan dengan tubuh yang masih telanjang itu masuk kedalam kamar mandi.


Liona menutup salah satu mata nya, bibir nya berkerut, ada rasa malu saat indra pengelihatan nya berhasil melihat tubuh Ashton yang masih telanjang bulat itu berjalan masuk kedalam kamar mandi. Sementara laki-laki itu dipikiran nya hanya ada satu, untuk apa malu terhadap istri ku sendiri.


...• • • • •...




Saat ini Liona dan Ashton sudah tiba diperusahaan, banyak pasang mata yang memperhatikan kedatangan mereka sesaat pintu mobil itu terbuka dan memperlihatkan perlakuan Ashton yang dinilai sangat romantis terhadap istrinya tersebut.


“Selamat pagi Tuan,........


“Selamat pagi Tuan dan Nona,........


“Tersenyum sambil menunduk hormat,........


Seperti itu lah respon dan ekspresi yang mereka berikan kepada atasan mereka tersebut, karena mereka pun ikut bahagia melihat keromantisan dari sepasang suami istri itu.


Senyuman diraut wajah Liona tak luput sedetik pun untuk membalas setiap sapaan dari karyawan-karyawan diperusahaan suaminya tersebut, sedangkan Ashton merasa kesal karena Liona sedikit mengacuhkan dirinya dan malah fokus terhadap orang-orang yang ia temui disana.


“Kau mengacuhkan ku.” Tangan nya dengan posesif menarik tubuh Liona menjadi sangat intim disana.


“Sayang banyak orang disini, jangan bertingkah berlebihan. Tidak enak dilihat orang-orang.” Liona sedikit salah tingkah.


“Makanya jangan mengacuhkan ku jika kau tidak ingin aku bertindak lebih jauh dari ini.” Kini tangan Ashton hanya memeluk pinggang Liona dan mereka mulai berjalan memasuki lift.


Setibanya mereka berdua di lantai ruangan milik Ashton, ternyata ada Jeny yang sudah menunggu kedatangan bos nya tersebut. Wanita itu sedikit terkejut saat melihat jika bos nya itu tidak datang sendirian melainkan bersama wanita yang sempat menolong dirinya kemarin.


“Siapa wanita itu, kenapa dia dekat sekali dengan Tuan Ashton.” Batin Jeny.


Lalu perkataan Ashton menyadarkan Jeny dari lamunan nya, “Keruangan ku sekarang.” Terkesan sangat dingin.


Jeny mengekor mereka untuk masuk kedalam ruangan Ashton.


“Kau tidak perlu bekerja sebagai sekretaris ku lagi.” Deg....... Jeny sangat terkejut mendengar hal itu. Belum sempat dirinya menjalankan misi tapi sudah mau didepak dari sana.


“Maaf Tuan, tapi apa salah saya?” Jeny sedikit tidak terima akan keputusan tersebut.


“Memang nya kau harus punya kesalahan dulu agar berhenti dari perusahaan ku?” Balas Ashton.


“Maaf Tuan, Maaf jika kemarin saya membuat kesalahan. Saya janji tidak akan mengulangi nya lagi. Tolong jangan pecat saya. Saya sangat membutuhkan pekerjaan ini Tuan.” Jawab Jeny dengan memasang wajah sangat memelas.


Liona yang merasa kasihan melihat Jeny memohon seperti itu menjadi tidak tega.


“Sayang apa tidak ada pekerjaan lain yang bisa dia lakukan selain menjadi sekretaris mu?” Seru Liona. Meskipun dirinya tidak mau jika Jeny menjadi sekretaris Ashton, tapi dia juga tidak tega untuk membuat wanita itu kehilangan pekerjaan nya.


“Aku juga tidak tau, bukan urusan ku mengurus hal-hal seperti itu.” Jawab Ashton acuh.


“Aku tidak mungkin keluar dari sini secepat ini, rencana ku bahkan belum dimulai.” Batin Jeny.


“Tuan saya sangat membutuhkan pekerjaan ini, tolong jangan pecat saya.” Kini Jeny sudah bersujud didepan Ashton dengan kedua tangan nya saling menyatu di depan dada nya.


“Nona ayo berdiri, jangan seperti ini. Suami ku tidak akan memecat mu, aku berjanji.” Liona mencoba menenangkan wanita itu.


Jeny sangat terkejut saat mengetahui jika wanita yang ada disampingnya saat ini adalah istri dari bos nya tersebut, sempat dirinya berpikir jika Liona mungkin hanya seorang wanita panggilan yang biasanya sering di pakai oleh bos-bos besar untuk memuaskan nafsu mereka.


“Kau boleh keluar dari sini.” Ashton membawa tubuhnya duduk di kursi kebesaran nya.


“Tuan tolong jangan pecat saya, saya masih banyak tunggakkan diluar sana.” Bingung harus berkata apa lagi, sampai-sampai ia mengatakan hal itu. Padahal tidak ada sangkut pautnya.


“Apa hubungan nya dengan ku. Aneh sekali wanita ini.” Terang-terangan Ashton berkata hal seperti itu didepan istrinya dan juga Jeny.


Liona berdiri dan melangkah ke arah Ashton, tangan nya dengan sangat jahil ia letakkan di tengah ************ suaminya tersebut untung saja ada meja kerja itu yang menutupi aksi Liona dari pengelihatan Jeny saat ini, kemudian ia berbisik, “jatah mu akan aku lipat gandakan, tapi jangan pecat dia.” Hal itu berhasil membuat bulu kuduk Ashton berdiri dengan tegang disana. Ia berusaha menelan saliva nya tak kuasa menahan hasrat yang kini bangkit kembali.


“Ka...kau keluar dari sini.” Ashton mengarahkan tangan nya menyuruh Jeny yang masih berlutut disana untuk segera meninggalkan ruangan nya.


“Tapi Tuan, saya mohon jangan........” Perkataan nya terpotong oleh Ashton.


“Jika kau tidak ingin aku pecat, cepat keluar dari sini.” Pekik Ashton.


Dengan cepat Jeny segera bangkit berdiri dan berjalan tergesa-gesa meninggalkan ruangan Ashton. Liona tersenyum renyah karena berhasil membujuk suaminya tersebut.


Ashton bangkit berdiri lalu memencet tombol dibawah meja kerja nya yang bekerja secara otomatis untuk mengunci ruangan nya tersebut dan kemudian menyerang bibir Liona tanpa aba-aba.


“Kau yang sudah menggoda ku sayang.” Ashton mengangkat Tubuh Liona membawa nya ke kamar pribadi nya disana.


Liona merutuki aksinya tadi yang sudah menggoda Ashton, sehingga kini kembali terjadi pergulatan panas diantara mereka. Lahar panas secara bertubi-tubi Ashton semburkan didalam rahim milik istrinya. Berharap semoga ada Ashton junior yang tumbuh disana.


...• • • • •...


Grek...grek...grek...


Grek...grek...grek...


Gagang pintu itu terus bergerak mengikuti pergerakan tangan Austin.


“Tumben sekali Ashton mengunci pintunya.” Austin yang sedang berdiri didepan ruangan Ashton merasa heran.


“Ashton buka pintu nya.” Teriak Austin tidak tau malu. Karyawan di lantai itu hanya menggelengkan kepala mereka, sudah terbiasa melihat hal itu.


Dengan tergesah-gesah Jeny datang dan menghampiri laki-laki tersebut, “Maaf Tuan anda tidak boleh teriak-teriak disini, nanti Tuan Ashton akan mengomeli saya.” Gumam Jeny, padahal telinganya sakit mendengar teriakan laki-laki tersebut.


“Dia tidak akan memarahi mu, lagian aku sudah sering seperti ini.” Gumam Austin dengan enteng.


“Apa sudah sering? Pantas saja karyawan disini tidak berkata apa-apa.” Batin Jeny.


“Apa sih yang Ashton lakukan didalam sampai-sampai dia mengunci pintu nya.” Kesal Austin.


“Maaf Tuan seperti nya Tuan Ashton tidak ingin di ganggu saat ini,


“Memang nya ada apa, kenapa dia tidak ingin di ganggu. Ini kan jam kerja, apa dia tidak berpikir jika ada orang-orang yang hendak bertemu dengan nya membahas pekerjaan.” Gumam Austin.


“Tapi didalam ada istri dari Tuan Ashton yang menemani nya Tuan.” Kata Jeny.


“Apa istri? Istri Ashton ada disini?” Austin begitu terkejut saat mengetahui jika Liona ada didalam sana.


“Iya, istri dari Tuan Ashton ada di dalam sana.” Jawab Jeny.


“Heh pantas saja dia mengunci pintu nya, aku tau apa yang dia lakukan didalam sana. Pagi-pagi sudah bekerja keras saja dia.” Gumam Austin dalam hati nya.


Kemudian Austin kembali masuk kedalam ruangan nya, ia berpikir akan percuma menunggu di depan pintu ruangan Ashton, sampai lebaran monyet juga belum tentu akan dibuka pintu tersebut sebelum dirinya menyelesaikan tugas nya.


Jangan Lupa Berikan Rate 🌟 5 nya, Tekan


Like nya, Ketikkan komentar nya, dan


Favoritkan ASHTON & LIONA di Cerita mu


Agar tidak ketinggalan update terbaru.


Terima Kasih


♥️