ASHTON & LIONA

ASHTON & LIONA
Bab 24



Trauma nya Liona



Selamat Membaca 🤗


...


Setiba nya mereka di London fajar sudah mulai menyingsing, Ashton memutuskan untuk ikut bersama Maverick mengantarkan Liona pulang kerumah.


“Terima kasih karena kalian sudah bersedia membantu ku mencari Liona, dan maaf jika kalian harus melihat sisi diriku yang sangat buruk tadi.” Ujar Ashton kepada ketiga sahabat nya itu.


“Kita ini sahabat sudah seharusnya saling membantu.” Jawab Austin.


Austin memang orang yang selalu menjawab perkataan Ashton ketimbang kedua sahabat nya yang lain. Mungkin karena dia lebih sering berinteraksi dengan Ashton diperusahaan sebagai asisten pribadinya, jadi itulah sebabnya dia yang lebih tau sikap Ashton ketimbang Christian dan Andrew.


“Aku tidak masuk kerja hari ini, capek.” Seru Christian lalu membawa tubuh nya masuk kedalam mobil.


“Aku juga Ash, seperti nya agak siang baru masuk kerja.” Sahut Andrew lalu menyusul Christian masuk kedalam mobil yang sama.


“Aku juga Ash.” Sahut Austin ikut-ikutan dan masuk kedalam mobil yang sama dengan Andrew dan Christian.


Sudah pasti mereka akan pulang ke apartemen untuk beristirahat disana.


“Kenapa kalian berdua duduk di belakang? Memang nya aku supir?” Tanya Austin ketika melihat kedua sahabat nya itu duduk di belakang sambil memejamkan mata.


“Kau kan selalu menyupiri Ashton kemana-mana, jadi hari ini kau menyupiri kami berdua. Kami lelah begini juga gara-gara membantu Ashton.” Jawab Christian masih tetap memejamkan matanya.


“Oohhhh jadi kalian berdua menyesal membantu Ashton, baiklah aku akan beritahukan kepada nya,” Ucap Austin namun tidak di gubris oleh dua laki-laki itu. Lalu dia berteriak keluar dari jendela mobil “Aasshh” teriak Austin, seketika kerah baju nya di tarik oleh Christian dan juga Andrew.


“Apa yang kau lakukan? Kami tidak menyesal membantu nya. Cepat menyetir saja, jangan banyak bicara.” Ujar Andrew lalu kembali menyandarkan tubuhnya di bangku mobil.


Austin tertawa karena berhasil mengerjai kedua sahabat nya itu “Padahal Ashton sudah pergi dari tadi.” Gumam nya dalam hati lalu menyala kan mobil dan meninggalkan tempat itu.


...


Setelah tadi Maverick menghubungi Charllote jika mereka berhasil menemukan Liona dan sedang dalam perjalanan kembali pulang kerumah, Charllote langsung memberitahukan kabar baik itu kepada kedua orang tua nya.


Tak lama kemudian mobil Maverick terlihat memasuki gerbang rumah kediaman orang tua nya itu, dan terlihat di teras rumah jika kedua orang tua nya beserta adik ke dua nya itu sedang menunggu kepulangan mereka.


Ashton yang sedang duduk sambil memangku Liona di kursi belakang bingung harus berkata apa kepada kedua mertua nya itu nanti saat melihat Liona dalam keadaan seperti itu.


“Jangan khawatir Ash ini bukan salah mu, yang terpenting adik ku sudah di temukan dalam keadaan masih bernyawa.” Ujar Maverick menenangkan Ashton.


Ashton hanya mampu menganggukkan kepala nya dan menatap gadis dalam dekapan nya itu yang belum juga sadar kan diri.


Mobil Maverick akhirnya berhenti didepan rumah orang tua nya, dan segera ia turun dan membukakan pintu belakang mobil nya dan membantu Ashton mengeluarkan Liona dari dalam mobil.


Emily begitu terkejut ketika melihat putri nya itu keluar dari dalam mobil tapi tidak berjalan sendiri melainkan di angkat oleh Maverick dan juga Ashton.


“Anak Mamah kenapa Rick, kenapa dia seperti ini?” Ujar Emily seraya mendekati anak nya yang tidak sadarkan diri itu.


“Mah, Mamah tenang ya. Liona tidak apa-apa.” Sahut Maverick lalu mereka segera membawa Liona masuk dan membaringkan nya di kamar nya.


“Nak apa yang sebenarnya terjadi, kenapa Liona seperti ini.” Seru Chris setelah mereka berhasil membaringkan Liona didalam kamarnya.


“Pah nanti Maverick sama Ashton jelasin ya, Charl lebih baik kamu periksa dulu Liona.” Perintah Maverick kepada adik kedua nya itu.


Charlotte segera memeriksa Liona dengan perlengkapan medis yang seadanya dirumah nya itu, karena dia tidak berpikir jika adik nya itu akan pulang dalam keadaan tidak sadarkan diri seperti ini.


Ketika Charllote sedang memeriksa keadaan Liona, Maverick mengajak Papah nya dan juga Ashton untuk mengobrol di ruang kerja Papah nya yang dulu masih sering di gunakan. Terlihat Ashton mulai menjelaskan kronologi dari peristiwa penculikan Liona beberapa saat yang lalu.


Setelah Charllote selesai memeriksa keadaan Liona, Emily membersihkan tubuh putri nya itu dan di bantu oleh Charllote juga. Terlihat mata wanita paruh baya itu berkaca-kaca menyaksikan kondisi putri bungsu nya yang tidak sadar kan diri dan beberapa luka lebam di wajahnya.


Hati nya ngilu melihat hal tersebut, seumur hidup nya dia tidak pernah main tangan apalagi sampai memukul anak-anak nya hingga mengeluarkan darah dan luka lebam seperti itu, karena itu akan memberikan dampak buruk bagi pertumbuhan anak-anak nya nanti pikirnya. Tapi kenapa ada orang yang tega berbuat seperti itu kepada anak nya, anak yang selalu dia jaga, dia rawat, bahkan dia besar kan dengan penuh perjuangan agar menjadi anak yang baik di kemudian hari.


“Maafkan Mamah sayang tidak menjaga mu dengan baik.” Ujar Emily seraya mengecup kening putri nya itu setelah selesai membersihkan dan mengganti bajunya.


“Mah ini bukan salah Mamah, yang terpenting Liona sudah kembali dengan selamat.” Ujar Charllote lalu memeluk tubuh Emily dari samping seraya mengusap bahu nya.


Ashton yang sudah selesai menjelaskan peristiwa yang sebenarnya terjadi kepada Papah mertua nya itu segera menyusul ke dalam kamar Liona untuk melihat kondisi calon istri nya itu dan disusul dengan Chris dan juga Maverick.


“Kak bagaimana keadaan Liona?” Tanya Ashton kepada Charllote setelah masuk kedalam kamar itu.


“Kondisi nya mulai membaik, dia pingsan seperti nya karena pukulan di wajah nya itu, lebih dari itu karena pengaruh kecapekan menangis dan juga dehidrasi hingga membuat tubuhnya lemah.” Charllote menjelaskan kepada mereka yang berada di ruangan itu.


“Sepertinya laki-laki itu tadi ingin memperkosa Liona jika di lihat dari kondisi Liona saat ini, tapi syukurnya hal itu tidak terjadi.” Ujar Charllote kemudian.


Pernyataan Charllote tadi sangat membuat Ashton dan yang lainnya terkejut, karena mereka berpikir jika Jonathan tidak akan sampai tega berbuat seperti itu.


“Ash sebaik nya kau beristirahat dulu, kasihan tubuh mu Nak jika kau paksakan terus.” Ucap Emily memandangi calon menantu nya itu.


“Ash tidak lelah Mah, Ashton akan berada disini menunggu Liona sampai sadar.” Jawab Ashton tanpa mengalihkan pandangan nya dari gadis yang masih belum sadarkan diri itu.


“Kalau begitu bersihkan saja dulu tubuh mu Ash.” Ujar Chris kemudian.


“Ayo Ash ikut aku, di kamar ku masih ada pakaian yang bisa kau gunakan.” Sahut Maverick lalu membawa langkah nya keluar dari kamar tersebut dan di ikuti oleh Ashton.


“Itulah sebab nya Papah menjauhkan Jonathan dari kehidupan Liona, karena Papah sangat yakin jika Ashton akan mencintai Liona dan menjaga Liona dengan baik.” Jawab Chris seraya membawa langkah nya mendekat ke ranjang tempat putri nya itu terbaring. Lalu di kecup nya kening Liona dengan penuh perasaan sayang.


Dan akhirnya mereka keluar dari kamar itu meninggalkan Liona yang masih terbaring belum sadarkan diri. Chris mengajak anak beserta menantu nya untuk sarapan bersama-sama mumpung mereka semua sedang berada disana. Selama sarapan Chris bercerita tentang bagaimana perjodohan antara Ashton dan Liona bisa terjadi, dan bagaimana dulu sewaktu kecil Ashton begitu menjaga Liona seperti adik nya sendiri. Bahkan Maverick dan Charllote sendiri sampai tersisihkan dengan keadaan Ashton yang lebih disukai oleh adik bungsu mereka itu.


Tiba-tiba saat mereka asyik menikmati sarapan terdengar teriakan Liona dari kamar nya, hal itu sukses membuat Ashton langsung berlari ke sana untuk melihat apa yang terjadi kepada Liona.


Pintu kamar yang memang sengaja tidak ditutup itu membuat Ashton masuk begitu saja tanpa harus menyentuh gagang pintu tersebut. Terkejut itu lah yang Ashton rasakan saat masuk kedalam kamar tersebut, dia melihat Liona meringkuk disudut kamar itu sambil menangis.


“Sayang.” Ujar Ashton seraya membawa langkah nya mendekati Liona.


“Jangan, jangan, aku mohon jangan.” Tangis Liona pecah begitu saja.


“Sayang ini aku, Ashton.” Ujar nya kemudian.


“Aku mohon jangan lakukan ini kepada ku.” Sahut Liona seraya mengatupkan kedua tangan nya.


Keluarga Liona yang baru sampai di kamar tersebut juga kaget melihat Liona seperti itu.


“Ash Liona kenapa?” Tanya Maverick.


“Aku juga tidak tau Kak, dari tadi dia terus memohon dan berkata jangan.” Jawab Ashton.


Emily yang tidak kuasa menahan kesedihan nya melihat putri nya seperti itu, segera mendekatinya lalu memeluk tubuh yang gemetaran itu.


“Sayang tidak apa-apa, ada Mamah disini nak. Jangan takut.” Ujar Emily seraya mengusap punggung Liona, rasa kesedihan nya begitu luar biasa melihat putri nya ketakutan seperti itu.


Charllote yang melihat jika kondisi adik nya itu sedang tidak baik-baik saja segera berlari ke mobil nya dan merogoh tas yang berisi jenis obat-obatan yang selalu dibawa nya kemana-mana lalu mencari obat penenang. Setelah beberapa saat membongkar isi dari tas tersebut akhirnya dia menemukan apa yang di cari dan berlari masuk kedalam rumah menuju kamar Liona.


Setelah berhasil memberikan suntikkan penenang kepada Liona, gadis itu kembali tidak sadarkan diri lagi pengaruh obat tersebut. Ashton segera mengangkat Liona dan membawa nya kembali ketempat tidur.


“Seperti nya Liona mengalami trauma.” Jelas Charllote.


“Sebenar nya apa yang terjadi Ash, Rick?” Tanya Emily ketika melihat putri bungsu nya itu tadi terlihat sangat ketakutan.


“Kami juga tidak tau Mah, karena begitu kami sampai disana Liona sudah tidak sadarkan diri.” Jelas Maverick.


“Apa kita perlu membawa Liona kerumah sakit?” Tanya Ashton.


“Ayo kita bawa kerumah sakit saja.” Sahut Chris kemudian.


Akhirnya mereka memutuskan membawa Liona kerumah sakit milik anak mereka tersebut, Charllote segera menghubungi rumah sakit nya agar menyiapkan perawatan untuk Liona.


Setiba nya mereka dirumah sakit sudah ada petugas yang menunggu mereka di depan pintu masuk, dan segera membantu memindahkan Liona di Brankar rumah sakit dan membawa gadis tersebut menuju ruangan dengan pelayanan terbaik di rumah sakit tersebut.


Seorang dokter yang terlihat sudah berumur memasuki ruangan dimana Liona sedang dirawat saat ini, dokter itu diminta langsung oleh Charllote untuk merawat adiknya.


“Selamat pagi dr.Charllote.” Sapa nya ramah.


“Selamat pagi dr. Edward. Saya minta tolong kepada dokter membantu proses pemulihan adik saya,” terlihat Charllote menjelaskan yang terjadi kepada adik nya tersebut kepada dr. Edward.”


“Baik dokter anda tidak perlu khawatir, saya pasti akan melakukan nya karena ini memang sudah tugas saya.” Sahut dr. Edward seraya tersenyum ramah.


Dr. Edward terlihat mulai melakukan pemeriksaan terhadap Liona, laki-laki itu mencoba memahami gejala yang ada agar dapat menarik kesimpulan yang pasti dengan keadaan gadis tersebut.


Seusai memeriksa Liona, dr. Edward menjelaskan kepada mereka yang terlihat sedang menunggu penjelasan dari hasil pemeriksaan nya tersebut. Setelah menjelaskan keadaan Liona dr. Edward pamit meninggalkan ruangan tersebut begitu pun dengan Maverick dan juga Charllote.


Kini tinggal Ashton bersama kedua orang tua Liona yang masih betah menunggu Liona sadar.


“Ash sebaiknya kau istirahat dulu nak, jangan sampai kau juga ikut-ikutan sakit.” Ujar Chris kepada calon menantu nya tersebut.


“Tidak Pah, Ashton tetap ingin disini menunggu sampai Liona sadar.” Jawab laki-laki itu.


Kedua orang tua Liona tidak dapat berkata apa-apa lagi, mereka tau jika Ashton sangat mengkhawatirkan kondisi Liona. Jadi mereka memutuskan untuk membiarkan Ashton tetap menjaga Liona disana.


Saat ini Ashton terlihat sedang menggenggam tangan Liona dan menempelkan nya didepan bibirnya, dia memperhatikan wajah gadis nya masih belum sadarkan diri itu. Nafasnya beberapa kali terdengar sangat berat, dia menyesal tidak bisa menjaga Liona dengan baik.


“Sayang kapan kau akan sadar.” Guman Ashton dalam hatinya.


“Aku janji hal seperti ini tidak akan terjadi lagi pada mu, aku akan menjaga mu dengan baik mulai saat ini.” Gumam nya lagi.


Tak lama Ashton pun ikut tertidur di atas kursi nya sambil menggenggam tangan Liona. Chris dan Emily tau jika laki-laki itu pasti juga kelelahan karena semalaman mencari Liona. Tapi mereka juga tidak bisa berkata apa-apa jika menantu nya tersebut ingin menunggu Liona sampai sadar.


Emily beranjak dari duduk nya dan membangunkan Ashton untuk pindah ke bangku sofa agar dia bisa beristirahat dengan baik. Tak ada perlawanan lagi dari pria itu dan berjalan dengan langkah gontai nya menuju sofa tersebut, tidak dapat di pungkiri jika tubuh nya juga memerlukan istirahat. Apalagi beberapa hari belakangan ini dia juga sangat sibuk di perusahaan dan tidak punya waktu beristirahat dengan cukup. Tak perlu waktu lama kini terdengar dengkuran dari laki-laki itu menandakan jika dirinya sudah tertidur pulas.


“Disuruh istirahat tidak mau.” Ujar Chris terkekeh ketika melihat Ashton langsung tertidur lelap.


“Dia begitu juga karena khawatir dengan Liona.” Sahut Emily lalu membawa selimut yang sudah disiapkan pihak rumah sakit tadi untuk menyelimuti Ashton.


Ketika sudah selesai menyelimuti Ashton, Emily membawa tubuhnya duduk disamping suaminya tersebut.


Jangan Lupa Berikan Rate 🌟 5 nya, Tekan Like nya, Ketikkan komentar nya, dan Favoritkan ASHTON & LIONA di Cerita mu agar tidak ketinggalan update terbaru.


Terima Kasih


♥️