ASHTON & LIONA

ASHTON & LIONA
Bab 28



Mengunjungi Liona



Selamat Membaca


...


”Jadi hari ini kau mau melakukan apa?” Tanya Ashton setelah mereka berdua menyelesaikan makan siang.


“Ash, bagaimana jika hari ini kita pergi mencari cincin pernikahan kita saja?" Usul Liona dengan gembira.


“Jangan hari ini sayang, kau kan baru keluar dari rumah sakit." Jawab Ashton dengan lembut.


“Tapi aku baik-baik saja Ash, lagian aku juga bosan berada dirumah terus." Ucap Liona memasang wajah sedihnya.


“Jika kau tadi tidak baru keluar dari rumah sakit, aku akan mengabulkan apa pun permintaan mu. Tapi untuk saat ini aku ingin kau beristirahat dulu, aku janji besok kita akan pergi mencari cincin." Balas Ashton.


Liona sedikit kecewa dengan Ashton karena tidak mengabulkan permintaannya, tapi kecewa nya kemudian hilang karena laki-laki itu akan membawanya untuk mencari cincin pernikahan mereka esok hari.


...


Disisi lain Andrew bersama kedua sahabatnya sedang menyusuri supermarket untuk belanja kebutuhan di apartemen, saat mereka sedang berbelanja ada dua sosok wanita yang mereka kenali juga berada disana sedang memilih-milih barang belanjaan.


“Jesslyn?” Panggil Christian seraya berjalan kearah wanita itu.


“Chris.,!?” Jawab Jesslyn sembari menampilkan senyuman di wajahnya dan kedua kening nya terangkat keatas.


“Lama tidak berjumpa.” Kerlingan mata Christian menatap dalam wanita dihadapan nya itu.


Jesslyn hanya menganggukkan kepala nya membenarkan perkataan Christian.


“Kau kemari dengan siapa?” Jesslyn mencoba mencari topik pembicaraan.


“Aku dengan sahabat ku.” Jawab Christian sambil membawa pandangan nya kepada dua laki-laki yang mematung diujung sana sedang memperhatikan percakapan mereka berdua.


“Bukan nya itu Andrew dan Austin, benarkan itu namanya.” Ujar Jesslyn memastikan lagi.


“Iya itu mereka, kami sedang berbelanja untuk kebutuhan di apartemen.” Jelas Christian.


“Ooohh, apa kalian memang tinggal bersama disana?” Tanya Jesslyn ingin tau.


“Jika sedang bosan kami menginap disana.” Jawab Christian.


Tiba-tiba Jocelyn datang menghampiri mereka berdua setelah tadi dia memilih barang belanjaan nya.


“Hai.,?!” Sapa Jocelyn sambil mengangkat tangan kanan nya dan melambaikan nya sedikit.


Christian menganggukkan kepalanya sekali seraya menunjukkan senyuman diwajahnya sebagai respon dari sapaan Jocelyn.


Tak ingin kehilangan kesempatan emas, Austin membawa langkah nya dengan lebar mendekati ketiga orang tersebut sementara Andrew memilih untuk tetap melanjutkan berbelanja nya dan membiarkan mereka berbicara disana.


Jika waktu itu Austin tidak punya kesempatan mendekati Jocelyn, maka dia akan melakukan nya sekarang. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, begitulah pikirnya.


“Hai, aku tidak menyangka jika akan bertemu dengan kalian disini.” Sahut Austin dengan kalem.


“Hai,” Jesslyn membalas sapaan Austin namun tidak dengan wanita yang satu nya.


Dia hanya melihat sebentar lalu mengalihkan pandangan nya.


“Jess ayo kita lanjutkan belanja lagi, masih banyak yang harus kita cari.” Desak Jocelyn tiba-tiba.


“Tunggu.” Austin seketika menghentikan mereka ketika hendak melangkah pergi.


“Kenapa?” Tanya Jocelyn terdengar sinis.


“Apa kalian sudah menjenguk Liona?” Ucap Austin lagi, dia bingung harus mencari topik pembicaraan karena respon Jocelyn barusan seakan meruntuhkan semangat nya.


“Liona, ada apa dengan nya?” Jawab Jesslyn terkejut begitu pun dengan Jocelyn yang sedang menunggu jawaban dari Austin.


Lalu Austin menjelaskan apa yang terjadi kepada Liona beberapa hari yang lalu, dan hal itu tentu saja membuat kedua wanita itu terkejut. Pasalnya yang mereka tau jika mantan sahabat nya itu sudah tidak pernah lagi menghubungi Liona dari beberapa tahun yang lalu, dan tiba-tiba dia datang dan malah menculik Liona. Mereka juga sedikit kesal karena Liona tidak menghubungi mereka dan memberitahukan keadaan nya kepada mereka.


“Kita harus menjenguk nya.” Ajak Jocelyn seraya menatap Jesslyn.


Jesslyn menganggukkan kepalanya mengiyakan ajakan sahabat nya itu.


“Apa kami boleh ikut menjenguk Liona, karena sejak hari itu kami juga tidak tau bagaimana kabarnya lagi.” Sahut Austin penuh harap.


“Cari mati anak ini, sudah jelas-jelas Ashton melarang nya untuk tidak khawatir kepada Liona sekarang dia malah mau menjenguk Liona.” Batin Christian mengumpat kebodohan sahabat nya yang satu itu.


Jesslyn dengan polos nya berkata “silahkan saja, pasti Liona akan sangat senang jika melihat kita ramai-ramai mengunjungi nya.”


“Kalau begitu aku dengan Jocelyn akan melanjutkan belanja sebentar setelah itu kita berangkat bersama.” Ujar Jesslyn lagi.


Mereka pun berpisah dan melanjutkan kembali berbelanja nya.


“Kau ini bagaimana sih, bukan nya Ashton sudah melarang mu untuk tidak khawatir kepada Liona.” Ujar Christian yang menurut Austin itu adalah perkataan yang sedikit konyol.


Andrew mengernyit heran mendengar penuturan Christian barusan.


“Hahahaa, ini hanya trik saja agar aku bisa melakukan pendekatan.” Austin menyeringai puas karena rencananya hampir berhasil.


“Huuuuu” Christian tidak habis pikir dengan rencana sahabatnya itu.


“Kalian mau mengunjugi Liona?” Sergah Andrew penuh tanda tanya.


“Iya, kita harus mengunjungi nya. Dia pasti senang melihat kita yang sudah ikut andil dalam misi penyelamatan nya.” Jawab Andrew dengan mimik wajah yang pura-pura polos.


“Alasan.” Sahut Christian lalu berjalan melanjutkan belanja nya.


Andrew menatap sebentar kearah Austin lalu dia mengikut Christian yang sudah berjalan terlebih dahulu.


Namun tidak digubris oleh dua laki-laki tersebut dan akhirnya dia yang mendorong nya.


...


Ting Tong...Ting Tong...Bunyi bel terus bersahutan ketika pintu rumah tersebut tidak kunjung dibuka juga.


“Siapa sih yang pencet bel seperti orang kerasukan saja.” Kesal Liona sambil berjalan ke arah pintu.


Ketika pintu sudah terbuka dua wanita yang heboh itu langsung menghambur memeluk tubuh Liona tanpa mengucapkan apa-apa, sementara ketiga laki-laki yang berdiri di belakang mereka saat ini hanya diam melihat hal tersebut sambil melihat-lihat keadaan dirumah Liona.


Ini adalah kunjungan pertama mereka kerumah calon istri sahabatnya itu, dan betapa terkejutnya mereka ketika pertama kali memasuki gerbang rumah tempat mereka berpijak saat ini. Karena rumah itu sangat besar dan juga megah tidak jauh beda dengan rumah Ashton pikir mereka.


"Sekaya apa calon istrinya Ashton ini." Batin Andrew bertanya pada dirinya sendiri.


"Sepertinya jika Liona menikah dengan Ashton, mereka akan menjadi pasangan yang sangat kaya di London." Batin Andrew.


"Ternyata Liona tidak jauh bedanya dengan Ashton, mereka sama-sama berasal dari keluarga yang kaya raya." Batin Christian.


“Kenapa kalian datang tidak mengabari dulu.” Ujar Liona setelah pelukannya terlepas.


“Kau sendiri kenapa tidak mengabari kami jika kau mengalami musibah.” Sahut Jesslyn kesal.


“Siapa yang memberitahu kalian?” Kening Liona berkerut dalam bertanya-tanya. Tidak mungkin jika Ashton yang memberitahu mereka pikirnya.


Jesslyn menunjuk kearah laki-laki yang sedang berdiri tidak jauh dari mereka saat ini. Liona pun langsung mengerti pasti Ashton yang memberitahu kepada ketiga sahabatnya tersebut dan sahabatnya itu memberitahu kepada kedua sahabat nya ini. Liona tidak tau jika ketiga laki-laki tersebut juga hadir disana untuk menyelamatkan nya.


“Sayang siapa yang datang?” Sahut Ashton dari dalam sembari membawa langkah nya menghampiri Liona.


"*Matilah aku." Christian.


"Matilah aku." Austin*.


Sementara Andrew nampak biasa saja.


“Kau pasti terkejut jika tau siapa yang datang.” Balas Liona.


“Kalian bertiga? Kenapa bisa berada disini?” Tanya Ashton heran.


“Iya, kami ingin menjenguk Liona.” Jawab Austin tidak tau malu. Austin tau jika Ashton tidak akan berkata yang aneh-aneh dihadapan Liona.


“Aku tidak mungkin berkata didepan Liona jika aku tidak mengizinkan mereka mengkhawatirkan dirinya.” Batin Ashton.


“Masuk dulu, kita bisa mengobrol didalam.” Ajak Liona lalu membuka lebar pintu rumahnya untuk menyambut tamu nya.


Ashton mendekati Austin secara diam-diam lalu dia menyampaikan isi hati nya yang sejak tadi dia tahan-tahan.


“Bukan nya aku sudah melarang kalian untuk tidak khawatir terhadap Liona, kenapa malah menghampiri nya.” Ucap Ashton dengan pelan agar tidak terdengar oleh yang lainnya.


“Kenapa malah menyalahkan ku, Christian yang punya ide ini. Katanya dia mau mendekati sahabat Liona, itulah sebabnya dia mengajak mereka untuk menghampiri Liona.” Sahut Austin berbohong, padahal dirinya lah yang mau mendekati Jocelyn.


“Lalu kau sendiri, apa kau tidak punya motivasi yang sama dengan nya.” Ujar Ashton menelisik.


“Ku rasa kau juga sudah tau jawaban nya.” Sahut Austin.


Ashton tidak bisa lagi berkata apa-apa dan membiarkan mereka ada disana, melarang pun percuma, sahabat nya itu pasti punya seribu alasan untuk menjawabnya.


Ketika Liona pergi ke dapur dan meminta tolong kepada pelayan untuk menyediakan minuman dan camilan untuk tamu-tamu nya tersebut, disitulah Ashton mengulimatum kedua sahabat Liona dan ketiga sahabat nya itu agar tidak membahas insiden yang terjadi kepada Liona. Karena gadis itu sedang dalam masa pemulihan dan masih rentan untuk membuat nya mengingat kembali kejadian yang sudah berlalu itu, hingga akhirnya mereka pun tidak membahas hal tersebut dan berbincang hal lain untuk menghilangkan suasana hening disana.


Setelah cukup lama mereka mengobrol sambil menikmati hidangan yang sudah disediakan oleh pelayan rumah itu tadi dan waktu juga sudah hampir petang, mereka akhirnya berpamitan satu sama lain dan kembali ke rumah nya masing-masing.


Austin sangat puas karena rencana nya berhasil mendekati Jocelyn meskipun gadis tersebut bersikap biasa saja kepadanya, namun menurutnya yang penting sudah ada kemajuan dan tidak canggung lagi.


“Sayang aku pulang dulu ya, nanti aku akan mengabari mu lagi.” Ujar Ashton seraya mengusap lembut wajah gadis dihadapan nya itu.


Liona mengerucutkan bibirnya karena tidak mau berpisah dengan Ashton, kalau bisa dia ingin mengikat Ashton didalam rumahnya itu agar tidak bisa kemana-mana.


Ashton mengerti akan sikap Liona, namun biar bagaimana pun dia juga harus kembali kerumah nya. Tidak mungkin dia menginap disana apa kata mertuanya nanti, meskipun mereka juga tidak berkata apa-apa tetapi tetap saja Ashton tidak enak. Kecuali dia sudah menikah dengan Liona tadi maka dia tidak akan mempermasalahkan hal tersebut.


Akhir Liona mengikhlaskan Ashton untuk kembali kerumah nya meskipun sedikit berat untuknya melakukan hal tersebut.


...


Setibanya Ashton dirumahnya dia melihat jika keluarga nya sedang makan malam bersama diruang makan, lalu dia memutuskan untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu sebelum bergabung dengan mereka.


Setelah selesai dengan ritual mandinya Ashton bergegas menghampiri keruang makan dan ikut makan malam bersama.


“Jackson kemana Mom?” Tanya Ashton ketika tidak menadapati adik kedua nya itu berada di meja makan.


“Dia belum pulang kerja, akhir-akhir ini dia sangat sibuk diperusahaan.” Freed yang menjawab pertanyaan putra sulung nya itu.


“Sibuk?” Ashton memperjelas perkataan yang diucapkan Daddy nya itu tadi karena tidak percaya jika adik kedua nya itu juga bisa sibuk.


“Kakak pikir hanya kakak saja yang bisa sibuk.” Sahut Cammeron sambil mengunyah makanan nya.


“Anak kecil jangan ikut bicara.” Ujar Ashton sambil menuangkan makanan kepiringnya.


“Aku bukan anak kecil.” Ucap Cammeron tidak terima.


“Kalau kau bukan anak kecil, maka bersikap lah dewasa. Bantu kakak mu diperusahaan jangan hanya tau nya bermain saja.” Balas Ashton.


“Iya iya.” Jawab Cammeron dengan kesal.


Setelah selesai makan malam, Freed mengajak Ashton berbicara berdua diruang kerjanya. Ashton sedikit heran karena tidak biasanya Daddy nya itu mengajak nya berbicara disana.


Jangan Lupa Berikan Rate 🌟 5 nya, Tekan Like nya, Ketikkan komentar nya, dan Favoritkan ASHTON & LIONA di Cerita mu agar tidak ketinggalan update terbaru.


Terima Kasih


♥️