ASHTON & LIONA

ASHTON & LIONA
Bab 6



Mulai Bercerita



Selamat Membaca 🤗


...


Kedua manik mata Ashton masih tak lepas memperhatikan Liona yang saat ini bersandar di kepala ranjang kasur tersebut. Dia menatap gadis itu dalam-dalam. Liona yang merasa risih di tatap seperti itu oleh Ashton memalingkan pandangannya kearah lain.


“Kapan kita akan kembali ke London?” Tanya Liona.


“Diluar sedang hujan deras dan ada pemberitahuan jika angin sangat kencang.” Jawab Ashton.


“Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang?” Tanya Liona lagi.


“Tidak ada yang bisa kita lakukan selain menunggu.” Kata Ashton.


“Hhhhhh seandainya tadi aku langsung pulang saja, pasti aku tidak akan terperangkap disini bersama mu.” Kata Liona.


“Bukan nya tadi kau sudah memaafkan ku? Kenapa sekarang kau terlihat menyesal?” Tanya Ashton.


“Hanya saja,..! Oia sekarang jam berapa?” Tanya Liona.


“Sudah hampir jam 11 malam.” Ucap Ashton santai.


“Apa? Kau tidak sedang bercanda kan.” Kata Liona dengan terkejut.


“Jika kau tidak percaya, lihat saja sendiri.” Ucap Ashton kemudian.


Liona pun mengedarkan pandangannya mencari-cari dimana letak tas nya itu. Ketika tidak mendapatkan tas nya dia turun dari ranjang dan melangkah keluar menuju ruang kantor Ashton dan nampak lah tas nya di atas sofa diruangan tersebut.


Cepat-cepat dia membuka tas itu dan mengambil hp nya, matanya pun terbelalak memperlihatkan waktu yang sudah menunjukkan pukul 23.05. Dia langsung melakukan panggilan kepada orang tua nya untuk memberitahukan jika dirinya sedang bersama Ashton saat ini.


Namun pada saat dering pertama, tiba-tiba tidak ada dering selanjutnya. Ketika dia melihat ponselnya ternyata sudah mati karena kehabisan daya.


“Aduh bagaimana ini, mamah pasti sedang mengkhawatirkan aku sekarang.” Kata Liona.


“Kau sedang apa?” Tanya Ashton yang sudah berdiri dibelakangnya saat ini.


“Maaf, bisa kah aku meminjam ponsel mu sebentar? Aku ingin melakukan panggilan kepada Mamah. Dia pasti mencemaskan ku sekarang.” Ucap Liona.


“Kau jangan khawatir, aku sudah memberitahukan kepada Mommy dan juga Mamah mu jika saat ini kau sedang bersama ku di Stratford.” Jawab Ashton.


“Hhhhh, Liona menghembuskan nafas nya berat.” Perasaan nya menjadi tidak enak.


“Jangan terlalu dipikirkan, semua akan baik-baik saja percayalah kepada ku. Lagian kau sedang tidak bersama orang lain. Kau sedang bersama ku, calon suami mu sendiri.” Ucap Ashton sambil melayangkan senyuman nya.


Liona memandang Ashton yang tidak jauh dari tempat nya berdiri saat ini.


“Aku tau jika kau adalah calon suamiku, tapi aku sama sekali tidak mengenal mu dan bagaimana kepribadianmu. Membuat ku merasa jika aku sedang bersama dengan orang asing.” Seru Liona.


Ashton pun membawa langkah nya kepada Liona yang saat ini berdiri di depan nya kemudian memegang kedua tangan gadis itu, “Jangan takut. Aku tidak akan berbuat yang macam-macam terhadap mu.” Kata Ashton sembari memberikan senyuman menenangkan kepada Liona.


“Apa aku bisa percaya dengan kata-kata mu itu?” Tanya Liona.


“Oh gadis kecil ku, kau bahkan merasa takut berada ditempat ini hanya berdua dengan ku. Dulu ketika kau masih kecil, ketika aku tidak menggendong mu saja kau akan menangis. Maafkan aku karena pergi meninggalkan mu waktu itu.” Ucap Ashton.


“Heiii, kenapa kau membahas masa kecil kita? Aku sama sekali tidak mengingatnya. Kau tau sendiri kan waktu itu aku masih berusia kurang dari 2 tahun. Jadi aku tidak mengingat apa-apa.” Kata Liona.


“Hhhhh, baiklah. Jika kau tidak percaya kepada ku saat ini tidak apa-apa, aku tidak akan memaksa mu. Tapi perlu kau tahu aku bukan laki-laki yang suka menjahati wanita. Dan kalau pun aku menjahati mu juga sebenarnya tidak apa-apa karena kau calon istri ku.” Ucap Ashton kemudian tertawa kencang.


Liona bergidik ngeri mendengarkan perkataan Ashton tentang kata-katanya yang terakhir dia ucapkan itu.


“Jangan masukkan dalam hati kata-kata ku yang terakhir tadi, itu hanya bercanda.” Tutur Ashton.


“Baiklah, aku akan menaruh kepercayaan kepada mu sebagai calon suami ku malam ini. Tapi jika kau berbuat sesuatu yang fatal maka aku akan membenci mu selama nya.” Hardik Liona penuh penekanan pada kata membenci.


Ashton hanya menganggukkan kepala nya sebagai bentuk respon dari perkataan Liona tersebut.


Hening tidak ada percakapan lagi antara kedua nya. Namun tiba-tiba Krucuk-krucuk, bunyi perut Ashton lalu dia memegang perutnya. Dia sama sekali belum makan setelah keluar dari restoran tadi siang.


“Sepertinya karyawan mu tau jika kita akan terjebak disini, mereka menyediakan banyak sekali makanan tadi. Makan lah sebelum kau pingsan.” Ucap Liona.


“Ruangan ini terlihat sangat rapi sekali saat aku masuk tadi, apa kau tidak pernah kesini sebelumnya?” Tanya Liona.


“Aku kesini hanya pada saat peresmian saja. Aku sangat jarang datang kesini. Jika ada masalah serius baru aku kesini.” Jawab Ashton.


“Ohhh pantas saja.” Kata Liona.


“Memangnya kenapa, ada yang salah?” Tanya Ashton balik.


“Tidak ada yang salah. Hanya saja sepanjang jalan menyusuri ruangan mu ini tadi banyak sekali yang memperhatikan ku.” Tutur Liona.


“Wajar saja, karena aku tidak pernah kemari dengan wanita lain. Bisa dikatakan jika kau adalah wanita pertama yang aku ajak kemari.” Ucap Ashton.


“Ooohhh.” Kata Liona.


Lalu kemudian Ashton memberanikan diri bertanya kepada gadis yang sedang duduk disampingnya itu,


“Apa kau sebelum nya sudah pernah memiliki kekasih?” Tanya Ashton to the point.


“Dulu waktu aku duduk di bangku Further Education (Pendidikan Lanjutan) aku sempat mempunyai kekasih sampai di tahun ketiga kuliah ku, namun tiba-tiba dia menghilang begitu saja dan sampai sekarang dia tidak pernah lagi menghubungi ku.” Jawab Liona.


“Apa kau masih mengharapkan nya?” Tanya Ashton.


“Meskipun aku masih mengharapkan dia untuk kembali kepada ku, semuanya tidak berarti apa-apa. Karena aku sebentar lagi akan menikah dengan mu.” Ucap Liona.


“Apa sebelum nya kau pernah menolak perjodohan ini?” Tanya Ashton lagi.


“Aku bahkan selalu menghindar jika Papah dan Mamah akan membahas tentang perjodohan kita. Tapi semakin sering aku menghindar semakin sering pula mereka membahasnya, dan membuat ku tidak punya pilihan lain selain menerimanya.” Ucap Liona.


“Apa kau tau jika kita memang sudah di jodohkan sejak kecil?” Tanya Ashton lagi.


“Aku bahkan baru mengetahui tentang hal itu baru-baru ini.” Kata Liona.


“Sepertinya dari tadi kau terus yang bertanya kepada ku, sekarang giliran ku yang bertanya kepada mu.” Ucap Liona.


“Baiklah. Silahkan tanyakan apa saja yang ingin kau ketahui.” Kata Ashton.


“Sejak kapan kau tau jika kita di jodohkan?” Tanya Liona.


Tanpa berbasa-basi Ashton langsung menjawab “beberapa hari sebelum aku dan juga keluarga ku datang kerumah mu.”


“Apa sebelumnya kau sudah pernah mencari tau tentang ku?” Tanya Liona dengan tingkat percaya diri yang tinggi.


Ashton tersenyum mendengar pertanyaan Liona. Lalu dia balik bertanya “apa kau berharap jika aku akan mencari tau tentang mu?”


“Hei, kenapa kau malah balik bertanya. Jawab saja.” Kesal Liona.


“Maaf, sepertinya kau terlihat sangat berharap. Tapi jawaban ku adalah tidak. Aku tidak pernah mencari tau tentang mu. Bukan karena aku tidak peduli, tapi aku benar-benar sibuk urusan perusahaan saat itu. Seperti yang kau lihat saat ini, bahkan kini kau menemani ku disini.” Ucap Ashton panjang lebar.


“Apa sebelumnya kau sudah pernah menjalin hubungan dengan wanita lain?” Tanya Liona.


Mendengar pertanyaan Liona kali ini, Ashton pun menyunggingkan senyum manis di bibirnya yang tipis kemudian berkata “aku benar-benar sangat sibuk mengurusi perusahaan sehingga tidak ada waktu untuk bermain-main dengan wanita.”


“Berarti aku wanita pertama yang hadir di hidup mu?” Tanya Liona.


“Bisa dikatakan seperti itu, dan sepertinya kau juga akan menjadi wanita terakhir untuk ku .” Jawab Ashton.


Kedua nya saling memandangi. Ashton yang mencoba menemukan ingatan tentang dirinya saat bersama Liona waktu kecil, dan Liona yang mencoba untuk mempercayai laki-laki yang sebentar lagi akan menjadi sosok suaminya itu.


Jlekk.... Tiba-tiba ruangan tempat mereka duduk saat ini menjadi gelap gulita.




Jangan Lupa Berikan Rate 🌟 5 nya, Tekan Like nya, Ketikkan komentar nya, dan Favoritkan ASHTON & LIONA di Cerita mu agar tidak ketinggalan update terbaru.


Terima Kasih


♥️