ASHTON & LIONA

ASHTON & LIONA
Bab 5



Mengantarkan



Selamat Membaca 🤗


...




Kini hanya tinggal Liona dan Ashton. Mereka bingung untuk mengawali pembicaraannya. Ashton yang tidak pandai berbasa-basi dan Liona yang sedikit jual mahal dalam pikirannya “masa aku yang ngajak dia ngobrol duluan.”


Namun tiba-tiba “Apa aku bisa meminta tolong kepadamu?” Ashton mencoba memecah keheningan di antara mereka.


“Dari tadi dia mendiamkan ku dan kini ketika dia berbicara langsung meminta tolong, dasar laki-laki aneh.” Batin Liona.


“Kau ingin meminta tolong apa? Jika aku sanggup aku akan menolong mu, namun jika tidak jangan kecewa kepada ku.” Ucap Liona.


Ashton menarik kedua sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman, karena gadis didepannya ini ternyata bisa bercanda juga.


“Hey kenapa kau tersenyum, memang nya ada yang lucu.” Tanya Liona.


“Maaf hanya saja kau terlihat begitu menggemaskan saat ini.” Jawab Ashton.


Dia tidak menyadari apa yang baru saja dia ucapakan. Jujur saja dia sangat rindu dengan gadis kecilnya ini. Namun dia tidak ingin terburu-buru dalam hal ini sehingga jika dia salah dalam bertindak maka akan membuat gadis nya menjadi risih terhadapnya.


Pipi Liona seketika merona mendengar perkataan Ashton yang mengatakan jika dirinya sangat menggemaskan. Banyak laki-laki diluar sana yang mengejarnya bahkan mengucapkan kata-kata yang lebih manis dari yang Ashton ucap kan saat ini kepadanya namun dirinya biasa saja dan tidak menghiraukan mereka.


“Apa kau sedang menggombal ku Tuan Ashton Rafevaldy yang terhormat?” Tanya Liona kemudian.


“Aku sedang tidak menggombal, aku tidak pandai dalam hal itu. Tapi perkataan ku yang barusan memang benar jika dirimu saat ini terlihat sangat menggemaskan.” Kata Ashton.


“Baiklah, aku tidak akan berpikir jika kau sedang menggoda ku saat ini. Aku anggap itu sebagai sebuah pujian!” Seru Liona.


“Jadi kau ingin meminta tolong apa tadi?” Tanya Liona lagi setelah tidak mendapatkan jawaban dari pertanyaan nya yang pertama.


“Mmmm..,! Bisakah kau mengantarkan ku kembali ke kantor? Jujur saja aku kesini tidak membawa mobil ku karena tadi aku berangkat kesini bersama ketiga sahabat ku yang tadi berkenalan denganmu.” Jawab Ashton.


“Apa kau sedang mencoba melakukan pendekatan Tuan Ashton?” Tanya Liona menyelidik.


“Aku tidak ada maksud apa-apa. Jika kau keberatan untuk mengantarkan ku tidak apa-apa, aku akan meminta orang lain untuk menjemput ku disini.” Jawab Ashton.


“Hei, kenapa kau serius sekali. Aku hanya bercanda tadi, aku akan mengantarkan mu okey.” Ucap Liona.


Setelah makan siang mereka yang penuh dengan drama, bahkan sudah hampir menunjukkan pukul 13.50, kini Liona sedang bersama dengan Ashton didalam mobilnya karena dia sudah berjanji untuk mengantarkan laki-laki itu untuk kembali ke kantornya.



Diperjalanan, tiba-tiba ponsel laki-laki itu berdering menandakan jika ada panggilan masuk. Ketika dilihatnya ternyata panggilan tersebut datang dari salah satu sahabatnya yaitu Andrew, dia pun menggeser tombol hijau pada layar ponsel nya itu kemudian mendekatkan nya ketelinga nya.


“Hallo Ash? cabang perusahaan yang ada di Stratford sedang dalam masalah. Aku, Christian dan juga Austin sedang dalam perjalanan menuju kesana sekarang. Kau sebaiknya segera menyusul.” Pinta Andrew.


“Baiklah aku akan segera kesana.” Jawab Ashton.


Klik. Panggilan itu pun terputus.


“Maaf, sepertinya ini yang dinamakan takdir.” Ucap Ashton tersenyum tipis.


“Apa maksud mu?” Tanya Liona keheranan.


Sekali lagi aku minta maaf, Ashton kemudian membawa mobil mereka ke arah yang tidak menuju perusahaan nya.


“Kita mau kemana?” Tanya Liona panik.


“Maaf, cabang perusahaan ku yang ada di Stratford sedang dalam masalah. Jika aku kembali ke kantor pasti akan memakan waktu yang lama untuk tiba disana. Jadi kali ini aku harap kau mau bekerja sama dengan ku dengan duduk manis di samping ku, dan biarkan aku fokus menyetir.” Ucap Ashton.


Tak ada bantahan dari Liona, dia diam sambil fokus mengamati jalanan yang mereka lalui saat ini. Perjalanan ke Stratford memakan waktu 2 jam, Liona yang yang tadi habis makan siang menjadi ngantuk, dengan suasana yang sangat mendukung dirinya untuk tidur siang.


Ashton yang mendapati Liona sedang tertidur hanya tersenyum melihat wanita disampingnya itu tertidur dengan sangat nyenyak.


“Manis sekali gadis ini.” Batin Ashton.


Setibanya mereka di Stratford, Ashton membangunkan Liona.


“Apa kau ingin ikut aku masuk kedalam atau menunggu di mobil ?” Tanya Ashton dengan lembut.


“Apa kau akan lama berada disana?” Tanya Liona balik.


“Kalau begitu aku akan kembali duluan.” Ucap Liona lagi.


“Jangan, aku tidak akan membiarkan mu menyetir mobil sejauh ini. Aku tidak ingin terjadi apa-apa nantinya. Lebih baik kau tunggu aku selesai saja.” Ucap Ashton.


“Baiklah, aku akan menunggumu selesai.” Ucap Liona.


“Lebih baik kau ikut aku masuk kedalam, karena aku tidak tau seberapa lama aku disana.” Pinta Ashton.


Liona pun menyetujuinya. Mereka masuk kedalam perusahaan itu bersama-sama dan banyak mata yang menyaksikan kedatangan mereka. Pasalnya Bos besar mereka datang dengan seorang wanita cantik, padahal sebelum-sebelumnya dia tidak pernah terlihat bersama wanita.


“Aku akan menunggu diruang tunggu saja, aku tidak enak ikut masuk kedalam.” Ucap Liona.


“Tidak. Kau sebaiknya tunggu diruangan ku saja. Disana ada ruangan pribadiku yang bisa kau pakai untuk beristirahat sambil menunggu ku.” Ucap Ashton.


Ashton mendekati meja resepsionis yang ada didekat mereka berdiri saat ini, kemudian meminta kepada kedua perempuan yang sedang berdiri disitu untuk mengantarkan Liona menuju ruangan nya.


“Baik Tuan.” Ucap kedua wanita itu dengan Hormat.


“Sekalian antarkan makanan apapun itu ke ruangan ku.” Kata Ashton kepada kedua resepsionis itu lagi.


“Aku tinggal dulu, semoga kau tidak bosan menunggu.” Ucap Ashton kepada Liona.


Ashton pun berlalu meninggalkan Liona bersama kedua resepsionis itu, kemudian menuju titik permasalahan cabang perusahaannya saat ini.


“Mari nona kami antar kan ruangan Tuan Ashton.” Ucap salah satu resepsionis itu setelah kepergian bos mereka.


Liona hanya menganggukkan kepalanya dan mengikuti kedua resepsionis itu dari belakang.


Setiba nya mereka diruangan Ashton, beberapa karyawan yang mereka lewati disana dibuat bertanya-tanya siapa gerangan wanita itu. Kenapa dia masuk kedalam ruangan bos mereka, padahal bos mereka sedang tidak ada diruangan nya.


“Nona kami akan menyiapkan makanan untuk anda disini sambil menunggu Tuan Ashton menyelesaikan meeting nya.” Ucap salah satu dari kedua resepsionis itu.


“Baiklah dan terima kasih untuk pelayanan nya.” Ucap Liona sambil tersenyum.


Kedua resepsionis itu pun pergi lalu kemudian datang membawa berbagai macam makanan, mulai dari makanan berat sampai makanan ringan dan minuman kaleng. Liona di buat terheran-heran, pasalnya dia tidak akan sanggup menghabis kan itu semua.


“Kenapa kalian menyediakan banyak sekali makanan, aku tidak akan sanggup menghabiskan makan sebanyak ini.” Ucap Liona.


“Tidak apa-apa nona, kami hanya mengikuti perintah atasan. Kalau begitu kami permisi nona jika ada yang anda butuh kan silahkan hubungi kami.” Ucap resepsionis itu kemudian berlalu meninggalkan ruangan itu.


“Kenapa dia menyuruh ku menunggu disini, padahal aku bisa saja menunggu nya diruang tunggu. Apa karena aku calon istri nya yah sehingga dia memperlakukan aku seperti ini. Apa dia memperlakukan semua wanita seperti ini juga? Sepertinya tidak mungkin, melihat dari pandangan karyawan-karyawan nya tadi terlihat jika dia tidak pernah datang ke sini bersama wanita lain.” Batin Liona.


Liona mengelilingi ruangan itu sambil menunggu Ashton menyelesaikan meeting nya, dia kemudian membuka salah satu pintu yang ada ada didalam ruangan itu dan tampaklah ruang pribadi Ashton didalamnya yaitu tempat istirahat nya jika dia sangat lelah.


Liona masuk kedalam ruangan itu dan melihat-lihat isi didalam nya, namun tidak ada yang membuatnya tertarik sehingga dia memutuskan keluar dari ruangan itu kemudian duduk diatas sofa yang ada didekat meja kerja Ashton.


Saking lama nya menunggu Liona menjadi lapar lalu memakan makanan yang sudah disiapkan tadi untuk nya, tak lama setelah itu matanya terlihat sayu karena mengantuk dan dia memutuskan untuk masuk kedalam ruangan pribadi Ashton dan menenggelamkan dirinya diatas kasur besar diruangan itu.


...


Sinar surya mulai tenggelam digantikan dengan cahaya lampu dari ruangan itu. Tirai-tirai yang terbuka tertutup secara otomatis karena pengaturan sistem yang ada. Kini tinggallah seorang gadis yang masih terlelap dalam mimpi indah nya dan enggan untuk membuka matanya sampai kira-kira waktu menunjukkan pukul 22.45 terlihat seorang laki-laki memasuki ruangan itu dan mengedarkan pandangannya mencari sosok gadis yang ada dalam pikiran nya saat ini.


Merasa bersalah sebab meninggalkan gadis itu terlalu lama. Ketika tidak mendapati apa yang di cari diruangan kerja nya itu, dia kemudian membuka pintu ruangan pribadi nya nampak lah gadis itu dengan selimut yang membungkus dirinya.


Dia berjalan mendekati gadis itu dengan pandangan nya teduh kemudian berkata “Maaf”, hanya kata itu yang mampu dia ucapkan.


Kemudian dia memberanikan diri membangunkan gadis itu, dengan penuh kehati-hatian dia mengguncangkan bahunya dengan lembut agar tidak membuatnya terkejut.


Perlahan mata indahnya terbuka, samar-samar dia melihat sosok laki-laki yang sedang berdiri didekat nya itu. Ada rasa terkejut namun dia langsung menyadari nya jika saat ini dia sedang menemani laki-laki itu untuk mengunjungi cabang perusahaannya.


“Maaf membuat mu begitu lama menunggu.” Ucap Ashton memecah keheningan diruangan itu.


“Sepertinya kau tau jika kau akan sangat lama tadi, sehingga kau menyuruhku menunggu mu diruangan ini. Tapi aku sedikit bersyukur, karena jika tadi aku lebih memilih menunggu mu diruang tunggu, pasti aku sudah menjadi batu.” Ucap Liona menampilkan ekspresi datar nya seolah-olah dia sangat marah terhadap Ashton.


“Aku benar-benar minta maaf Li, aku tidak bermaksud membuat mu menunggu selama ini. Keadaan nya tadi memang sangat darurat.” Ucap Ashton


“Mmmm,,, baiklah aku akan memaafkan mu kali ini.” Ucap Liona kemudian.



Jangan Lupa Berikan Rate 🌟 5 nya, Tekan Like nya, Ketikkan komentar nya, dan Favoritkan ASHTON & LIONA di Cerita mu agar tidak ketinggalan update terbaru.


Terima Kasih


♥️