ASHTON & LIONA

ASHTON & LIONA
Bab 15



Ternyata Single



Selamat Membaca 🤗


...


Pesta terus berlanjut, bahkan Andrew sudah mulai mengeluarkan dua botol Sampanye dari ruangan penyimpanan alkohol, itulah sebabnya mereka selalu berpesta diapartemen itu. Karena ditempat itu lebih parah dari sebuah bar yang menyediakan minuman beralkohol lainnya, dan jika mereka mabuk mereka bisa langsung tertidur disitu tanpa harus memikirkan bagaimana cara nya pulang.



"Jangan bilang kau mau membuat kami mabuk lalu meniduri kami satu persatu." Ucap Leandra sarkastik.


Christian dan Ashton yang sedang meminum minuman mereka tersedak mendengar penuturan Leandra barusan.


“Ash kau tidak apa-apa?” Liona dengan cekatan mengusap belakang Ashton.


“Leandra ini bicara apa sih, sudah tau kita mau berpesta ya jelaslah kita akan minum minuman beralkohol. Dia seperti tidak tau saja.” Jesslyn bergumam dalam hati nya.


“Maaf Nona Leandra, kita disini sedang berpesta bukan beribadah. Jika kau takut menjadi mabuk maka tidak perlu untuk meminum nya. Aku juga tidak akan memaksamu, sampanye ini aku keluarkan untuk orang-orang yang mau meminum nya.” Andrew mendesis lalu meletakkan sampanye tersebut diatas meja dihadapan mereka.


“Dia pikir aku ini laki-laki apaan meniduri wanita yang sedang mabuk, aku tidak serendah ini.” Batin Andrew seraya menatap gadis yang tadi mengatainya.


“Aku akan menghidangkan minuman yang lain untuk kalian para wanita, jadi kalian tidak perlu meminum sampanye nya.” Seru Austin ketika melihat suasana yang mulai berubah.


“Terima kasih Tuan Austin.” Jawab Jocelyn menanggapi perkataan laki-laki yang menjadi incarannya tersebut.


“Tidak perlu terlalu formal seperti itu, panggil saja aku Austin.” Austin tersenyum kepada gadis itu lalu beranjak pergi mengambil minuman yang tidak mengandung alkohol.


“Silahkan nikmati apa yang kalian ingin nikmati, jika ingin meminum sampanye juga tidak apa-apa tapi jangan melebihi batas. Kita juga tidak bisa mengontrol diri jika sudah mabuk, mari kita berpesta sewajarnya. Kami menyetujui kehadiran kalian untuk bergabung bersama kami bukan ada maksud lain, kami hanya ingin berkenalan dengan kalian.” Christian menunjukkan sisi lain dari dirinya malam ini dihadapan sahabat-sahabatnya.


“Bijak sekali laki-laki ini.” Batin Jesslyn seraya melirik Christian diam-diam.


Leandra seketika menjadi tidak enak karena sudah berbicara seperti itu tadi, padahal niat nya menghilangkan kecanggungan antara dirinya dan Andrew sebab laki-laki itu menatapnya lain sekali sejak dia selesai memperkenalkan dirinya tadi, kenapa malah jadi kacau seperti ini.


“Maaf Tuan, aku tidak bermaksud berbicara seperti itu tadi.” Ucap Leandra kepada laki-laki yang sedang duduk diseberang nya itu.


“Tidak masalah, aku juga tidak terlalu memikirkan nya. Jadi santai saja, silahkan nikmati pesta ini.” Sahut Andrew sembari melemparkan senyuman nya kepada Leandra.


“Ash apa aku boleh mencicipi sampanye nya?” Tanya Liona berbisik kepada laki-laki disamping itu.


Ashton memelototkan matanya sebagai penolakan, Liona langsung memasang wajah cemberutnya.


“Kenapa kau boleh meminum nya sedangkan aku tidak boleh?” Cetus Liona kesal.


“Tentu saja tidak boleh, nanti kalau kita berdua sama-sama mabuk bagaimana? Apa kau mau terjadi hal yang tidak-tidak?” Seru Ashton memperingati calon istrinya itu.


“Ash minuman seperti itu sudah pernah aku nikmati bersama ketiga sahabat ku itu, hanya karena meminum 1 gelas saja tidak akan membuat aku mabuk.” Bisik Liona.


“Kau,.! Awas saja jika kau berani minum bersama orang lain apalagi laki-laki. Lalu untuk apa kau tadi meminta izin kepadaku jika ternyata kau sendiri sudah pernah mencicipinya.” Ashton mencebikkan bibirnya setelah tau jika Liona sudah pernah menikmati minuman alkohol.


“Ash aku disini tidak sendiri, ada dirimu sebagai calon suami ku. Aku ingin segala yang aku lakukan sekarang harus disetujui oleh mu. Jika aku tadi masih single seperti ketiga sahabat ku itu, aku tidak akan meminta persetujuan mu. Lagian alkohol menjadi tujuan terakhir kami jika sedang merayakan hal-hal yang berkesan bagi kami dan itu pun kami lakukan tidak sampai membuat kami mabuk.” Jelas Liona meyakinkan Ashton.


“Aku akan mengizinkan mu kali ini untuk menikmati satu gelas sampanye, tapi itu ku lakukan agar kau tidak merasa terkekang didekat ku. Tapi bukan berarti aku akan mengizinkan mu secara terus menerus.” Seru Ashton seraya mengambilkan satu gelas sampanye untuk Liona.


“Terimakasih sayang.” Sahut Liona sambil bergelayut manja di lengan Ashton.


Kerlingan mata Ashton menatap gadis disamping nya itu dengan tatapan sayang, dia tidak menyangka jika segelas sampanye mampu membuat bibir calon istri nya tersebut mengeluarkan kata sayang, padahal selama ini Ashton yang selalu memanggil nya dengan sebutan sayang.


“Apa aku harus memberikan mu sampanye setiap hari untuk mendengarkan panggilan itu keluar dari bibir mu ini.” Ashton menunjuk bibir Liona dengan bibirnya, wajah mereka sangat dekat sekarang.


Liona reflek menarik kepalanya menjauh dari wajah Ashton, namun lengan mereka masih bergelayut satu sama lain.


“Kenapa laki-laki ini mulai kelihatan belang nya.” Batin Liona seraya menaikkan sebelah alisnya.


“Hei jangan mengatai ku dalam hati mu.” Seru Ashton, dia tau jika Liona sedang membicarakan dirinya.


Kening Liona berkerut dalam diikuti dengan mulutnya yang terbuka, shock karena ini sudah yang kedua kalinya Ashton mendapati dirinya sedang membicarakan laki-laki itu dalam hatinya.


Liona tersenyum renyah seraya menampakkan gigi putihnya yang tersusun rapi setelah Ashton menegurnya tadi, tangan satu nya terangkat pelan meneguk segelas sampanye yang diberikan oleh Ashton tadi. Ia meneguk nya sedikit sekali, bahkan mungkin hanya setetes jika ia meminum dari botolnya.


“Kenapa kau meminum nya sedikit sekali?” Tanya Ashton menelisik.


Ashton menarik nafasnya dalam-dalam melihat kelakuan calon istri itu.


“Aku tidak mau kesehatan mu terganggu jika terlalu banyak mengkonsumsi alkohol, itulah sebabnya aku akan melarang mu mulai sekarang.” Ucap Ashton, tangan nya terangkat mulai membelai rambut Liona.


“Jadi bagaimana dengan dirimu? Apa kesehatan mu tidak penting?” Tanya Liona sarkastik.


“Tentu saja penting, aku ingin hidup lebih lama lagi agar bisa membahagiakan dirimu. Aku tidak selalu minum minuman beralkohol. Alasan ku sama seperti yang kau ucapkan tadi.” Jawab Ashton.


“Hei disini bukan hanya kalian berdua, tolong hargai kami juga. Kami bukan patung yang harus melihat keromantisan kalian.” Sahut Austin yang memang sudah jengah melihat kedua orang yang duduk persis didepan nya itu.


“Tuan Austin, aku membawakan tiga wanita cantik malam ini. Apakah tidak ada satu diantara mereka yang membuat mu tertarik?” Tanya Liona seraya membawakan pandangan nya kepada ketiga sahabatnya tersebut.


“Jadi kau sengaja mengajak kami kesini untuk dikenalkan dengan sahabat dari calon suami mu itu? Aku juga sempat berpikir tadi, apa ini ajang pencarian jodoh kenapa waktu nya pas sekali. Ada tiga laki-laki dan tiga wanita seolah-olah memang sudah direncakan.” Sahut Jesslyn dari tempat duduk nya.


“Jangan salah paham, semuanya itu takdir.” Liona tertawa setelah mengucapkan kata-katanya.


“Apa nya yang lucu?” Tanya Jocelyn ketika melihat sahabat nya itu tertawa bahagia sekali.


“Tidak ada yang lucu, tapi ini memang takdir. Ashton mempunyai tiga sahabat dan aku juga mempunyai tiga sahabat. Secara tidak langsung kita berkumpul ditempat ini, untuk menjodohkan kalian. Tidak usah terlalu jual mahal nanti tidak ada yang mau sama kalian bertiga, dan aku juga tau kalau kalian masih single.” Jawab Liona lalu kemudian ia tertawa lagi.


Ketiga sahabat nya malu setengah mati setelah Liona mengungkap kan jati diri mereka, memang benar apa yang diucapkan oleh Liona jika mereka bertiga adalah wanita single. Tapi bukan berarti tidak ada laki-laki yang mendekati mereka, hanya saja mereka ingin laki-laki yang benar-benar tulus mencintai mereka dan tentunya laki-laki pekerja keras. Mereka tidak suka laki-laki yang pemalas dan tau nya hanya memoroti uang dari diri mereka atau pun keluarga mereka.


“Ternyata dia single, seperti nya aku punya kesempatan untuk mendekatinya.”


“Kenapa wanita secantik ini bisa single, apa dia terlalu pemilih dalam mencari pasangan.”


“Jika memang kita berjodoh, pasti akan ada jalan nya untuk kita selalu bersama.”


Begitulah gumam ketiga laki-laki itu dalam hati mereka. Hanya berani berkata dalam hati, tidak berani di ungkapkan secara langsung. Memang sih kelihatan nya akan sangat memalukan jika baru bertemu langsung mengatakan jika aku mencintai mu, tapi biarkan lah dulu orang-orang menganggap kami pengecut, tapi tunggu sebentar lagi kami akan membuat mu menjadi satu-satunya wanita di hati ini.


“Hei kau bahkan dengan Ashton hanyalah pasangan hasil perjodohan, jika tidak dijodohkan kau juga akan berakhir menjadi wanita single seperti kami.” Seru Leandra dari tempat duduknya, protes karena Liona mengatai dirinya single.


Semua yang ada diruangan itu tertawa mendengarkan perkataan Leandra, tapi dia juga tidak dapat berbohong jika Ashton dan Liona terlihat sangat serasi.


Ada perasaan iri ketika melihat Liona yang sangat beruntung dalam hidupnya, terlahir dari keluarga yang kaya raya, kedua orang tua yang sangat menyayangi nya, dua kakak nya yang sangat memperhatikan dirinya, pintar, berperilaku baik dan juga lemah lembut, ditambah lagi sosok Ashton yang disandingkan dengan dirinya, siapa pun pasti mendambakan kehidupan seperti Liona.


Namun sesaat dia tersadar dan menepis jauh-jauh pikiran negatif nya tersebut, sejauh ini Liona sudah sangat baik terhadapnya dan selalu ada untuk dirinya bahkan ketika kedua orang tuanya meninggal. Liona bersama kedua sahabatnya itu selalu ada dan memberikan dukungan terhadap dirinya.


Tak cukup sampai disitu, perusahaan keluarga Liona menjadi klien dengan jumlah investasi terbesar diperusahaan orang tua Leandra, semuanya berkat kebaikan dari keluarga Liona. Itulah sebabnya Leandra tidak akan pernah bisa membalas kebaikan dari sahabat nya itu. Hanya kata terima kasih yang bisa dia ucapkan.


“Kalau begitu apa kau mau dijodohkan dengan ku?” Tanya Andrew to the point, pertanyaan itu terlepas begitu saja dari mulutnya.


“Kau bahkan baru mengenal ku malam ini, dan sudah bertanya seperti itu.” Leandra mendesis setelah mendengarkan pertanyaan Andrew.


Austin dan Christian menertawakan sahabat nya itu, yang terlihat sangat konyol.


“Setidaknya aku sudah berani mengatakan nya, tidak seperti mereka berdua yang hanya bisa berkata dalam hati.” Sahut Andrew seraya membawa pandangan nya kepada kedua sahabat nya yang sedang menertawakannya.


Kedua orang itu seketika diam, pasalnya memang benar jika mereka hanya berani bergumam dalam hatinya.


“Lihat lah mereka menjadi diam setelah aku berkata seperti itu, karena apa yang aku ucapkan memang benar.” Ucap Andrew kemudian.


“Kurang ajar sekali mulut anak ini.” Guman Austin dan Christian didalam hati.


“Hei kenapa malah berbicara tentang jodoh, kita disini untuk berpesta bersama Liona dan Ashton yang sebentar lagi akan melepaskan masa lajang nya. Mari kita nikmati momen ini, dan sambil mencari siapa yang selanjut nya akan melepaskan masa lajang nya.” Sahut Jocelyn seraya tertawa renyah.


Mereka pun tertawa dan membenarkan ucapan Jocelyn tersebut.


“Mari kita berpesta dan lupakan yang terjadi, jadikan malam ini malam yang tidak akan kita lupakan.” Sahut Christian kemudian.


Leandra mengambil sampanye tersebut dan menuangkan di gelasnya, dia akan menikmati malam ini bersama sahabat-sahabatnya.



Ketika melihat Leandra tanpa ragu menuangkan minuman itu kedalam gelasnya, jiwa Jocelyn dan Jesslyn tertantang untuk melakukan hal yang sama dan akhirnya mereka menikmati minuman beralkohol itu bersama-sama secara terus menerus.


Jangan Lupa Berikan Rate 🌟 5 nya, Tekan Like nya, Ketikkan komentar nya, dan Favoritkan ASHTON & LIONA di Cerita mu agar tidak ketinggalan update terbaru.


Terima Kasih


♥️