ASHTON & LIONA

ASHTON & LIONA
Bab 36




Selamat Membaca 🤗


. . .


Keesokkan harinya tepat pukul 04.00 subuh, dering ponsel yang begitu menyayat di pendengaran membangunkan Ashton dari tidur pulas nya.


“Akkhhh,.?!” Hardik Ashton, “Siapa yang pagi-pagi begini menelepon ku.” Geram laki-laki itu, lalu dengan cepat ia menggapai ponsel nya yang tergeletak di atas nakas samping ranjang nya agar tidak membangunkan sang istri.


Digesernya tombol hijau yang kian bergerak meminta jawaban disana ketika pengelihatan nya berhasil membaca nama yang tertera didalam ponsel tersebut. Mata nya membulat penuh mendengar kabar dari sahabat nya diseberang yang mengatakan bahwa perusahaannya sedang tidak baik-baik saja.


Tak pikir panjang Ashton segera bersiap-siap menggunakan pakaian nya, setelah selesai bersiap ia lalu mengumpulkan dan mengemasi barang-barang nya beserta sang istri. Terdengar gerutuan dari bibir Ashton, marah? Tentu saja. Kenapa masalah seperti itu datang disaat dia sedang bulan madu dengan istrinya.


Diatas ranjang Liona masih tertidur dengan sangat pulas. Capek? Tentu saja. Ashton menggempur nya tiada ampun sehingga setiap gerutuan yang keluar dari bibir Ashton tidak mampu membangunkan wanita itu.


Selesai mengemasi barang-barang mereka Ashton berdiri ditepi ranjang tempat dimana istrinya sedang tertidur saat ini, merasa tidak tega untuk membangunkan wanita tersebut.


“Maaf sayang, hari ini kita harus kembali ke London.” Gumam Ashton pada dirinya sendiri karena istrinya masih tertidur pulas.


Setelah cukup puas memperhatikan istrinya yang masih tertidur, Ashton melangkah mengambil pakaian yang sudah dia siap kan tadi untuk istrinya itu lalu memakaikan nya ditubuh Liona. Sesekali Ashton terlihat memberikan ciuman di bibir dan kening istrinya yang masih tertidur itu.


Anehnya Liona sama sekali tidak merasa terganggu dengan pergerakan yang dilakukan oleh Ashton ditubuhnya, wanita itu malah terlihat menikmatinya dan membuat nya semakin pulas tertidur. Bagaimana tidak Ashton melakukan nya dengan begitu lembut agar Liona tidak terbangun, Ashton menggelengkan kepala nya seraya tersenyum melihat istrinya yang tak kunjung juga membuka matanya.


Pada awalnya Ashton berniat agar bulan madu mereka dilakukan selama sebulan mengingat jika dia juga harus berkerja keras membuat Liona agar cepat hamil supaya mereka bisa tinggal sendiri tapi ternyata malah berantakan seperti ini, dia berjanji akan membuat siapa saja yang sudah mengacaukan bulan madu nya hidup sengsara bahkan kehilangan apa yang di milikinya. Begitulah janji Ashton dalam hatinya setelah selesai mengenakan pakaian ditubuh Liona.


* * *


Kini Ashton dan Liona telah tiba di London setelah melewati penerbangan selama 15 jam lamanya, saat ini mereka sedang menunggu jemputan di luar bandara.


Liona awalnya kaget saat menyadari dirinya sedang berada didalam pesawat dan menggunakan pakaian yang sama pula dengan suaminya, namun saat mendapatkan penjelasan dari Ashton dia pun akhirnya mengerti.


Liona terlihat masih mengantuk padahal dirinya sudah tidur dari belasan jam yang lalu tapi rasanya matanya itu selalu ingin terpejam, Ashton dengan penuh cinta mencium kening Liona dan membawa nya kedalam pelukannya.




Wajah Liona itu terlihat begitu menggemaskan dimata Ashton ditambah lagi muka khas baru bangun tidur nya, kepulangan mereka yang sangat tiba-tiba mengharuskan nya menunggu beberapa saat sampai Paman Joshua yang notabenenya adalah supir pribadi keluarga Ashton datang menjemput mereka berdua di bandara.


Ashton bukan lah tipikal orang yang suka menunggu namun keadaan mengharuskan dia melakukan nya dan juga ada satu masalah dari diri Ashton, yaitu dia tidak bisa menggunakan jasa taksi online karena takut jika ada penyakit menular yang tertinggal didalam taksi tersebut. Liona hanya bisa memaklumi keadaan suami nya itu jika tidak mereka sudah tiba di rumah sejak dari tadi.


Itulah sebabnya Ashton semasa hidupnya tidak pernah menggunakan jasa-jasa online seperti orang-orang pada umumnya. Ya, untung saja dia terlahir dari keluarga yang kaya sehingga tidak ada masalah nya jika dia hidup seperti itu.


Ketika Paman Joshua telah tiba ia langsung mengangkut barang-barang majikan nya itu dan memasukkan nya kedalam mobil lalu mereka segera meninggalkan bandara untuk pulang kerumah.


* * *


Lucy terlihat sedang menunggu kepulangan anak dan menantu nya tersebut di luar rumah, beberapa pertanyaan sudah dia siapkan untuk ditanyakan kepada mereka berdua.


Tak lama mobil yang membawa Ashton dan Liona terlihat memasuki halaman rumah yang begitu luas itu, hingga akhirnya berhenti didepan tempat Lucy sedang berdiri saat ini.


Ashton turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Liona wajah istrinya itu terlihat cemberut sejak tadi.


“Sayang jangan gitu dong muka nya,” Gumam Ashton seraya membantu Liona keluar dari dalam mobil.


Namun Liona tidak menjawab, dan langsung menghampiri Lucy yang sedang menunggu kedatangan mereka.


“Mommy,.?!” Panggil Liona manja seraya memeluk tubuh wanita paruh baya itu.


“Kenapa kalian pulang cepat sekali, sudah puas bulan madu nya?” Sambar Lucy masih dengan posisi memeluk tubuh Liona.


Ashton yang mendengar penuturan Mommy nya, memutar bola matanya malas.


“Jika bukan karena urusan mendesak, siapa juga yang mau pulang.” Gumam Ashton dalam hatinya.


Sementara Liona dia sangat malu mendengar perkataan mertua nya itu dan tidak berani melihat wajah nya.


“Sayang aku harus pergi sekarang, kau jangan lupa makan ya habis ini.” Perkataan Ashton terdengar seperti perintah ditelinga Liona dan dia menganggukkan kepalanya mengiyakan perkataan suaminya itu. Cup.....Ashton mencium puncak kepala istrinya.


“Ash kau baru saja tiba dirumah, sekarang sudah mau pergi lagi.” Hardik Lucy.


"Mom ini sangat darurat." Ujar Ashton.


"Iya tapi kau kan baru saja tiba, istirahat dulu atau makan dulu." Kata Lucy mengingatkan.


Ashton tidak menggubris perkataan Mommy nya dan bergegas menuju ke apartemen sahabat nya dengan diantarkan oleh Paman Joshua.


“Sayang kamu mandi dulu ya, habis itu makan.” Ujar Lucy ketika mobil yang membawa Ashton sudah tidak terlihat lagi dihadapan mereka.


“Iya Mom.” Balas Liona seraya mereka masuk kedalam rumah.


Liona melangkahkan kaki nya menuju kamarnya dengan Ashton di lantai dua, wanita itu hendak membersihkan tubuhnya mengikuti saran dari mertuanya itu tadi.


Ketika sudah selesai membersihkan tubuh dan berbenah diri, Liona langsung turun kebawah untuk mengisi perut nya yang sudah keroncongan. Bagaimana tidak, dia dan Ashton sama sekali belum makan sejak pagi tadi.


Dimeja makan ternyata ada Cammeron yang sedang mencoba-coba membuat dalgona. Liona menghampiri adik bungsu suaminya itu.


“Sedang apa kak?” Tanya Liona penasaran.


“Ehh, kau sudah pulang Li? Dimana Kakak?” Cammeron terkejut melihat Liona yang sudah berdiri disampingnya.


“Barusan kami pulang, Ashton tadi langsung pergi setiba nya kami dirumah.” Jawab Liona santai seraya masih memperhatikan apa yang sedang dilakukan oleh kakak ipar nya itu.


“Kau belum menjawab pertanyaan ku tadi kak!” Seru Liona lagi.


“Ooohh aku sedang membuat dalgona, susah sekali rasanya.” Jawab Cammeron.


“Dia sudah dari tadi membuat nya, tapi tidak ada satu pun yang bisa di makan.” Sahut Jackson yang ketika sudah tiba diruang makan.


Liona menundukkan kepala nya sebagai bentuk hormat ketika melihat kakak iparnya yang satu juga berada disana.


“Kenapa kalian pulang cepat sekali?” Tanya Jackson yang kini bergabung dengan Liona dan Cammeron di meja makan.


“Perusahaan Ashton sedang mengalami masalah, itulah sebabnya kami pulang cepat.” Jawab Liona dengan wajah cemberut.


Jackson terkekeh mendengar jawaban Liona, dan itu membuat Liona bertanya-tanya kenapa laki-laki tersebut merespon seperti itu.


“Pasti masalah nya sangat berat, makanya dia sampai-sampai mengorbankan bulan madu kalian.” Ujar Jackson.


“Maksud Kakak?” Kejar Liona dengan pertanyaan nya.


“Iya, yang aku tau Kak Ashton mempunya tiga sahabat di sisinya. Mereka bukan sembarang orang skill mereka di dunia kerja apalagi bisnis jangan ditanyakan lagi. Bisa dikatakan jika saat ini mereka bertiga tidak bisa menangani nya lagi, makanya Kak Ashton sampai turun tangan.” Jelas Jackson panjang lebar.


“Bukan hanya itu, ternyata mereka bertiga juga punya peran penting di perusahaan itu. Aku saja yang adik nya tidak di hiraukan nya seperti ini.” Gerutu Cammeron tidak terima.


“Hahaha kau tau kan kalau Kakak tidak mungkin merekrut sembarang orang. Apa jadi nya jika dia memperkerjakan orang seperti mu. Lebih baik kau fokus untuk melanjutkan S2 mu dulu.” Ucap Jackson lagi.


“Kakak mau melanjutkan S2?" Liona melempar pertanyaan kepada Cammeron ketika mendengar percakapan dua laki-laki itu tadi.


“Iya, aku tidak mau hidup begini-begini saja. Aku harus bisa berkembang seperti kedua kakak ku itu.” Sindir Cammeron.


“Aku juga akan melanjutkan S2 Kak. Kakak mau melanjutkan di kampus mana?” Tanya Liona lagi.


“Yang jelas masih London, untuk tempat nya masih belum jelas.” Balas Cammeron.


Sampai pada saat pelayan datang menyiapkan makanan di atas meja makan dalgona yang dikerjakan oleh Cammeron tak kunjung membuahkan hasil dan dia memilih untuk menyudahi aktivitasnya tersebut.


Sementara Freed dan Lucy terlihat sedang menuju meja makan untuk menikmati makan malam bersama anak dan menantunya.


Lucy sempat berpikir apakah mereka sudah melakukan hubungan suami istri atau belum pikirnya.


Tak ingin ditanya-tanya lebih dalam lagi Liona segera menyelesaikan makan malam nya dan pamit untuk segera beristirahat di kamarnya nya.


* * *


Di apartemen Ashton dan ketiga sahabat nya sedang membicarakan masalah perusahaan. Untungnya kedatangan Ashton yang tepat waktu mampu menyelamatkan perusahaan nya meskipun tanpa perusahaan tersebut Ashton masih bisa makan menggunakan sendok emas, tapi dia tidak ingin apa yang sudah dia bangun selama bertahun-tahun musnah begitu saja.


"Kenapa kalian tidak memberitahuku dari sebelumnya?!" Kata Ashton ketika mereka telah usai membahas pekerjaan.


"Kemaren aku sudah menelepon mu, ketika aku hendak memberitahu mu kau langsung memutuskan panggilan itu." Jawab Austin membela diri.


"Kenapa kau tidak mengirimkan pesan? atau email?" Ashton mencoba menghindar dari Austin yang mencoba menyalahkan dirinya.


Austin tak dapat lagi menjawab dan memilih diam mengusap tengkuknya yang merasa dingin.


"Bagaimana bulan madu mu?" Christian mencoba menggoda sahabat nya itu.


"Tentu saja berantakan karena ulah kalian." Balas Ashton.


"Kenapa malah kami yang disalahkan." Tutur Austin tidak terima.


"Karena jika kalian bisa menghadapi masalah sepele ini, aku tidak perlu pulang secepat ini." Jawab Ashton.


"Iya itu sepele bagimu, tapi bagi kami bertiga tidak. Salah sedikit saja bertindak maka siap-siap perusahaan mu melayang." Ujar Austin.


"Bagi ku ini sepele, kau saja yang melebih-lebihkan nya." Timpal Andrew yang sejak tadi diam.


"Bukan nya kau yang menghubungi Ashton tadi pagi." Kata Austin.


Deg....... Perkataan itu mampu membungkam mulut Andrew yang kata nya itu adalah masalah sepele tapi kenyataannya dia lah yang menghubungi Ashton dan meminta sahabat nya itu untuk kembali ke London.


"Intinya besok aku tidak mau tau, perusahaan Jerman harus menerima konsekuensinya karena sudah bermain-main dengan ku. Dulu mereka mengirimkan utusannya untuk bertemu dengan ku, sekarang setelah aku berbaik hati menerima kerjasama dari mereka, mereka malah ingin bermain-main seperti ini dan juga aku ingin orang yang membuat onar di Stanford segera ditemukan." Jelas Ashton lalu dia pamit untuk segera pulang kerumah.


Kasihan jika Istri nya dia tinggal lama-lama pikirnya. Padahal dirumah itu ada anggota keluarga nya juga dan tidak mungkin Liona akan kesepian disana, namun hal itu hanya akal-akalan nya saja supaya bisa segera bertemu dengan istrinya.


* * *


"Sudah pulang!?" Sapa Liona ketika melihat suaminya memasuki kamar tidur mereka.


"Sayang, kau belum tidur?" Tanya Ashton balik.


"Aku menunggumu." Kata Liona dan membawa langkah nya mendekati Ashton lalu merangkul tubuh suaminya kedalam pelukannya.


Ashton tersenyum melihat tingkah istri nya.


"Kau merindukanku?,


"Aku hanya menunggu mu, wajar kan jika istri menunggu suaminya pulang,


"Yakin kau tidak merindukan ku?


"Tentu saja tidak, kita baru berpisah beberapa jam yang lalu. Masa sudah rindu,


"Ya sudah kalau begitu, aku mau mandi dulu." Ujar Ashton dan meninggalkan Liona yang berdiri memperhatikan nya masuk kedalam kamar mandi.


Liona mencebikan bibirnya melihat Ashton tidak peka seperti itu.


"Masa aku harus bilang jika aku merindukan nya." Gumam Liona dalam hatinya. "Dasar tidak peka." Batin Liona lagi.


Sambil menunggu Ashton keluar dari kamar mandi, Liona menyiapkan pakaian untuk suaminya itu. Ketika sudah selesai menyiapkan pakaian nya, Liona kembali ke atas tempat tidur.


"Sayang kenapa lama sekali kau mandi?" Teriak Liona dari atas kasur.


Ashton tertawa mendengar Liona teriak, dia sengaja berlama-lama didalam kamar mandi ingin melihat bagaimana respon istrinya itu.


"Iya sayang sebentar lagi." Jawab Ashton.


Tak lama Ashton keluar dengan mengenakan handuk sebatas pinggang nya, Liona mendekati suaminya itu lalu dicubit roti sobek milik suaminya itu.


Ashton meringis kesakitan...


"Kenapa lama-lama di kamar mandi?" Tanya Liona sambil berkacak pinggang.


"Aduhh sayang sakit, lepasin dong. Sakittt..." Balas Ashton dengan suara yang lumayan nyaring.


Tanpa mereka sadari diluar kamar ada Cammeron yang sedang melintas hendak masuk kedalam kamarnya,


"Astagaaa, itu kan suara Kakak." Cammeron menutup mulutnya tidak percaya dengan apa yang barusan dia dengar.


"Aku tidak menyangka Liona seperti itu." Gumam Cammeron lalu dia tertawa cekikikan dan masuk kedalam kamarnya, sebelum pendengaran nya ternodai lebih banyak lagi pikirnya. Padahal kenyataannya bukan lah seperti itu.


Ketika Ashton sudah selesai mengenakan pakaian nya dia berkata kepada Liona, "sayang aku mau makan."


"Ya sudah ayo aku temani." Jawab Liona dan beranjak dari atas kasurnya. Lalu mereka berdua turun bersama-sama menuju ruang makan.


Disana Liona menyuruh pelayan dirumah tersebut untuk menyiapkan makanan untuk suaminya, dia masih sangat lelah untuk melakukan itu semua. Namun dia berjanji besok-besok dia akan melakukan semuanya sendirian.


Sehabis makan malam mereka berdua kembali ke kamar untuk istirahat. Ketika sudah berada di atas tempat tidur Ashton menyalakan laptop nya sebentar untuk melihat email dan pasar saham disana.




Liona ikut memperhatikan apa yang suami nya lihat didalam layar tersebut namun tubuh nya yang masih terasa begitu lelah tidak cukup untuk mengerti apa yang sedang di perhatikan oleh suaminya itu dan dia memutuskan untuk memainkan ponsel nya menunggu sampai suaminya selesai dengan pekerjaan nya.


Ashton yang tak kunjung selesai memperhatikan layar persegi empat itu, membuat Liona menyerah dan memutuskan kan untuk tidur terlebih dahulu.


kira-kira setengah jam setelah Liona tertidur Ashton menyudahi aktivitas malam nya dan ikut beristirahat bersama sang istri.


Ashton menggulung baju Liona ke atas, Liona yang merasa jika tidur nya terganggu mencoba membuka matanya.


"Mau apa?" Tanya Liona ketika melihat Ashton dengan telaten mengangkat pakaian nya keatas.


Ashton tersenyum malu karena kedapatan oleh istrinya mencoba mengangkat pakaian istrinya itu.


"Mau minum susu." Jawab Ashton dengan polos nya lalu dia memasukkan kepala nya didalam baju istri nya itu dan menghisap puncak payudara Liona dengan lembut.


Liona mencoba mendorong kepala Ashton keluar dari balik pakaian nya namun tidak ada perubahan yang terjadi, Ashton malah menggigit ketika Liona mencoba mendorong kepalanya. Akhirnya Liona mengalah dan membiarkan Ashton menghisap puncak payudaranya.


"Suami mau minum susu itu tidak boleh dilarang." Ujar Ashton dari balik baju Liona lalu melanjutkan kegiatan nya.


Liona tidak menggubris dan malah memeluk kepala Ashton yang sedang berada di depan dadanya. Ashton tersenyum karena Liona bisa di ajak kerjasama.


Jadilah semalaman itu Ashton menyusui layak nya seorang bayi kepada Liona.


"Aku akan melakukan nya setiap malam." Batin Ashton.


Hingga Ashton pun ikut tertidur juga bersama istrinya namun mulut nya tak hentinya menghisap benda kenyal itu.


Jangan Lupa Berikan Rate 🌟 5 nya, Tekan Like nya, Ketikkan komentar nya, dan Favoritkan ASHTON & LIONA di Cerita mu agar tidak ketinggalan update terbaru.


Terima Kasih


♥️