
...Selamat Membaca 🤗...
...• • • • •...
Pagi harinya Liona berangkat ke kampus bersama Cammeron, karena dia tidak mau wanita yang kemaren menjambak rambutnya bertemu dengan suaminya lagi.
Setelah terjadi keheningan yang cukup panjang, tiba-tiba Cammeron membuka suaranya, “Li aku minta maaf soal yang kemaren,
“Yang kemaren? Soal apa kak?” Liona mulai bingung dengan arah pembicaraan itu.
“Soal wanita yang kemaren menjambak rambutmu,
Tiba-tiba Liona kembali teringat percakapan antar suami dengan kedua adik nya itu tadi malam, “Kenapa Kak Cammeron yang meminta maaf? Memang kakak kenal sama wanita itu?” Liona berpura-pura tidak tau.
“Sebenarnya aku malas membahas wanita ini, tapi karena dia sudah berani berbuat sejauh ini, ya aku akan memberitahumu. Cammeron pun akhirnya menjelaskan siapa wanita yang selalu mengganggunya itu. Liona hanya ngangguk mengerti apa yang diucapkan oleh Cammeron.
Setibanya di kampus Cammeron segera mencari keberadaan wanita yang dia sendiri pun tidak tau namanya siapa, sekarang yang dia inginkan hanyalah memberi peringatan kepada wanita itu karena sudah berani mengusik keluarganya.
“Tidak-tidak, semalam Kakak sudah memberitahuku jika aku harus memperlakukan sesama dengan baik. Bisa saja nanti dia akan semakin menjadi-jadi kalau aku berbuat kasar kepadanya.” Cammeron akhirnya mengurungkan niatnya untuk bertindak kasar kepada wanita itu.
...• • • • •...
Ketika Cammeron telah berhasil menemukan keberadaan wanita yang dia cari-cari sedari tadi, tak menunggu waktu lama langsung saja dirinya menghampiri wanita itu.
“Bisa kita bicara sebentar ?” Cammeron tetap menjaga sikap nya sesuai dengan nasehat dari kakak nya tadi malam.
“Ada angin apa tiba-tiba kau ingin berbicara kepada ku?” Jawab nya ketus.
“Bisa kita berbicara ditempat lain?” Tawar Cammeron karena wanita itu dikelilingi teman-teman wanita nya yang lain.
“Jika kau ingin bicara ya bicara saja.
“Ya ampun, kenapa wanita ini sangat menyebalkan.” Gumam Cammeron dalam hati.
“Aku hanya ingin berbicara berdua dengan mu, disini terlalu ramai.” Ujar nya kemudian.
“Ciihh disaat aku ingin berdua dengan mu kemarin kau kemana saja? Sekarang setelah aku tidak lagi menyukai mu tiba-tiba kau datang dan memohon kepadaku. Apa kau sekarang sudah jatuh cinta dengan ku?” Ujar wanita itu dengan berlagak sombong.
“Astaga siapa juga yang menyukai wanita pecicilan seperti mu.” Batin Cammeron lagi.
“Mungkin kita bisa berbicara lain kali.” Akhirnya Cammeron pergi meninggal wanita itu, “Sakit memang wanita itu. Dasar aneh.” Umpat Cammeron lalu segera masuk kedalam kelas untuk mengikuti perkuliahan nya.
...• • • • •...
Disisi lain terlihat Ashton sedang berbincang dengan ketiga sahabatnya, mereka terlihat sangat serius membahas sesuatu.
“Jadi kau ingin kejutan yang seperti apa Ashton.” Austin sangat gemas terhadap atasan nya yang cerewet itu.
“Intinya yang sangat luar biasa.” Jawab Ashton enteng.
“Iya yang sangat luar biasanya itu yang seperti apa, dari tadi kami disini sudah memberi ide kepada mu, tapi tidak ada satu pun yang kau mau.” Omel Christian mulai jengah.
Pasalnya dari tadi mereka hanya membahas kejutan apa yang cocok Ashton berikan kepada istrinya tersebut di villa pinggir pantai nantinya. Bahkan jam makan siang pun hampir tiba tapi pembahasan itu tidak kunjung usai.
Padahal Liona sedang tidak akan berulang tahun tapi kenapa Ashton ingin membuat kejutan semeriah itu pikir ketiga sahabat nya.
Tak lama terdengar bunyi ketukan pintu dari luar yang membuat perdebatan mereka terhenti sejenak.
Pintu ruangan itu pun mulai terbuka dan terlihat seorang wanita yang tak lain adalah Liona baru saja tiba disana.
Senyuman manis terpancar dari wajah nya menyapa setiap orang yang berada diruangan tersebut, mata laki-laki yang ada didalam seolah tersihir menatap istri dari sahabat mereka itu yang di nilai selalu terlihat cantik setiap waktu.
“Apa yang kalian perhatikan?” Ashton sedikit kesal melihat cara pandang ketiga sahabat nya itu kepada istrinya.
“Jangan ambil kesempatan ya.” Ujar nya lagi.
Ashton kemudian berdiri dan menghampiri Liona, “Sudah selesai kuliah ?” Tanya nya.
“Sudah, makanya aku kesini.” Jawab Liona.
“Kau sudah makan? Ayo kita makan dulu.” Ashton langsung mengajak Liona untuk makan siang karena memang waktu sudah menunjukkan waktunya makan siang dan dia tau betul jika Liona juga belum makan siang karena mereka memang selalu makan bersama-sama.
Liona menganggukkan kepala mengiyakan ajakan suaminya itu.
“Ayo, ayo! Ayo kita makan siang.” Austin sengaja mengeraskan suaranya agar didengar oleh Liona.
“Dari tadi kami mendengarkan ocehan mu, sekarang kau langsung mau pergi saja. Teman tidak ada sopan santun.” Gumam Austin dalam hatinya merutuki sikap Ashton.
“Siapa yang mau mengajak mu. Kalau mau makan ya makan saja sendiri.” Ucap Ashton dan hal itu sukses membuat Austin yang semula nya sudah berdiri dari tempat duduk nya terpaksa mendaratkan kembali pantat nya di sofa empuk tersebut. Kesal tentu saja dia kesal!
“Maafkan suami ku ya, Austin, Christian, Andrew, dia terkadang memang sangat menyebalkan tapi aslinya dia sangat baik. Ayo kita makan bersama, aku akan mentraktir kalian makan sepuasnya.” Kata Liona dengan wajah tersenyum sumringah.
“Sayang aku bekerja siang malam untuk memberimu makan, bukan malah mentraktir mereka. Meskipun mereka tidak bekerja selama satu tahun mereka masih bisa hidup mewah dengan gaji yang aku berikan kepada mereka. Jadi jangan traktir mereka, oke!!!!.” Tolak Ashton.
“Aku tidak memakai uang mu untuk mentraktir mereka sayang, aku pakai uang ku sendiri.” Balas Liona.
“Astaga, bukan seperti itu maksud ku.
“Ya sudah lah, kenapa mau makan siang saja harus berdebat seperti ini sih sayang,
“Aku tidak bermaksud mengajak mu berdebat sayang, tapi aku hanya mau makan siang berdua dengan mu.
“Sudah lah, kalian makan saja berdua. Jangan perduli kan kami.” Ujar Christian yang sudah bosan melihat sikap posesif Ashton.
“Kau lihat sendiri, Christian saja tidak mau makan bersama kita. Jadi lebih baik kita makan berdua saja,
Andrew tersenyum mendengar perkataan Ashton yang malah memutar balikkan keadaannya, “Sudahlah kenapa mau makan siang saja harus berdebat, jika mau makan tinggal makan saja. Begitu kok susah.” Kata Andrew kemudian dia bangkit dan keluar meninggalkan mereka yang ada didalam ruangan itu.
“Ayo kita makan.” Sahut Ashton setelah mendengar perkataan Andrew tadi, entah kenapa jika Andrew sudah berbicara rasanya dia langsung menjadi tidak enak.
“Suami ku memang yang terbaik.” Puji Liona dan mereka akhirnya meninggalkan ruangan yang sudah seperti basecamp bagi mereka tersebut.
...• • • • •...
Sementara mereka sedang menikmati makan siang, datang lah dua orang wanita lain nya yang tak lain adalah Leandra dan juga Jocelyn.
Liona memang sengaja menghubungi kedua sahabat nya tersebut untuk mengajaknya makan siang bersama dengan alasan sudah lama mereka tidak berjumpa.
Tanpa berdalih langsung saja di iyakan oleh mereka, tapi Jesslyn meminta maaf karena tidak bisa bergabung untuk hari itu.
Mereka sama sekali tidak kepikiran jika makan siang itu adalah ajang pencarian jodoh yang sudah diatur oleh Liona, karena mereka juga memang sudah sangat merindukan Liona.
Melihat kedatangan teman Liona sontak saja membuat laki-laki yang sedang menikmati makan siang nya tersebut menjadi salah tingkah karena memang mereka sudah tidak pernah bertemu lagi setelah pernikahan Ashton dan Liona waktu itu.
“Oohh ternyata ada yang kau rencanakan, itulah sebabnya kau memaksa untuk mengajak mereka makan siang bersama tadi.” Bisik Ashton kepada istrinya itu.
Liona tersenyum jahil, merasa jika rencana nya berhasil mempertemukan orang-orang jomblo itu. Semoga segera ada kabar baik setelah pertemuan makan siang itu pikirnya.
...Jangan Lupa Berikan Rate 🌟 5 nya, Tekan...
...Like nya, Ketikkan komentar nya, dan...
...Favoritkan ASHTON & LIONA di Cerita mu...
...Agar tidak ketinggalan update terbaru....
...Terima Kasih...
...♥️...