ASHTON & LIONA

ASHTON & LIONA
Bab 37



Minyak Wangi



Selamat Membaca 🤗


* * *


Keesokkan harinya Ashton dan Liona telah bangun dari tidur mereka setelah tadi Liona mengomeli Ashton karena tidak menutup kembali payudara nya ketika dia sudah mau tidur tadi malam. Akibatnya tubuh Liona terekspos sepanjang malam untung saja tidak ada yang melihat pikir Liona.


“Nanti malam jangan harap aku akan memberikan nya lagi.” Omel Liona ketika sedang merapikan tempat tidur mereka.


Ashton terkekeh kemudian dia menjawab, “aku minta maaf sayang, lagian kau juga tidur nya bergerak sekali kan jadi terlepas dari mulut ku.” Ashton menyunggingkan senyum tidak tau malunya.


“Iihh dasar, untung saja kau suami ku. Kalau tidak......” Geram Liona.


“Memang nya kau mau memberikan nya pada siapa jika bukan suami mu?” Ashton mengasur tubuhnya mulai medekati Liona.


“Ehh bukan itu maksud ku,.?!” Melihat Ashton yang kian mendekati dirinya Liona mengarahkan jari telunjuk nya kepada suaminya itu, “Stopppp, katamu ada pekerjaan penting hari ini. Jadi segera lah mandi.” Ujar Liona lagi, lalu menerobos tubuh suaminya itu dan melangkah menuju walk-in closet untuk menyiapkan setelan kerja Ashton.


Ashton menundukkan kepala nya kemudian tersenyum hingga akhirnya ia masuk kedalam kamar mandi. Liona menggelengkan kepalanya, “Kenapa setelah menikah jadi seperti ini, apa dia akan terus-terusan melakukan itu setiap malam kepada ku.” Batin Liona dan dia di sibukkan dengan pemikiran nya sendiri.


* * *


Setelah beberapa saat akhirnya Ashton selesai dengan urusan mandinya, ia memanggil Liona untuk membantu nya mengenakan setelan kantornya.


Liona yang pada saat itu sedang berada di lantai bawah sedang membantu menyiapkan sarapan untuk Ashton dan keluarga nya padahal ada pelayan yang bisa menyiapkan semua itu tapi dia tidak ingin peran nya sebagai seorang istri berlalu begitu saja, ketika mendengar Ashton berteriak memanggil namanya ia langsung segera berlari keatas.


Pelayan yang ada disana hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan Tuan muda mereka itu, yang biasanya Ashton selalu menyiapkan semuanya sendiri kini ia mulai bersandar pada Liona.


“Sayang kenapa teriak-teriak sih, semua orang di rumah ini dengarin kamu teriakin nama aku.” Protes Liona.


“Hihihi, kau kemana pagi-pagi sudah menghilang dari kamar kita.” Jawab Ashton lalu bergelayut manja pada Liona. “Tolong bantu aku pakai pakaian ini.” Jawab Ashton lagi.


“Hhhhh,” Hembusan nafas berat terdengar keluar dari pernapasan Liona. Ia pikir ada apa sampai-sampai suaminya itu berteriak memanggil namanya, ternyata hanya untuk membantu mengenakan setelan kerja nya.


“Kenapa kau jadi manja seperti ini.” Tanya Liona heran sambil menggaruk pangkal leher nya yang tidak gatal.


“Memang nya kenapa? Sekarang aku punya istri dan wajar jika aku manja kepada istri ku sendiri.” Jawab Ashton acuh.


Liona nampak tak menghiraukan jawaban Ashton lalu ia mulai membantu suami manja nya itu menggunakan pakaian yang tadi yang sudah dia letakkan di atas tempat tidur itu.


Perlahan Liona mulai mengenakan kemeja berwarna biru dongker itu ditubuh Ashton kemudian mengaitkan setiap kancing kemeja itu satu persatu, tak lupa dipadukan dengan tuxedow dengan warna yang selaras dengan kemeja tersebut yang begitu pas ditubuh Ashton dan kain panjang bergaris itu dikaitkan pada kerah kemeja tersebut, tak lupa dengan jas yang semakin menambah kegantengan laki-laki itu.


“Sayang tolong ambilkan aku minyak wangi mu.” Ujar Ashton yang terlihat sedang mengancingkan lengan baju nya.


“Minyak wangi ku? Untuk apa?” Kening Liona berkerut menunggu jawaban.


“Ya untuk aku semprotkan di tubuh ku ini sayang, memang untuk apa lagi,


“Kau mau menggunakan minyak wangi ku, memang nya ada apa dengan minyak wangi mu?


“Tidak ada apa-apa, hanya saja aku ingin menggunakan minyak wangi mu. Biar orang-orang tau jika aku sudah memiliki seorang istri,


“Sayang jawaban mu tidak masuk akal, semua orang di negara ini tau jika kita sudah menikah. Kalau kau menggunakan minyak wangi ku yang ada orang-orang akan merasa aneh bahkan mungkin mereka juga akan menertawakan mu, apa kau tidak malu?


“Untuk apa aku malu, lagi pula tidak ada yang berani menertawakan ku. Jika mereka menertawakan ku maka siap-siap saja kehilangan pekerjaan mereka nanti,


“Kenapa kau jadi semakin aneh seperti ini sih?


“Aku tidak merasa aneh, hanya saja aku ingin orang-orang tau jika aku sangat mencintai mu. itulah sebabnya aku ingin menggunakan minyak wangi mu.


Lelah meladeni sikap Ashton yang sedikit kekanak-kanakan Liona akhirnya mengambil benda tersebut dan menyerahkan nya kepada Ashton dan suami nya itu dengan senang hati menyemprotkan minyak wangi tersebut di tubuhnya.


Liona hanya heran kenapa Ashton jadi aneh seperti ini pikirnya.


* * *


Dimeja makan keluarga Freed terlihat sedang menikmati sarapan mereka hingga beberapa saat pengantin baru itu terlihat menuruni anak tangga dan ikut bergabung dengan mereka.


Cammeron mengendus-ngendus melalui penciuman nya seketika kedatangan kakak dan istrinya itu.


“Kak kau pakai minyak wangi perempuan?” Tanya Cammeron ketika Kakak sulungnya itu sudah ikut bergabung dengan mereka di meja makan, kebetulan Ashton duduk bersebelahan dengan Cammeron.


Ashton tak menggubris perkataan adik nya itu dan menunggu Liona yang sedang sibuk menuangkan sarapan dipiring nya.


“Jangan ajak dia bicara Kak, pendengaran nya tuli pagi ini.” Liona yang menjawab pertanyaan Cammeron.


Ashton mencebikan bibirnya mendengar istrinya berkata seperti itu, sementara Freed dan Lucy hanya menggelengkan kepala melihat tingkah anak-anak mereka.


“Kak, aku tidak salah cium kan? Kau pakai minyak wangi perempuan?” Jackson mulai ikut mempertanyakan minyak wangi yang di gunakan oleh Ashton.


“Kau aneh kak, kenapa memakai minyak wangi perempuan.” Kata Cammeron.


“Memang nya kenapa? Apa ada larangan jika laki-laki tidak boleh menggunakan minyak wangi perempuan? Lagi pula aku ini sudah menikah, tidak seperti kalian berdua ini. Meskipun aku menggunakan minyak wangi perempuan orang-orang pasti akan berpikir ‘Oohhh Pak Ashton pasti sangat mencintai istrinya, itulah dia memakai minyak wangi istrinya’ Ashton terlihat memperagakan cara bicara orang-orang yang akan menilai nya nanti.


“Memang nya mereka akan tau dari mana jika Kakak memakai minyak wangi Liona?” Sahut Jackson.


“Semua orang di negara ini tau jika kami sudah menikah, sudah pasti mereka akan berpikir jika aku menggunakan minyak wangi istri tercinta ku ini.” Jawab Ashton kemudian dia mencium kening Liona tiba-tiba.


“Jangan-jangan karena Liona sangat agresif semalam, makanya kakak jadi seperti ini. Ternyata wanita sungguh sangat berbahaya.” Batin Cammeron sembari membawa pandangan nya kepada Liona.


‘Ehemm’ seketika mengalihkan apa yang sedang mereka ributkan pagi-pagi itu.


“Benar Ash kau memakai minyak wangi Liona?” Freed pun di buat penasaran dan mencoba mencari kebenaran nya.


“Benar Dad,” jawab Ashton santai.


Liona tak bergeming dan sibuk menyantap sarapan nya.


“Ooohhh.” Freed melanjutkan kembali sarapan nya. Segelintir ingatan terlintas di dalam otak nya, “Kenapa anak sulung ku ini sangat mirip dengan ku waktu ketika sudah menikah.” Batin Freed akhirnya.


“Liona?” Panggil Freed kepada menantu nya itu.


“Ehh, iya Daddy?” Liona sedikit terkejut.


“Dad, Mom, Kak, semua nya,” terkekeh kemudian melanjutkan lagi “Jackson duluan ya, ada meeting.” Pamit Jackson kemudian dia berlalu dari sana.


“Anak itu seperti nya harus segera kita nikah kan nya juga, lama-kelamaan dia bisa gila kerjaan.” Ujar Lucy saat melihat anak kedua nya itu meninggal kan meja makan.


“Jangan dulu Mom, aku masih mau mewujudkan cita-cita ku.” Jawab Cammeron.


“Bukan kau yang mau Mommy nikahkan, tapi Kakak mu.” Ucap Lucy.


“Iya, nanti setelah Mommy menikahkan Kak Jackson pasti Mommy punya alasan lagi untuk menikahkan ku juga. Tidak, aku tidak mau.” Cammeron merasa ngeri ketika berpikir tentang pernikahan melihat kakak sulung nya yang seperti itu pikirnya. Apalagi mengingat apa yang dia dengarkan semalam membuat nya bergetar, dan menepis jauh-jauh ingatan tersebut. Padahal semua itu tidak seperti yang dia bayangkan.


“Tadi Daddy mau bicara apa?” Liona mengingatkan kembali mertua nya itu.


“Oh iya hampir lupa jadi begini, bukan hanya Liona saja tapi Ashton juga. Cammeron akan melanjutkan S2 nya di universitas L, kan Liona juga kata nya mau melanjutkan S2 nya kan?” Liona menganggukan kepalanya.


“Daddy punya usulan bagaimana kalau Liona dan Cammeron satu kampus saja, jadi Cammeron juga bisa sambil menjaga Liona nanti.” Freed mengutarakan maksud nya yang sudah terpendam beberapa waktu yang lalu.


Freed sangat menyayangi menantu nya tersebut, itulah sebabnya dia memberi usulan tersebut agar di kampus ada yang menjaga dan memperhatikan Liona nanti nya mengingat jika Ashton juga sangat sibuk di kantor dan tidak bisa berada di sisi Liona setiap saat.


“Kau mau melanjutkan S2 juga?” Ashton membawa pandangan nya kepada adik bungsu nya itu.


Cammeron menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


“Oohh, tapi kenapa tiba-tiba?” Tanya Ashton menelisik.


“Ini bukan tiba-tiba, sudah dari sebelum kakak menikah aku rencanakan ingin melanjutkan S2.” Jawab Cammeron.


“Jadi bagaimana?” Freed berucap kembali.


“Liona ikut kata Ashton saja Dad.” Jawab Liona, sekarang dia sudah punya suami jadi apa-apa harus melalui persetujuan sang suami.


“Ya sudah kalau begitu, Liona satu kampus saja dengan Cammeron.” Jawab Ashton akhirnya.


Liona menganggukan kepala nya menyetujui ucapan sang suami.


“Biar Cammeron yang urus semua nya.” Timpal Ashton lagi dan langsung membuat kedua bola mata Cammeron membulat penuh.


“Tidak perlu, Daddy ada kenalan di kampus L, Biar dia yang akan mengurus semua nya. Jadi Liona dan Cammeron tinggal kuliah saja nanti.” Kata Freed.


Hingga akhirnya Ashton juga pamit untuk berangkat kerja kepada kedua orang tua nya dan juga istrinya.


“Titip Liona ya Mom,” Ujar Ashton dengan sungguh-sungguh.


“Iya jangan khawatir, bekerja lah dengan baik.” Jawab Lucy.


Lalu Ashton mencium kening istrinya tersebut dan ia segera berangkat ke kantor.


Selama dalam perjalanan berangkat ke kantor perasaan Ashton sangat gelisah, sejak pagi tadi dia merasa tidak tenang. Itulah sebab nya dia meminta minyak wangi Liona untuk menutupi rasa gelisah nya. Namun tak kunjung juga baikkan.


“Ada apa sebenarnya, kenapa perasaan ku tidak tenang seperti ini.” Batin Ashton sambil tetap fokus menyetir mobilnya.


Jangan Lupa Berikan Rate 🌟 5 nya, Tekan Like nya, Ketikkan komentar nya, dan Favoritkan ASHTON & LIONA di Cerita mu agar tidak ketinggalan update terbaru.


Terima Kasih


♥️