
Family Time Ashton
Selamat Membaca 🤗
...
“Jadi kapan kita akan pergi memilih cincin pernikahan kita?” Tanya Liona ketika sedang mengambilkan makanan untuk Ashton dan juga dirinya.
“Kapan pun aku bisa.” Sahut Ashton sambil menunggu Liona selesai dengan kegiatannya tersebut.
“Baiklah, aku akan mencari waktu yang tepat kalau begitu.” Mereka melanjutkan makan dengan tenang.
Setelah selesai makan Liona mengantarkan Ashton ke kamar yang akan di tempati nya.
“Terima kasih untuk hari ini.” Ucap Ashton sambil memegang kedua tangan Liona.
“Tersenyum! Beristirahatlah, sampai jumpa besok pagi.” Liona mengecup pipi Ashton Lalu berjalan meninggalkan nya.
...
Keesokan paginya, mengingat hari ini adalah hari minggu biasanya Ashton selalu bangun terlambat karena tidak ada sesuatu yang penting untuk dia lakukan.
Namun ia berbeda dengan Liona! Jika Liona adalah sosok yang akan langsung refleks dengan keadaan sekitar nya, maka Ashton adalah kebalikannya. Ia lupa jika sekarang tidak sedang tidur di kamarnya sendiri sehingga membuat Liona harus membangunkan nya.
Setelah masuk kedalam kamar tersebut dilihat nya calon suami nya itu sedang tidur dengan sangat pulas dan membuat dia tidak tega untuk membangunkan nya. Tapi Chris dan Emily sudah menunggu mereka di meja makan untuk sarapan bersama.
“Ash,.!” Liona menusuk-nusuk hidung Ashton untuk membangunkan nya namun tidak ada pergerakkan dari yang punya.
“Ash banguunn,.!” Ucap Liona sekali lagi sambil membelai pipi Ashton dengan lembut dan tak lama setelah itu Ashton mengerjap kan kedua mata nya secara perlahan.
Ashton tersenyum ketika melihat gadis itu duduk dipinggir kasur tempat nya berbaring saat ini sambil menghadap kearahnya, dia berpikir jika ini adalah mimpi. Lalu dia menarik tangan Liona dan memeluk nya! Namun akal sehat nya seketika bekerja.
“kenapa mimpi ini terasa begitu nyata." Batin Ashton.
Ia kemudian membuka matanya perlahan-lahan, menyesuaikan cahaya mentari yang membiaskan sinarnya ke setiap sudut ruangan itu. Dan mata nya terperangah melihat Liona yang sedang berbaring menghadap kearah nya dengan memasang wajah datarnya.
“Kenapa kau bisa berada di kamar ku?” Tanya Ashton terkejut dengan suara serak khas bangun tidur.
Liona memutar bola mata nya malas “kau lupa jika semalam Papah menyuruh mu menginap disini!” Seru Liona kesal.
Ashton memijat kening nya mencoba mengingat sesuatu, dan dia pun tersenyum menunjukkan gigi datar nya didepan Liona.
“Sepertinya aku terlalu bahagia kemaren sampai lupa jika aku sedang tidak tidur di kamarku sendiri.” Ucap Ashton lalu melemaskan otot-ototnya.
“Papah dan Mamah sedang menunggu kita dibawah untuk sarapan bersama, kau sebaiknya membersihkan diri.” Kata Liona kemudian beranjak dari kasur.
“Baiklah.” Ashton membawa dirinya masuk kedalam kamar mandi untuk membasuh wajah nya dan menggosok gigi nya agar tidak terlihat memalukan di hadapan calon mertua nya.
Sepeninggalan Ashton ke kamar mandi, Liona merapikan tempat tidur yang tadi di pakai oleh laki-laki itu.
Sejak kecil Liona terbiasa melakukan semua nya sendiri, padahal dia terlahir dari keluarga yang berada. Namun tidak mengurungkan niat nya untuk melakukan hal-hal yang biasa nya di lakukan oleh pelayan dirumah nya itu.
Selesai sarapan pagi, Ashton pamit kepada kedua orang tua Liona untuk pulang kerumah nya.
“Aku pulang dulu! Nanti aku akan menghubungi mu.” Ucap Ashton sembari mengecup kening Liona lalu dia masuk kedalam mobilnya dan meninggalkan rumah calon istinya tersebut.
...
“Ada yang baru pulang nih!” Seru Jackson ingin mencoba menggoda kakak sulung nya itu ketika berjalan melewatinya begitu saja di ruang tamu. Cammeron yang sedang bermain game online diruangan itu pun langsung menolehkan kepala nya ketika mendengar ucapan kakak kedua nya tersebut.
“Maka nya jangan jomblo, biar tidak dirumah terus.” Ucap Ashton lalu dia naik keatas menuju kamarnya yang letaknya di lantai dua.
“Aku mau ke kamar kak Ashton, sudah lama aku tidak bermain bersamanya.” Ucap Cammeron lalu berjalan meninggalkan Jackson sambil tetap memainkan game online nya.
“Hei tunggu aku, aku juga ingin bergabung!” Seru Jackson lalu berlari kecil menyusul Cammeron ke kamar Ashton.
Ashton baru selesai dengan urusan mandinya, dan ketika keluar dari dalam kamar mandi dia melihat Cammeron dan Jackson sudah berbaring di atas kasur nya.
“Tumben kalian berdua kemari?” Tanya Ashton sambil berjalan menuju walk-in closet.
“Kak Jackson yang tumben, kan aku sudah sering kemari.” Ucap Cammeron tetap fokus pada permainannya.
“Aku tiba-tiba berpikir jika kak Ashton sudah menikah nanti kita tidak bisa lagi masuk kedalam kamar ini.” Kata Jackson berpura-pura sedih padahal ingin menggoda kakaknya itu.
Ashton berjalan kearah kedua adiknya yang sedang berbaring diatas kasur king size tersebut sambil mengenakan baju santainya, lalu tanpa aba-aba dia melemparkan dirinya keatas kasur dan langsung menindih mereka berdua.
Hal yang sudah lama tidak mereka lakukan dan secara tidak langsung mereka merindukan kebersamaan itu.
“Kakak aku bisa pingsan.” Ucap Cammeron terputus-putus. Bagaimana tidak dia di terhimpit oleh kedua kakaknya itu.
“Tenang saja, aku akan menyuruh Jackson memberi napas buatan untuk mu nanti.” Sahut Ashton.
“Aku tidak akan membiarkan bibir ku yang suci tidak berdosa ini ternodai oleh kalian berdua.” Ucap Jackson masih tetap pada posisinya.
Aakkhhhh, teriak Ashton menggelegar didalam kamarnya tersebut. Freed dan Lucy yang berada di ruang keluarga menjadi panik ketika mendengar suara itu, mereka pun bergegas menuju kearah suara itu berasal.
“Lepaskan aku!” Seru Ashton yang tidak berdaya dibawah tubuh kedua adik nya tersebut.
“Sepertinya kau memang sudah tua kak, lihat saja tenaga mu bahkan sudah hampir habis sekarang.” Ucap Cammeron tertawa cekikikan seperti anak kecil. Kenyataan nya dia memang selalu dianggap anak kecil oleh kedua kakak nya itu.
“Hahahaa,.! Kita buat dia pingsan Ron, biar nanti paman Weston yang memberikan napas buatan untuk nya.” Sahut Jackson tertawa renyah.
“Apaaaa? Tidak, jangan..jangan,.! Aku tidak mau. Kalau Liona yang memberi napas buatan nya aku rela pingsan sekarang.” Ucap Ashton tersendat-sendat mencoba untuk tertawa.
“Itu sih mau mu Kak!” Seru Jackson dan Cammeron bersamaan.
Tak lama pintu kamar Ashton kini sudah terbuka lebar dan memperlihat kan Daddy dan Mommy mereka yang terlihat khawatir saat ini.
“Astagaaa,.! Mommy pikir ada apa tadi dari bawah.” Ucap Lucy sambil menggelengkan kepalanya. Dia heran dan juga senang dengan kedekatan anak-anaknya itu.
Walaupun dimata orang-orang ketiga putranya itu sudah dewasa, tapi dia tetap menganggap Ashton, Jackson, dan Cammeron sebagai anak laki-laki kecil yang menggemaskan. Anak yang akan selalu dia manjakan.
Meskipun mereka bertiga juga sudah mulai risih dengan perlakuan Mommy nya itu. Mengingat umur mereka sudah hampir memasuki kepala tiga.
Bukan kah setiap ibu akan memperlakukan anak mereka seperti anak kecil meskipun mereka sudah dewasa. Karena mereka tetap ingin anak-anak nya dekat kepada orang tua nya.
Tak pikir lama, Freed bergabung dengan anak-anaknya itu. Jika boleh jujur, dia sangat rindu momen-momen dimana anak-anaknya selalu mengajak nya untuk bermain bersama mereka waktu kecil dan sekarang tidak terasa mereka sudah dewasa dan sebentar lagi akan berumah tangga.
“Daddy, anak, sama saja!” Seru Lucy menghampiri mereka yang sedang bergulat diatas kasur tersebut.
“Dad, kenapa malah menindih ku.” Seru Jackson karena badan Freed yang sedikit berisi.
“Dad, kenapa malah ikut menindih juga. Singkirkan kedua bocah ini.” Teriak Ashton yang sudah mulai lelah.
Lucy tidak tinggal diam, dia pun ikut-ikutan bermain bersama suami dan ketiga anak nya itu. Ia menggelitik suami dan kedua anak nya itu yang sedang menindih Ashton.
“Ash, Mommy akan membantu mu.” Kata Lucy sambil menggelitik mereka bertiga.
“Ampun Mom, ampun Mom.” Ucap Cammeron karena tidak tahan dengan gelitikan dari Mommy nya itu.
Pelayan yang melintasi kamar Ashton yang memang tidak tertutup sejak masuknya Mommy dan Daddy mereka itu terperangah melihat kelakuan Tuan bersama istri dan anak-anaknya tersebut.
Namun mereka juga senang melihat keharmonisan keluarga itu dan terlebih lagi keluarga Freed yang sangat baik kepada orang-orang yang bekerja dirumah mereka tersebut.
...
Kini mereka nampak santai di ruang keluarga sambil menikmati makanan ringan yang disediakan oleh pelayan.
“Bagaimana jika kita jalan-jalan ke pantai?” Usul Lucy karena tidak ada yang akan mereka lakukan seharian ini.
“Ide yang bagus.” Jawab Freed sambil menganggukkan kepalanya.
“Baiklah, ayo kita ke pantai.” Jawab Jackson menyetujui usulan tersebut. Karena jarang-jarang mereka akan melakukan perjalanan bersama.
“Aku akan ikut jika kakak ikut.” Jawab Cammeron sambil melihat ke arah Ashton yang sibuk bertukar pesan dengan Liona.
“Hahh,.?! Kalau mau pergi ya pergi saja, kenapa harus ada aku.” Ucap Ashton. Karena dia memang tidak suka bepergian.
“Ayolah Ash, kau kan sudah mau menikah. Nanti jika kau sudah menikah, kau akan fokus kepada keluarga baru mu.” Ucap Freed berusaha mengajak putra sulungnya itu.
Ashton diam sejenak, dia mengamati wajah-wajah yang sedang duduk bersamanya saat ini.
“Kenapa kita tidak pergi ke villa pinggir pantai saja.” Kata Ashton kemudian.
Cammeron menepuk jidatnya, Jackson menggeleng-gelengkan kepalanya, Lucy dan Freed menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal.
“Jadi kau pikir tadi kita mau ke pantai yang mana?” Tanya Freed, Lucy, Jackson, Cammeron secara bersamaan.
“Kan sebelum nya kita memang tidak pernah ke pantai lain selain kesana.” Ucap Jackson kemudian.
“Sepertinya kau memang butuh rekreasi Ash, otak mu mulai tidak sinkron sekarang.” Ucap Freed melihat anak sulung nya itu.
Ashton menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal lalu dia berdiri “Ayo kita pergi, kenapa malah memandangi ku terus.!” Seru Ashton.
Mereka pun bergegas bersiap-siap lalu berangkat ke villa menggunakan mobil keluarga besar mereka. Hanya Freed beserta istri dan anak-anak nya yang pergi dan tidak memakai supir, jadilah Jackson dan Cammeron yang menyetir mobil secara bergantian. Karena selain Freed dan Lucy anak-anak nya itu memang tidak menggunakan supir pribadi, mereka terbiasa menyetir mobil sendiri.
Setelah tiba di pantai sibuk dengan kegiatan nya masing-masing...
Ashton sibuk Bermain JetSki
Begitupun dengan Cammeron
Jackson memilih berlayar di tepi pantai menggunakan kapal kecilnya
Jangan Lupa Berikan Rate 🌟 5 nya, Tekan Like nya, Ketikkan komentar nya, dan Favoritkan ASHTON & LIONA di Cerita mu agar tidak ketinggalan update terbaru.
Terimakasih
♥️