
Aneh-Aneh
Selamat Membaca 🤗
...
Sementara di tempat lain, Liona bersama ketiga orang sahabat nya sedang mengunjungi sebuah mall. Sudah lama ia tidak menghabiskan waktu bersama ketiga sahabat nya tersebut, karena masing-masing dari mereka sudah disibukkan terhadap urusan pribadi dan juga pekerjaan.
“Apaaaa,.! Menikah? Sebentar lagi? Kau serius Li?” Ucap ketiga sahabat Liona secara bersamaan! Kaget, itulah yang mereka rasakan. Karena Liona tidak pernah membahas hal itu kepada mereka bertiga sebelum nya.
“Jangan kencang-kencang ngomongnya. Tuh lihat, semua orang menoleh ke arah kita.” Liona berbicara sembari menundukkan kepalanya karena malu, mereka menjadi pusat perhatian orang-orang yang berlalu-lalang di mall tersebut.
“Okey, sekarang kita cari tempat yang pas buat bicarakan hal ini.” Ucap Jecelyn mencoba menenangkan dirinya sendiri.
...
“Jadi kau menikah itu karena di jodohkan Li?” Tanya Leandra setelah mendengarkan penjelasan dan Liona mengangguk kan kepalanya membenarkan hal tersebut.
"Apa dia ganteng Li?" Tanya Jesslyn penasaran.
Ketiga orang itu memutar bola matanya malas mendengar pertanyaan Jesslyn. Pertanyaan yang tidak tepat di saat seperti ini pikirnya mereka.
"Nanti kalian juga tau." Ucap Liona tersenyum seraya menaik-turunkan kedua alisnya.
“Tapi, apa kau mencintai dia?” Tanya Jocelyn yang dari tadi diam dan menyimak saja.
“Setelah penentuan tanggal pernikahan kami waktu itu, kami berdua memutuskan untuk mengenal satu sama lain. Dan seiring berjalan nya waktu kami sudah mengakui perasaan kami masing-masing bahwa, ya benar, kami berdua saling mencintai.” Ucap Liona percaya diri.
“Li, aku sebagai sahabat mu hanya biasa berdoa untuk kebahagian mu kelak. Jangan sungkan bercerita kepada kami jika kau melalui masa-masa sulit nanti nya. Kami akan selalu ada untuk mu.” Sahut Leandra seraya menatap sahabat dekatnya itu dengan rasa tidak percaya.
“Intinya kebahagian ku akan bertambah jika kalian bertiga datang di acara pernikahan ku nanti.” Ucap Liona sembari tersenyum.
“Tentu saja kami akan datang Li, bagaimana mungkin kami tidak menghadiri pernikahan sahabat kami sendiri .” Seru Jocelyn seraya mengusap punggung tangan Liona.
“Kami bertiga akan menyiapkan kado pernikahan yang istimewa untuk mu nanti.” Sahut Jesslyn dengan mata berkaca-kaca. Karena tidak percaya jika sahabat dekat nya itu akan segara menikah.
Mereka berempat pun saling berpelukkan untuk menenangkan diri satu sama lain.
...
“Sepertinya kita harus mengajak Ashton berpesta untuk pelepasan masa lajang nya.” Ucap Andrew kepada kedua sahabatnya yang sedang bermain ke apartemennya.
“Betul, betul sekali.” Sahut Austin sambil mengangkat kedua jempol nya, setuju dengan ide tersebut.
“Kalau begitu besok pagi di kantor kita langsung beritahukan dia.” Ucap Christian.
“Dan seperti biasa, apartemen mu yang akan kita gunakan.” Seru Austin dan Christian sambil memandangi Andrew yang sedang meminum anggur nya.
“Baiklah, baiklah, untuk hal itu kalian tidak perlu khawatir. Serahkan saja kepadaku.” Ucap Andrew.
...
Keesokkan harinya,,,
“Selamat pagi,” ucap seseorang diseberang sana setelah beberapa saat menunggu sambungan teleponnya terhubung, dia adalah Liona yang sedang melakukan panggilan bersama Ashton.
Dengan suara khas baru bangun tidur “Selamat pagi sayang” ucap Ashton diseberang sana.
Blush,,, sepertinya gadis yang sedang berdiri di depan cermin ingin menggunakan make up nya itu tidak perlu lagi menggunakan blush on, karena pipi nya sudah sangat merona ketika mendengar kata sayang keluar dari mulut calon suaminya tersebut.
“Apa kau baru bangun?” Tanya Liona setelah terdiam beberapa saat tadi.
“Seperti nya begitu, badan ku sangat lelah sekali setelah pulang dari pantai kemarin. Untung saja kau menelepon ku, jika tidak bisa saja aku terlambat ke kantor hari ini.” Masih dalam posisi berbaring nya.
“Hei Tuan yang terhormat, meskipun kau terlambat tidak ada yang berani menegur mu karena kau sendiri bos nya.” Ucap Liona sambil menggunakan make up nya.
“Betul juga. Apa hari ini aku tidak usah bekerja saja ya, dan menemani mu sepanjang hari ini?” Goda Ashton diseberang sana.
Liona tersenyum mendengarkan penuturan Ashton tapi dia tidak menganggap itu serius, “lebih baik kau mandi sekarang dan sarapan lalu berangkat ke kantormu.” Seru Liona kemudian.
“Baiklah...Bagaimana jika kita makan siang bersama nanti?” Tanya Ashton disana.
“Jemput aku di butik 12.30, karena aku ada pertemuan sebentar lagi.”
“Oke, aku kabari lagi nanti. Selamat bekerja sayang.” Ucap Ashton sambil tersenyum di seberang sana.
Tut,tut,tut, telepon itu pun dimatikan secara sepihak oleh Liona. Ia terlalu malu untuk membalas panggilan sayang Ashton tersebut, namun hal itu mampu membuat dia merasakan hal yang luar biasa bahagianya.
“Mah Lio berangkat ke butik ya.” Ucap Liona setelah berpamitan dengan kedua orang tua nya.
“Kenapa tidak sarapan dulu?” Tanya Freed.
“Hhh, Liona sangat bekerja keras di butik nya sendiri.” Seru Emily yang melihat putri bungsu nya itu begitu semangat pagi ini.
“Biarkan saja dia melakukan apa yang ingin dia lakukan sebelum pernikahan nya, nanti setelah dia menikah dia tidak bisa lagi meluangkan waktu nya sepenuhnya untuk pekerjaan nya.” Ucap Freed sambil menyantap makanannya.
...
“Tumben bangun telat.” Ucap Cammeron setelah melihat kakak pertama nya itu baru mendudukkan tubuhnya di kursi meja makan.
Ashton tidak menggubris perkataan Cammeron dan melanjutkan sarapan nya.
Tiba-tiba Jackson datang dari arah lain sambil menenteng tas kerja nya dan tisu di tangan satu nya lalu bergabung untuk sarapan bersama.
“Kak Jackson kenapa?” Tanya Cammeron.
“Entahlah, seperti nya karena kemaren kelamaan di pantai jadi nya aku terkena flu.” Jawab Jackson lalu mengunyah sarapan nya.
Ashton yang tidak ingin terjangkit flu pun seketika menghentikan aktivitas sarapan nya, dan melangkah menjauh dari meja makan.
“Kau kenapa kak?” Tanya Cammeron seraya menautkan kedua alisnya keheranan.
“Kenapa kau bilang? Kau tidak tau jika barusan dia bilang terkena flu!” Seru Ashton seraya menutup hidung dan mulutnya.
“Astaga aku pikir ada apa.” Sahut Cammeron lalu melanjutkan sarapan nya.
“Hei, aku hanya flu biasa. Kenapa Kakak berlebihan seperti itu.” Sinis Jackson tidak terima dengan kelakuan Ashton.
“Aku tidak mau terjangkit flu biasa mu itu.” Jawab Ashton sambil mencebikkan bibirnya.
“Flu ini tidak akan membunuh mu. Lebai sekali kau kak.” Seru Jackson sambil menatap Ashton dengan tatapan sinis.
“Ya, ya, aku tau itu tidak akan membunuh ku. Tapi aku tau jika flu itu akan membuat image ku jatuh didepan klien ku nantinya, jika sampai aku ingusan seperti mu saat ini. Jadi kau, jangan dekat-dekat dengan ku sampai kau sembuh total.” Seru Ashton lalu meninggalkan ruang makan tersebut dan berjalan menuju kamar nya untuk mengambil tas kerjanya.
Jackson yang merasa Ashton sedikit keterlaluan tidak ingin tinggal diam. Ketika dia melihat Ashton turun dari lantai atas kamarnya, dia langsung berdiri dan mendekati Ashton lalu bersin-bersin di hadapan nya. Ashton pun seketika berlari keluar menuju mobilnya ketika adik kedua nya itu mengejarnya dan terus-terusan bersin dihadapan nya. Tawa mereka yang ada di meja makan itu pun pecah melihat kekonyolan dua laki-laki dewasa tersebut.
...
Setiba nya Ashton di ruang kerjanya, dia langsung di datangi oleh ketiga sahabatnya itu.
“Jika tidak ada yang penting silahkan keluar!” Seru Ashton, namun itu hanya bercanda dan itu pun di ketahui oleh ketiga sahabatnya.
Mereka bertiga pun langsung duduk dengan rapi di sofa depan meja kerja Ashton tersebut, tanpa disuruh oleh yang punya.
Ashton menyadari jika ada yang sedikit aneh dari ketiga sahabat nya tersebut, lalu setelah meletakkan tas dan juga melepaskan jas nya dia duduk di bangku kebesaran nya seraya memandangi ketiga orang tersebut.
“Ada apa?” Tanya Ashton sembari melemparkan tatapan tenang nya. Kerena tenang adalah kelebihan seorang Ashton.
“Ash kami ingin mengajak mu berpesta nanti malam!” Seru Austin sebagai asisten pribadi Ashton.
“Hei,.! Kalian bahkan belum bekerja hari ini, tapi sudah mengajak berpesta.” Sahut Ashton sembari mengeluarkan laptopnya dari dalam tas kerja nya.
“Ash berpesta yang kami maksud ini bukan berpesta di club tapi di apartemen Andrew.” Kata Christian menimpali pekataan kedua sahabatnya itu.
“Semua pesta itu sama, pasti ada minum-minuman nya, gadis-gadis yang berjoget, mabuk-mabukan, hanya lokasi nya yang berbeda.” Sahut Ashton sembari membuka-buka file kerjaannya.
“Ash, yang kami maksud kan ini berpesta melepaskan masa lajang mu, dan hanya kita berempat yang merayakannya.” Ucap Andrew agar sahabat nya itu mengerti.
Ashton memijit kening nya pusing menghadapi sahabat-sahabat nya tersebut yang selalu merencanakan sesuatu di luar dugaan nya.
“Tidak sahabat, tidak kedua adik ku, selalu saja berbuat hal yang aneh-aneh.” Gumam Ashton dalam hatinya.
“Kalian ini ada-ada saja, untuk apa berpesta untuk hal yang tidak penting seperti itu.” Seru Ashton karena dia tidak mau jika ada pesta-pesta seperti itu, apalagi itu tentang dirinya. Dia tidak terbiasa. Tapi jika sekedar minum bersama dia memang sesekali melakukan nya bersama ketiga sahabatnya itu.
“Ayolah Ash, kau sahabat kami. Dan sebentar lagi kau akan menikah, jadi kami bertiga ingin merayakan momen ini bersama-sama dengan mu. Kau ini sangat tidak peka sekali.” Ucap Austin.
“Akan aku pikirkan lagi. Sekarang cepatlah kembali keruangan kalian masing-masing dan bekerjalah sebaik mungkin, sebelum aku berubah pikiran.” Seru Ashton seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Ketiga orang itu pun berjalan sambil menghentak-hentakkan sepatu nya seperti anak kecil yang tidak di kabulkan permintaan nya. Ketika Andrew hendak menjangkau gagang pintu didepannya tersebut, Ashton langsung mengucapkan “Nanti malam pukul 19.00.” Dan hal tersebut langsung membuat ketiga sahabatnya meloncat kesenangan mendengarkan penuturan sahabat mereka itu.
Jangan Lupa Berikan Rate 🌟 5 nya, Tekan Like nya, Ketikkan komentar nya, dan Favoritkan ASHTON & LIONA di Cerita mu agar tidak ketinggalan update terbaru.
Terima Kasih
♥️