
Terlalu Sedikit Minum Alkohol
selamat Membaca 🤗
...
Ashton terbangun pukul dua dini hari, dia merasa sangat mual. Ketika sesuatu akan keluar dari mulutnya, dia segera menarik tubuhnya secara perlahan agar tidak membangunkan Liona.
Dia segera berlari ketika sesuatu itu sudah benar-benar hampir keluar dari mulutnya, dan akhirnya dia memuntahkan semuanya kedalam closet di kamar mandi tersebut.
Huekk...Huekk...Huekk...
Liona tersadar ketika Ashton berlari kedalam kamar mandi tadi, sama-samar matanya mencoba terbuka. Ketika mendengar bunyi dari dalam kamar mandi yang memang tidak tertutup itu, Liona langsung bangkit dari tidur nya dan berlari masuk kedalam kamar mandi untuk melihat kondisi Ashton.
“Astaga Ashton.” Pekik Liona khawatir melihat Ashton sudah terkulai lemas sambil bersandar di dinding kamar mandi.
Wajahnya Pucat pasi, keringat dingin bercucuran ditubuhnya, mata nya tertutup rapat sedang menahan rasa yang sedikit menggangu didalam raganya tetapi tidak pingsan.
“Ya Tuhan ku mohon jangan kau ambil nyawanya, kami bahkan belum menikah.” Perkataan itu terlontar begitu saja dari mulut Liona, dia benar-benar khawatir tapi malah mengundang sedikit senyuman di bibir Ashton ketika masih mampu mendengar kalimat tersebut.
“Ash kau sakit,.! Ayo ketika kerumah sakit sekarang, aku tidak mau terjadi apa-apa terhadap dirimu.” Ucap Liona kemudian.
Ashton menggelengkan kepala nya, lalu perlahan dia membuka matanya dan mendapati wajah yang terlihat sangat khawatir itu.
“Aku tidak apa-apa sayang, jangan khawatir.” Sahut Ashton setelah berhasil melewati rasa yang sangat tidak enak beberapa saat yang lalu.
“Kau sedang tidak baik-baik saja Ash, bahkan orang rabun pun bisa melihat nya. Wajah mu sekarang sangat pucat dan tubuh mu dingin sekali, ayo kita kerumah sakit sekarang.” Ajak Liona tidak tenang.
“Sayang aku baik-baik saja, tadi itu hanya kebetulan saja.” Tolak Ashton halus.
“Kebetulan kata mu? Kau tadi hampir membuat jantung ku berhenti berdetak Ash.” Kesal Liona terhadap perkataan Ashton barusan.
“Maka aku akan langsung mengecup bibir mu tadi untuk mengembalikan detak jantung mu.” Canda Ashton mencoba mencairkan suasana.
“Ash kau ini masih bisa saja bercanda dengan kondisi mu yang seperti ini.” Gumam Liona dengan pandangan nya yang teduh.
Tangan Ashton terangkat dan membelai pipi gadisnya itu.
“Sayang percayalah, aku sudah tidak apa-apa.” Ashton mencoba meyakinkan Liona.
Liona menghembuskan nafas nya berat, melihat Ashton yang lagi-lagi berkata jika dirinya tidak apa-apa. Padahal terlihat sangat jelas jika laki-laki itu sedang tidak baik-baik saja.
“Tolong bantu aku berdiri.” Seru Ashton setelah dia merasa dirinya sanggup untuk kembali ketempat tidur.
Liona membantu Ashton berdiri dan menopang tubuh laki-laki itu untuk berjalan menuju tempat tidur. Sesampainya mereka disamping tempat tidur, Ashton mendudukkan tubuhnya perlahan dipinggir kasur itu. Lalu dia membawa tangan nya melingkar ditubuh Liona, dan menyandarkan kepalanya diperut gadis yang sedang berdiri dihadapannya itu. Tangan Liona reflek mengelus kepala laki-laki yang sedang mencoba bermanja-manja didalam dekapannya.
“Maaf membuat mu khawatir.” Sambil tetap memeluk gadis itu dengan posisi duduknya.
“Sepertinya kau terlalu sedikit minum alkohol tadi.” Jawab Liona kesal.
“Jika kau berani mengulangi nya lagi, maka aku juga akan ikut untuk menikmatinya bersama-sama dengan dirimu. Biar kita berdua sama-sama sakit.” Sahut Liona kemudian.
“Tidak lama lagi akan hadir buah hati kita disini.” Ucap Ashton seraya mengelus perut Liona.
“Masih lama Ash.” Sahut Liona dia merasa ada yang menggelitik pendengaran nya ketika mendengar Ashton berkata seperti itu sehingga mampu menimbulkan sebuah senyuman diwajahnya.
“Jadi apa kau mau kita mempercepat proses pembuatannya?” Tanya Ashton sarkastik.
“Kau pikir membuat nya itu seperti membuat kue bisa langsung jadi? Semuanya itu butuh proses Ash, dan kita harus benar-benar yakin dulu apa kita siap untuk langsung memiliki buah hati setelah menikah nanti.” Jawab Liona sambil tetap mengelus kepala Ashton.
“Iya aku tau semuanya itu butuh proses, dan aku yakin seratus persen untuk langsung memiliki buah hati setelah kita menikah nanti.” Jawab Ashton dengan keyakinan penuh.
“Ya sudah kalau begitu, salah satu proses yang harus kita lalui terlebih dahulu adalah menikah. Baru setelah itu kita membuat anak berapa pun yang kau mau.” Sahut Liona seraya tertawa mendengarkan perkataanya sendiri.
“Baiklah, aku akan bersabar menunggu sampai hari itu tiba.” Jawab Ashton kembali mengeratkan pelukannya.
“Jadi apa kita akan tidur dengan posisi seperti ini?” Tanya Liona kemudian.
“Jika kau tidak keberatan tidak apa-apa.” Jawab Ashton dengan mudah.
“Kau sih enak dengan posisimu yang seperti sekarang, aku nya yang akan pegal menopang tubuhmu yang berat ini.” Cetus Liona.
Ashton tersenyum mendengarkan perkataan Liona barusan, dan dia melepaskan pelukannya agar gadis itu bisa tidur dengan nyaman diatas kasur.
“Tunggu sebentar disini, aku akan mengambilkan air hangat untuk mu.” Ucap Liona ketika Ashton sudah melepaskan pelukannya.
“Tidak perlu, aku akan mengambilnya sendiri nanti. Lagian itu juga ada air putih, biarkan aku meminum itu saja.” Ashton tidak ingin Liona meninggalkan nya sendiri.
“Ash kau itu harus minum air hangat agar tubuh mu segera membaik, tunggu sebentar saja disini. Aku akan segera kembali.” Liona berlalu dari ruangan itu menuju dapur.
Ketika hendak kembali ke kamar, dia memutuskan untuk menengok sebentar sahabat nya yang sedang tertidur diruang tengah. Dia tertawa ketika menyaksikan gaya tidur orang-orang yang sudah tidar sadarkan diri di ruangan itu. Ashton yang merasa Liona sedikit agak lama segera menyusul gadis itu ke dapur, dan dia malah melihat Liona sedang tertawa sambil memegang perutnya diruang tengah.
“Sayang kau sedang apa?” Tanya Ashton ketika sudah berada disamping Liona.
“Itu, coba kau lihat. Mereka tidur nya aneh sekali.” Jawab Liona seraya menunjuk kearah mereka yang sudah tidak sadarkan diri, kemudian ia tertawa lagi.
Ashton ikut tertawa juga lalu dia mengajak Liona untuk segera kembali ke dalam kamar.
“Ini minum dulu.” Ucap Liona sembari menyodorkan segelas air hangat kepada Ashton.
Tidak ada penolakan. Ashton langsung meneguk air tersebut sampai habis dan itu membuat Liona tersenyum karena tidak susah meminta laki-laki itu untuk melakukan kemauannya.
“Sekarang ayo kita tidur.” Seru Ashton lalu meletakkan gelas kosong itu diatas nakas yang tidak jauh dari jangkauannya.
Liona menganggukkan kepalanya dan membawa tubuhnya berbaring diatas kasur tersebut. Ashton kembali mengulurkan lengannya untuk menjadi bantal bagi kepala Liona, tangannya yang satu membelai rambut gadis itu lembut dan membawa tangan lentik gadis itu untuk melingkar ditubuhnya. Akhirnya mereka tertidur pulas kembali sambil berpelukkan dengan selimut tebal namun tidak membuat gerah yang melengkapi kehangatan tubuh mereka.
Jangan Lupa Berikan Rate 🌟 5 nya, Tekan Like nya, Ketikkan komentar nya, dan Favoritkan ASHTON & LIONA di Cerita mu agar tidak ketinggalan update terbaru.
Terima Kasih
♥️