
...Selamat Membaca 🤗...
...• • • • •...
“Apa yang kau lakukan di ruangan ku?” Ashton berhasil menangkap basah seseorang yang terlihat seperti sedang mengorek informasi dari berkas yang ada didalam ruang nya tersebut.
Mendengar suara yang begitu menggelegar di pendengaran nya sontak saja membuat sekretaris Jeny begitu sangat terkejut dan salah tingkah, seketika kebingungan melanda dirinya.
Seharusnya wanita itu tidak perlu salah tingkah ketika mendengar Ashton menegur nya jika ia tidak mempunyai maksud lain, namun jika di perhatikan dari tingkah nya saat ini dapat disimpulkan jika wanita yang baru saja di angkat sebagai sekretaris dari pemilik ACG tersebut mempunyai motif lain selain bekerja sebagai sekretaris.
“Ma..maaf Tuan jika saya lancang! Tadi saya hendak memberikan agenda kerja hari ini kepada Tuan namun saat saya masuk saya melihat jika ruangan Tuan sangat berantakan dan saya berinisiatif untuk merapikan nya.” Wanita itu terlihat sangat gugup saat menjelaskan maksud dan tujuan nya tersebut.
Ashton mengangsur langkah nya ke arah wanita yang saat ini berdiri di samping meja kerja nya, “Mana agenda nya?” Desak Ashton ingin memastikan apa benar yang barusan dikatakan oleh wanita tersebut.
“Ini Tuan.” Jeny menyodorkan agenda yang memang sudah dia persiapkan dengan baik sebelum memutuskan untuk masuk kedalam ruangan bos nya tersebut. Tangan nya gemetaran dan ia tidak berani menatap Ashton secara langsung.
Ashton mengikuti setiap pergerakan wanita yang tengah berdiri dihadapan nya saat ini, kedua manik mata nya terus memperhatikan sekretaris nya tersebut. Sementara wanita itu ia hanya bisa menundukkan kepala nya kebawa, tidak berani bertatap mata dengan bos nya tersebut.
“Kau memang sekretaris ku! Tapi kau tidak punya hak untuk masuk kedalam ruangan ku, jika bukan mulut ku ini yang menyuruh mu masuk.” Perkataan Ashton begitu menyayat di pendengaran Jeny.
“Maaf Tuan, saya berjanji jika hal seperti ini tidak akan terulang lagi.” Jawab sekretaris Jeny. Kemudian Ashton menyuruh Jeny untuk segera meninggalkan ruangannya.
“Kata Austin wanita itu sudah berpengalaman dalam pekerjaan nya, tapi kenapa hanya untuk sekadar etika saja dia tidak memiliki nya.” Gumam Ashton, “Pagi-pagi sudah buat kesal saja.” Gumam nya lagi.
...• • • • •...
Di butik Liona tidak terlalu sibuk karena selama dia tidak masuk kerja ada sekretaris Leah yang menggantikan posisinya sehingga setiap ada pesanan maupun masalah sedikit saja akan dengan cepat ditangani oleh sekretaris nya tersebut.
“Nona mau makan siang dimana?” Tanya sekretaris Leah ketika menyadari jika waktu sudah hampir memasuki jam istirahat. Liona dan sekretaris nya tersebut sering menghabiskan jam istirahat bersama sejak dulu.
“Apa kau punya saran?” Liona balik bertanya.
“Baru-baru ini ada restoran yang buka tidak jauh dari sini dan makanan nya sangat enak. Desas desus nya koki disana seorang laki-laki dan dia sangat ahli membuat makanan enak.” Jelas sekretaris Leah.
“Ya sudah kalau begitu kita kesana saja.” Ujar Liona.
Kini Liona dan Leah sudah tiba di restoran tersebut dan tengah menunggu pesanan mereka datang.
Disisi lain Ashton yang baru saja memarkirkan mobil nya di depan butik istrinya itu langsung masuk kedalam hendak mengajak istrinya untuk makan siang bersama.
Setiba di dalam ruangan istrinya tersebut pandangan mata nya menyapu seluruh ruangan tersebut mencari sosok istrinya namun apa yang dicari malah tidak ada disana.
Dengan cepat ia segera menghubungi Liona untuk menanyakan dimana keberadaan istrinya itu.
“Sayang dimana?” Tanya Ashton tidak sabaran saat panggilan tersebut telah terhubung.
“Aku sedang diluar bersama Leah, ada apa sayang?
“Aku sekarang di butik mu,
“Haa di butik, ada apa? Bukan nya pekerjaan mu belum selesai? Ini bahkan belum jam pulang.” Cerocos Liona.
“Aku kemari ingin mengajak mu makan siang bersama, tapi kau malah tidak ada disini.” Ashton memasang wajah cemberut nya.
“Kenapa tidak menghubungi dari tadi jika ingin mengajak makan siang bersama? Aku dengan Leah sedang di restoran untuk menikmati makan siang juga.” Ujar Liona dengan polos.
“Oohh ya sudah selamat menikmati makan siang mu.” Ujar Ashton dan langsung mematikan sambungan telepon tersebut secara sepihak.
Tut...tut...tut...
Liona melihat layar ponselnya yang kini menampilkan tulisan panggilan berakhir.
“Huuffttt pasti dia sedang marah sekarang.” Batin Liona.
Sementara Ashton langsung kembali ke kantor nya lagi padahal niat nya ingin makan siang bersama istri tercinta nya itu, tapi malah istrinya pergi makan siang bersama orang lain.
Tunggu itu bukan orang lain, melainkan sekretaris yang sudah dianggap sebagai keluarga juga oleh Liona. Ashton memutuskan untuk tidak makan siang.
“Semalam tidak dikasih jatah, sekarang malah makan siang bersama sekretaris nya.” Mulut Ashton tak henti-henti nya mengomel selama dalam perjalanan kembali ke kantor.
Sedangkan Liona ia memutuskan untuk pergi ke perusahaan Ashton dan membawa makan siang untuk suami nya itu. Firasat nya sangat yakin jika suami tercinta nya itu kembali ke kantor dan dia berniat untuk memberikan kejutan agar laki-laki itu tidak marah lagi pada nya.
“Leah maaf jika aku harus meninggalkan mu sendiri disini, tapi suami ku lebih penting.” Liona tertawa renyah saat mengatakan hal tersebut, meskipun terkesan lebai tapi memang itu kenyataan nya.
Jika suaminya itu memberitahukan lebih awal jika ia berniat mengajak dirinya makan siang bersama, pasti Liona juga akan menolak ajakan Leah.
“Iya Nona tidak apa-apa, seperti nya saya juga harus cepat mencari pasangan agar bisa menikmati makan siang bersama nya.” Ujar Leah dengan nada bercanda padahal ia juga mengharapkan hal yang sama sebenarnya.
“Atau kau mau aku kenal kan kepada adik dari suami ku? Setau ku mereka single.” Pikir Liona.
“Hahaha tidak perlu Nona, saya akan mencari sendiri.” Seru Leah, ia tidak ingin di anggap tidak bisa mencari pasangan sendiri.
“Sudahlah jangan menolak, aku yakin kau nanti pasti akan menyukai nya. Mereka tampan dan juga baik, tapi tidak melebihi suami ku.” Liona kembali terkekeh dan akhir nya ia pamit untuk segera menyusul Ashton ke perusahaan nya.
Dalam perjalanan yang sedikit macet Liona berharap supaya suami nya itu tidak makan siang duluan hingga ia tiba disana, ia terus mengucapkan kata-kata itu didalam hati nya.
...• • • • •...
Kedatangan ketiga sahabat nya mengurungkan niat Ashton sesaat untuk memeriksa kembali laporan yang tinggal sedikit di atas meja.
“Ash ayo kita makan siang.” Ajak Christian tersenyum ramah.
“Pasti ada sesuatu.” Ujar Austin ketika melihat wajah sahabat nya itu tidak seperti biasanya.
“Sok tau sekali kau.” Balas Ashton.
“Bukan sok tau, tapi memang kenyataan nya.” Balas Austin lagi.
“Ayo Ash kita makan siang di restoran favorite kita.” Ujar Andrew melerai keributan disana.
“Kalian pergi saja, aku sedang tidak bernafsu untuk makan.” Jawab Ashton sambil mengusap rahang nya yang ditumbuhi bulu-bulu halus.
“Mentang-mentang sudah beristri, makan bersama kami tidak mau lagi.” Seru Austin.
“Bukan seperti itu, hanya saja mulut ku ini malas untuk menikmati apa-apa.”
“Selain tubuh istri mu.” Batin Austin dan ia terkekeh dengan pemikiran nya sendiri.
“Dasar mesum.” Ujar Ashton sambil menatap Austin, dirinya seolah-olah tau apa yang tengah dipikirkan oleh asisten sekaligus sahabat nya tersebut.
Andrew dan Christian menatap aneh dua sahabat nya itu yang seolah-olah mengerti isi hati satu sama lain.
“Ya sudah jika kau tidak mau, ayo kita pergi.” Ajak Christian kemudian duluan berlalu dari sana dan disusul juga oleh dua sahabat nya itu.
Sementara Liona ia sudah tiba di parkiran dan akan masuk kedalam mencari dimana letak ruangan suami nya itu, karena ia baru pertama kali kesana.
Meskipun baru pertama kali menginjakkan kaki diperusahaan milik suami nya tersebut tapi karyawan yang sudah lama bekerja disana langsung mengetahui siapa gerangan yang datang karena saat pernikahan bos mereka tersebut semua karyawan dari perusahaan ACG di undang.
“Selamat siang Nona dan selamat datang.” Sapa resepsionis dengan ramah kepada istri dari bos nya tersebut.
“Selamat siang.” Balas Liona tak kalah ramah nya.
“Nona pasti mau bertemu dengan Tuan Ashton, mari saya antar kan.” Tawar resepsionis tersebut.
“Aku tidak mau merepotkan siapa-siapa disini, aku akan kesana sendiri.” Tolak Liona dengan halus.
Namun resepsionis itu bersikeras untuk mengantar kan istri bos nya itu, karena ia tidak ingin nanti nya akan di tegur oleh Ashton kalau sampai wanita itu tersesat karena baru pertama kali berkunjung kesana.
Tapi Liona tak mau kalah juga, wanita itu tetap menolak untuk tidak di antarkan karena ia ingin memberikan kejutan kepada Ashton dan ia hanya menanyakan di lantai berapa keberadaan suaminya itu.
Akhirnya resepsionis itu mengalah dan memberitaukan dilantai berapa bos nya itu berada.
Liona menekan tombol 39 pada deretan angka yang berada di dalam lift tersebut dengan sabar ia menunggu untuk tiba ditempat tujuan nya.
“Buat kan aku kopi.” Ashton memencet tombol interkom yang menghubungkan ke meja kerja Jeny diluar ruangan nya.
“Baik Tuan.” Belum sempat ia menjawab Ashton sudah memutuskan panggilan itu.
“Dasar laki-laki brengsek.” Batin Jeny dan segera membuatkan kopi untuk bos nya tersebut.
Tok...tok...tok...
Ketukkan pintu dari luar menyita perhatian Ashton sesaat namun ia kembali fokus lagi, “masuk.” Jawab nya datar.
Jeny masuk dan meletakkan kopi pesanan bos nya tersebut diatas meja kerja nya.
“Saya permisi Tuan.” Ujar Jeny dengan menundukkan kepala nya sebagai bentuk hormat kepada atasan nya tersebut.
Belum sempat ia keluar Ashton menghentikan langkah sekretaris nya itu, “Tunggu.” Ujar laki-laki itu dan kemudian ia berdiri melangkah menuju rak buku yang tidak jauh dari jangkauan mata nya mengambil beberapa berkas dan menyuruh sekretaris nya itu untuk membuat beberapa salinan disana.
Seusai memberikan berkas tersebut Ashton mencicipi sedikit kopi yang dibuatkan oleh sekretarisnya itu tadi, baru sedikit ia cicipi dia langsung tersedak karena rasanya yang sangat aneh.
Jeny yang mendengar bos nya itu tersedak hendak membantu bos nya itu namun saat ia mencoba membawa langkah nya kearah bos nya itu malah kaki nya tersandung.
Disaat yang sama Liona yang baru saja tiba di depan pintu ruangan suaminya itu langsung memutar gagang pintu tersebut dan ia malah terkejut menyaksikan apa yang ada dihadapan nya saat ini.
Jangan Lupa Berikan Rate 🌟 5 nya, Tekan
Like nya, Ketikkan komentar nya, dan
Favoritkan ASHTON & LIONA di Cerita mu
Agar tidak ketinggalan update terbaru.
Terima Kasih
♥️