
...Selamat Membaca 🤗...
...• • • • •...
Hari ke hari terus berganti, minggu ke minggu terus pula bergulir begitu pun kehidupan manusia yang terus berputar menuju ke kehidupan yang positif dan semakin maju, tak terasa pula kini genap sudah satu bulan pernikahan Ashton dan Liona.
Pernikahan yang diibaratkan baru seumur jagung ketika orang-orang mengatakan nya, setiap badai akan datang dan kemudian berlalu, begitu juga dengan kehidupan rumah tangga yang tidak hanya mengenai romansa kebahagiaan belaka, tapi juga dimana penuh dengan perjuangan, kesabaran, kepercayaan, serta kejujuran satu sama lain.
Saat ini Liona sudah mulai aktif menjalani keseharian nya sebagai mahasiswa S2, sementara Ashton tetap menjalani keseharian nya sebagai CEO dari perusahaan miliknya sendiri dan sibuk mengembangkan anak-anak perusahaannya.
...• • • • •...
Dimeja rias yang ada didalam ruangan tersebut terlihat seorang wanita yang tak lain adalah Liona sedang bersiap-siap untuk berangkat kuliah. Sementara Ashton sedang membersihkan tubuhnya dikamar mandi.
“Sayang kenapa kau selalu berdandan secantik ini jika mau berangkat kuliah?” Ashton mengalungkan tangan nya dileher Liona dari belakang dengan masih menggunakan handuk sebatas pinggang nya.
Liona merespon dengan senyuman mendengar pertanyaan Ashton yang hampir setiap hari dia dengarkan dari mulut suaminya itu dan jawaban nya pun akan selalu sama juga yaitu karena dia ingin terlihat cantik. Memang nya siapa yang tidak ingin terlihat cantik? Semua wanita pasti ingin terlihat cantik.
“Ayo aku bantu gunakan pakaian kerja mu.” Kata Liona yang memang sudah selesai berdandan.
“Hari ini aku akan mengantar dan menjemput mu.” Ujar Ashton.
“Tumben, biasanya juga aku selalu berangkat dan pulang bersama Kak Cammeron.” Balas Liona sambil mengancingkan kemeja Ashton.
“Maaf kan aku, tapi kadang juga aku yang menjemput dan mengantarkan mu kalau sedang tidak sibuk kan.” Balas Ashton seraya menyentil hidung mancung Liona.
Liona terkekeh, “Iya aku tau, lagian aku juga tidak menyalahkan mu. Kalau saja Daddy tidak menyuruh aku berangkat bersama Kak Cammeron pasti aku akan menyetir mobil sendiri. Aku tidak ingin merepotkan siapa-siapa.” Ujar Liona.
“Ya sudah pakai sopir pribadi saja, lagian aku sebenarnya masih cemburu jika kau dan Cammeron pergi bersama. Pasti orang-orang diluar sana mengira jika Cammeron adalah kekasih mu.” Kata Ashton dengan mencebikan bibirnya.
“Hahaha memangnya siapa yang tidak tau jika aku menikah dengan mu? dan satu lagi kenapa bisa seorang kakak cemburu dengan adik kandung nya sendiri. Kau ini ada-ada saja. Jika aku harus memakai supir pribadi, rasanya terlalu istimewa.” Bantah Liona.
“Aku usahakan akan selalu mengantar dan menjemput mu, tapi kalau ada pekerjaan yang memang tidak bisa ditinggalkan terpaksa aku harus merelakan kau pergi dengan Cammeron.” Ujar Ashton lagi.
“Terserah kau saja yang penting kau harus menjaga kesehatan mu, jangan terlalu banyak pikiran. Cukup aku saja yang kau pikirkan.” Goda Liona.
“Sejak kapan istri ku ini pandai menggombal?” Ashton menggigit dengan lembut daun telinga Liona.
Liona merasa geli mendapat gigitan dari Ashton “Sejak aku menikah dengan mu.” Kemudian ia mencoba melepaskan diri dari Ashton. Bukan nya malah melepaskan, Ashton malah membawa Liona kedalam pelukannya.
Tawa kebahagiaan seketika mengisi ruangan tersebut, rasanya sudah lama Ashton dan Liona tidak tertawa sebahagia itu. Mungkin karena mereka sama-sama sibuk dengan aktivitasnya masing-masing.
“Sayang apa kau mau jika kita pergi berlibur?” Tanya Ashton masih berpelukkan dengan Liona.
“Berlibur? Memang nya kau tidak sibuk di kantor?” Tanya Liona balik, padahal dia juga sebenarnya menginginkan libur berdua dengan Ashton. Karena semenjak pulang dari bulan madu mereka tidak pernah lagi bepergian meskipun hanya sekedar menikmati waktu berdua di luar sana.
“Sayang jangan pikirkan itu dulu, kita perlu menghabiskan waktu berdua dimana hanya ada kita berdua disana. Itu juga kan yang dikatakan kak Charlotte.” Ujar Ashton mengingatkan Liona.
Beberapa waktu yang lalu Ashton dan Liona menemui kakak perempuan dari istrinya tersebut yaitu Charlotte untuk berkonsultasi tentang program kehamilan. Awalnya Liona sempat merasa khawatir karena dirinya tidak kunjung hamil padahal hampir setiap hari dirinya dan Ashton melakukan hubungan suami istri. Sempat juga di berpikir jauh dan mengira jika dirinya mandul.
Ashton pun berkata jika dia tidak menuntut Liona untuk segera hamil juga, karena dia yakin jika semua nya ada waktu nya terlebih lagi pernikahan mereka juga baru berjalan satu bulan. Namun tidak tega melihat Liona yang terus khawatir dan merasa belum jadi istri seutuh nya jika tidak mampu memberikan keturunan kepada Ashton akhirnya mereka berdua sepakat untuk konsultasi kepada Charlotte yang memang adalah seorang dokter ahli kandungan.
Setelah mendapat penjelasan dan pencerahan dari ahlinya, akhirnya mereka pun mengerti dan memahami jika ada yang dengan mudah nya mendapatkan anak ada juga yang begitu sulit, bahkan ada yang tidak bisa memiliki anak. Untung nya mereka segera berkonsultasi dan mendapatkan jawaban atas rasa kekhawatiran nya selama ini.
“Aku ikuti baik nya bagaimana saja.” Kata Liona akhirnya.
“Baiklah aku akan mencari waktu yang tepat untuk kita berlibur.” Kata Ashton.
“Tapi dimana kita akan pergi berlibur?” Tanya Liona penasaran.
“Kau mau kemana?” Tanya Ashton balik.
“Jangan yang jauh-jauh, agar tidak terlalu lelah nantinya.
“Baiklah aku punya dua opsi, rumah hutan atau villa pinggir pantai?
“Mmmm sepertinya pantai lebih menarik,
“Baiklah, aku akan mengaturnya segera.
“Ya sudah, ayo turun. Yang lain pasti sudah menunggu dibawah.” Kata Liona mengakhiri romansa pagi hari mereka.
...• • • • •...
Tiba didepan kampus tempat Liona melanjutkan studi nya, seperti biasa Ashton melakukan tugas nya yang seperti sudah mendarah daging yaitu membukakan pintu mobil untuk Liona.
“Hubungi aku jika kau sudah selesai. Hari ini aku akan melayani mu sepenuhnya.” Ashton meninggalkan kecupan singkat di puncak kepala Liona kemudian beralih ke bibir merah jambu itu.
Liona membalas dengan anggukan kepala setelah itu ia pamit masuk kedalam kelas karena jam kelasnya sudah hampir tiba. Kemudian Ashton pun berlalu dari sana menuju perusahaan.
Di sepanjang perjalanan dia memikirkan waktu yang tepat untuk berlibur bersama Liona dan tidak ada satu pun yang boleh menganggu acara liburan mereka nantinya.
Setibanya Ashton diperusahaan dia masih sibuk memikirkan waktu yang tepat sampai-sampai tidak menghiraukan sapaan dari karyawan yang dia lewati disana. Meskipun pada dasarnya dia juga sangat jarang merespon sapaan dari bawahan nya tersebut.
“Aku perhatikan kau dari tadi melamun saja, ada apa?” Tanya Austin ketika sudah tiba di ruangan kerja milik sahabat nya tersebut.
“Aku ingin mengajak Liona berlibur tapi aku bingung kapan waktu yang tepat,
“Tumben kau mau berlibur, ada apa?
“Aku tidak butuh pertanyaan dari mu, kalau kau tidak bisa memberikan solusi keluar saja,
“Aku sedang tidak ingin berdebat,
“Kau kalau mau berlibur, ya berlibur saja. Kenapa malah bingung?
“Iya ya, kenapa aku malah bingung?
“Tidak jelas sekali dirimu ini,
“Ya sudah aku akan pergi hari jumat saja, kau tolong siapkan keperluan ku disana. Aku mungkin akan menghabiskan kira-kira tiga hari disana.
“Kau mau pergi kemana saja aku tidak tau, bagaimana aku bisa menyiapkan kebutuhan mu disana.
“Hhhh!!! Aku akan pergi ke villa pinggir pantai, jangan beritahu siapa-siapa, aku tidak ingin ada yang mengganggu.
“Memang nya siapa yang akan mengganggu kalian,
“Sudahlah lebih baik kau keluar saja, aku mau bekerja,
“Dasar tidak tau terima kasih.
...• • • • •...
Disisi lain Liona yang telah usai mengikuti sesi pertama kelasnya sedang duduk di taman mengistirahatkan sejenak pikirannya, dia sangat-sangat menghindari stres berlebihan agar program kehamilan nya berjalan lancar.
Dia sudah tidak sabar menantikan sesosok makhluk mungil yang akan mengisi hari-hari nya kedepan.
“Kau sudah selesai kelas Li?” Cammeron yang baru selesai kelas menghampiri Liona, dia sudah mendapatkan mandat dari Daddy Freed untuk selalu memantau istri dari kakak nya tersebut. Jangan sampai hal yang dulu terjadi terulang kembali.
“Belum kak, masih ada satu sesi lagi.” Balas Liona.
“Apa Kak Ashton akan menjemput mu?” Tanya Cammeron lagi.
“Iya katanya dia akan menjemput ku.” Jawab Liona seadanya.
“Baiklah aku akan disini sampai kau masuk sesi kedua,
Liona mengangguk karena dia pun tau jika Cammeron melakukan itu atas instruksi dari Daddy Freed.
Cukup lama kesunyian terjadi diantara mereka, hingga akhirnya Liona pamit untuk mengikuti sesi keduanya dan meninggalkan Cammeron yang masih berbaring di bangku tersebut.
Tak lama datang seorang wanita menghampiri Cammeron, wanita tersebut diduga-duga telah lama menaruh perasaan kepada Cammeron tapi laki-laki itu tidak menggubrisnya.
“Sendiri saja?” Tanya nya dengan nada sensual.
Cammeron yang sudah hafal dengan suara tersebut langsung berbalik dan menutupi wajah nya dengan jaket kulit yang sempat dilepaskan nya tadi.
“Kau selalu saja menghindari ku, tapi dengan wanita tadi kau sangat perhatian.” Ucap wanita tersebut.
Cammeron merasa kesal karena disaat dia ingin beristirahat malah ada yang mengganggu nya, tak ingin menunggu lama ia lekas pergi meninggalkan wanita itu dan terdengarlah rutuan demi rutuan keluar dari mulut wanita yang di tinggalkan oleh Cammeron tersebut.
...• • • • •...
Ashton tengah bersiap-siap untuk menjemput Liona karena tadi istrinya itu sudah menghubungi nya dan mengatakan jika kelasnya telah usai.
Sementara Liona sedang berjalan keluar ruangan dengan teman-teman sekelasnya, saat menuju parkiran tiba-tiba Liona terjatuh karena ada seseorang yang menabraknya dari belakang.
Wanita tersebut memandangi Liona dengan wajah sinis nya. Sementara Liona merasa heran ada apa dengan wanita tersebut. Kemudian Liona berdiri dan mencoba tidak menghiraukan wanita tersebut.
Sedangkan wanita tersebut terus membuntuti Liona sampai didepan kampus dengan mengeluarkan kata-kata hinaan untuk Liona. Melihat Liona yang diam saja membuat wanita tersebut semakin emosi dan menjambak rambut Liona yang terurai bebas disana.
“Akkhh sakit, lepaskan.” Teriak Liona. Orang-orang yang ada disana hanya memperhatikan mereka dan tidak mencoba memisahkan mereka.
“Kau wanita ******.” Hardik wanita tersebut tanpa melepaskan jambakan nya.
“Apa salah ku, kenapa kau tiba-tiba menarik rambutku.” Rintih Liona karena merasa kulit kepala nya juga akan lepas dari sana.
“Kau tidak tau salah mu? Salah mu adalah mendekati pria yang aku sukai.” Teriak wanita tersebut.
“Apa maksud mu? aku tidak pernah menyukai pria orang lain. Aku hanya menyukai suami ku sendiri.
“Dasar wanita tidak tau malu.” Ujar wanita tersebut dan mencoba untuk menampar pipi Liona.
Sebelum tangan itu menyentuh pipi Liona dengan cepat ada tangan kekar yang menahan aksi wanita tersebut.
"Jika kau berani menyentuh nya lagi, kau akan menyesal." Ujar seseorang yang tak lain adalah Ashton.
...Jangan Lupa Berikan Rate 🌟 5 nya, Tekan...
...Like nya, Ketikkan komentar nya, dan...
...Favoritkan ASHTON & LIONA di Cerita mu...
...Agar tidak ketinggalan update terbaru....
...Terima Kasih...
...♥️...