ASHTON & LIONA

ASHTON & LIONA
Bab 30



Mematuhi Keinginan Calon Suami



Selamat Membaca 🤗


...


17.45


Setelah tiba di cafe Ashton membawa Liona duduk ditempat private room agar suasana nya lebih romantis dan juga jauh dari kebisingan. Hanya instrumen musik jaz yang tidak terlalu nyaring yang mengisi keheningan di ruangan tersebut.


Sambil menikmati coffe ala cafe dan beberapa makanan ringan yang sudah tersaji kan di ruangan tersebut, Liona membawa tubuhnya berbaring beralaskan dada Ashton dan kedua tangan Ashton secara reflek melingkar dengan begitu posesifnya di tubuh Liona.


“Apa kau bahagia?” Tanya Ashton pelan.


“Tentu saja aku bahagia Ash, memang nya kenapa?” Tanya Liona balik.


“Tidak ada, aku hanya ingin tau apa kau bahagia atau tidak,


“Lalu kau sendiri apa kau bahagia?” Ucap Liona sambil menunggu jawaban Ashton.


“Seumur hidup ku aku belum pernah sebahagia ini, hingga akhirnya kau datang dan merubah hidup ku.” Jelas Ashton.


Liona bahagia mendengarkan jawaban Ashton, “terima kasih untuk hari ini Ash.” Ucap Liona kemudian.


“Terima kasih untuk apa?


“Terima kasih karena kau sudah membeli cincin yang sangat mahal itu.” Tertawa dengan sangat renyah


“Itu adalah salah satu tugas ku, memberikan yang terbaik untuk mu,


“Aku akan melakukan hal yang sama untuk mu, sejauh ini kau selalu memberikan yang terbaik untuk ku. Aku sama sekali belum melakukan apa pun untuk mu.” Ujar Liona dengan sendu.


“Jangan berkata seperti itu, selagi aku bisa aku akan tetap melakukan nya. Ku lakukan tanpa pamrih untuk mu.” Ucap Ashton lalu mengecup puncak kepala Liona dengan mesranya.


Liona terkekeh saat merasakan bibir Ashton menyentuh puncak kepala nya.


“Sayang ada yang ingin aku beritahu kan kepada mu, tapi aku mohon kau jangan marah.” Ujar Ashton sambil mengeratkan pelukannya ditubuh Liona.


“Beritahukan saja, aku tidak akan marah.” Sahut Liona merasakan pelukan Ashton yang kian mengerat.


“Nanti setelah kita menikah, kita akan tinggal dirumah orang tua ku untuk sementara. Mommy belum bisa melepas ku untuk tinggal sendiri diluar, tapi hanya untuk sementara saja.” Jelas Ashton dengan takut-takut.


Liona diam sejenak memikirkan kata-kata Ashton, tidak mungkin juga dia menolak nya. Karena dia mengerti hukum nya jika seorang istri kelak harus mengikuti suaminya kemana pun suaminya pergi.


“Sayang?” Panggil Ashton menyadarkan Liona dari pemikirannya sendiri.


“Ehhh iya Ash, maaf aku tidak fokus.” Jawab Liona.


“Jadi jawaban mu apa?” Ashton memastikan lagi.


“Iya, aku tidak apa-apa jika kita tinggal dirumah mu sementara waktu.” Jawab Liona lagi.


Liona tidak bisa mengatakan kelanjutannya lagi kalau dia sebenarnya merasa tidak enak jika bergabung dikediaman Ashton, karena kedua adiknya Ashton adalah laki-laki meskipun rumah calon suami nya itu terbilang sangat besar sehingga akan sangat mustahil jika privasi nya dan Ashton akan terganggu dan dia juga sebenarnya ingin berkata bagaimana dengan orang tua nya sendiri yang hanya tinggal berdua dirumah sebesar itu pasti akan merasa lebih kesepian lagi. Namun perkataan itu seakan tercekat di tenggorokan Liona untuk tidak mengeluarkan nya, takut jika Ashton akan kecewa dengan dirinya.


“Tidak apa-apa, lagian ini hanya sementara.” Gumam Liona dalam hatinya.


Ashton lega saat mendengar jawaban Liona, dan tidak membantahnya. Pembicaraan mereka terus berlanjut sampai malam hari, hingga memutuskan Ashton untuk membawa Liona pulang segera karena sudah membawa gadis itu pergi semenjak pagi hari.


“Aku akan menghubungi mu nanti.” Ucap Ashton lalu mengecup kening Liona sedikit lama daripada biasanya dan dia masuk kembali kedalam mobilnya dan segera meninggalkan kediaman Liona.


...


Dirumah Ashton


“Ash sudah beritahu kepada Liona jika kami akan tinggal disini setelah menikah nanti, dan dia setuju. Tapi ingat Dad, hanya sampai Liona hamil setelah itu kami akan cari tempat tinggal sendiri.” Ucap Ashton kepada Daddy nya yang sedang duduk di ruang keluarga sendirian sambil menonton televisi.


“Baguslah jika dia setuju, kan tidak perlu khawatir itu hanya berlaku sampai Liona hamil.” Ujar Freed lalu tak lama Lucy datang dan mengajak mereka makan malam bersama.


...


Dirumah Liona


Liona terlihat sedang menyisir rambutnya lalu setelah sisiran nya rapi, dia segera menghampiri kedua orang tuanya yang menunggu dimeja makan. Lalu mereka akhirnya makan bersama sambil berbicara hal yang ringan-ringan.


“Jadi kamu sudah membeli cincin Nak?” Tanya Emily sambil memasukkan makanan kedalam mulutnya.


“Iya, sudah Mah.” Jawab Liona santai.


“Sebentar lagi kamu akan menikah, jadilah istri yang baik dan penurut untuk suami mu, jangan membantah nya jika tidak perlu, lakukan tugas dan tanggung jawab mu sebagai seorang istri, setelah kau menikah nanti perkataan suami mu adalah apa yang harus kamu lakukan, kami sebagai orang tua hanya bisa mengayomi dan juga mengingat kan, suami mu yang akan mengarahkan kemana kalian akan melangkah selanjutnya. Pertengkaran, perselisihan, beda pendapat, cemburu, menangis, itu pasti sudah akan kamu temui nanti saat hidup berumah tangga, tapi yang terpenting adalah kepercayaan dan kejujuran. Tanpa itu semua jangan kan rumah tangga, sebuah keluarga pun akan hancur. Jadi sebisa mungkin bersikaplah jujur kepada suami mu.” Jelas Chris panjang lebar memberi amanat kepada putri bungsunya itu.


Liona menitikkan air matanya saat mendengarkan ucapan Papah nya itu sedari tadi, padahal dia dan Ashton menikah dan tetap tinggal di London dan tidak pergi kemana-mana, tapi perkataan Papah nya itu seakan-akan memberi kesan jika dia akan pergi ketempat yang jauh sekali. Tapi memang seperti itulah pernikahan, bisa membuat kita semakin jauh dari keluarga bisa juga membuat kita semakin dekat dengan keluarga.


“Iya Pah, Lio akan ingat pesan Papah ini. Lio juga mau bilang terimakasih karena Papah sudah sangat berjasa membesarkan Liona, memenuhi kebutuhan Liona sejak kecil, selalu ada untuk Liona, dan menyayangi Liona seperti Papah sayang sama diri Papah sendiri. Papah adalah sosok yang akan menjadi cinta sejati Liona untuk selamanya.”


“Terima kasih juga untuk Mamah, karena sudah mengandung Lio selama 9 bulan, menjaga Liona dengan penuh kasih sayang, membuat Liona menjadi perempuan yang baik, dan ada saat Liona ingin mencurahkan isi hati Liona, merawat Liona bahkan Mamah sendiri lupa merawat diri Mamah sendiri, Mamah betul-betul perempuan terbaik di hidup Liona sampai saat ini.”


Tangis haru pecah di ruangan itu, saling mengungkapkan isi hati. Liona berdiri dan memeluk kedua orang tuanya.


“Liona juga mau bilang terimakasih karena sudah memilihkan Ashton sebagai pendamping hidup Liona. Liona tau jika pilihan orang tua pasti yang terbaik untuk anak nya.” Air mata terus menetes membasahi wajah cantik Liona begitu pun dengan Papah dan Mamah nya yang merasa tidak percaya jika putri bungsu mereka itu sudah dewasa dan sebentar lagi akan menikah.


Setelah meluapkan isi hati mereka masing-masing, mereka melanjutkan makan yang sempat terhenti tadi sementara Liona dia sudah tidak bernafsu lagi untuk melanjutkan makan malam nya.


“Pah Mah, kata Ashton setelah kami menikah nanti, kami berdua akan tinggal dirumah Daddy dan Mommy nya untuk sementara. Kata nya tante Lucy belum bisa kalau lepasin Ashton untuk tinggal sendiri diluar.” Jelas Liona dengan polos.


“Ikuti saja apa kata nya, dia pasti juga sudah memikirkan semua nya itu.” Ujar Chris.


Sementara Emily dibuat berpikir tentang perkataan putri nya itu tadi, ”sejak kapan Lucy belum siap jika Ashton tinggal sendiri diluar rumah. Bukan nya semenjak Ashton kecil dia sudah tinggal bersama bibinya di Las Vegas, pasti ada sesuatu.” Gumam Emily dalam hatinya namun dia tak terlalu memikirkan nya juga, mengingat sahabat nya yang satu itu sangat sayang kepada Liona. Akhirnya dia setuju-setuju saja terhadap rencana Ashton tersebut.


...


Dirumah Ashton


Setelah makan malam Freed dan Lucy memutuskan untuk langsung beristirahat didalam kamar, sementara ketiga putranya memilih untuk bermain PlayStation diruang keluarga. Cammeron menjadi budak kedua kakak nya dan menyiapkan alat-alat permainan dan juga minuman serta makanan ringan.


”Ayo besok kita bertiga jalan-jalan, sudah lama aku tidak jalan dengan kalian berdua.” Ucap Ashton kepada kedua adik nya tersebut.


“Jelas lah tidak pernah, kakak kan sudah memiliki kekasih jadi lupa dengan kami berdua.” Jawab Jackson pura-pura merajuk.


“Jangan lebai.” Ujar Ashton risih dengan perkataan Jackson yang aneh di pendengaran nya.


Jackson langsung tertawa pecah ketika kakak nya berkata seperti itu, ada kesenangan tersendiri baginya ketika menggoda kakak nya itu. Akhirnya mereka setuju untuk jalan bersama esok hari karena tidak ada pekerjaan yang mendadak esok hari bagi Jackson dan dia bisa meluangkan waktu untuk menghabiskan waktu bersama saudaranya itu sementara Cammeron hanya mangut-mangut saja, menolak pun tidak bisa.


...


Keesokkan hari nya Ashton mengabari Liona jika hari ini dia akan jalan-jalan dengan kedua adik nya tersebut, dan Liona mengizinkan nya. Sebenarnya Liona mau ikut, tapi dia juga tidak enak dan membiarkan Ashton menghabiskan waktu bersama kedua adiknya itu.



Mereka bertiga menyusuri trotoar setelah tadi memarkirkan mobil nya diparkiran umum, tidak terlihat jika mereka adalah saudara kandung karena saking kocak nya mereka saat sudah berkumpul bersama.


Mereka bertiga menghabiskan waktu selama beberapa jam untuk melihat pameran, pertunjukkan musik dan akhirnya mereka memilih beristirahat di bangku panjang didepan sebuah toko.


Keringat membasahi tubuh mereka karena cuaca yang terik dan juga hawanya yang begitu sangat membakar kulit, membuat tenggorokan menjadi kering dan meminta-minta segera dialiri air mineral untuk menghilangkan dahaga tersebut.


Cammeron mencoba mengeluarkan air dari dalam tas nya yang sudah dia persiapkan sejak dari rumah tadi. Saat mereka tengah asyik berbincang sambil menunggu air yang akan dikeluarkan oleh Cammeron, melintas seorang wanita rambut panjang da body sedikit bahenol di hadapan mereka. Namun mereka diam dan nampak biasa saja.


Sesaat ketika wanita tersebut sudah sedikit jauh dari keberadaan mereka saat itu, Ashton memperhatikan pergerakkan langkah wanita itu yang kian menjauh.



“Sudah mau menikah masih saja mata mu itu genit kak.” Tegur Jackson ketika melihat apa yang diperhatikan oleh Kakak nya itu tadi.


“Maksud mu?” Ashton merasa heran ketika ditegur seperti itu tadi.


“Ya maksud ku, kau kan sudah mau menikah tapi kenapa masih melirik-lirik perempuan lain.” Ujar Jackson menatap wajah Kakak nya itu.


“Siapa yang memperhatikan nya, aku tidak memperhatikan nya. Aku itu hanya aneh saja melihat dia berjalan seperti itu.” Elak Ashton.


“Ya sama saja itu artinya kau memperhatikan dia Kak.” Kesal Jackson namun menurut Ashton dia sama sekali tidak memperhatikan wanita itu.


Karena malas berdebat mereka akhirnya melanjutkan perjalanan lagi dan singgah di tempat makan pinggir jalan untuk mengisi perut kosongnya dan memesan sebotol anggur agar lebih terasa nikmat.


Sebelum akhirnya mereka kembali pulang kerumah karena waktu sudah mulai petang.


Sesampai nya dirumah Ashton lekas membersihkan dirinya dan pergi lagi ke apartemen milik bersama sahabat nya. Ternyata ketiga laki-laki itu sudah pulang kerja dan sedang menghidangkan makan malam.



“Tidak perlu repot-repot menyiapkan seperti ini.” Ucap Ashton tidak tau malu.


“Siapa yang menyiapkan nya untuk mu. Sungguh percaya diri sekali kau.” Sahut Austin tidak terima.


“Jangan malu-malu untuk mengakuinya, aku tau jika kalian menyiapkan nya untuk ku karena aroma kedatangan pasti tercium sampai disini.” Ujar Ashton lagi lalu dia langsung duduk di meja makan bersama kedua sahabatnya itu sementara Andrew masih berdiri karena baru selesai menuangkan anggur di gelas mereka.


“Percaya diri sekali kawan satu ini.” Sahut Andrew setelah selesai dengan tugas nya sembari tertawa renyah kepada sahabat nya yang ada disana. Mereka sama sekali tidak tau jika Ashton akan berkunjung kesana saat mereka akan makan pula.


“Bagaimana keadaan perusahaan?” Tanya Ashton serius.


“Tidak perlu khawatir, semua baik-baik saja. Fokus lah urusi pernikahan mu dulu.” Jawab Christian.


“Kalian memang orang-orang andalan ku.” Ucap Ashton bangga dengan ketiga sahabat nya tersebut.


“Aku tidak menyangka jika Ashton ini akan membelikan cincin pernikahan seharga USD71,2.” Tutur Austin dan membuat kedua sahabat nya terkejut setelah mendengar penuturan nya tersebut.


“Kau serius Ash?” Ucap kedua nya bersamaan.


Ashton menganggukkan kepalanya membenarkan penuturan Austin tadi, menurutnya itu tidak ada apa-apanya.


Christian dan Andrew menggelengkan kepala tidak percaya.


“Untuk apa aku bekerja selama ini, jika uang nya tidak dipakai. Kan itu juga digunakan dengan baik, bukan untuk yang aneh-aneh.” Jelas Ashton.


“Nanti jika kalian sudah memiliki pasangan dan akan menikah, aku pikir kalian juga tidak akan berpikir lama untuk menghadiahi pasangan kalian sebuah barang atau cincin yang sangat bagus.” Ucap Ashton lagi.


Ketiga sahabat nya menganggukkan kepala, bukan membenarkan perkataan Ashton tapi melihat tingkah Ashton yang berubah 360 derajat dari sebelum nya. Laki-laki cuek dan tidak mau menghabiskan waktu selain bekerja sekarang malah menjadi budak cinta.


Tapi mereka bersyukur karena sahabat mereka yang satu itu akhirnya menemukan pasangan yang tepat dan juga mencintai dia apa adanya.


Jangan Lupa Berikan Rate 🌟 5 nya, Tekan Like nya, Ketikkan komentar nya, dan Favoritkan ASHTON & LIONA di Cerita mu agar tidak ketinggalan update terbaru.


Terima Kasih


♥️