ASHTON & LIONA

ASHTON & LIONA
Bab 38




...Selamat Membaca 🤗...


• • • • •


Setiba Ashton diperusahaan ia segera mengeluarkan ponsel dari dalam saku jas nya untuk menghubungi Liona yang beberapa saat yang lalu ia tinggalkan bersama Mommy nya dirumah.


“Sayang kau dimana?” Tanya Ashton ketika panggilan tersebut sudah terhubung dengan istrinya.


“Aku dirumah, kenapa? Jawab Liona seraya balik bertanya.


“Jangan kemana-kemana, tunggu aku sampai pulang kerja.” Sahut Ashton.


“Sayang aku ada janji dengan Leandra sebentar siang.........” Perkataan Liona terputus karena Ashton,


“Kau tidak boleh kemana-kemana sebelum aku pulang kerja.” Ashton meninggikan suaranya membuat beberapa karyawan yang ia lintasi menatap heran kearah nya.


“Apa yang kalian perhatikan? Mau saya pecat?” Bentak Ashton kepada karyawan yang sedang memperhatikan nya. Seketika mereka langsung pergi dari hadapan Ashton dengan terbirit-birit, sungguh mereka belum pernah melihat bos mereka seperti itu selama beberapa tahun bekerja di ACG.


Liona yang mendengar Ashton membentak karyawan nya diseberang sana merasa heran dengan suami nya itu, padahal tadi pagi suaminya itu baik-baik saja pikirnya.


Suara Ashton diseberang sana membuyarkan pemikiran Liona ketika laki-laki itu berkata “Liona kau dengar kan yang aku katakan?”


Liona kaget tidak percaya ketika Ashton memanggil nya dengan menyebut namanya secara langsung, tidak biasanya bahkan tidak pernah Ashton memanggil nya dengan sebutan nama selama ini.


Karena tidak ingin memperkeruh keadaan akhirnya Liona menuruti perkataan Ashton untuk tidak pergi kemanapun hari ini.


Setelah memutuskan panggilan, Liona terdiam sejenak memikirkan apa yang sebenar nya terjadi kepada Ashton. Padahal baru beberapa saat yang lalu dia melihat jika Ashton baik-baik saja, kenapa sekarang suaminya itu berubah menjadi posesif seperti ini pikirnya.


“Sayang kamu kenapa?” Tegur Lucy ketika melihat menantu kesayangan nya itu sedang duduk melamun di sofa ruang tamu.


Liona langsung mengarahkan pandangan nya kepada wanita paruh baya yang bertanya kepada nya saat ini seraya menampilkan senyuman di wajahnya, “tidak apa-apa Mom.” Jawab Liona dengan tenang mencoba menyembunyikan perasaan bingung nya saat ini.


Lucy pun percaya jika menantu nya itu baik-baik saja karena Liona dengan sangat apik menyembunyikan nya.


“Nanti kamu temani Mommy ya,


“Mommy mau kemana?


“Mommy mau mengajak kamu berbelanja hari ini.” Lucy dengan girang berkata seperti itu karena setelah sekian lama dia menantikan momen seperti ini akhirnya tiba juga.


Liona diam tak menjawab, pikiran nya langsung berputar mengingat kembali kata-kata Ashton yang melarang nya untuk tidak kemana-mana sebelum suaminya itu pulang bekerja.


“Tapi kan aku pergi sama Mommy, tidak mungkin juga dia marah.” Gumam Liona dalam hatinya.


“Sayang?” Lucy memegang pundak Liona ketika melihat menantu nya itu tidak menjawab ajakan nya.


“Eh iya Mom,


“Kamu mau kan?


Liona pun akhirnya berkata ia kepada mertua nya tersebut, karena tidak ingin mengecewakan nya.


“Ya sudah kamu siap-siap, Mommy juga mau siap-siap.” Ucap Lucy dengan tersenyum bahagia seraya meninggalkan Liona sendirian.


Tak lama Liona pun ikut meninggalkan ruang tamu menuju ke kamarnya untuk bersiap-siap sambil menghubungi Leandra jika dia tidak bisa bertemu dengan nya saat ini dan untung nya Leandra begitu dewasa memahami posisi Liona dan mengerti akan semua itu.


• • • • •


Ashton yang sudah berada di ruangan nya memperhatikan sejenak berkas-berkas yang beberapa saat yang lalu di bawakan oleh asisten pribadi nya, pikiran nya tidak tenang merasakan kecemasan yang kian membeludak memenuhi pikiran nya.


Ashton rasanya ingin sekali berteriak melepaskan kecemasan yang terus menghantui nya sejak tadi dan membuat nya tidak fokus mengerjakan pekerjaan nya.


Namun suara ketukkan pintu dari luar menyita perhatian laki-laki tersebut dan mengizinkan siapa saja yang ada disana untuk segera masuk.


Ashton mengernyit heran ketika mengetahui jika asisten pribadi nya yang tak lain adalah Austin yang mengetuk pintu tersebut, biasanya laki-laki itu akan langsung masuk saja tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Ashton seketika memutar bola matanya malas ketika melihat wajah sahabat nya yang terpampang disana.


Namun Austin saat ini tidak datang seorang diri karena ada seorang wanita yang berdiri dibelakang nya. Ashton menatap kedatangan mereka berdua dengan heran.


“Ada apa?” Tanya Ashton menelisik.


“Baiklah aku langsung saja, dia Jeny dan dia yang akan menjadi sekretaris pribadi mu.” Austin memperkenal kan wanita yang berdiri disampingnya saat ini.


Ashton memperhatikan wanita yang sedari tadi menundukkan kepalanya kebawah itu lalu ia memberi kode kepada sahabat nya itu untuk menyuruh wanita tersebut keluar dari ruangan bos nya itu.


Ketika wanita itu sudah keluar dari sana langsung saja Ashton melayang kan tatapan tajam nya kepada sahabat nya tersebut Austin pun dibuat heran dengan sikap Ashton yang tiba-tiba berubah.


“Salah lagi salah lagi.” Batin Austin.


Ya, sedari tadi Ashton terus-menerus mengomeli sahabat nya itu dan membuat Austin sebenarnya enggan untuk bertatap muka secara langsung dengan bos nya itu jika bukan karena sekretaris baru itu.


“Ganti.” Hanya satu kata itu yang keluar dari mulut Ashton.


“Ash kita sudah membahas hal ini jauh sebelum nya dan dari sekian banyak yang mendaftar hanya dia yang memenuhi kualifikasi untuk menjadi sekretaris mu.” Ujar Austin menjelaskan kepada sahabat nya itu.


“Aku tidak perduli, yang aku mau dia harus di ganti.” Ashton menekan kan kata-kata nya.


“Kau bahkan belum melihat cara kerja nya tapi kau langsung ingin menggantinya. Ash kau tau kan aku tidak mungkin merangkap menjadi asisten dan sekretaris mu sekaligus, memang nya kau tidak kasihan kepada ku. Jika aku merangkap kedua nya sekaligus aku bertaruh dengan gaji ku sendiri jika aku tidak akan mendapatkan jodoh selama bekerja dengan mu.” Austin mengakhiri perkataan nya dengan bercanda padahal bos nya tersebut tengah serius berbicara dengan nya.


Austin menghembuskan nafas nya kasar mendengar jawaban bos nya tersebut niat nya padahal hanya bercanda tadi tapi malah di tanggapi dengan serius oleh laki-laki yang sudah beristri itu.


“Ash aku bukan nya lelah tapi kau tau kan sejak awal aku status nya sebagai asisten pribadi mu bukan sekretaris pribadi mu atau biarkan saja dia bekerja sementara waktu sebagai sekretaris mu sementara aku mencari pengganti nya, kau tau kan banyak pekerjaan menumpuk akhir-akhir ini dan kita butuh dia.” Jelas Austin mencoba merayu Ashton dengan jurus seribu gaya.


"Kenapa malah kau yang banyak bicara." Ujar Ashton lagi.


"Kenyataan nya memang seperti itu kan." Jawab Austin sambil melipat kedua tangannya didepan dadanya.


Ashton berpikir sejenak menanggapi perkataan Austin memang benar jika banyak yang harus di kerjakan beberapa hari kedepan dan dia juga membutuhkan sekretaris untuk membantu nya. Tapi bukan seorang wanita apalagi wanita tersebut terlihat seumuran dengan istri nya, dia tidak ingin nanti Liona akan salah paham ketika mengetahui sekretaris pribadi nya adalah seorang wanita muda.


“Baiklah hanya untuk sementara waktu dan sebaiknya ketika kau keluar dari sini kau langsung mencari pengganti nya.” Ujar Ashton dan membuat mata Austin membulat penuh mendengar penuturan sahabat nya tersebut.


• • • • •


Di sebuah pusat perbelanjaan di tengah kota Lucy dan Liona tengah asyik berbelanja menghabiskan waktu dari tengah hari hingga menjelang sore hanya untuk berbelanja dan mengunjungi butik-butik langganan mertua nya tersebut.


Hingga tak sadar ketika mereka keluar dari butik terakhir saat ini waktu sudah sangat sore terlihat dari langit yang menampilkan warna jingga nya diatas sana.


Ketika mobil yang membawa mereka sudah terparkir dihalaman rumah saat ini, Lucy menepuk jidat nya mengingat jika dia lupa membeli sesuatu.


“Mom kenapa?” Tanya Liona penasaran.


“Mommy kelupaan sayang, Daddy mu tadi berpesan untuk membeli cake.” Jawab Lucy sambil menggelengkan kepalanya.


“Ya sudah Mom, biar Liona yang pergi membeli cake pesanan Daddy.” Liona menawarkan diri nya padahal mereka baru saja tiba di rumah setelah seharian menghabiskan waktu diluar sana.


“Tidak usah sayang, nanti Mommy yang jelaskan pada Daddy.” Lucy mencoba menghalangi Liona.


“Tidak apa-apa Mom, pasti Daddy juga sedang menunggu saat ini. Biar Lio saja yang pergi.” Liona bersikeras tetap pergi membeli cake untuk mertua nya tersebut.


Lucy pun akhir nya mengizinkan Liona untuk pergi membeli cake karena dia tau jika suami nya saat ini pasti menunggu nya membawa cake pulang, apalagi cake yang dipesan suaminya tersebut adalah cake kesukaan nya.


Liona pergi dengan menyetir mobil nya sendiri yang beberapa hari yang lalu sudah tersimpan dengan rapi di garasi rumah itu, ia melajukan mobil tersebut menuju cake langganan mertua nya itu setelah diberitahukan oleh Lucy tadi.


Kurang lebih lima belas menit Liona akhirnya tiba di tempat tujuan nya namun ia harus menunggu karena ada sekitar lima antrian didepan nya dan masing masing membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk mendapat pesanan mereka. Liona dengan sabar menunggu sampai giliran nya tiba.


• • • • •


Didalam sebuah mobil yang saat ini melenggang jauh meninggalkan perusahaan hendak kembali kerumah nya, laki-laki yang tak lain adalah Ashton itu mencoba menghubungi nomor istrinya namun setelah lima kali panggilan tidak kunjung ada sahutan diseberang sana.


Ashton yang memang seharian ini terus di hantui dengan perasaan cemas seketika berpikir yang tidak-tidak terhadap istrinya dan ia segera melajukan mobil nya untuk segera tiba dirumah.


Setiba nya Ashton di rumah ketika ia hendak memasukkan mobil nya kedalam garasi ia melihat jika mobil istrinya yang tadi pagi terparkir di dalam sana sudah tidak ada.


Ashton sedikit kesal karena Liona tidak mengindahkan apa yang dia ucapkan tadi pagi kepada istrinya itu, setelah memarkirkan mobil nya dengan rapi Ashton membawa langkah nya hendak masuk kedalam rumah.


Namun cahaya lampu mobil yang baru saja melewati gerbang itu menghentikan langkah nya saat ia tau jika mobil tersebut adalah mobil istrinya. Ashton berdiri sambil berkacak pinggang menunggu mobil istrinya itu berhenti.


Liona yang menyadari jika suami nya sudah berdiri didepan sana tidak berpikiran yang aneh-aneh karena ia berpikir jika Mommy Lucy pasti sudah memberitahukan kepadanya jika ia pergi membeli cake untuk Daddy nya.


Saat mobil yang di setir Liona itu berhenti tepat dihadapan Ashton, laki-laki tersebut langsung menghampiri Liona dan membuka pintu mobil tersebut dengan kasar. Liona merasa heran dengan sikap Ashton saat ini.


“Keluar.” Ashton membentak Liona dan membuat wanita itu sedikit terkejut.


Liona yang tak kunjung keluar dari mobil karena sedikit kesusahan membuka seat belt membuat Ashton semakin geram, laki-laki yang sudah tersulut emosi itu langsung membantu Liona membuka seat belt nya dan menarik kasar pergelangan tangan Liona untuk segera keluar dari dalam mobil.


“Sayang sakit.” Pekik Liona yang merasakan pergelangan tangan nya seperti diremas.


Namun Ashton seakan tuli dengan teriakan Liona yang meronta-ronta minta dilepaskan karena cengkraman laki-laki itu sangat kuat.


“Diam.” Bentak Ashton dengan suara nya yang semakin tinggi.


Liona dengan sekuat tenaga nya menghempaskan tangan Ashton yang semakin menyakiti nya dan membuat Ashton semakin marah.


“Apa kau sadar jika perlakuan mu ini menyakiti ku.” Liona menangis sambil menatap Ashton.


Ashton seketika sadar saat melihat istrinya menangis sambil memegang pergelangan tangan nya yang dia cengkram beberapa saat yang lalu, namun rasa marah nya terhadap Liona karena tidak mendengar apa yang dia katakan tadi pagi membuat nya kembali emosi.


Lucy yang sedari tadi menunggu kepulangan Liona saat mendengar keributan di luar rumah nya segera keluar untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.


Saat dia keluar ia melihat jika putra nya itu sedang menarik paksa istrinya itu untuk masuk kedalam rumah.


"Ashton hentikan....!"


Author mengucapkan beribu maaf karena sangat terlambat untuk update Ashton & Liona 🙏 🙏 🙏


Jangan Lupa Berikan Rate 🌟 5 nya, Tekan


Like nya, Ketikkan komentar nya, dan


Favoritkan ASHTON & LIONA di Cerita mu


Agar tidak ketinggalan update terbaru


Terima Kasih


♥️