
Berkencan
HAPPY INDEPENDENCE DAY INDONESIA
75TH
2020, AUGUST 17TH
🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉
🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩 🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩
MERDEKA
Selamat Membaca 🤗
...
“Jadi hari ini kau mau kemana?” Tanya Ashton setelah mereka keluar dari kediaman keluarganya.
“Hari ini tidak ada yang terlalu penting untuk dikerjakan di butik, tapi aku ingin melihat sejauh mana perkembangan pembuatan busana yang sedang dikerjakan. Jadi sepertinya aku akan mengeceknya sebentar.” Pikir Liona sejenak.
“Kalau begitu sehabis kau mengecek busana, mari kita berkencan hari ini. Sudah lama kita tidak menghabiskan waktu bersama.” Usul Ashton setelah mengetahui jadwal Liona.
“Bukan nya kau juga harus ke kantor Ash?” Tanya Liona membawa pandangan nya kepada laki-laki itu.
“Seusai mengantarkan mu ke butik aku akan ke kantor sebentar, karena ada berkas yang harus aku tandatangani. Nanti setelah itu aku akan menjemput mu lagi dan kita akan berkencan seharian penuh.” Ashton mengutarakan maksudnya.
“Biar nanti aku yang menyusul mu ke perusahaan, aku kasihan jika kau bolak balik terus.” Sahut Liona.
“Aku tidak merasa keberatan jika itu tentang dirimu, lagi pula itu sudah menjadi tanggung jawab ku untuk selalu mengantar dan menjemput mu jika aku memiliki waktu luang seperti ini.” Jawab Ashton.
Liona tidak bisa lagi menjawab perkataan Ashton dan memilih untuk mengikuti kemauan laki-laki disampingnya itu.
...
Kini Ashton sudah berada diperusahaan miliknya setelah mengantarkan Liona ke butik nya tadi.
Austin yang melihat jika atasan sekaligus sahabat nya itu sudah memasuki ruangan nya langsung menghampiri nya dan membawa berkas yang perlu ditandatangani.
“Hari ini aku akan menghabiskan waktu bersama Liona, jadi sebisa mungkin jangan menghubungi ku. Kecuali perusahaan ini terkena masalah yang akan mengakibatkan kebangkrutan baru kau boleh menghubungi ku.” Ashton menerima berkas yang diberikan oleh asisten pribadi nya tersebut dan menandatangi nya.
“Dulu saja kau tidak ada waktu untuk mengurusi hal-hal seperti itu dan memilih sibuk mengurusi perusahaan. Sekarang jangankan mengurusi perusahaan, menghabiskan waktu bersama sahabat mu saja tidak pernah.” Cerocos Austin kesal.
Sebenarnya dia kesal bukan karena Ashton yang mulai tidak pernah menghabiskan waktu bersama sahabatnya lagi, melainkan jika tugasnya akan bertambah banyak jika laki-laki itu semakin sering tidak masuk kerja.
Dan itu akan membuat peluangnya semakin kecil untuk mendekati gebetannya, karena harus mengerjakan pekerjaan Ashton yang seharusnya dikerjakan oleh laki-laki itu sendiri.
“Jangan banyak bicara kerjakan saja tugas mu, memang nya kau mau kemana? Kekasih saja tidak punya.” Sindir Ashton lalu mengembalikan berkas tersebut kepada sahabatnya itu.
“Bagaimana aku bisa memiliki kekasih jika sehari-hari aku sibuk di perusahaan menggantikan pekerjaan yang harusnya dikerjakan oleh dirimu sendiri.” Sindir Austin tak mau kalah.
“Oohhh sepertinya ada yang mau melakukan pendekatan, tapi terkendala karena bosnya sibuk kencan bersama calon istrinya.” Ledek Ashton sambil tersenyum renyah.
“Dasar tidak peka, semoga Liona tidak menyesal menikah dengan mu nanti.” Teriak Austin sambil berlari keluar dari ruangan Ashton.
Karyawan yang melintas disana hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan bos mereka jika sedang bersama dengan sahabatnya. Mereka sudah terbiasa melihat hal-hal konyol seperti itu jadi mereka tidak terlalu perduli.
...
Liona terlihat sedang menunggu Ashton diruang tamu yang berada di butik nya tersebut, setelah mengabari Ashton jika dirinya sudah selesai dengan pekerjaan nya.
“Apa Nona hendak pergi?” Tanya sekretaris Leah ketika melihat bos nya itu sedang duduk diruang tamu.
“Iya. Tolong jika ada kendala pada kelangsungan pembuatan busana yang sekiranya tidak bisa kau tangani, segera hubungi aku.” Jawab Liona.
“Baik Nona.” Sahut sekretaris Leah seraya menundukkan kepalanya hormat.
Tak lama mobil Ashton memasuki parkiran butik milik Liona, setelah memarkirkan mobilnya dengan rapi ia membawa langkah nya masuk untuk menghampiri calon istrinya itu.
Ternyata gadis itu sedang duduk diruang tamu menunggu kehadiran nya dengan ditemani sekretaris pribadinya.
“Kau sudah datang.” Liona seketika berdiri ketika melihat laki-laki itu memasuki butiknya.
Ashton menganggukkan kepalanya sambil tersenyum kepada gadis itu dan membawa langkah nya untuk lebih dekat.
“Sudah siap pergi?” Tanya Ashton ketika sudah berada disamping gadis itu, seraya membawa tangan nya untuk dilingkarkan pada bagian pinggang Liona.
“Kemana pun aku siap pergi, jika itu bersama dengan dirimu.” Jawab Liona sembari tersenyum manis.
Leah mengamati kedua orang yang sedang melakukan percakapan didepan nya itu tanpa menghiraukan nya. Sesaat jiwa kejombloan nya meronta-ronta ingin mendapatkan kekasih seperti Tuan Ashton yang sangat romantis.
“Leah aku pergi dulu, ingat hubungi aku jika ada apa-apa.” Liona mengingatkan Leah kembali, seraya membawa langkahnya beriringan dengan Ashton keluar dari butik tersebut.
“Baik Nona.” Sahut Leah dengan hormat seraya membungkukkan badannya.
Ashton membukakan pintu mobil untuk Liona, ia selalu melakukan hal itu. Karena dia merasa Liona adalah gadis teristimewa untuk nya, jadi dia harus memperlakukan nya sebaik mungkin.
“Jadi, kita mau kemana hari ini?” Liona sudah tidak sabar mengetahui kemana dia akan dibawa oleh Ashton.
“Kemana pun kau mau, aku akan menurutinya.” Jawab Ashton sembari menoleh kearah Liona.
“Jadi kau tidak punya rencana mau membawa ku kemana?” Liona sedikit kecewa, pasalnya dia berpikir jika Ashton sudah memiliki rencana istimewa untuk dirinya.
“Aku ingin mengajak mu berkencan ala pasangan pada umumnya.” Balas Ashton tanpa merasa berdosa.
'Huuffttt' Liona menghembuskan napas nya berat sambil memanyunkan bibirnya dan itu membuat Ashton sangat gemas melihatnya.
“Jangan cemberut begitu dong sayang, aku gemes lihat nya.” Seru Ashton kemudian fokus mengemudi lagi.
“Tadi kata mu kemana pun kau siap pergi jika itu bersama dengan diriku.” Ashton mengingatkan Liona tentang perkataan nya beberapa saat yang lalu.
“Iya aku memang berkata seperti itu karena aku berpikir kau sudah memiliki rencana, eh tau-taunya malah tidak jelas seperti ini.” Cerocos Liona.
“Siapa yang bilang tidak jelas, aku hanya memberi kesempatan untuk dirimu mengutarakan keinginan mu siapa tau ada tempat yang ingin kau kunjungi. Tapi jika memang tidak ada, kita akan mengikuti kehendak ku hari ini” Sahut Ashton dengan tenang.
“Kehendak?” Liona mengulangi kata-kata Ashton tadi.
“Iya kehendak, karena hari ini aku hendak mengajak mu nonton ke bioskop, menikmati makanan kekinian, mengunjungi tempat-tempat wisata, bermain di pantai. Bukan nya tadi aku sudah bilang jika aku ingin mengajak mu berkencan ala pasangan pada umumnya.” Jelas Ashton.
Wajah Liona berubah senang setelah mendengarkan penjelasan Ashton barusan, dia pikir laki-laki disampingnya itu tidak memiliki tujuan. Ternyata didalam kepalanya yang kecil itu sudah tersimpan banyak rencana.
“Dia tidak tau saja jika aku baru mendapatkan ide ini barusan.” Batin Ashton. Daripada harus melihat calon istrinya itu cemberut sepanjang hari ini.
“Sepertinya menonton di bioskop bisa kita hilangkan dari list kencan kita hari ini, karena aku yakin tidak ada film yang bagus di awal pekan seperti ini. Lebih baik kita mengunjungi tempat wisata terlebih dahulu lalu menikmati makanan kekinian dan berakhir di pantai sambil melihat sunset.” Usul Liona dengan dengan ide cemerlangnya.
“Ide yang bagus. Mari kita kencan ala pasangan pada umumnya.” Balas Ashton lalu melajukan mobilnya ketempat wisata yang mudah dicapai.
...
Kini Ashton dan Liona sedang berada di ‘Camden Town’ tempat wisata yang menjual berbagai macam souvernir khas London, banyak pasangan mengunjungi tempat seperti itu. Ada yang memang ingin membeli souvernir, ada yang hanya ingin melihat-lihat saja, ada juga yang sekedar ingin berjalan menikmati hiruk-pikuk keramaian wisata ‘Camden Town’.
Liona melihat jika ternyata tidak harus menjadi seorang desainer untuk menciptakan sebuah fashion yang menarik, nyatanya di ‘Camden Town’ banyak sekali para pengrajin pakaian dan penjahit yang mampu menghasilkan sebuah gaun dan barang dengan hasil yang menarik. Semuanya itu hanya butuh skill, dan berkuliah adalah nilai tambahan untuk bisa di hargai oleh orang lain.
Disana dia mendapatkan pelajaran baru dari beberapa seniman, pengerajin, juru masakan kekinian, dan masih banyak lagi. Mereka tidak menyelesaikan pendidikan nya sampai bangku perkuliahan tapi bukan berarti mereka tidak ingin, hanya saja karena keterbatasan finansial. Sehingga mereka memutuskan untuk mendalami skill dan juga mencari bakat terpendam dari diri mereka.
Banyak orang tidak tau cara nya bersyukur dan tidak puas dengan apa yang telah mereka miliki, sehingga terus mencari dan mencari kepuasan lainnya dan mengabaikan orang-orang di sekeliling mereka. Memaksakan kehendak yang sebenarnya tidak perlu dilakukan, tanpa mereka sadari melakukan sesuatu yang benar-benar membuat mu bahagia adalah cara bagaimana kamu bisa benar-benar bersyukur dan menikmati itu sebagai sebuah karunia.
Seusai mengunjungi ‘Camden Town’, mereka berpindah tempat mencari makanan kekinian yang sedang populer. Banyak-banyak nya hidangan yang ada mereka tidak benar-benar membeli semuanya dan hanya mengambil beberapa, akan sangat disayangkan jika membeli banyak tapi tidak dihabiskan. Dan mereka duduk di bangku panjang pinggir jalanan sembari menikmati makanan yang sudah mereka beli tadi.
“Aku tidak menyangka jika negara tempat aku lahir ini begitu banyak menyimpan keindahan, aku sempat berpikir selama 24th belakangan ini aku kemana saja? Kenapa aku tidak pernah mengunjungi tempat-tempat seperti ini dari dulu.”
“Karena kau menunggu pangeran mu datang untuk membebaskan mu dari belenggu yang mengikat kaki mu selama ini.”
“Jadi kau pikir aku hidup menderita bersama kedua orang tua ku?”
“Hahaha bukan seperti itu maksud ku, ini hanya sebuah perumpamaan. Jangan dimasukkan dalam hati.”
Lalu mereka berdua menikmati makanan tersebut dan terkadang sambil suap-suap, menikmati kencan yang sedikit berbeda dari kencan mereka biasanya.
“Apa kau yakin masih sanggup untuk menyetir ke pantai? Dari pagi sampai sekarang kau sudah menyetir mobil mu kesana kemari, aku takut jika kau kelelahan malah ujung-ujungnya sakit.” Ucap Liona khawatir.
“Ini belum seberapa sayang, aku bahkan masih sanggup jika harus mengelilingi seluruh wisata yang ada di negara ini.” Jawab Ashton enteng.
“Ini tidak bercanda Ash, aku tidak ingin kau malah jatuh sakit setelah kita berkencan hari ini.” Sahut Liona lagi.
“Aku akan selalu menjaga diriku baik-baik saja. Jadi jangan khawatirkan apa-apa, dan kita nikmati hari ini bersama.” Balas Ashton menyakinkan Liona.
Kunjungan terakhir mereka hari ini adalah pantai. Ashton sengaja mengajak Liona ke pantai yang ada Villa milik keluarganya, sehingga dia bisa beristirahat sejenak disana sambil menunggu sunset.
Setiba nya mereka disana, Liona kagum melihat keindahan pantai tersebut dari villa milik keluarga Ashton. Pemandangannya benar-benar sangat bagus dengan cuaca yang sangat mendukung.
“Sepertinya aku tidak ingin pulang, dan mau menetap disini. Tempat ini benar-benar sangat indah.” Ucap Liona seraya membentangkan kedua tangan nya, merasakan tiupan angin yang menerpa tubuhnya dengan lembut.
Ashton tersenyum bahagia melihat Liona yang tak kalah sangat bahagia menikmati momen kebersamaan mereka, lalu dia berjalan menghampiri Liona dan memeluk tubuh gadis itu dari belakang.
“Aku akan mengabulkan permintaan mu itu, jika kau benar-benar ingin menetap disini.” Sahut Ashton seraya meletakkan kepalanya di ceruk leher Liona dan menghirup dalam-dalam aroma gadis itu.
Ada sesuatu yang sangat Ashton syukuri dari dirinya, yaitu membungkam hasratnya yang bergelora ketika bersentuhan secara langsung dengan gadis dalam dekapan nya itu. Dia ingin malam yang ditunggu-tunggu nya itu menjadi malam yang tidak akan terlupakan baik oleh dirinya maupun Liona.
Liona mendekap kedua tangan Ashton yang sedang memeluk tubuhnya dari belakang, merasakan hembusan nafas laki-laki itu di ceruk lehernya. Dunia kenafsuan menghilangkan kesadaran nya sesaat, sebelum dia akhirnya kembali sadar.
“Ash apa kita benar-benar bisa menetap disini?” Tanya Liona dengan manja.
“Tentu saja bisa, daerah ini milik keluarga ku. Jadi kita bisa tinggal dan menetap disini selama yang kau mau.” Jawab Ashton mantap.
“Tapi bagaimana dengan pekerjaan kita berdua? Bukan nya jarak dari perusahaan mu kesini lumayan jauh?” Ucap Liona seraya menggerakkan tubuhnya bersama dengan Ashton yang masih tetap memeluknya dari belakang ke kiri dan kanan.
“Kalau begitu kita bisa kesini dan menghabiskan waktu bersama setiap akhir pekan.” Jawab Ashton.
Liona menganggukkan kepalanya sebagai persetujuan atas usulan Ashton tadi.
“Sayang seperti nya beberapa hari kedepan aku akan sangat sibuk diperusahaan, dan mungkin kita akan jarang bertemu. Tapi aku akan selalu mengabari mu.” Ucap Ashton kemudian.
“Tidak apa-apa, selesaikan saja dulu pekerjaan mu. Jadi tidak akan ada yang mengganggu saat acara pernikahan kita nanti. Selesai acara fashion show nanti aku sudah tidak memiliki kesibukan lagi, dan urusan butik aku serahkan kepada Leah sekretaris ku. Jadi mari kita membeli cincin jika sudah tidak ada kesibukan lagi.” Balas Liona.
“Baiklah, akan aku pastikan dalam beberapa hari kedepan menyelesaikan pekerjaan ku jadi bisa fokus untuk menyiapkan pernikahan kita.” Sahut Ashton.
Liona tersenyum mendengarkan penuturan Ashton, bahwasanya dia juga berpikiran sama dengan Ashton ingin menyelesaikan semua pekerjaannya dan fokus menyiapkan pernikahan mereka nanti.
Akhirnya sunset yang ditunggu-tunggu pun menampakkan sinar kehangatan nya, inilah yang ditunggu oleh kedua insan yang sedang dimabuk cinta itu. Melihat sang surya kembali ke peraduannya.
“Terimakasih sayang karena sudah bersedia menghabiskan waktu bersama-sama dengan ku hari ini.” Ashton mencium kening Liona dengan penuh cinta, ingin sekali rasanya menyentuh bibir seksi itu, tapi dia belum mempunyai keberanian melakukan sejauh itu.
“Terimakasih juga sudah membuat ku sangat bahagia sejauh ini, aku senang karena kau selalu berada di sisiku.” Balas Liona seraya tersenyum manis.
Dan mereka duduk berbaring di kursi pinggir pantai sambil menikmati angin pantai di sore hari. Suasana yang sangat mendukung hari indah mereka hari ini.
Jangan Lupa Berikan Rate 🌟 5 nya, Tekan Like nya, Ketikkan komentar nya, dan Favoritkan ASHTON & LIONA di Cerita mu agar tidak ketinggalan update terbaru.
Terima Kasih
♥️