
Selamat Membaca 🤗
. . .
Keesokan pagi nya, tabir surya yang tidak dapat lagi menahan terik nya paparan sinar matahari mulai menembus setiap celah yang mendekorasi ruangan tersebut.
Pria yang masih tertidur lelap beberapa saat yang lalu seketika membentang kan punggung tangan nya untuk menutupi cahaya sinar matahari yang menghiasi wajah nya tanpa izin.
Dengan rasa malas ia mencoba bangun dari tidurnya sembari mengucek mata nya namun ketika melihat sisi tempat tidurnya terlihat sangat dingin tanpa ada penghuni, matanya terbuka sempurna menyadari jika wanita yang beberapa waktu yang lalu melakukan percintaan dengannya sudah tidak ada disana.
“Kemana Liona.!” Batin Ashton seraya turun dari atas ranjang.
Kamar mandi menjadi pilihan utama bagi nya untuk segera mengecek keberadaan wanita tersebut dan benar saja pintu kamar mandi yang memang sengaja tidak tertutup itu langsung memperlihatkan keberadaan sosok bidadari nya yang sedang berendam didalam sana dalam posisi membelakangi nya.
“Aku mencari mu tadi.” Ujar Ashton seraya melingkarkan lengan kekar nya dari belakang pada leher Liona yang sedang bersandar pada sisi bathtub tersebut.
“Kau sudah bangun ternyata. Morning kiss dulu.” Sahut Liona lalu mencium pipi Ashton dan beralih ke bibir pria tersebut seraya mengusap lengan Ashton yang melingkar dileher nya.
“Aku sengaja tidak membangunkan mu, kau tidur sangat nyenyak.” Kata Liona lagi.
“Aku pikir kau melarikan diri, seperti wanita-wanita yang lain nya.” Ashton terkekeh dengan pemikiran nya sendiri.
Liona merasa heran dengan penuturan Ashton, “Maksud mu?” Tanya Liona mencoba menghilangkan rasa penasaran nya.
“Bukan apa-apa sayang.” Jawab Ashton sambil mengusap wajah nya.
“Jika kau tidak memberitahuku, aku tidak akan berbicara dengan mu selama kita bulan madu.” Ancam Liona.
Ashton terkekeh lagi kemudian dia menjawab, “biasanya wanita lain akan pergi meninggalkan laki-laki yang meniduri mereka, aku pikir kau juga pergi.” Ashton menggelengkan kepalanya memikirkan perkataan nya barusan.
“Untuk apa aku meninggalkan mu, jika kau adalah suami ku. Seperti nya kau terlalu banyak membaca novel dan menonton drama.” Jelas Liona.
“Sembarangan saja, aku tidak pernah membagi waktu ku untuk hal-hal seperti itu.” Ujar Ashton.
“Lalu kenapa kau bisa punya pemikiran seperti itu? Atau jangan-jangan sebelum melakukan nya dengan ku, kau sudah pernah melakukan nya dengan wanita lain.” Ucap Liona, tiba-tiba saja hati nya menjadi sangat sakit.
“Sayang bukan seperti itu, semalam adalah yang pertama bagi ku. Sama seperti dirimu,
“Lalu kenapa kau bisa punya pikiran seperti itu?
“Hhhhh,,,,,! Aku diberitahukan oleh beberapa partner bisnis ku. Jadi ketika mereka melakukan perjalanan bisnis mereka meniduri beberapa wanita dan pada saat mereka terbangun wanita-wanita itu sudah tidak ada disisi mereka dan mengambil uang dari dompet mereka.” Ujar Ashton memberitahukan yang sebenarnya pada istri nya. Perasaan Liona seketika menjadi tenang mendengarkan penjelasan dari Ashton.
“Aku bukan wanita-wanita yang seperti itu, lagian kau juga bicara nya aneh-aneh saja.” Cetus Liona.
“Iya maaf kan aku sayang.” Balas Ashton lalu mengecup puncak kepala Liona.
“Aku juga ingin berendam.” Ujar Ashton lagi seraya memutari bathtub tersebut untuk bergabung dengan istrinya.
“Sayangggggggggggg..,,!” Teriak Liona sambil menutup mata nya dengan kedua tangan nya ketika melihat penampakan didepan nya barusan.
“Kenapa sayang, kau kenapa?” Tanya Ashton dengan panik setelah dia ikut bergabung dengan istrinya didalam bathtub.
“Kenapa kau tidak memakai celana atau handuk atau boxer? Kenapa berjalan telanjang seperti itu? Bagaimana jika ada orang lain yang melihat mu seperti itu.” Omel Liona lalu membuka kedua mata nya ketika suami nya itu sudah masuk kedalam bathtub.
“Memang nya siapa yang ada disini selain kita berdua, tidak ada.” Ucap Ashton sambil tertawa renyah.
“Kau memang sudah kehilangan urat malu mu.” Ujar Liona seraya menggelengkan kepalanya.
“Biarlah, untuk apa aku malu di depan istri ku sendiri.” Jawab Ashton masa bodoh.
“Terserah kau saja,
“Mulai sekarang kau harus terbiasa melihat bagian diriku yang seperti ini,
“Ya, ya, ya, terserah kau saja sayang.” Liona malas meladeni Ashton.
“Ngomong-ngomong,,,” Ashton mengusap dagu nya memberi jeda pada perkataan nya, lalu dia mulai melanjutkan nya lagi, “Apa itu tidak sakit?” Tanya Ashton dengan menunjuk bagian bawah Liona menggunakan mulutnya.
“Tentu saja sakit, makanya aku berendam air hangat dari tadi,
“Air hangat? Ini bahkan terasa dingin di tubuh ku,
“Aku berendam sudah dari (melihat jam di ponselnya) sudah dari 45 menit yang lalu. Tentu saja air nya sudah dingin,
“Maafkan aku jika bermain kasar semalam,
“Apa kau mau lagi?” Ashton mulai mengangsur tubuh nya mendekati Liona.
“Tidak saat ini.” Cup Liona mencium bibir Ashton dan mengambil jubah mandi nya yang tergeletak di lantai dan bergegas keluar dari bathtub sebelum suaminya berbuat lebih jauh lagi.
Ashton tersenyum melihat istrinya pergi meninggalkannya lalu dia pun bergegas untuk segera mandi juga.
* * *
“Sayang kau gunakan pakaian yang ini saja, biar kita terlihat serasi.” Ucap Liona seraya menyodorkan sepasang setelan berwarna putih kepada Ashton, lalu Ashton pun menerima apa yang diberikan oleh istrinya tersebut tanpa banyak bicara dan segera mengenakan nya.
“Kita akan tetap serasi meskipun tidak menggunakan pakaian apapun.” Ucap Ashton didekat telinga Liona dengan suara seksi nya, dan hal tersebut mampu membuat bulu kuduk Liona menegang sempurna.
“Hhhhhh, kau seperti nya memang tidak akan pernah puas.” Ujar Liona seraya merapikan setelan nya juga.
“Tentu, jadi kau harus siap melayani ku kapan pun aku meminta nya.” Tutur Ashton santai.
“Tugas ku adalah melayani mu, suami ku.” Ujar Liona dengan genit.
Lalu Ashton dengan cepat mengecup bibir istri nya itu dan memberikan sedikit ******* disana, hingga akhirnya mereka berdua memutuskan untuk segera meninggalkan kamar tersebut untuk makan siang.
“Aku tidak ingin makan di restoran resort ini, aku mau makan ditempat lain.” Ujar Liona ketika mereka berdua baru keluar dari resort.
Ashton menarik pinggang Liona dan membuat tubuh mereka berdempetan sedekat mungkin, “Aku sudah menyediakan tempat romantis untuk kita.” Sahut Ashton dengan tersenyum manis.
Liona tersenyum dengan perlakuan Ashton terhadap nya. Suami nya itu tidak segan-segan menunjukkan keromantisan mereka didepan umum jika dia rasa itu perlu dan tidak berlebihan.
Lalu Ashton mengeluarkan ponselnya menelepon seseorang diseberang sana. Tak lama setelah itu terlihat sebuah mobil mewah sudah terparkir di halaman resort tempat mereka berada saat ini.
“Ayo.” Sahut Ashton seraya menarik tangan Liona dan membawa nya masuk kedalam mobil.
“Dia siapa?” Bisik Liona pelan dekat telinga Ashton.
“Pengawal kita disini.” Jawab Ashton singkat.
“Pengawal? Untuk apa pengawal?” Kening Liona berkerut membutuhkan jawaban.
“Kita sekarang berada di negeri orang, dan kita tidak mengenal siapa pun disini. Sudah jelas bahwa kita membutuhkan keamanan dan dia adalah pengawal kita disini.” Jawab Ashton.
Liona hanya menurut apa yang dikatakan suami nya tersebut, dia yakin suami nya akan melakukan yang terbaik untuk mereka selama melakukan bulan madu.
Mobil tersebut perlahan melaju meninggalkan resort dan menuju tempat yang sudah di siapkan.
Kini mobil yang membawa mereka sudah berhenti di suatu restoran dengan aksen eropa yang sangat kental dan dikelilingi oleh danau yang tenang diiringi dengan instrumen yang begitu lembut.
“Sayang tau tempat ini dari mana?” Liona mengedarkan pandangan nya ketika Ashton telah membukakan pintu mobil untuk istri nya itu.
“Aku menyuruh Austin menyiapkan segala keperluan kita disini, jadi kita tinggal menikmati saja.” Jawab Ashton santai lalu memeluk pinggang Liona dan membawa nya masuk kedalam untuk menikmati makan siang.
Tak lama pesanan makanan mereka sudah tertata rapi diatas meja tempat mereka sedang duduk saat ini, namun pandangan pramusaji yang menghidangkan makan untuk mereka membuat Liona seketika kesal karena menatap suami nya dengan pandangan penuh dambaan.
Liona segera mendekatkan tubuh nya kepada Ashton agar pramusaji tersebut sadar diri jika Ashton sudah termiliki. Selera makan nya tiba-tiba saja hilang setelah kejadian itu, ingin rasanya dia mengajak Ashton mencari restoran lain tapi dia kasihan kepada suami nya itu yang terlihat sudah sangat lapar.
Meskipun Ashton akan dengan mudah mengabulkan permintaan nya, namun Liona tidak ingin menghancurkan suasana tersebut hanya karena cemburu sesaat nya. Apalagi suami nya itu sudah mencari serta menyediakan tempat seromantis itu pikirnya.
Sebisa mungkin dia mencoba menahan ego nya dan terlihat baik-baik saja di hadapan Ashton, namun ternyata Liona tidak menyadari jika Ashton tau apa yang sedang mengusik nya saat ini. Hanya saja Ashton ingin melihat sejauh mana Liona mampu bertahan terhadap rasa kesal nya.
Hingga Akhirnya mereka tetap melanjutkan makan dengan tenang dan tak jarang mereka memperlihatkan keromantisan mereka disana.
❤️❤️❤️❤️❤️
Maaf ya kakak-kakak sekalian hari ini up nya sedikit dan mulai sekarang akan lebih rajin lagi untuk up nya. Terimakasih karena sudah bersedia membaca novel ini. Tanpa dukungan dari kalian saya juga tidak akan semangat untuk terus menulis. Sekali lagi terimakasi,,,
🙏🙏🙏
Jangan Lupa Berikan Rate 🌟 5 nya, Tekan Like nya, Ketikkan komentar nya, dan Favoritkan ASHTON & LIONA di Cerita mu agar tidak ketinggalan update terbaru.
Terima Kasih
♥️