ASHTON & LIONA

ASHTON & LIONA
Bab 31



Hari Pernikahan



Selamat Membaca 🤗


...


Beberapa hari kemudian Maverick kakak sulung Liona dialah yang membantu serta mencarikan W.O terbaik di London untuk menyiapkan pernikahan adik bungsu nya itu.


Untuk berbagi rasa bahagia dan juga sukacita dari dua keluarga besar yang akan menyatu itu, keluarga Walter dan keluarga Hemsworth mengundang tamu undangan sebanyak mungkin dan juga Author yang terhormat serta para pembaca untuk menghadiri pesta pernikahan Ashton dan Liona.


Suasana terlihat sudah mulai riuh dikediaman Chris Hemsworth, Kedua kakak Liona beserta suami istri dan anak-anak nya dan keluarga yang lainnya bermalam di rumah itu karena pernikahan akan diadakan esok hari.


Tak jauh berbeda dengan kediaman Ashton yang juga dipadati oleh kedatangan keluarga nya dari Las Vegas untuk menyaksikan secara langsung pernikahan putra sulung dari Freed Walter tersebut.


Kedua mempelai yang akan disatukan dalam janji suci itu tidak di izinkan bertemu kurang lebih tiga hari bahkan juga tidak melakukan komunikasi agar bisa menghabiskan waktu bersama dengan kelurga masing-masing.


Sudah tak terbayang bagaimana gugup nya mereka menunggu hari esok, hari yang akan sangat bersejarah dalam hidup mereka ketika di persatu kan dengan orang yang sangat mereka cintai.


Manusia bisa memang bisa berencana, lalu Tuhan yang menyempurnakan. Ada yang begitu pacaran bisa lekas berjodoh, ada pula yang memilih pacaran setelah menikah. Unik juga ya dipikir-pikir, bahwa kebahagiaan itu bisa datang dengan jalan nya masing-masing.


♥️♥️♥️


Keesokkan hari nya adalah hari pernikahan Ashton dan Liona. Segala sesuatu sudah disiapkan dengan begitu terstruktur dan juga sangat rapi. Mulai dari pilihan tema dekorasi sampai kepada hidangan yang ada sudah disetujui oleh Ashton dan Liona sehingga semuanya berjalan sesuai dengan keinginan mereka.


Kedua keluarga besar telah bersiap-siap menuju tempat dimana pernikahan akan diselenggarakan, para tamu undangan secara perlahan mulai memenuhi ruangan tersebut.


Liona mencoba menghilangkan kegugupan sebelum berangkat ke tempat pernikahannya.


Hari ini adalah hari yang sangat bersejarah bagi masyarakat London untuk pesta semewah ini, bahkan menyamai pernikahan Pangeran William dan juga Pangeran Harry beberapa tahun yang lalu.


Rasanya siapa saja yang hadir saat ini pasti akan terkagum-kagum melihat betapa indah dan juga luar biasanya dekorasi dan juga gedung pernikahan itu.


Pernikahan akan segera dimulai ucap pembawa acara mengingatkan kepada tamu undangan agar menjadi perhatian.


Tak lama Ashton berdiri dari duduk nya dan melangkah menuju altar untuk menunggu kehadiran sang pujaan hatinya, gugup itulah yang dia rasakan saat ini jantung nya berdebar-debar penuh arti.


Namun kegugupan nya seolah lenyap tatkala melihat seorang gadis cantik yang berdiri di ujung sana berjalan secara perlahan menuju kearahnya.


Gadis yang sangat dia cintai, gadis yang dia jaga sepenuh hatinya, gadis yang tak akan dia lepaskan bahkan sampai maut menjemputnya, dan gadis itulah yang akan menjadi pendamping hidup nya mulai dari hari ini sampai selama-lamanya dan ibu dari anak-anak nya kelak.


Perlahan langkah itu semakin mendekat, laki-laki paruh baya yang mendampingi gadis itu menuju altar seolah belum siap melepaskan putri bungsu nya itu, namun dia juga tetap harus melakukan nya karena ini semua dari awal adalah rencananya mereka para orang tua.



Ashton menggelengkan kepalanya tidak percaya melihat ciptaan Tuhan yang begitu indah dihadapan nya saat ini, yang sebentar lagi akan menjadi miliknya. Hanya milik nya seorang.



Sesaat setelah berdiri berhadapan dengan Ashton, sebelum Chris melepaskan tangan putri tercinta nya itu dia menyampaikan beberapa kata kepada Ashton,


“Yang pertama memeluk putriku adalah aku, bukan kamu.


“Yang pertama mencium putriku adalah aku, bukan kamu.


“Yang pertama merawat putriku adalah aku, bukan kamu.


Sembari menyeka air matanya, Chris melanjutkan perkataan nya lagi,


“Tapi aku berharap kamu lah orang yang akan menemani putriku seumur hidupnya,


“Jangan kamu sakiti dia, apalagi perasaannya,


“Dan apa bila suatu hari nanti kamu tak mencintainya lagi, jangan beritahu dia, tapi beritahukan kepadaku.


“Aku akan membawanya pulang…!”


Dan akhirnya Chris betul-betul merelakan putri nya kepada laki-laki dihadapan nya saat ini, dengan segala kepercayaan dan juga kerelaan hatinya dia yakin Liona akan bahagia bersama Ashton.


Air mata jatuh berderai baik itu Liona maupun Ashton tak kuasa menahan haru dan juga bahagia ketika mereka sudah mengucapkan janji suci dihadapan sang pencipta, orang tua, keluarga dan sahabat-sahabat mereka yang hadir disana.


Ashton mengambil cincin pernikahan mereka yang mereka pilih bersama beberapa saat yang lalu, dan disematkan dijari manis istrinya itu. Kebahagian meliputi perasaan mereka saat ini. Keluarga serta tamu undangan yang hadir disana ikut menangis terharu melihat momen itu, media menyiarkan pernikahan itu secara internasional disaksikan oleh negara lainnya. Rentetan doa dan ucapan bahagia menghampiri hidup baru Ashton dan Liona saat ini.


“Jangan menangis sayang, aku sudah berjanji terhadap Papah untuk tidak membuat mu menangis.” Ujar Ashton sambil mengusap air mata yang mengalir di wajah cantik Liona.


Secara perlahan Ashton membawa tangan nya memegang dagu Liona dan mengarahkan nya sedikit keatas lalu di kecup nya bibir itu, bibir yang selama ini dia iming-imingkan dan dia tahan-tahan untuk menunggu saat ini tiba.


Tak ada lagi keraguan, tak ada lagi ketakutan saat mencium calon istri yang sekarang sudah berubah menjadi istri. Liona membalas ciuman Ashton, tanpa ragu tanpa malu, melalui ciuman itu dia mengutarakan perasaan nya yang sangat dalam kepada Ashton.


“Selamat menjadi Nyonya. Ashton.” Ujar sang suami ketika ciuman mereka sudah terlepas.


Liona hanya mampu menganggukkan kepalanya, tidak bisa lagi berkata-kata. Bahagia, terharu, semua tercampur menjadi satu. Air mata yang mengalir adalah air mata sukacita, penantian sudah berakhir dan segala nya baru dimulai sejak saat itu.


“Aku mencintai mu.” Ucap Liona penuh haru.


“Aku mencintai mu, mencintai lebih dari apa pun di dunia ini.” Balas Ashton lalu mengecup kening Liona sangat lama.


♥️♥️♥️


Sorak sorai, tepuk tangan, teriakan, musik, memecah jadi satu ketika dua anak manusia itu sudah dipersatukan dalam ikatan kudus. Ada rasa tidak percaya dengan status yang mereka sandang saat ini, namun itulah hidup segala sesuatunya pasti akan berubah.


Ashton dan Liona menghampiri keluarga, adik dan kakak nya yang menunggu kedatangan mereka, memberikan pelukan dan ciuman disana. Kebahagian betul-betul berpihak pada Ashton dan Liona saat ini. Pesta terus berlanjut dan diiringi dengan penyanyi yang memang sengaja di sewa untuk mengisi acara tersebut.


Tamu undangan dipersilahkan menikmati makanan sebanyak mungkin tanpa menghiraukan apapun. Ketiga sahabat Liona menghampiri Liona dan memberikan selamat atas pernikahannya, masih terlihat jelas mata ketiga wanita itu sembab sehabis menangis.


Mereka silih berganti memeluk Liona menyampaikan sepatah dua kata.


“Kau sangat cantik sayang, aku berbahagia untuk mu. Selamat ya.” Ujar Jocelyn lalu mencium pipi kiri dan kanan Liona.


“Aku tidak menyangka jika akan secepat ini, padahal kemaren sepertinya kita masih duduk di bangku sekolah. Tapi aku iri karena kau terlihat begitu cantik hari ini. Aku tidak akan kalah dengan mu saat aku menikah nanti.” Ujar Jesslyn sambil mengerucutkan bibirnya lalu memeluk Liona dan tak lama air mata nya keluar lagi cepat-cepat dia menghapusnya lalu lalu mencium pipi kiri dan kanan Liona juga.


Tak lama Leandra juga ikut memeluk Liona, namun dikit lebih lama dari kedua sahabat nya itu tadi. Sahabat yang sangat dia sayangi seperti saudara nya sendiri. “Aku menyayangi mu Li, aku selalu berdoa yang terbaik untuk mu. Kau sangat cocok dengan Ashton.


Semoga kebahagiaan selalu menyelimuti rumah tangga kalian berdua.” Ujar Leandra seraya menatap lekat-lekat kedua manik mata Liona, merasa tidak percaya dengan semua itu.


Setelah itu ketiga sahabat Ashton datang dan langsung memeluk laki-laki beristri itu,


Para tamu undangan datang dan memberikan ucapan selamat kepada mereka berdua, setiap tamu yang datang memuji keserasian mereka. Yang satu sangat tampan dan yang satu sangat cantik, mereka memang benar-benar ditakdirkan bersama.


Malam semakin larut, pesta secara perlahan usai dan para tamu undangan mulai meninggalkan gedung itu dan kembali ketempat nya masing-masing. Setelah menggelar pesta pernikahan yang begitu mewah dan juga seharian penuh, bahkan pesta tersebut berlangsung dari pagi sampai malam hari dan baru selesai kira-kira pukul setengah dua belas malam, baik Ashton maupun Liona dan keluarganya tidak dapat lagi menahan rasa lelah mereka.


Ashton pun pamit kepada keluarga, sahabat dan kerabat nya yang masih ada disana. Dia tidak ingin Liona sampai sakit gara-gara kelelahan seperti itu. Ashton membawa Liona pulang ke kediaman nya sesuai dengan hasil kesepakatan mereka waktu itu.


“Tapi pakaian ku tidak ada disini sayang.” Ujar Liona manja sesaat setelah mobil Ashton sudah terparkir dihalaman rumah nya.


“Aku akan menghubungi Jackson dan Cammeron untuk pergi mengambil beberapa pakaian mu dirumah Papah, hanya untuk malam ini saja. Besok kita akan menjemput barang-barang mu dan bawa kesini.” Balas Ashton lalu dia keluar dari dalam mobil dan membukakan pintu untuk Liona seperti biasanya.


Ketika Liona sudah keluar dari dalam mobil Ashton langsung menggendong istrinya itu ala bridal style. Dengan gaun pengantin yang begitu panjang dan juga melebar kemana-mana tidak mengalahkan rasa capek Ashton untuk menggendong Liona karena merasa kasihan terhadap istrinya itu yang sudah kelihatan sangat lelah sekali apalagi harus membawa gaun yang berat itu.


Liona yang kaget ketika digendong oleh Ashton meminta untuk diturunkan saja, dia takut terjatuh nantinya karena mereka berdua sama-sama merasakan lelah yang sama. Tapi Ashton bukan nya mengindahkan permintaan Liona tadi malah terus berjalan masuk menuju kamarnya di lantai dua. Merasa takut terjatuh Liona akhirnya mengalungkan kedua tangan nya di leher Ashton sampai mereka tiba didepan kamar milik mereka berdua itu.


“Ini kamar mu?” Tanya Liona ketika mereka sudah berdiri di depan sebuah kamar.


“Ini kamar kita mulai sekarang.” Jawab Ashton lalu menyuruh Liona membuka pintu kamar tersebut karena dia tidak bisa membuka nya mengingat posisi nya yang sedang menggendong Liona saat ini.


Ketika pintu kamar itu sudah terbuka Ashton membawa dirinya dan Liona masuk kedalam sana, dengan perlahan dia menurunkan Liona keatas kasur miliknya.


“Aku hubungi Jackson dulu.” Ujar Ashton lalu mengambil ponsel nya dan melakukan panggilan disana.


“Kalau begitu aku akan mandi terlebih dahulu.” Ujar Ashton sembari memberikan senyuman kepada istrinya itu dan di angguki oleh Liona.


Lalu Ashton masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah sangat lengket oleh peluh yang sudah menempel ditubuh nya sejak tadi siang. Untuknya aroma parfum mampu menutupi bau keringat itu sepanjang hari.


Liona mengamati setiap sudut ruangan kamar itu, luas dan juga rapi. Tidak seperti apa yang dia pikirkan selama ini. Ashton termasuk tipe laki-laki yang bersih dan juga rapi untuk tipe kelas seperti dirinya. Liona kagum dengan sosok suami nya itu. hingga tak lama terdengar bunyi ketukan pintu dari luar menandakan jika ada seseorang yang sedang menunggu dibukakan pintu.


Ketika pintu sudah terbuka nampak lah pelayan rumah itu yang berdiri disana sambil menenteng sebuah tas yang Liona kenali tas itu milik dirinya.


“Maaf nyonya, Tuan Jackson menitipkan tas ini kepada saya untuk diberikan kepada nyonya.” Ujar pelayan wanita itu.


Liona tersenyum lalu menerima tas tersebut, “Terimakasih.” Ucap nya kemudian.


Lalu menutup kembali pintu kamar ketika melihat pelayan itu sudah berlalu dari sana.


Ketika Liona berbalik ternyata Ashton juga baru keluar dari dalam kamar mandi dan hanya menggunakan handuk sepinggangnya untuk menutupi tubuh bagian bawahnya.


Liona tersedak air liur nya sendiri menyaksikan keindahan yang terpajang begitu indah didepan mata nya saat ini, benar-benar karya yang sangat indah batin Liona.


“Sayang kenapa?” Ujar Ashton seraya membawa langkah nya mendekati Liona.


“Eehh tidak apa-apa.” Balas Liona mencoba bersikap biasa saja.


“Pakaian nya sudah datang?” Tanya Ashton ketika melihat tentengan di tangan Liona.


“Iya, baru saja.” Jawab Liona lembut.


“Siapa yang mengantarkan nya tadi?” Tanya Ashton menelisik. Karena dia sudah beritahukan kepada Jackson tadi untuk menyuruh pelayan wanita dibawah yang mengantarkan pakaian Liona ke kamar nya nanti jika sudah sampai.


“Tadi pelayan dirumah ini yang mengantarkannya, mungkin adik mu lelah dan meminta pelayan untuk membawanya naik.” Jawab Liona dengan polos.


“Oooh, ya sudah kalau begitu. Segera bersihkan dirimu setelah itu kita makan.” Sahut Ashton lalu meninggalkan Liona masuk kedalam walk-in closet mencari pakaian santai untuk digunakan.


Liona segera masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan tubuhnya, namun ada masalah ketika dia hendak menunaikan kegiatan mandinya. Gaun nya sedikit tidak bisa di ajak kerja sama, dia mencoba dan terus mencoba agar gaun itu bisa terbuka namun ternyata takdir berkata lain. Akhirnya dia terpaksa meminta bantuan Ashton untuk membuka resleting bagian belakang gaun nya itu.


“Kenapa ?” Tanya Ashton heran ketika melihat Liona keluar masih menggunakan gaun pengantinnya.


Liona diam sejenak, memikirkan kata-kata yang tepat untuk dia ucapkan kepada Ashton.


“Sayang tangan ku tidak bisa menggapai resleting gaun ini, itu sebab nya aku keluar lagi dan ingin meminta tolong kepada mu untuk membuka nya.” Liona seakan kehilangan urat malu nya dihadapan Ashton ketika berbicara seperti itu, mungkin Ashton berpikir jika Liona sedang ingin menggoda nya saat ini.


“Sini biar aku bantu.” Balas Ashton lalu berdiri dibelakang Liona dan mencoba membuka resleting tersebut.


“Pantasan tidak bisa terbuka, ternyata ada tali yang sangkut disana.” Ujar Ashton dengan tenang.


Sesaat setelah resleting tersebut berhasil terbuka Liona segera masuk kembali kedalam kamar mandi, dia tidak mau melihat ekspresi wajah Ashton ketika melihat kulit mulus nya dibelakang sana.


Ashton menelan saliva nya ketika melihat pemandangan indah itu, namun dirinya tetap harus bersabar dan tidak boleh tergesa-gesa. Kurang lebih 45 menit Liona menghabiskan waktu untuk membersihkan tubuhnya hingga akhirnya dia keluar menggunakan piyama nya warna maroon dengan satu tali dengan celana pendek menampakkan tubuh indah nya dihadapan Ashton.


“Aku akan menyuruh pelayan membawa makanan kesini saja.” Ujar Ashton lalu keluar kamar menuju kelantai bawa meminta agar pelayan menyiapkan makanan dua porsi dan dibawa kekamarnya.


Ketika Ashton hendak masuk kedalam kamarnya kembali, dia mencoba menenangkan dirinya “tahan, tahan, kau harus bisa menahannya Ash.” Gumam Ashton seraya mengusap dadanya dan menghembuskan nafasnya dengan kasar.


Ketika Ashton masuk kedalam kamar ternyata Liona sedang mengeringkan rambutnya menggunakan handuk, karena di kamar Ashton tidak ada hair dryer. Liona mengusap kepala nya dengan lembut menggunakan handuk ditangan nya, sementara Ashton hanya memperhatikan pergerakan istrinya itu bingung harus berbuat apa.


Tak lama pelayan membawakan makan malam yang dipesan kan oleh Ashton tadi, Ashton mengajak Liona untuk makan terlebih dahulu mengisi kekosongan diperut mereka. Saking banyaknya tamu undangan yang datang mereka tidak sempat-sempat nya mengisi perut mereka sendiri.


“Apa Mommy sama Daddy sudah balik?” Tanya Liona di sela makan mereka.


“Sepertinya sudah.” Balas Ashton lalu memasukkan makan kedalam mulutnya.


“Kenapa?” Tanya Ashton lagi.


“Aku ingin menyapa mereka.” Jawab Liona sambil membuka mulut nya menerima suapan dari Ashton.


“Tidak perlu malam ini sayang, mereka juga pasti sudah istirahat dikamarnya.” Ucap Ashton.


“Ya sudah kalau begitu, aku juga sudah sangat mengantuk.” Ujar Liona seraya menampilkan wajah lelah nya dihadapan Ashton.


Ashton pun merasa kasihan melihat wajah itu, hingga ia tidak tega jika mengajak istrinya itu bermain malam itu juga. Setelah menghabiskan makanannya Ashton turun kebawah mengantarkan piring tersebut kedapur dan membawa air putih naik ke atas untuk Liona.


Liona menerima air tersebut dan langsung menghabiskan nya, lalu dia memberikan gelas itu kembali kepada Ashton dan diletakkan diatas nakas dekat kasur tersebut.


“Tidur.” Ujar Liona dengan manja.


Ashton tersenyum melihat tingkah istrinya itu, tingkah yang mengalir begitu saja tanpa dibuat-buat karena mereka memang sama-sama lelah. Hingga akhirnya Ashton membawa Liona untuk langsung beristirahat malam itu juga tanpa melakukan malam pengantinnya. Dia tidak boleh egois dan menunggu saat yang tepat untuk melakukan itu semua.


Ashton membawa Liona kedalam pelukannya dan menarik selimut sampai batas dada seraya mencium kening istrinya itu sampai akhirnya mereka benar-benar terlelap didalam tidurnya masing-masing.


Jangan Lupa Berikan Rate 🌟 5 nya, Tekan Like nya, Ketikkan komentar nya, dan Favoritkan ASHTON & LIONA di Cerita mu agar tidak ketinggalan update terbaru.


Terima Kasih


♥️