ASHTON & LIONA

ASHTON & LIONA
Bab 22



Di Culik Mantan



Selamat Membaca 🤗


...


“Cepat suruh tim mu mencari Liona sekarang!” Seru Ashton mulai gelisah.


“Baik Tuan.” Sahut sekretaris Leah dan berlalu dari pandangan Ashton.


Sekretaris Leah beserta tim kerjanya mulai berpencar mencari keberadaan bos mereka tersebut, Ashton juga ikut membantu. Namun hingga saat gedung itu mulai terlihat sepi karena sudah hampir larut malam, belum ada tanda-tanda jika Liona ditemukan.


Ashton mulai kebingungan harus mencari Liona kemana lagi dan ia pun memutuskan untuk menghubungi orang tua Liona dan menanyakan apakah gadis itu sudah pulang kerumah atau belum.


Setelah melakukan panggilan dengan Papah mertua nya, Ashton mendapatkan jawaban yang semakin membuat dirinya khawatir begitu pun dengan mertuanya tersebut. Pasalnya Liona sama sekali belum pulang sejak pamit untuk pergi bekerja tadi pagi, dan hal ini sukses membuat Ashton menyimpulkan jika ada seseorang yang telah menculik Liona.


“Maaf tuan kami sudah mencari kesemua sudut kedung ini, tapi Nona Liona tidak ditemukan.” Ucap sekretaris Leah mulai panik.


“Sial, pasti ada yang berniat buruk kepadanya.” Hardik Ashton secara terang-terangan.


Sekretaris Leah dan juga tim kerja nya yang tadi ikut mencari bos mereka itu terkejut mendengarkan perkataan Ashton barusan, mereka tidak habis pikir jika ada orang yang tega berbuat jahat kepada bos mereka.


Ashton segera menghubungi ketiga sahabat nya untuk meminta tolong mencari Liona, ia merasa jika karyawan Liona tidak bisa diandalkan dalam situasi seperti ini. Apalagi hilang nya Liona sangat tiba-tiba sekali, jadi dia memilih mengandalkan ketiga sahabatnya.


“Pulang lah, dan ajak tim mu. Ini sudah larut malam, biar aku dan sahabat ku yang mencari Liona.” Jelas Ashton, karena percuma juga mereka ada disitu tidak bisa berbuat apa-apa lagi.


“Tapi Tuan,” Ucapan sekretaris Leah terpotong karena mendapat kan tatapan tajam dari Ashton karena sudah berani membantahnya.


“Baik Tuan, semoga Nona Liona segera ditemukan.” Ucap nya kemudian.


...


Sesaat setelah Ashton menghubungi ketiga sahabatnya dan memberitahukan jika Liona hilang, mereka bertiga langsung berangkat menuju lokasi. Mereka membantu mencari keberadaan Liona, namun sampai waktu lewat tangah malam Liona masih belum juga ditemukan.


“Ash kau harus tenang, Liona pasti ketemu.” Andrew mencoba menenangkan sahabat nya itu yang terlihat sangat gelisah.


Ashton meremas rambut di kepalanya dan memukul-mukul tembok yang berada didekatnya hingga tangan nya terlihat mengeluarkan darah dari sana. Luka ditangan nya tidak sebanding dengan luka di hatinya saat ini, ia merasa sangat bersalah karena tidak bisa menjaga Liona dengan baik.


“Kau dari mana?” Tanya Christian kepada Austin yang telah menghilang dari beberapa saat yang lalu.


“Kalian ini bodoh atau bagaimana sih?” Tanya Austin dengan malas.


“Maksud mu apa?” Sahut Andrew tak terima di katakan bodoh.


“Jika kau tidak ingin membantu, lebih baik tidak usah datang.” Sinis Ashton ketika melihat sahabat nya yang satu itu terlihat sangat tenang dengan kondisi tersebut.


“Hei brother, calm down.” Austin dengan gaya rapper nya. Tapi sama sekali tidak terlihat seperti rapper di pandangan ketiga sahabat nya tersebut. Malah terlihat aneh pikir mereka.


“Apa sih?” Sinis Christian dengan nada aneh nya.


“Apa kalian tidak menyadari jika gedung ini di lengkapi dengan cctv?” Ucap Austin mulai kesal dengan tingkah ketiga sahabat nya tersebut.


Hal tersebut langsung menyita perhatian Ashton yang sedari tadi duduk di atas kursi sambil menundukkan kepalanya dengan menumpukan kedua tangan nya pada bagian lutut nya, ia langsung berdiri dan menghampiri Austin.


“Dimana ruang cctv nya?” Desak Ashton tidak sabaran.


“Ikuti aku.” Austin langsung melangkah kan kaki nya mendahului ketiga laki-laki yang terlihat bodoh itu.


Dalam hatinya “kapan lagi aku bisa perintah-perintah kan mereka bertiga”, dan seulas senyum nampak diwajahnya.


Ketika sudah berada didalam ruangan cctv, Ashton menjelaskan hal yang sebenarnya terjadi kepada petugas dan akhirnya mereka di izinkan untuk melihat rekaman cctv. Perlu waktu berjam-jam untuk melihat semua hasil rekaman yang ada mengingat banyaknya cctv yang merekam pada acara malam itu. Ashton dengan sabar mengamati detik demi detik tayangan cctv tersebut.


Ketiga sahabat Ashton dan juga petugas yang ada, membantu untuk mencari tau penyebab kehilangan Liona. Sampai pada rekaman yang kesekian kalinya, akhirnya mereka menemukan jika ada tiga orang dengan memakai penutup wajah yang menculik Liona dengan membuntuti gadis itu ketika ia pergi ke toilet dan langsung membiusnya lalu dibawa lari melalui pintu darurat menuju basement.


Ashton sangat geram ketika melihat kejadian itu dan tanpa sadar memukul tembok dengan sekuat tenaganya hingga terlihat dari punggung tangannya yang tadi mulai mengering kini mengeluarkan darah lagi.


“Ash tenang kan dirimu.” Ucap ketiga sahabat nya itu.


“Siapa yang berani melakukan ini semua.” Hardik Ashton dengan tatapan membunuhnya.


“Ash lihat itu.” Tunjuk Christian kepada laki-laki dalam layar tersebut yang tidak memakai penutup wajah.


Perhatian Ashton teralihkan ketika melihat sesosok laki-laki yang tidak asing dipengelihata nya.


“Sialan, ternyata dia masih mencoba bermain-main dengan ku.” Kemurkaan Ashton seketika meluap, tangan nya mengepal dengan penuh kemarahan, rahangnya mengeras menimbulkan urat-urat tipis yang berjalar di wajah nya itu.


“Kau mengenali dia Ash?” Tanya Austin ketika melihat respon sahabat nya itu.


“Dia mantan kekasih Liona waktu kuliah.” Jawab Ashton seraya menunjuk wajah yang ada didalam layar komputer tersebut.


Ketiga sahabat Ashton langsung mengerti dimana letak permasalahan nya saat tersebut. Otak mereka langsung bekerja begitu saja, padahal pacar saja tidak punya.


“Ini pasti masalah perasaan yang belum terselesaikan.” Ucap Austin sok tau.


Ashton memandangi sahabatnya tersebut dengan heran.


“Kenapa kau bisa berkata seperti itu?” Tanya Ashton polos.


“Ya bisa lah, untuk apalagi mantan kekasih nya melakukan itu jika masih ada perasaan yang belum terselesaikan.” Jawab Austin, “Bisa jadi dia tidak bisa melupakan Liona atau dia tidak mau jika Liona menikah dengan mu.” Sahutnya lagi.


Ashton membenarkan perkataan Austin setelah mengingat kejadian beberapa waktu yang lalu, dimana Jonathan mendatangi Liona keruangannya dan mengajak gadis itu untuk balikkan tapi Liona menolak nya.


Tentu saja karena gadis itu sudah tidak mencintainya lagi dan mengingat jika dia juga akan menikah dengan Ashton, jadi sudah dapat disimpulkan jika ini adalah urusan hati yang belum terselesaikan.


...


Disebuah kamar dengan lampu yang temaram terlihat seorang gadis dengan mulut yang ditutup, tangan dan kaki yang terikat sedang terbaring tidak sadarkan diri karena pengaruh obat bius.


Sekarang waktu sudah menunjukan pukul 02.30 dini hari. Terlihat laki-laki yang menjadi dalang dari penculikkan itu, sedang menikmati segelas anggur sambil menunggu gadis itu tersadar.


Tidak ada rasa penyesalan dalam dirinya ketika melakukan hal itu kepada gadis yang dulunya pernah menjadi kekasihnya itu. Dia malah sangat bersyukur karena rencananya berjalan dengan lancar pikirnya, padahal calon suami dari gadis itu sedang mengarahkan senjata tepat dikepalanya.


“Li kenapa kau tidak ingin kembali kepada ku, dulu kita saling mencintai tapi secepat itu kau melupakan ku.” Ucap laki-laki itu namun tidak didengarkan oleh Liona karena dia sedang pingsan.


Telihat sangat jelas diwajah nya jika dia sangat menyesal jika mengingat kembali keputusan yang dia ambil waktu itu. Namun secara diam-diam, dia juga mengkhianati Liona dan bercinta dengan gadis lain untuk memuaskan nafsunya. Karena Liona tidak ingin memberikan tubuhnya kepada laki-laki yang belum sah menjadi suaminya, tapi laki-laki itu tidak melakukan nya dengan cinta melainkan hanya untuk pelampiasan saja, karena dia benar-benar mencintai Liona.


Seharusnya jika kita memang benar-benar mencintai seseorang kita tidak akan mengkhianati mereka, apa pun alasan nya. Jangan kan mengkhianati, merusaknya saja tidak akan terlintas dalam pikiran kita. Tapi meskipun dia tidak mengkhianati Liona, mereka berdua juga tetap tidak akan bersatu. Karena Liona sudah dijodohkan dengan laki-laki lain sejak ia masih kecil, pengkhianatan nya itu hanyalah nilai tambahan untuk membuat mereka benar-benar berpisah.


“Akhhhh.” Desah Liona merasakan keram pada kedua tangan nya yang diikat kebelakang itu.


“Dimana aku, kenapa tempat ini sepi sekali.” Liona mengedarkan pandangan nya dengan kesadaran yang masih belum kembali sepenuhnya. Samar-samar dia memperhatikan ruangan tersebut.


Jonathan meletakkan gelas anggurnya tersebut diatas meja kaca dan menimbulkan bunyi yang tidak terlalu keras dan hal itu langsung menyita perhatian Liona.


Laki-laki itu membawa langkah nya mendekat kepada Liona dan duduk ditepi ranjang disamping gadis itu terbaring lemah.


“Siapa kau?” Tanya Liona ketus.


“Kenapa kau melakukan ini kepada ku? Apa salah ku pada mu?” Ucapnya lagi.


“Tolong lepaskan aku, aku mohon.” Ucap Liona putus asa.


Namun pria bertubuh tinggi itu hanya diam membisu, tidak menjawab kata demi kata yang di ucapkan oleh Liona. Lalu ia berdiri dan menekan kontak lampu yang ada diruangan itu.


Ruangan yang tadinya temaram berubah menjadi terang seketika, Liona menyipitkan kedua matanya ketika cahaya tersebut serasa menusuk kedua bola matanya.


Dia pun terkejut ketika melihat sosok pria yang berada diruangan itu, pria yang pernah menemani nya selama beberapa tahun dibangku kuliah. Dia tidak menyangka jika laki-laki itu akan berbuat nekat seperti ini pada nya.


“Kenapa kau melakukan ini kepada ku Jon?” Tanya Liona tidak habis pikir.


“Aku terpaksa Li, aku terpaksa. Aku ingin membuat mu kembali kepada ku.” Jawab Jonathan tanpa merasa bersalah sedikit pun.


“Kau gila Jon, aku tidak menyangka jika pikiranmu sedangkal ini.” Cetus Liona dengan tatapan dinginnya.


“Jangan berkata seperti itu Li, aku melakukan ini semata-mata karena aku sangat mencintamu dan aku tidak ingin kehilangan mu untuk kedua kalinya.” Sahut Jonathan.


“Jika kau mencintai ku, kau tidak akan pergi waktu itu. Jika kau mencinta ku, kau pasti akan memperjuangkan cinta mu pada ku. Sekarang aku hanya mencintai seorang laki-laki dan dia juga yang akan menjadi suami ku kelak. Jadi aku mohon buang jauh-jauh pikiran mu itu untuk kembali kepada ku. Aku tidak akan menerima mu lagi.” Liona mulai merasa sangat jijik melihat laki-laki yang berada di hadapan nya saat ini.


Emosi Jonathan seketika meluap mendengarkan jika Liona sudah mencintai laki-laki lain, ia tidak bisa menerima hal itu.


“Aku tidak butuh persetujuan mu jika aku ingin mendapatkan mu kembali.” Tatapan pria itu berubah menjadi dingin.


“Bahkan aku bisa membuat tubuh mu itu mengandung benih ku, agar laki-laki itu tidak lagi mengharap kan mu.” Ancam Jonathan.


Sumpah demi apa pun Liona sangat takut jika pria itu akan menyentuh tubuh nya seperti yang baru di katakan nya, dia menangis merutuki nasibnya.


“Aku mohon jangan lakukan apa pun pada ku, aku mohon.” Tangis Liona pecah saking takutnya.


“Kenapa? Apa kau takut jika laki-laki itu tidak akan menerima mu lagi jika tau dirimu sudah aku tiduri?” Seru Jonathan seraya menyeringai.


Disatu sisi Liona memang berpikiran seperti itu, disisi lain dia tidak ingin mengandung anak dari laki-laki yang tidak ia cintai. Sungguh jika ada pilihan ia lebih baik mati, dari pada harus disetubuhi oleh laki-laki iblis di depan nya itu.


“Tenang sayang.” Jonathan membawa tubuhnya mendekat kepada Liona lalu di usap nya rambut gadis itu dengan lembut.


Liona merasa sangat ketakutan diperlakukan seperti itu oleh Jonathan, air mata tak henti-hentinya keluar dari kedua matanya.


“Aku mohon siapa pun tolong aku.” Jeritnya dalam hati.


Tak puas hanya bermain dengan rambut Liona, ia membawa jari-jari nya meraba leher Liona dengan penuh hasrat, ditekan nya tengkuk gadis itu agar lebih dekat lagi dengan wajahnya. Sesaat Liona benar-benar bisa merasakan nafas laki-laki itu berhembus kewajahnya.


“Aku bisa melakukan nya sekarang, apa kau mau.” Ujar Jonathan dengan nada nya yang mulai berubah.


“Aku mohon jangan Jon, jangan lakukan ini kepada ku. Aku mohon.” Lirih Liona dengan suaranya yang mulai hilang karena sudah kelelahan menangis.


Namun Jonathan tak menghiraukan perkataan Liona. Lalu diremasnya dengan erat bokong Liona menggunakan tangan kiri nya sementara tangan kanan nya masih mendarat ditengkuk Liona untuk memusatkan wajah gadis itu di depan wajahnya, lalu ia mengungkung tubuh Liona yang masih terikat, dan mencium aroma gadis yang terus menangis dihadapan nya itu.


“Tapi aku ingin melakukan nya sayang, aku yakin laki-laki itu pasti belum pernah menyentuh mu kan.” Kedua bola mata Jonathan dipenuhi nafsu yang sangat membara.


Liona hanya mampu menggelangkan kepalanya sembari air mata yang tiada hentinya keluar dari sana. Ia tidak mempunyai kemampuan untuk melawan laki-laki iblis dihadapan nya itu.


“Kenapa Li, kenapa kau tidak ingin kembali kepada ku. Aku sangat mencintai mu. Aku akan melakukan apa pun untuk mu, aku berjanji.”Kata Jonathan dengan mengecup kening Liona.


“Aku mohon jangan menangis seperti ini, tidak ada guna nya. Karena kau tetap akan menjadi milik ku, se-la-ma-nya.” Ujar Jonathan dekat telinga Liona, lalu ia melanjutkan aksinya.


Disobeknya gaun gadis itu, yang sebelumnya memang terdapat belahan pada sisi sebelah kiri gaun tersebut, “Sepertinya kau memang sengaja memakai gaun ini sayang agar memudahkan pekerjaan ku.” Ucap Jonathan setelah berhasil merobek gaun tersebut dan menampakkan hot pants gadis tersebut. Di jilatinya paha itu hingga ke jari-jari kuku gadis itu, ia melakukan nya secara silih berganti.


Tak puas hanya disitu ia kembali menyusuri leher jenjang yang terlihat sangat menggoda itu, dihirupnya dalam-dalam aroma tubuh gadis itu, ketika ia hendak menurunkan tali gaun itu terdengarlah bunyi ketukan pintu dari luar dan mengharuskan pria itu menghentikan aktivitas nya sesaat.


Ketika dibukanya pintu tersebut nampaklah laki-laki yang memang dia kenal siapa itu.


Jangan Lupa Berikan Rate 🌟 5 nya, Tekan Like nya, Ketikkan komentar nya, dan Favoritkan ASHTON & LIONA di Cerita mu agar tidak ketinggalan update terbaru.


Terima Kasih


♥️