
Fakta Sebenarnya
Selamat Membaca 🤗
...
Kerlingan Mata Ashton menatap Jonathan yang berdiri sepersekian langkah dari kediamannya saat ini. Pikiran nya dibuat bertanya-tanya, kebenaran apa yang ingin disampaikan oleh laki-laki dihadapan nya itu.
“Papah mu dan Kakak laki-laki mu mendatangi aku waktu itu, dan mereka mengatakan jika aku harus menjauhi mu. Itulah sebabnya aku tidak mengabari mu selama ini, bukan karena aku tidak mencintaimu. Tapi seperti itulah kebenarannya, jika kau tidak percaya kau bisa tanya kan langsung kepada Papah dan juga kakak mu.” Gumam Jonathan.
Liona benar-benar tidak menyangka jika hal tersebut berkaitan dengan Papah dan juga kakaknya, ia berpikir selama ini jika Jonathan memang sengaja meninggalkannya.
Ashton membawa pandangan nya kearah Liona yang sedang berdiri persis disampingnya, dia ingin melihat bagaimana respon gadis itu setelah tau kebenarannya.
“Jika hanya itu yang ingin kau sampaikan, aku sudah tidak tertarik lagi untuk mengetahui nya lebih dalam. Karena aku juga sebentar lagi akan menikah, dan aku yakin jika Papah dan kakak ku saat itu bermaksud baik untuk memisahkan kita.”Jelas Liona, namun kedua bola matanya tidak dapat berbohong jika saat ini dia terkejut setelah tau kebenarannya. Tapi dia tidak dapat menunjukkan hal tersebut secara terang-terangan didepan Ashton.
“Aku tau kau masih mencintai ku Li dan aku juga begitu, aku masih sangat mencintaimu. Ayo kita buat lembaran baru bersama, aku akan membuat mu bahagia dan....” Kata-katanya terhenti karena Ashton.
“Maaf jika aku memotong pembicaraan mu, tapi Liona dan aku akan menikah sebentar lagi.” Sahut Ashton yang sudah mulai jengah dengan sikap Jonathan.
“Sebaiknya kau pergi dari sini Jon, aku sudah tidak ingin bertemu dengan mu lagi.” Ucap Liona seraya berjalan kearah sofa karena dia tidak ingin melanjutkan pembicaraan nya dengan Jonathan.
“Tapi Li?” Ucap Jonathan mencoba menggapai Liona namun belum sempat dia melangkah Ashton sudah lebih dulu menghadang nya.
“Lebih baik kau segera pergi dari sini sebelum ku patahkan rahang mu itu.” Gumam Ashton berbisik dekat telinga Jonathan sambil menyeringai, emosi nya sudah mulai naik ketika laki-laki itu tidak tau batasan nya.
Jonathan menolehkan kepalanya menatap Ashton yang sangat dekat dengan nya saat ini, “aku tidak akan menyerah begitu saja. Aku akan membuat Liona kembali kepada ku. Ingat itu.” Sahut Jonathan kemudian berlalu meninggalkan rungan tersebut.
Ashton sedang memperhatikan Liona yang duduk di sofa sambil melamun. Ia sudah menerka-nerka apa yang sedang dipikirkan oleh gadis itu. Ia kemudian berjalan mendekatinya sambil menghembuskan nafasnya berat.
“Apa kau kepikiran dengan kata-kata nya?” Tanya Ashton setelah berhasil mendudukkan dirinya disamping Liona.
“Aku malah memikirkan mu saat ini.” Sahut Liona tidak menjawab pertanyaan Ashton tadi.
“Memikirkan ku, kenapa?” Tanya Ashton heran.
“Aku takut kau tidak percaya lagi kepada ku Ash setelah kejadian tadi.” Ucap Liona sambil menundukkan kepalanya.
Ashton kemudian berdiri dihadapan Liona dan ia berlutut lalu memegang kedua tangan Liona.
“Kenapa aku harus tidak percaya dengan gadis yang aku cintai? Bahkan kau tadi sudah mengakui ku secara terang-terangan di hadapan nya. Itu sudah cukup untuk membuktikan jika kau benar-benar tulus mencintaiku.” Jelas Ashton.
Perlahan Liona mengangkat kepalanya yang dari tadi menunduk, ia memperhatikan wajah Ashton yang sekarang persis berada didepan nya.
“Aku hanya mencinta mu Ash selamanya, dia sudah tidak ada lagi di hatiku. Hanya kau, dan selamanya akan tetap kau.” Gumam Liona lalu ia langsung memeluk Ashton.
Ashton tersenyum mendengarkan pengakuan Liona, dia yakin jika cinta nya ini tidak akan mengkhianatinya. Dia melingkarkan kedua tangan nya di tubuh Liona, menyambut pelukan gadis tercinta nya.
“Ayo kita makan, kau belum makan kan ?!” Sahut Ashton setelah melepaskan pelukan nya tadi.
“Kau juga belum makan, bukan nya tadi kita memang berniat untuk makan siang bersama.” Ucap Liona.
“Ya sudah kalau begitu ayo kita pergi.” Ashton berdiri lalu menggenggam tangan Liona dan mereka berjalan beriringan bersama-sama keluar dari ruangan itu untuk menuju restoran.
...
Direstoran ketika sedang menunggu pesanan mereka datang, Ashton memberitahukan kepada Liona jika nanti malam dia akan berpesta bersama ketiga sahabatnya di salah satu apartemen milik sahabatnya itu.
“Siapa-siapa saja yang akan ikut berpesta?” Tanya Liona menelisik.
“Hanya aku dan ketiga sahabat ku yang pernah kau temui waktu itu.” Ucap Ashton.
“Oohh, ya sudah pergi saja. Lagian sahabat mu sendiri yang mengajak mu.” Seru Liona dengan suara yang tidak seperti biasanya.
Ashton tersenyum ketika melihat wajah Liona yang sedikit kesal, dia tau kenapa gadis itu kesal. Tapi dia sengaja membiarkan nya, dia sangat gemas melihat wajah nya seperti itu.
Makanan yang ditunggu-tunggu pun datang, dan mereka mencicipinya dalam keadaan hening. Ashton yang memang sudah kelaparan fokus untuk menikmati makanan nya dan tidak menghiraukan gadis didepannya itu yang sedang memasang wajah kesalnya.
Sementara Liona hanya mengaduk-ngaduk makanan nya, dia kesal dengan Ashton yang tidak mengajak nya berpesta dan mengenalkan dirinya kepada sahabat-sahabat nya itu.
“Jika kau ingin ikut berpesta aku akan menjemput mu nanti malam.” Ucap Ashton setelah menyelesaikan sesi makan siang nya.
“Bagaimana dia bisa tau jika aku sedang kesal gara-gara ia tidak mengajak ku tadi. Apa dia bisa mendengar isi hati ku.” Batin Liona.
Liona hanya diam tidak merespon perkataan Ashton.
“Jadi apa kau mau ikut bergabung nanti malam?” Tanya Ashton lagi.
“Jika kau tidak mau ya tidak apa-apa.” Ucap Ashton kemudian.
“Siapa yang bilang aku tidak mau, kau saja yang tidak menawarkan dari tadi.” Seru Liona ketus.
“Jadi kau tadi menunggu ku mengajak mu?” Tanya Ashton berpura-pura tidak tau. Padahal dia sudah tau dilihat dari ekspresi gadis itu tadi.
“Astagaa, kenapa aku harus mempunyai calon suami yang tidak peka seperti ini.” Batin Liona, kekesalan nya sudah naik ke ubun-ubun.
Liona bangkit dari duduknya dan mengambil tas nya berniat untuk pergi dari restoran itu, dia kesal dengan Ashton yang sepertinya mau menggodanya.
Namun baru beberapa langkah dia berjalan Ashton langsung menangkap pergelangan tangan nya dan membawa gadis itu dalam pelukan nya, dia sangat puas membuat gadisnya kesal saat ini.
“Jangan marah, aku tadi sengaja menunggu selesai makan untuk mengajak mu. Aku bahkan sudah kepikiran untuk mengajak mu sejak sahabat ku membahas tentang hal itu tadi pagi.” Ucap Ashton setelah berhasil membuat Liona tenang karena tadi ia sempat ingin menghindari pelukan Ashton.
Liona mengalihkan pandangan nya tidak ingin bertemu pandangan dengan Ashton, wajah nya terlihat cemberut. Ashton tidak habis pikir jika gadis itu akan kesal seperti ini.
“Maafkan aku.” Ucap nya sembari tersenyum.
“Tidak ada yang lucu.” Seru Liona ketus.
Ashton langsung memasang muka datarnya. “Jadi?”
“Aku akan ikut, tapi aku tidak ingin menjadi satu-satunya wanita dipesta itu. Jadi aku akan mengajak sahabat-sahabat ku juga.” Gumam Liona seraya melipat kedua tangan nya didepan dadanya.
“No problem, sahabat ku pasti menyukainya.” Sahut Ashton menyetujui permintaan Liona.
“Antar kan aku pulang sekarang.” Ucap Liona seraya membalikkan tubuh nya meninggalkan Ashton yang masih berdiri ditempatnya.
“Apa kau tidak ingin makan dulu, kau belum makan siang.” Teriak Ashton, namun Liona sudah terlebih dulu keluar dari restoran itu dan membuat Ashton berlari mengejarnya setelah melakukan pembayaran.
...
Setelah sampai di halaman parkir rumah Liona, Ashton turun dan membukakan pintu mobil untuk Liona.
“Aku langsung kembali ke kantor, nanti malam aku jemput.” Ucap Ashton setelah selesai mencium kening Liona.
“Kirimkan saja alamatnya, aku akan datang bersama sahabat ku.” Kata Liona.
“Baiklah, jika itu keinginan mu. Aku akan mengirimkan nya nanti, aku pergi dulu.” Ucap Ashton dan di jawab dengan anggukan kepala dari Liona.
“Hati-hati, jangan ngebut.” Ucap Liona dan mobil Ashton pun perlahan menghilang dari jangkauan matanya dan dia memutuskan untuk masuk.
...
Saat ini orang yang ingin Liona temui adalah Papahnya, dia ingin menanyakan tentang kebenaran yang diucapkan oleh Jonathan tadi siang.
“Loh sayang, kamu sudah pulang? Kenapa cepat sekali?” Tanya Emily ketika melihat Liona memasuki rumah.
“Pekerjaan Lio udah selesai Mah, jadi langsung pulang aja biar bisa istirahat juga.” Jawab Liona. “Oia Mah, Papah mana?” Tanya Liona kemudian.
“Papah ada di teras belakang.” Ucap Emily, dan Liona langsung bergegas mendatangi Papahnya untuk membicarakan hal yang sedari tadi mengusik pikirannya.
“Papah sedang apa?” Tanya Liona setelah berhasil menemukan Papah nya diteras belakang.
“Loh kamu sudah pulang? Kerjaan kamu udah selesai?” Tanya Chris balik.
“Sudah Pah.” Jawab Liona dan membawa dirinya duduk berdampingan dengan Chris.
“Pah ada yang Liona ingin tanyakan.” Ucap Liona seraya menatap Papah nya yang sedang menyesap kopi nya.
“Tanya kan saja.” Tukas Chris, tanpa sedikit curiga.
“Apa benar Papah dan Kak Maverick yang menyuruh Jonathan untuk menjauhi ku?” Guman Liona dan Chris langsung menoleh kearah putri nya tersebut.
“Kenapa kamu malah membahas Jonathan?” Tanya Chris Menelisik.
“Tadi Jonathan datang kebutik ku dan dia memberitahukan tentang hal itu.” Ucap Liona terus memandangi Papanya.
“Lio, kamu tau kan jika sebentar lagi kamu akan menikah dengan Ashton. Tidak sebaiknya kamu bertemu dengan laki-laki lain.” Seru Chris kepada putri nya itu.
“Papah tidak perlu khawatir tentang hal itu, karena Ashton juga ada disana saat itu. Dan dia juga sudah mengetahui semuanya.” Gumam Liona.
Chris terkejut mendengar perkataan putrinya itu.
“Lio, Papah hanya ingin yang terbaik untuk mu. Itulah sebabnya Papah tidak ingin jika Jonathan terus bersama mu saat itu. Papah juga tau dia bukan laki-laki yang baik itulah sebabnya Papah menjauhkan dia dari dirimu. Meskipun Papah tidak mendatangi nya waktu itu, kau dan Ashton juga tetap akan menikah. Papah hanya ingin kau pelan-pelan melupakan dia sampai saatnya kau bertemu Ashton dan membuka hati untuk dia.” Jelas Chris kepada Liona.
“Jangan bilang kau masih mencintai Jonathan?” Tanya Chris kemudian.
Liona tertawa mendengarkan penuturan sang Papah, karena bagaimanapun juga dia tetap berterima kasih kepada Papahnya karena telah membawa Ashton masuk kedalam kehidupannya dan dia sangat yakin jika Papahnya itu melakukan yang terbaik untuk nya dengan caranya sendiri.
“Tidak Pah, Liona hanya mencintai Ashton dan selamanya akan tetap seperti itu. Terima kasih Pah karena sudah membawa Ashton masuk kedalam kehidupan Liona.” Ucap Liona sambil memeluk tubuh Chris.
“Papah hanya ingin melihat mu bahagia dengan orang yang tepat.” Seru Chris sembari mengelus punggung putri nya itu.
Setelah mendapatkan jawaban atas pertanyaannya, Liona pamit untuk masuk kedalam kamarnya untuk beristirahat.
Setelah sampai di kamarnya, Liona mengirimkan pesan kepada ketiga sahabat nya untuk ikut berpesta bersama dengan dirinya di apartemen sahabat nya Ashton.
Tentu saja ketiga gadis itu menyetujui ajakan sahabat mereka itu karena mereka penasaran setampan apa calon suami dari sahabat mereka tersebut.
Jangan Lupa Berikan Rate 🌟 5 nya, Tekan Like nya, Ketikkan komentar nya, dan Favoritkan ASHTON & LIONA di Cerita mu agar tidak ketinggalan update terbaru.
Terima Kasih
♥️