
Tidak Saat Ini
Selamat Membaca 🤗
...
Keesokkan harinya semua keluarga Ashton sudah kembali ketempat mereka masing-masing, tinggal lah dirumah itu hanya penghuni aslinya.
“Kakak pasti sangat kelelahan, makanya belum bangun-bangun.” Ucap Cammeron penuh arti sambil tersenyum.
Semua mereka yang berada dimeja makan itu seketika melirik kearah Cammeron, namun tak lama mereka melanjutkan sarapan kembali.
“Kakak kalian akan tinggal disini bersama istrinya untuk beberapa waktu.” Ujar Freed di sela-sela sarapan nya.
Jackson mengernyit heran, dalam hati nya bertanya-tanya kenapa kakak nya itu tidak mencari rumah sendiri. Padahal dulu sebelum menikah kakaknya itu selalu pulang telat kerumah bahkan terkadang tidak pulang juga karena sibuk berkencan. Tau-taunya sehabis menikah malah tetap memutuskan tetap tinggal dirumah itu.
“Kenapa Dad?” Tanya Jackson pada akhirnya.
“Tidak apa-apa, memang nya kau tidak senang jika kakak mu tetap tinggal disini?” Tanya Freed balik.
“Bukan seperti itu, hanya saja aku heran dengan keputusan nya. Tapi ya sudah lah jika memang seperti itu. Jadi rumah ini akan tambah ramai lagi karena bertambah satu personil.” Tutur Jackson akhirnya.
Mereka pun melanjutkan makan dalam hening untuk beberapa saat.
Disebuah kamar terlihat dua anak manusia masih betah dalam mimpi indah nya, tidak tau saja mereka jika sang surya sudah hampir membelah dunia dengan sinar nya yang terik.
“Emmhhhhhhhh,.” bunyi erangan dari wanita yang sudah berstatus sebagai seorang istri itu. Mencoba meregangkan otot-otot tubuhnya yang serasa masih sangat lelah. Sehingga pada akhirnya dia mampu mengumpulkan kesadarannya.
Di tatap nya sosok pria yang masih tertidur lelap itu, tangan nya secara spontan mengusap wajah damai suaminya itu.
“Aduh suami ku, tampan sekali.” Ucap Liona sambil cengar-cengir.
Lalu di cium nya bibir Ashton sekilas, membuat nya malu sendiri. Dulu waktu sebelum menikah hanya kening atau pipi yang mampu mereka ciumi, sekarang setelah menikah mereka bisa puas untuk mencium area mana pun yang ingin mereka cium.
“Sayang bangun yuk,” Ucap Liona lembut sambil mengusap pipi Ashton dengan lembut. Tapi tidak ada pergerakkan dari suaminya itu.
“Sayang?” Panggil nya lagi seraya mencuil hidung pria itu.
Tak lama Ashton pun terbangun dari tidurnya setelah merasakan jika tidur nya terusik. Pria itu menggosokkan punggung tangan nya dikedua matanya, mencoba memulihkan kesadarannya.
Ashton tersenyum melihat wajah polos yang sedang memperhatikan dirinya itu, dia langsung teringat jika sekarang dirinya sudah beristri dan wajah itu yang akan dia lihat sampai akhir hayat nya.
Untuk beberapa saat mereka saling memandangi dan saling melemparkan senyuman. Entah apa yang sedang mereka pikirkan sampai tersenyum seperti itu, hanya mereka lah yang tau.
“Morning kiss sayang.” Ucap Ashton seraya memonyongkan bibirnya kepada Liona.
“Aku sudah melakukan nya saat kau masih tertidur tadi, sekarang kau yang harus memberikan ku morning kiss.” Sahut Liona seraya dagunya bertumpu pada kedua tangan nya yang sedang menyatu diatas kasur.
“Baiklah. Kemari, aku akan memberikan mu morning kiss.” Ashton menarik pergelangan tangan Liona dan membawa nya mendekat di hadapan wajah nya.
“Cup, cup, cup, cup,” Ashton memberikan ciuman di setiap sudut wajah Liona.
“Banyak sekali.” Protes Liona. “Tapi tidak apa-apa aku menyukainya. Terima kasih sayang.” Balas Liona lagi tanpa malu.
“Mulai sekarang aku akan selalu melakukan nya.” Janji Ashton.
Liona tersenyum sangat bahagia, pria yang ada dihadapan nya saat ini akan menjadi satu-satu nya orang yang akan dia cintai di hidup dan matinya.
“Ayo sayang, kita mandi.” Ajak Ashton membuyarkan keheningan diruangan itu.
“Kita? Mandi?” Liona merasa belum siap dengan kata-kata itu. Dia langsung terduduk dengan rapi diatas kasur tersebut.
“Iya mandi, setelah itu kita sarapan.” Sahut Ashton masih dengan posisi baring nya seraya mengusap dagu nya yang ditumbuhi bulu-bulu halus membuat nya tampak sangat seksi.
“Mmhhh sayang, bagaimana jika kau mandi terlebih dahulu, setelah itu aku lagi. Kita bergantian.” Ujar Liona dengan bantuan gerakkan dari kedua tangan nya.
“Kenapa memang nya jika kita mandi bersama?” Tanya Ashton dengan Heran.
“Aku belum siap jika mandi bersama dengan mu.” Liona tertunduk malu ketika berkata seperti itu, kedua tangan nya saling meremas.
“Sayang, sekarang aku suami mu dan kau istri ku. Hal ini sangat lumrah dilakukan oleh pasangan dengan status seperti kita.” Jelas Ashton dengan lembut.
Liona mengangkat kepalanya dan membawa pandangan kepada suaminya itu. Dia tidak ingin mengecewakan Ashton dihari pertama mereka menjadi suami istri, hingga akhirnya ia melawan rasa malu dan gugupnya untuk mengikuti kemauan dari suaminya itu.
Ashton tersenyum karena berhasil membujuk istrinya itu untuk mandi bersama, mereka berdua turun dari kasur dan jalan beriringan masuk kedalam kamar mandi.
Tanpa malu Ashton membuka kaos yang sedang melekat ditubuhnya, sementara Liona berpura-pura sibuk membuka-buka lemari yang ada didalam kamar mandi tersebut untuk mencari handuk, shampoo, intinya mengulur waktu agar dia tidak terlalu gugup.
Ashton berjalan kearah bathtub untuk mengisi air kedalam nya lalu ia menuangkan aroma yang begitu wangi menurut penciuman nya kedalam bathtub tersebut.
Liona membelakangi Ashton sambil berdiri persis dihadapan cermin yang menampakan wajah pucat nya saat ini, sangat gugup itulah yang dirasakan nya saat ini.
Ashton tersenyum melihat Liona yang sedang gelisah, sebenarnya bukan hanya Liona yang gugup tapi Ashton juga. Mereka sama-sama baru dalam hal seperti itu.
Seketika Ashton sudah berdiri dibelakang Liona, indra penciuman nya mengendus aroma Liona dari belakang. Kepalanya bersandar dengan kepala Liona dari belakang. Untuk sesaat aliran darah seperti berhenti mengalir ketubuh mereka. Ashton dengan perlahan membawa tangan nya memegang ujung piyama yang masih melekat ditubuh Liona.
Liona bisa mendengarkan napas Ashton yang begitu kasar, dia tau apa itu, dia tau apa yang akan terjadi setelah ini. Tapi ini adalah sesuatu yang wajar, dia harus terbiasa dengan aktivitas baru nya mulai sekarang. Hingga akhirnya kepala nya mengangguk setuju.
Ashton langsung mengangkat piyama tersebut dan terlepas lah dari tubuh Liona, namun masih ada bra yang menempel disana. Ashton menelan Saliva nya tak kuasa menahan hasrat yang kian membuat tubuhnya panas dingin. Lalu Ashton melepas pengait bra tersebut dengan perlahan dia menurunkan tali itu satu persatu dan melemparnya ke sembarang tempat.
Tinggallah celana yang masih menutupi tubuh bagian bawa Liona saat ini
Cukup lama mereka terdiam dengan pemikiran nya masing-masing hingga perkataan Ashton memecah keheningan didalam kamar mandi tersebut.
“Sayang, sudi kah kau berbalik dan menatap ku.” Pinta Ashton dengan tenang.
Liona tidak menjawab, tidak juga menganggukkan kepalanya, dia benar-benar malu untuk berbalik dan menatap Ashton saat ini. Sambil menunggu Liona berbalik, disitulah Ashton membuka semua kain yang masih menempel ditubuhnya. Bisa dikatakan jika Ashton sudah telanjang bulat saat ini.
“Kau tidak perlu malu sayang, aku suami mu dan aku mencintai mu.” Tutur Ashton lagi.
Lalu Liona memantapkan hatinya untuk berbalik dan menghadap Ashton namun kedua matanya terpejam. Seketika Ashton menekan hasrat yang sudah diujung tanduk ketika melihat benda sintal yang melekat disana, sangat menarik dan juga menggugah nafsunya dan dia pun tersenyum melihat kelakuan istrinya itu yang malu-malu tapi malah membuat dia menjadi sangat gemas dan tertarik padanya.
Ashton berbisik dan terdengar sangat seksi di pendengaran Liona, “Aku akan melepaskan pakaian bawah mu.” Ujar Ashton tidak tau malu.
Terlihat Ashton sudah berlutut dan mulai menurunkan pakaian yang melekat disana, tanpa ragu dia terus menarik turun celana dengan pendek sepaha itu disusul juga dengan celana dalam itu hingga benar-benar terlepas dari tubuh istrinya. Dia langsung berdiri ketika sudah melakukan tugas nya tadi dan membawa Liona kedalam bathtub.
“Sayang, aku akan menyabuni mu.” Ujar Ashton kepada Liona yang sedang bersandar di dada bidang nya. Lalu Ashton mulai menggosok tubuh Liona bagian belakang hingga bagian depan, dia sudah tidak malu dan tidak ragu lagi melakukan nya. Tak jarang tangan Ashton menyentuh benda sintal tersebut dan membuat Liona sedikit tidak nyaman. “Ini adalah kesukaan ku mulai sekarang” batin Ashton.
“Sayang, kau ingin bulan madu dimana?” Tanya Ashton disela-sela aktivitasnya.
Liona tampak berpikir, dia gagal mencerna perkataan Ashton. Bukan nya mereka juga akan melakukan nya sebentar lagi lalu untuk apa berbulan madu batin nya.
“Bulan madu?” Kata Liona kemudian, setelah sekian lama dia terdiam tadi.
“Iya bulan madu, bukan nya setiap pasangan yang baru menikah akan pergi bulan madu.” Ujar Ashton dan menyandarkan kembali punggung Liona ke dada bidang nya.
“Tapi bukan nya kita juga akan melakukan nya disini, untuk apa lagi bulan madu.” Jawab Liona dengan polos.
Ashton terkekeh mendengar penuturan Liona.
“Tidak saat ini sayang.” Jelas Ashton.
“Meskipun kita akan melakukan nya disini juga, tapi bulan madu itu artinya sangat luas. Bukan hanya tentang ****, tapi juga tentang dimana kita hanya menghabiskan waktu berdua tanpa ada yang menganggu.” Jelas Ashton memberi pengertian.
“Oohh seperti itu,” jawab Liona mengerti.
“Iya seperti itu sayang ku, jadi kau mau kita bulan madu kemana?” Tanya Ashton lagi.
“Aku akan memikirkan nya nanti.” Jawab Liona seraya menjentikkan jari-jarinya di paha Ashton. Dia bisa merasa kan milik suaminya itu menyentuh bagian belakang nya.
“Jangan terlalu lama memutuskan nya, aku tunggu sampai selesai makan nanti.” Sahut Ashton lalu dia meminta Liona untuk menyabuni tubuh nya juga, sempat ada penolakan namun akhirnya wanita itu menuruti kemauan suaminya itu.
Setelah selesai dengan urusan mandinya tanpa melakukan hubungan suami istri mereka memutuskan untuk makan, bisa dikatakan jika ini sudah masuk jam makan siang mengingat hari sudah sangat siang.
“Selamat siang kesayangan Mommy.” Sapa Lucy ketika melihat Ashton dan Liona turun dari lantai atas.
Liona tersipu malu ketika mertuanya mendapati dirinya bangun kesiangan dihari pertama dia menjadi menantunya.
“Maaf ya Mom, Lio bangun kesiangan.” Balas Liona seraya menghampiri mertua nya itu.
“Kenapa meminta maaf sayang, Mommy mengerti kok. Sekarang kalian makan dulu, makanan nya udah di siapin tuh.” Ujar Lucy seraya tersenyum penuh arti.
“Mana yang lain nya Mom?” Tanya Ashton seraya mengedarkan pandangan nya.
“Daddy mu sedang menonton televisi, kedua adik mu entah kemana.” Jawab Lucy lalu menyuruh mereka berdua segera makan.
...
Setelah selesai sarapan Ashton membawa Liona duduk di taman samping rumah nya dan menanyakan lagi dimana istrinya itu ingin pergi bulan madu.
“Ayo kita ke Maldives.” Ujar Liona dengan yakin.
“Baiklah, bersiaplah nanti malam kita berangkat.” Balas Ashton lalu segera menyuruh asisten pribadinya yaitu Austin untuk menyiapkan pesawat pribadi nya untuk keberangkatan mereka.
“Apa? Nanti malam?” Tanya Liona sangat terkejut.
“Iya sayang, nanti malam. Jadi sekarang kita harus bersiap-siap.” Jawab Ashton dengan tenang.
“Kenapa mendadak sekali.” Ujar Liona.
“Ini tidak mendadak sayang, ini sudah direncanakan.” Balas Ashton seraya mengusap kepala Liona.
Lalu Ashton membawa wajah nya sangat dekat kepada Liona dan kemudian dia berkata, ”aku sudah tidak sabar melakukan hal nakal dan liar dengan tubuhmu ini.” Ucap Ashton penuh nafsu dan gairah yang masih bisa ditahan.
Liona bergidik ngeri mendengar perkataan Ashton, tapi biar bagaimana pun mereka juga akan tetap melakukan nya. Hingga akhirnya mereka bersiap untuk perjalanan mereka nanti malam.
Jangan Lupa Berikan Rate 🌟 5 nya, Tekan Like nya, Ketikkan komentar nya, dan Favoritkan ASHTON & LIONA di Cerita mu agar tidak ketinggalan update terbaru.
Terima Kasih
♥️