ASHTON & LIONA

ASHTON & LIONA
Bab 14



Pesta Lajang



Selamat Membaca 🤗


...


18.15


Bel rumah Liona berbunyi, menandakan jika ada orang yang datang bertamu. Pelayan dirumah itu datang membukakan pintu untuk tamu tersebut, Emily yang mendengar bel rumah nya berbunyi berniat untuk melihat siapa tamu yang datang.


Ketika pintu sudah terbuka, ternyata ketiga sahabat Liona yang sedang berkunjung.


“Hallo cantik-cantik nya bibi.” Sapa Emily kepada ketiga sahabat putri nya itu.


“Bibi, kami merindukan mu.” Sahut ketiga gadis itu secara bersamaan dan mereka menghampiri Emily lalu memeluk tubuh wanita paruh baya itu.


“Ehem...Ehem... Hanya bibinya saja yang dirindukan? Paman tidak?!” Seru Chris setelah melihat siapa yang datang.


“Pamaaan,.?!” Teriak ketiga gadis tersebut lalu berlari dan memeluk Chris juga.


“Sudah lama sekali kalian bertiga tidak berkunjung kemari.” Tukas Chris setelah mereka duduk di sofa ruang keluarga.


Chris dan Emily sudah menganggap ketiga gadis itu sebagai anak mereka, Liona sendiri pun sangat menyayangi ketiga sahabat nya itu dan menganggap mereka lebih dari sekedar sahabat. Persahabatan mereka berempat sangat dekat, dulu waktu mereka masih bersekolah, mereka sering sekali menginap bersama dirumah Liona agar selalu bersama-sama. Hingga dewasa pun mereka tetap saling menyayangi satu sama lain.


“Kan kita kerja Paman. Jadi tidak selalu bisa berkunjung kemari. Tapi jika ada waktu kami pasti akan datang, seperti saat ini contohnya” Jawab Leandra yang duduk di samping Chris.


Chris menganggukkan kepalanya sebagai bentuk respon dari perkataan Leandra.


"Asal kalian tetap menjaga diri kalian diluar sana, paman sudah sangat senang." Ucap Chris kemudian.


“Ya sudah kalau begitu kalian bangunkan Liona, dia sepertinya masih tidur di kamarnya.” Ucap Emily setelah mereka saling bertukar kabar.


Ketiga gadis itu pamit dari ruang keluarga dan menuju kamar sahabat mereka.


...


Didalam kamar, Liona sedang bersiap-siap untuk pergi ke acara pesta. Dia terlihat sedang mencoba-coba banyak gaun, ia sangat bingung harus mengenakan setelan seperti apa. Padahal pekerjaan nya setiap hari merancang dan memadukan jenis-jenis busana agar terlihat serasi, tapi dia sendiri bingung dalam menentukan setelan yang cocok untuk dirinya sendiri.


Bunyi ketukan pintu kamarnya membuat Liona menghentikan aktivitasnya sesaat.


“Silahkan masuk.” Sahut Liona dari dalam kamarnya kepada orang diluar sana yang belum ia tau siapa itu.


“Astagaaaa, Liona kamar mu seperti kapal pecah.” Ucap Jocelyn setelah mereka bertiga masuk kedalam kamar tersebut.


“Kenapa kalian bisa berada disini?” Tanya Liona heran ketika melihat ketiga sahabatnya itu.


“Bukan nya kau mengundang kami untuk ikut berpesta bersama dengan mu? Jangan bilang kau sudah lupa? Atau jangan-jangan kau ingin membatalkan nya?” Cerocos Jesslyn.


“Aku itu bukan nya lupa, tapi aku bingung kenapa kalian datang secepat ini. Kan masih jam tujuh malam pesta nya.” Jawab Liona seraya memandangi ketiga sahabatnya itu.


“Memang nya kau pikir sekarang jam berapa? Jam 12 siang?” Tanya Leandra seraya membulatkan kedua matanya tegas.


Liona cepat-cepat mengambil ponselnya dan melihat jam disana, ternyata sudah hampir jam tujuh malam. Dia keasyikan berdandan sehingga lupa waktu dan sekarang juga kebingungan dalam menentukan setelannya.


Tapi setelah melihat setelan ketiga sahabat nya itu, ia langsung mendapatkan ide dan buru-buru menggantikan pakaian nya. Ketiga sahabatnya lalu duduk sambil menunggu Liona selesai dengan setelannya.


“Ayo kita berangkat.” Seru Liona setelah selesai bersiap diri.


“Hhhhh kalau bukan karena aku penasaran dengan wajah calon suami mu, aku tidak akan mau menunggu mu bersiap.” Cetus Jocelyn.


“Iya maaf, habisnya aku bingung harus menggunakan setelan apa tadi. Untung kalian bertiga datang.” Sahut Liona seraya tersenyum dan mereka berempat turun kebawah untuk berpamitan dengan orang tua Liona.


“Mah, Pah, Liona keluar dulu ya.” Ucap Liona setelah berada dihadapan kedua orang tua nya.


“Loh kenapa tidak makan malam dulu?” Tanya Chris kepada mereka berempat.


“Kita berencana makan diluar Pah.” Jawab Liona seraya memandang ketiga sahabat nya itu agar mereka mengiyakan perkataan nya.


“Iya Paman, kita memang mau makan diluar bersama.” Sahut Leandra dan di ikuti anggukan kepala oleh Jesslyn dan Jocelyn.


“Ya sudah kalau begitu, biar Mamah dan Papah makan malam berdua saja nanti. Anggap saja lagi dinner.” Ucap Emily seraya memandang ke arah Chris dan Chris tersenyum mendengarkan penuturan istrinya itu.


“Uhhh, so sweet nya Paman dan Bibi ku ini.” Kata Jocelyn kemudian.


“Ya sudah kalau begitu, kami pergi dulu ya Pah, Mah.” Ucap Liona dan membawa Langkah nya keluar.


“Hati-hati ya sayang, jangan dekat-dekat sama orang jahat.” Teriak Emily setelah keempat gadis itu berlalu dari sana.


“Siap bibi.” Ucap ketiga sahabat Liona dan mereka pun berlalu dari ruangan itu.


Chris dan Emily tidak pernah membatasi pergaulan putri mereka, tapi mereka yakin jika anak gadis mereka itu pandai menjaga diri. Dan bertambah lah kepercayaan mereka ketika anaknya bersahabat dengan orang-orang yang baik dan juga mereka mengetahui siapa orang tua dari sahabat anak mereka tersebut dan mereka berasal dari keluarga yang baik-baik.


Mereka berempat masuk kedalam mobil milik Leandra yang memang selalu mereka gunakan jika pergi bersama-sama. Mereka menuju lokasi apartemen yang sudah dikirimkan oleh Ashton beberapa saat yang lalu.


Setiba nya mereka di basement gedung apartemen sahabatnya Ashton tersebut, mereka langsung turun dari mobil dan masuk kedalam lift yang ada digedung itu. Mereka berhenti dilantai 11 bangunan itu dan menyusuri lorong apartemen yang terlihat sangat mewah itu. Kini mereka berhenti di depan pintu apartemen yang menjadi tujuan mereka saat ini.


“Ash aku sudah di depan, buka kan pintunya.” Seru Liona pada Ashton melalui ponselnya.


Dan tak lama pintu apartemen itu terbuka, dan terlihat lah Ashton sedang berdiri sambil tersenyum ke arah gadis nya itu.


“Maaf membuat mu menunggu.” Ucap Ashton lalu ia mencium kening gadisnya itu.


Ketiga sahabat Liona, terdiam ditempatnya menyaksikan dua insan yang sedang saling menyapa itu tanpa menghiraukan orang disekitar nya yang sedang memperhatikan mereka.


“Aku baru saja sampai.” Gumam Liona kemudian.


“Silahkan masuk kita bisa berkenalan didalam, ketiga sahabat ku juga sudah menunggu kedatangan kalian.” Ucap Ashton sesaat setelah tersadar jika kekasihnya itu tidak datang seorang diri.


Ashton menggenggam tangan Liona dan membawanya masuk beriringan dengan ketiga sahabat Liona tersebut.


Ketiga sahabat Ashton yang melihat keempat gadis cantik itu sudah berada dihadapan mereka bingung harus berkata apa. Ashton memang sudah memberitahukan kepada sahabatnya jika Liona dan sahabatnya akan bergabung bersama mereka malam ini, tapi dia tidak mengatakan jumlah sahabat Liona ada berapa karena dia sendiri juga tidak tau berapa orang sahabat Liona. Mereka saling terdiam beberapa saat karena merasakan canggung diruangan itu.


“Silahkan duduk.” Ucap Austin memecahkan keheningan diantara mereka, sesaat jiwa keasistenannya muncul karena situasi tersebut.


“Sepertinya kita perlu berkenalan dulu, agar tidak terlalu canggung.” Sahut Liona seraya tersenyum kearah mereka yang sedang duduk diruangan itu.


“Silahkan perkenalkan diri mu terlebih dahulu kalau begitu, karena kau yang mengusulkannya.” Ucap Ashton seraya meletakkan tangan nya dipinggang Liona.


“Kenapa harus aku yang duluan, lagian ketiga sahabat mu itu sudah kenal diriku. Jadi tidak perlu mengenalkan diri lagi.” Seru Liona merasa keberatan.


“Maaf Nona kami belum terlalu mengenal dirimu. Lagian waktu itu Tante Lucy yang memperkenalkan dirimu kepada kami, jadi saat ini kami ingin kau perkenalkan dirimu secara pribadi.” Sahut Austin, jiwa keasistenannya muncul kembali.


“Aku duduk saja ya, biar tidak terlalu formal.” Ucap Liona kemudian.


“Perkenalkan nama ku Liona Claressta Hemsworth, usia ku saat ini 24th, aku anak ketiga dari tiga bersaudara, dan kesibukan ku sehari-hari bekerja dibutik ku sendiri. Dan aku adalah calon istri Ashton.” Ucap Liona sambil tersenyum renyah sesaat setelah memperkenalkan dirinya.


“Sekarang giliran mu.” Seru Liona sambil memandang calon suaminya itu.


Ashton menganggukkan kepalanya menyetujui permintaan Liona.


“Perkenalkan nama ku Ashton Rafevaldy Walter, usia ku 29th, aku anak pertama dari tiga bersaudara, dan kesibukan ku sehari-hari bekerja diperusahaan ku sendiri. Dan aku adalah calon suami Liona.” Ucap Ashton seraya memandangi Liona dengan penuh cinta. Dia sangat bangga mengucapkan kata-kata terakhirnya tersebut.


“Sekarang giliran siapa?” Tanya Liona melemparkan pandangan nya kepada ke enam orang yang belum memperkenalkan diri nya itu.


“Kau saja.” Ashton menunjuk Austin dengan menggunakan mulutnya.


“Tidak sopan sekali anak ini.” Batin Austin merutuki sikap Ashton barusan.


“Baiklah, aku akan memperkenalkan diriku. Perkenalkan nama ku Austin Jeremiah Connor, usia ku masih sangat muda yaitu 29th, aku anak pertama dari dua bersaudara, dan kesibukkan ku sehari-hari bekerja sebagai asisten pribadi dari Tuan Ashton yang terhormat.” Ucap Austin menyelesaikan sesi perkenalannya.


“Silahkan kau pilih siapa selanjutnya.” Seru Ashton dari tempat duduknya.


Dan austin menunjuk kearah gadis yang sejak dia memasuki ruangan itu tadi sudah menjadi fokus perhatian nya.


“Kenapa laki-laki ini tau isi hati ku, jika aku ingin sekali dia memilih ku tadi.” Gumam gadis itu dalam hati nya.


Dan dia pun menerima permintaan tersebut lalu mulai memperkenalkan dirinya.


“Perkenalkan nama ku Jocelyn Victoria Hudson, usia ku 23th, aku anak tunggal dari kedua orang tua ku, kesibukkan ku sehari-hari bekerja diperusahaan milik orang tua ku.” Ucap Jocelyn mengakhiri sesi perkenalannya.


“Joce kau bisa langsung memilih siapa selanjutnya.” Sahut Liona.


Jocelyn yang duduk berdampingan dengan Jesslyn menyenggol-nyenggol lengan sahabat nya itu memberi kode jika dia yang selanjutnya.


“Kenapa harus aku sih?” Bisik Jesslyn kepada sahabat nya tersebut.


“Cepat lakukan saja. Cepat atau lambat kau juga harus memperkenalkan dirimu nanti.” Sahut Jocelyn.


Jesslyn mencebikkan bibirnya kepada sahabatnya itu, lalu dia pun memulai memperkenalkan dirinya.


“Perkenalkan nama ku Jesslyn Aurora Dominic, usia ku 24th, aku anak kedua dari dua bersaudara, kesibukkan ku sehari-hari bekerja diperusahaan Kakak ku.” Jesslyn mengakhiri sesi perkenalannya.


Hening, tidak ada kelanjutan.


“Ayo siapa lagi?” Tanya Liona kemudian.


“Kau bisa memilih siapa selanjutnya Nona.” Sahut Christian seraya memandangi Jesslyn yang duduk tidak jauh dari tempat duduknya itu.


“Kalau begitu kau bisa menjadi selanjutnya.” Tutur Jesslyn menatap lekat-lekat laki-laki yang baru saja berbicara kepadanya itu.


Christian tersenyum kearah Jesslyn dengan pandangan yang sulit diartikan.


“Baiklah aku akan memperkenalkan diriku jika itu permintaan mu.” Sahut Christian membalas pandangan Jesslyn.


“Perkenalkan nama ku Christian Alexander Lincoln, usia ku 29th, aku anak kedua dari tiga bersaudara, aku bekerja bersama Ashton diperusahaan nya.” Christian mengakhiri sesi perkenalannya sembari terus menatap Jesslyn, dia merasa ada sesuatu yang mengganggu hatinya ketika melihat gadis itu.


“Selanjutnya kau.” Seru Christian menyenggol kaki sahabat nya itu yang sedang duduk sambil menyilang kan kedua kaki nya, wajah nya tampak dingin seperti vampire.


Tanpa berbasa-basi ia langsung memperkenalkan dirinya kepada semua orang diruangan itu.


“Perkenalkan nama ku Andrew Sebastian Cooper, usia ku 29th, aku anak pertama dari dua bersaudara, aku juga bekerja bersama Ashton diperusahaan nya.” Andrew mengakhiri sesi perkenalan nya dengan tatapan dingin.


“Sekarang kau yang terakhir.” Seru Liona, Jesslyn, dan Jocelyn secara bersamaan seraya menatap sahabat mereka itu.


“Iya aku tau, santai saja.” Sahut gadis itu dan dia mulai membuka mulutnya untuk melakukan perkenalan.


Andrew menajamkan pendengarannya ketika gadis itu akan memperkenalkan dirinya.


“Perkenalkan nama ku Leandra Skyler Declan, usia ku 25th, aku anak tunggal. Namun semenjak kedua orang tua ku meninggal dalam kecelakaan pesawat dua tahun yang lalu, aku mulai hidup sendiri sejak itu. Dan aku memegang kendali atas perusahaan yang sudah dibangun oleh kedua orang tua ku.” Leandra menyelesaikan sesi perkenalannya dengan memberi senyuman manis kepada orang-orang yang ada diruangan itu.


Andrew menatap Leandra yang duduk di sofa seberangnya itu, dia melihat gadis itu dengan pandangan nanar. Dalam hatinya “kenapa gadis ini sangat tegar setelah kehilangan kedua orang tuanya, aku saja mungkin belum tentu bisa seperti itu.” Gumamnya tak mengalihkan pandangannya.


“Kau gadis yang kuat.”


“Uhh sahabat ku, aku menyayangi mu.”


“Kau Luar biasa.”


Begitulah ucapan yang mereka sampaikan kepada Leandra setelah dirinya menyelesaikan sesi perkenalannya tadi.


“Aku sudah mengikhlaskan semuanya, jika kalian bertiga tidak ada disamping ku aku tidak akan kuat sampai saat ini.” Ucap Leandra seraya menatap ketiga sahabatnya itu.


Perasaan emosional melingkupi perasaan mereka yang ada diruangan itu setelah mendengarkan kisah dari Leandra.


“Kenapa kalian malah bersedih, kita berkumpul disini untuk berpesta bukan malah sedih-sedihan. Ayo kita bersenang-senang malam ini.” Tutur Leandra menghilangkan perasaan emosional orang-orang diruangan itu.


“Ayo kita berpesta.” Teriak Austin setelah melihat jika Leandra sendiri tidak apa-apa.


Suasana yang tadi nya terlihat sangat emosional perlahan mulai mencair, Andrew berdiri dan memutarkan musik yang tidak terlalu kencang. Mereka menikmati pesta tersebut. Pesta lajang, karena mereka yang ada diruangan itu sama-sama belum menikah.










Jangan Lupa Berikan Rate 🌟 5 nya, Tekan Like nya, Ketikkan komentar nya, dan Favoritkan ASHTON & LIONA di Cerita mu agar tidak ketinggalan update terbaru.


Terima Kasih


♥️