ASHTON & LIONA

ASHTON & LIONA
Bab 3



Mencoba Mendekatkan 1



Selamat Membaca 🤗


...


Sudah dua bulan berlalu sejak penentuan tanggal pernikahan antara Ashton dan juga Liona, namun tidak ada tanda-tanda kedekatan antara keduanya. Sama-sama disibukan dengan pekerjaan dan juga aktivitasnya masing-masing. Padahal waktu tinggal 4 bulan lagi menjelang hari pernikahan mereka.


...


Di kediaman keluarga Ashton...


“Ash, apa kau dan Liona pernah berkomunikasi lagi setelah pertemuan waktu itu?” Tanya Lucy disela-sela sarapan mereka.


Ashton yang mendengar pertanyaan dari Mommy nya sedikit kebingungan harus menjawab apa. Pasalnya memang benar sejak pertemuan mereka terakhir kali dirumah Liona, dia sama sekali tidak menghubungi gadis itu lagi.


Bagaimana mau menghubungi, sementara nomor ponsel nya saja dia tidak memilikinya. Meskipun dia juga sadar jika saat ini dia sudah berstatus sebagai calon suami Liona, tapi dia berpikir itu masih beberapa bulan lagi sampai dia benar-benar menjadi suami sah dari gadis itu mengingat jika dia dan Liona dijodohkan.


“Belum Mom, lagian Ashton masih sibuk di kantor belum bisa membagi waktu untuk hal-hal seperti itu. Nanti jika Ashton sudah tidak sibuk lagi, Ash akan menghubungi nya.” Jawab Ashton tenang.


“Jadi selama ini kau dan Liona tidak pernah berkomunikasi lagi setelah penentuan tanggal pernikahan kalian waktu itu?” Tanya Lucy kesal.


Ashton hanya menganggukkan kepalanya sebagai bentuk jawaban dari pertanyaan mommy nya tersebut.


“Wahhh,,,,, calon suami macam apa kau itu kak sama calon istri sendiri kau cuek sekali.” Kata Jackson setelah mendengarkan apa yang sedang Mommy dan kakak nya itu bicarakan.


“Aku bukan nya tidak ingin menghubunginya, hanya saja saat ini aku benar-benar sibuk dengan urusan kantor!” Seru Ashton.


“Jika kau merasa lebih baik saat ini kenapa kau tidak segera menikah?” Ashton mencoba membela diri.


“Kau kan tau sendiri kak aturan dikeluarga kita tidak boleh melangkahi yang lebih tua.” Jackson menjawab nya dengan mudah tapi terlihat seperti mengejek Ashton.


“Kalau begitu, Ash permisi berangkat ke kantor dulu.”


Ashton beranjak berdiri setelah memberikan salam kepada kedua orang tua nya. Dia merasa sudah sangat kesal dengan Jackson yang selalu menggoda nya.


Ia hendak melangkah meninggalkan ruang makan. Namun, suara Lucy sejenak menghentikannya.


“Ash......”


“Iya, Mom?”


“Ini masih belum waktu nya berangkat ke kantor, kenapa kau buru-buru sekali?” Tanya Lucy.


“Mom, seorang pemimpin harus memberikan contoh yang baik kepada bawahan nya. Jika Ash sebagai pimpinan tidak bisa memberikan contoh yang baik kepada bawahan bagaimana perusahaan bisa maju Mom.” Ucap Ashton sembari mencebikkan bibirnya kepada Jackson yang saat ini sedang melihatnya juga. Ashton sengaja melakukan itu untuk membalasnya, karena Jackson yang selalu berangkat siang ke kantor.


Ya, Daddy nya membebankan perusahaan kepada Jackson karena Ashton yang ingin membangun perusahaan nya sendiri. Padahal keinginan Jackson adalah menjadi seorang pemain bola yang hebat dan terkenal, tapi dia juga tidak bisa menolak keinginan Daddy nya. Ingin di bebankan kepada Cammeron, namun adik bungsu nya itu belum bisa diharapkan memimpin perusahaan mengingat Cammeron yang selalu ingin bersenang-senang dengan teman-temannya dan menghabiskan waktu untuk bermain basket.


“Aku memang selalu berangkat siang, tapi bukan berarti aku tidak bekerja dengan sungguh-sungguh!” Seru Jackson membela diri.


“Freed sepertinya siang ini aku harus bertemu dengan Emily untuk membahas bagaimana mendekatkan Ashton dan Liona sebelum mereka menikah, tidak mungkin kan setelah mereka menikah nanti mereka malah acuh satu sama lain.” Kata Lucy.


“Terserah kau saja, lakukan yang menurut mu baik untuk putra kita. Tapi jika kau pergi jangan terlalu lama, kasihan aku sendiri dirumah ini tidak ada yang menemani.” Ucap Freed dengan sedikit memohon.


“Iya sayang, aku tidak akan lama-lama diluar.” Kata Lucy sambil tersenyum.


Cammeron yang yang mendengar percakapan dari Daddy dan Mommy nya itu hanya menggeleng kepalanya, karena semakin kesini kedua orang tua nya itu terlihat semakin romantis bahkan di usia mereka yang sudah hampir memasuki kepala enam.


“Ron nanti tolong kau antar kan Mommy bertemu dengan bibi Emi ya.” Kata Lucy kepada anak bungsunya itu, karena dia tau Cammeron tidak punya kesibukan apa-apa selain berkumpul dengan teman-temannya diluar sana.


“Kenapa tidak minta diantarkan paman Josh saja sih mom, aku nanti akan berlatih basket dengan teman-teman ku.” Ucap Cammeron sedikit kesal, karena dia tau jika Mommy nya bertemu dengan orang diluar sana pasti tidak sebentar-sebentar.


“Kau selalu saja menolak jika Mommy meminta tolong kepada mu, kau lebih mementingkan basket mu itu yang tidak menghasilkan apa-apa. Sekarang kau tinggal pilih, mengantarkan Mommy bertemu dengan bibi Emi atau pergi bermain basket tapi mobil, card, dan semua fasilitas yang kau punya saat ini Mommy sita selama satu minggu.” Ucap Lucy dengan sedikit mengancam.


“Mommy selalu saja mengancam dengan cara seperti itu, membuat ku tidak bisa memilih. Baiklah, Eron akan mengantarkan mommy. Tapi jangan lama-lama ya Mom.” Jawab Cammeron.


“Soal itu kau tidak usah khawatir, paling hanya sekitar tiga jam saja.” Ucap Lucy sambil tertawa renyah.


Cammeron pun membelalakkan mata nya karena itu lebih lama dari biasanya ketika dia menemani Mommy nya untuk bertemu dengan orang diluar sana. Freed dan Jackson hanya diam saja mendengarkan interaksi Lucy dengan Cammeron.


Namun tak lama setelah itu,


“Aku permisi berangkat ke kantor dulu kata Jackson setelah makanan di piring nya habis.”


“Jackson, jika kau sedikit kesusahan menangani perusahaan beritahukan kepada Daddy atau juga bisa kepada kakak mu agar kami bisa membimbing mu nak.” Ujar Freed.


Meskipun Jackson tidak pernah mengeluh, tapi Freed tau jika dia sedikit kesusahan dalam menangani perusahaan. Karena ada yang memberitahukan kepadanya. Bukan dia tidak percaya kepada Jackson, tapi dia hanya ingin melihat sejauh mana kemampuan dan juga perkembangan perusahaan setelah dia memberikan perusahaan kepadanya.


“Iya Dad jawab Jackson kemudian berlalu meninggalkan ruang makan itu setelah memberi salam kepada kedua orang tuanya.”


Kini hanya tersisa Freed, Lucy dan juga Cammeron di meja makan.


“Cammeron, lihatlah kedua kakakmu mereka sekarang sibuk dengan urusan perusahaan, berbisnis, menata masa depan nya. Sampai kapan kau akan bersantai-santai terus.” Ucap Freed sambil memandangi Cammeron.


Cammeron hanya diam, karena dia juga sadar diri. Aktivitas nya sehari-hari hanya berkumpul bersama teman-temannya dan menghabiskan waktu bermain basket.


“Jika kau mau, lanjutkan pendidikan mu ke jenjang S2 dan ambillah bidang bisnis agar kau nanti bisa membantu kedua kakak mu dalam menangani perusahaan, Daddy tidak ingin kau bersantai-santai seperti ini.” Kata Freed.


“Sebenarnya Eron sudah memikir tentang hal itu Dad, dan berencana melanjutkan S2 bagian manajemen bisnis setelah kak Ashton menikah nanti.” Ucap Cammeron.


“Baiklah jika seperti itu. Daddy senang mendengarnya. Nanti kita bahas lagi rencana mu ini setelah kakak mu menikah.” Kata Freed.


Mereka pun melanjutkan sarapan nya dalam keheningan.


Jangan Lupa Berikan Rate 🌟 5 nya, Tekan Like nya, Ketikkan komentar nya, dan Favoritkan ASHTON & LIONA di Cerita mu agar tidak ketinggalan update terbaru.


Terima Kasih


♥️