
Bertemu Masa Lalu
Selamat Membaca 🤗
...
Liona sedang mengadakan pertemuan bersama agensi-agensi yang akan menggunakan jasanya dalam pembuatan busana untuk acara fashion show ”Victoria’s Secret” yang akan diadakan sebentar lagi.
Ini adalah job terakhirnya yang dia kebut menjelang acara pernikahannya, karena setelah ini dia akan benar-benar fokus untuk mengurus acara pernikahan nya yang hanya tersisa satu bulan lagi dan urusan butik dia percayakan kepada Leah sekretarisnya.
“Apa kita bisa mulai?” Tanya Liona kepada sekretaris Leah.
“Maaf Nona, tapi agensi dari pihak A belum datang dan mereka merupakan agensi terbesar yang menggunakan jasa kita untuk acara fashion show nanti.” Jawab sekretaris Leah yang sedikit takut, karena bos nya itu sangat tepat waktu.
“Baik, mari kita berikan waktu 5 menit. Jika mereka tidak kunjung datang kita bisa langsung memulainya tanpa harus menunggu mereka. Aku akan menunggu diruangan ku, jika mereka sudah tiba segera beritahukan kepadaku.” Ucap Liona sambil berlalu masuk kembali kedalam ruangan nya.
“Baik Nona.” Jawab sekretaris Leah yang hanya bisa menunduk hormat.
Selang beberapa saat setelah Liona masuk kedalam ruangan nya datanglah sebuah mobil mewah, Leah yang memang stand by menunggu didepan langsung menyadari siapa gerangan yang datang dan dia langsung mendekati mobil itu seraya menundukkan sedikit tubuhnya untuk memberi hormat kepada orang tersebut.
Meskipun agensi A terbilang sangat terlambat untuk menghadiri pertemuan itu, mereka juga tidak bisa berbuat apa-apa. Karena agensi A adalah agensi terbesar yang paling banyak menggunakan jasa mereka, jadi mereka hanya bisa memberikan senyum terpaksa nya.
“Silahkan Tuan semuanya sudah menunggu.” Ucap sekretaris Leah mempersilahkan laki-laki itu bersama dengan beberapa orang lain nya untuk memasuki ruangan pertemuan.
“Nona, pihak agensi A sudah tiba.” Ucap sekretaris Leah memberitahukan kepada Liona, seketika wajah bos nya itu menjadi bersemangat lagi setelah beberapa saat yang lalu dia terlihat sangat kesal.
“Baiklah, ayo kita segera mulai. Mari kita berikan yang terbaik untuk butik ini, semangat.” Ucap Liona menyemangati karyawan nya yang lain.
“Semangat!!!” sorak yang lain nya juga.
Semua mata sedang tertuju ke arah Liona yang sedang menjelaskan model-model busana yang akan di tampilkan saat fashion show nanti, dan diterima dengan baik oleh peserta yang hadir saat itu.
Hanya ada beberapa agensi yang meminta perancangan ulang untuk busana mereka tapi Liona tidak memperumit hal tersebut dan dia bersedia untuk melakukan perancangan ulang.
Tak jauh dari keberadaan Liona berdiri saat ini, ada sepasang mata yang tidak jemu-jemu nya memandangi Liona dari sejak dia memasuki ruangan pertemuan itu. Terlihat dari kedua bola matanya jika dia sangat merindukan gadis itu, bahkan sudah hampir 5 tahun mereka tidak bertemu sejak perpisahan mereka yang terakhir kalinya.
“Aku merindukan mu gadis.” Batin nya seraya menatap gadis tersebut.
“Aku harus menjelaskan semua yang terjadi kepadanya, dia harus tau alasan mengapa aku pergi meninggalkan dia waktu itu.” Lanjutnya lagi.
Pertemuan telah usai dan peserta mulai meninggalkan butik tersebut, namun tidak dengan laki-laki itu yang lebih memilih mendatangi ruangan Liona untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi sampai-sampai dia harus mengorbankan perasaan nya waktu itu.
“Aku sudah selesai pertemuan.” Send to Ashton.
“Baiklah, aku akan segera kesana.” Send to Liona.
“Menunggu mu.” Send to Ashton.
“Leah tolong jika Tuan Ashton datang menemui ku, suruh dia langsung masuk keruangan ku.” Seru Liona di Interkom yang terhubung ke ruangan sekretaris Leah.
...
Tok...tok...tok...
Hening, tidak ada sahutan dari dalam ruangan tersebut setelah beberapa kali laki-laki itu mengetuk pintu dan akhirnya mengharuskan dia membuka pintu tersebut dan masuk begitu saja kedalam nya.
Setelah mendengarkan bunyi yang berasal dari dalam kamar mandi, laki-laki itu paham jika gadis itu sedang berada didalam sana dan dia memutuskan untuk menunggu di sofa dalam ruangan itu.
“Kau semakin bertambah cantik saja Li.” Ucap laki-laki itu setelah melihat Liona keluar dari dalam kamar mandi.
Liona sangat terkejut, bukan saja terkejut mendengarkan seorang dari sana tapi dia juga terkejut setelah tau siapa yang berbicara kepadanya.
“Kau,.!?” Ucap Liona terputus, tidak mampu melanjutkan kata-katanya. Sejujurnya dia juga tidak tau apa yang harus dia katakan kepadanya.
Liona dengan cepat mengambil tas beserta ponsel nya agar segera keluar dari ruangan nya itu, namun belum sempat dia menyentuh gagang pintu tersebut laki-laki itu sudah lebih dulu menariknya dan membawanya dalam dekapannya.
“Maafkan aku Li, maafkan aku. Aku tidak bermaksud untuk meninggalkan mu waktu itu.” Ucap nya sambil terus memeluk Liona.
Liona berusaha keras menjauh kan laki-laki yang sedang memeluk tubuhnya saat ini, dia benar-benar merasa takut jika saat Ashton masuk nanti akan terjadi kesalahpahaman.
“Aku tidak butuh penjelasan apa pun, tolong kau segera pergi dari ruangan ku.” Ucap Liona kepadanya namun tidak membuat laki-laki itu beranjak dari tempatnya.
“Aku tau aku salah Li, tolong maafkan aku. Aku sama sekali tidak berniat untuk meninggalkan mu saat itu.” Ucap nya memelas.
“Ku mohon tinggalkan aku sekarang, aku tidak membutuhkan penjelasan apa pun dari mu. Aku mohon.” Seru Liona dengan tegas.
”Izinkan aku menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi waktu itu Li, aku mohon.” Ucap laki-laki itu lagi seraya membawa langkahnya mencoba mendekati Liona.
Ashton yang baru saja sampai didepan butik Liona langsung turun dari mobilnya dan Leah yang mengetahui kedatangan dari calon suami bos nya itu langsung menghampirinya
“Maaf Tuan Ashton, Nona Liona menyuruh anda untuk langsung masuk kedalam ruangannya.” Ucap Leah dengan sedikit gugup, pasalnya laki-laki yang sedang berdiri di hadapan nya ini terlihat begitu tampan.
Ashton hanya menganggukkan kepalanya sebagai bentuk jawaban karena dia tidak terbiasa berbicara kepada orang yang tidak terlalu di kenal nya dan dia membawa langkah nya untuk memasuki ruang kerja Liona yang sudah beberapa kali dia datangi itu.
“Ku Mohon jangan mendekat.” Ucap Liona dengan nada memelas namun laki-laki itu tetap berjalan mendekati Liona secara perlahan.
Pintu ruangan Liona terbuka dan terlihat Ashton memasuki ruangan tersebut dan betapa kagetnya dia ketika melihat seorang laki-laki sedang berada diruangan calon istrinya itu dan mendapati calon istri nya terpojok ke sudut dinding dengan sedikit ketakutan.
Ashton langsung naik pitam ketika melihat hal tersebut tanpa menunggu lama ia membawa langkah nya yang panjang menghampiri laki-laki itu, dan mendaratkan bogem nya tepat di sudut mulut laki-laki tersebut sehingga mengeluarkan darah dari sana.
“Ash hentikan." Ucap Liona karena takut Ashton akan bertindak yang lebih jauh dari itu.
“Kau tidak apa-apa?” Tanya Ashton dengan sedikit panik. Setelah berhasil mengontrol emosi nya.
“Aku tidak apa-apa Ash, tolong jangan memukulnya lagi.” Ucap Liona seraya memeluk tubuh Ashton.
Laki-laki yang tadi mendapatkan bogem mentah dari Ashton mencoba berdiri setelah tersungkur ke lantai, dia mencoba menetralkan rasa sakit pada sudut bibirnya itu.
“Apa kau kenal siapa dia?” Tanya Ashton setelah saling melepaskan pelukannya dengan Liona.
Hening....! Liona takut mengatakannya kepada Ashton, takut jika laki-laki disampingnya ini akan berbuat hal yang tidak-tidak jika mengetahui siapa laki-laki dihadapannya saat ini.
“Aku Jonathan, pacarnya Liona sewaktu di bangku kuliah.” Ucapnya Jonathan menjawab pertanyaan Ashton yang ditujukan kepada Liona.
Liona membelalakkan kedua matanya, tidak percaya dengan apa yang barusan dia dengar dari mulut laki-laki yang pernah mengisi hati nya itu.
Bagaimana mungkin dia bisa sepercaya diri itu mengatakan hal tersebut setelah mendapatkan bogeman dari Ashton.
“Sayang apakah itu benar?” Tanya Ashton dengan sengaja menekankan kata sayang seraya melingkarkan tangan nya dipinggang Liona.
Deg, kata-kata sayang itu terdengar sangat berbeda dari kata sayang yang baru tadi pagi ia dengarkan. Sedikit ketakutan, Liona memberanikan diri untuk menjawabnya.
“Iya, dia mantan pacar ku yang pernah aku ceritakan pada mu waktu itu.” Ucap Liona menatap ke arah Ashton, ingin melihat bagaimana ekspresi dari calon suaminya itu.
Ashton menganggukkan kepalanya dengan tenang seraya memberikan senyuman tipisnya, bahkan hampir-hampir tidak terlihat jika tidak menggunakan kaca pembesar.
“Perkenalkan saya Ashton Rafevaldy Walter, calon suami Liona.” Ashton Sengaja menekankan pada kata suami. Agar laki-laki didepan nya itu sadar jika Liona sudah dia miliki.
Liona bergidik ngeri melihat perubahan pada mimik wajah Ashton yang seperti itu.
“Ada keperluan apa kau datang bertemu calon istri ku? Bahkan mungkin jika aku sedikit terlambat tadi kau akan melakukan hal yang lebih dari itu.” Seru Ashton menatap sinis kedua manik mata laki-laki itu.
“Aku tidak akan menyakiti wanita yang aku cintai. Dan kedatangan ku kemari ingin memberitahukan kebenaran kepada Liona.” Ucap Jonathan membalas tatapan dari Ashton.
Ashton sedikit emosi ketika mendengarkan pengakuan Jonathan yang masih mencintai Liona.
“Katakan, kebenaran apa yang ingin kau beritahukan kepadanya.” Ucapan Ashton terdengar sangat mengintimidasi, dia bahkan tidak kenal siapa laki-laki didepan nya itu tapi dia sudah berani memerintahkan nya.
“Untuk apa aku beritahukan kepada mu? Kau tidak ada hubungan nya dengan hal ini.” Seru Jonathan.
“Semua yang berhubungan dengan Liona, sudah pasti berhubungan dengan ku. Bahkan dari waktu kami dilahirkan kedunia ini, kami sudah saling berhubungan.” Ucap Ashton sinis.
“Aku tidak ada waktu untuk meladeni mu. Aku kesini untuk berbicara dengan Liona bukan dengan dirimu.” Sahut Jonathan.
Liona yang tidak ingin terjadi tinju meninju lagi segera melerai kedua nya, agar berhenti saling adu mulut.
“Katakan, apa yang ingin kau beritahukan kepada ku.” Seru Liona seraya melipatkan kedua tangan nya didepan dadanya setelah beberapa saat yang lalu terlihat sedikit ketakutan.
“Kau ingin aku berbicara didepan dia juga?” Tanya Jonathan, sembari menaikan sebelah alisnya.
“Iya, katakan saja. Dia calon suami ku, dan dia berhak mengetahui semuanya. Aku tidak ingin dia salah paham terhadap hubungan kita di masa lalu.” Ucap Liona dengan tenang.
Ashton menepiskan senyuman kemenangan nya setelah Liona mengakui nya secara terang-terangan jika dia adalah calon suaminya.
“Baiklah aku akan mengatakan nya sekarang.” Ucap Jonathan menatap Liona dengan pandangan yang sulit di artikan.
Jangan Lupa Berikan Rate 🌟 5 nya, Tekan Like nya, Ketikkan komentar nya, dan Favoritkan ASHTON & LIONA di Cerita mu agar tidak ketinggalan update terbaru.
Terima Kasih
♥️