
...Selamat membaca 🤗...
...• • • • •...
Tak ingin rasanya bergabung setelah melihat siapa-siapa saja yang berada di samping Liona ditengah keramaian restoran itu. Tapi apalah daya, karena baik Liona maupun para lelaki itu sedang menatap kearah mereka berdua sehingga membuat nya tidak mungkin meninggalkan tempat tersebut.
Kedua wanita itu saling dorong-mendorong menyuruh siapa yang berjalan didepan terlebih dahulu karena memang space jalan yang diberikan sedikit kecil karena adanya pertambahan meja makan di waktu jam siang saking ramainya pengunjung yang berada disana.
“Lihat lah kedua sahabat mu itu, sepertinya mereka malu untuk bergabung bersama kita.” Bisik Ashton kepada Liona.
“Mereka seperti itu karena belum terbiasa saja. Lama-lama juga akan kelihatan aslinya. Tidak jauh berbeda dengan ketiga sahabat mu itu.” Timpal Liona.
“Seperti nya aku terlalu membebaskan mu selama ini, sampai-sampai sifat ketiga sahabat ku pun kau tau.” Ujar Ashton.
“Sudahlah jangan memulai, aku sedang tidak ingin berdebat. Lebih baik cepat habiskan makan siang mu agar kita segera pergi dari sini meninggalkan mereka.” Kata Liona.
Kemudian dia menyambut kedua sahabat nya yang baru saja sampai didekat meja mereka saat itu, senyuman keberhasilan karena bisa membuat kedua sahabatnya tersebut bergabung bersama mereka terpancar diraut wajah nya yang tak henti-hentinya dia perlihatkan.
“Hai.” Liona mulai menyapa satu persatu diantara mereka berdua sambil mencipika-cipiki. “Ayo, silahkan duduk.” Kata nya lagi.
“Kalian berdua mau pesan apa? Hari ini Ashton akan mentraktir kita semua.” Seru Liona dengan tersenyum riang.
Ashton yang mendengar perkataan Liona jika dirinya lah yang istrinya itu katakan akan mentraktir mereka semua, tak segan-segan membentuk seutas senyuman dibibir nya.
Tak mungkin dia menjatuhkan harga dirinya didepan sahabat Liona yang sedang ada dihadapan nya saat ini. Jika hanya ada Liona dan ketiga sahabat nya itu tadi, dia tidak akan berpikir panjang dan langsung mengajak mereka berdebat.
Tapi beda ketika ada orang lain yang bergabung bersama mereka, karena yang Ashton mau dirinya selalu di anggap sebagai suami idaman.
Dia bukan nya tidak mau mentraktir ketiga sahabat nya itu tadi, bahkan bisa dibilang sebelum menikah dengan Liona ada istilah diantara dirinya dan ketiga sahabat nya itu yang berbunyi seperti ini, “Uang mu, uang ku.”
Tapi hal tersebut hanya berlaku selama mereka belum menikah dan ketika mereka sudah menikah hal tersebut tidak berlaku lagi bagi salah satu dari mereka yang sudah menikah. Bahkan mereka juga mempunyai apartemen milik bersama.
Tapi meskipun Ashton terus mentraktir mereka tidak akan membuat uang nya habis juga, karena penolakan yang dia lakukan itu semata-mata hanya ingin menghabiskan waktu berdua bersama sang istri.
Setelah memesan makanan untuk Leandra dan Jesslyn, mereka saling bertukar kabar dan juga bercerita sehingga mengabaikan ke empat laki-laki yang sedang menikmati makanan dipiring mereka tersebut.
“Sayang sekali Jocelyn tidak bisa ikut bergabung dengan kita.” Sesal Liona.
“Iya sangat disayangkan.” Balas Leandra dengan memasang wajah masam.
Liona mengerti dengan respon Leandra sekarang, dia tau jika wanita itu sedang sedikit kesal karena tidak memberitahu jika bukan hanya dirinya yang akan bertemu dengan mereka berdua.
Tak lama pesanan makan siang untuk kedua wanita tersebut akhirnya datang setelah cukup lama mereka menunggu tadi, Liona yang memang sudah menyelesaikan acara makan siang nya langsung mengajak Ashton untuk meninggalkan restoran tersebut dengan alasan ada klien yang ingin bertemu dengan nya di butik.
Makan siang kali ini memang dia atur untuk mendekatkan sahabat nya dengan sahabat dari suami nya tersebut, karena memang asisten pribadi dari Ashton sempat meminta tolong waktu itu secara langsung kepada dirinya untuk mengenalkan sahabat nya kepada mereka.
Tapi lihat lah sekarang malah yang meminta tolong waktu itu yang tidak mendapat kesempatan bertemu dengan wanita idaman nya. Melihat jika Ashton dan Liona hendak meninggalkan restoran itu, Austin juga ikut-ikutan berpamitan dengan alasan banyak yang harus dia kerjakan diperusahaan.
Mengingat jika sekarang Ashton sudah tidak memiliki sekretaris lagi jadi semuanya dikerjakan oleh Austin.
Tapi sebenarnya bukan itu alasan utama dia ingin meninggalkan tempat tersebut melainkan dia tidak ingin terlihat menyedihkan karena hanya dirinya yang tidak memiliki pasangan.
Sepeninggalan Ashton, Liona dan Austin kini tinggallah Andrew dan Leandra, Christian dan juga Jesslyn. Mereka saling diam tak mengeluarkan satu pun pembicaraan. Saling merasa canggung. Padahal itu bukanlah kali pertama nya mereka bertemu, tapi tetap saja rasanya canggung.
“Lama tidak bertemu.” Seru Andrew mencairkan suasana diantara mereka.
“Iya, lama tidak bertemu.” Balas Christian.
“Kenapa malah kau yang menjawab, aku tidak berbicara kepada mu.” Ujar Andrew menatap sinis kepada Christian.
“Jangan berdebat.” Suara Leandra melerai kedua laki-laki yang memperdebatkan masalah sepele itu.
Seketika mereka berdua langsung terdiam mendengar suaranya Leandra, mereka sedikit malu karena terpergok oleh wanita itu. Ternyata ada juga yang mereka serap dari Ashton selama ini, yaitu memperdebatkan masalah-masalah kecil.
Setelah selesai makan, akhirnya mereka berjalan beriringan keluar dari restoran tersebut bagai pasangan yang sesungguhnya. Padahal jika orang lain tau, mereka hanyalah orang lain yang belum saling mengenal satu sama lainnya. Tapi itulah sebab nya mereka bertemu saat ini, untuk saling mengenal satu sama lain.
Tak mau kehilangan kesempatan lagi, kedua laki-laki itu langsung saja berinisiatif mengantarkan wanita itu untuk kembali ketempat nya masing-masing. Kapan lagi kesempatan emas seperti ini datang pikirnya.
...• • • • •...
Didalam mobil terlihat Andrew dan juga Leandra sedang dalam perjalanan mengantarkan Leandra pulang kerumah nya.
Sepanjang perjalanan mereka hanya diam, tak mengucapkan sepatah katapun. Dua orang dewasa yang sedang malu-malu kucing. Mungkin seperti itu kata yang tepat.
Kurang lebih 20 menit diperjalanan, akhirnya tibalah mereka dirumah mewah milik Leandra dengan penjagaan yang sangat ketat. Oh iya kalian harus ingat jika Leandra adalah anak tunggal dan dia juga adalah anak yatim piatu karena orang tuanya sudah meninggal akibat kecelakaan pesawat dua tahun yang lalu.
Dan oleh sebab itu lah Leandra memiliki pengawalan dan penjagaan yang super ketat dirumah nya, selain karena banyak nya yang ingin mencelakainya oleh karena dirinya adalah pewaris tunggal dari perusahaan tempat dia menjadi pemimpin saat ini juga karena banyak nya dokumen-dokumen berharga yang ada didalam rumah nya tersebut.
Andrew tidak heran melihat penampakkan rumah mewah yang ada dihadapan nya saat ini setelah dia berhasil menghentikan mobilnya dihalaman rumah itu, karena dia tau siapa Leandra setelah waktu itu mereka sempat berkenalan.
“Kau mau mampir dulu?” Tanya Leandra sambil membuka seat belt yang menyilang ditubuhnya.
“Seperti nya lain kali saja.” Jawab Andrew sambil memperhatikan pergerakan wanita yang sedang duduk disampingnya itu.
“Kau membuat ku terlihat seperti wanita jahat yang sedang ingin menggoda kekasih nya.” Ujar Leandra. Kini pandangan mereka saling mengunci satu sama lain.
“Aku tidak bermaksud menolak ajakan mu, tapi aku harus segera kembali ke perusahaan. Jika tidak Ashton akan memecat ku.” Ujar Andrew dengan bercanda.
“Baiklah kalau begitu, seperti nya kau laki-laki yang sangat gila terhadap pekerjaan.” Leandra berkata sambil menyunggingkan senyuman dengan maksud lain diwajahnya tersebut.
“Kalau begitu aku turun dulu.” Kata nya lagi.
Setelah Leandra turun dari mobil itu, Andrew tidak langsung pergi meninggalkan halaman rumah itu. Dirinya memperhatikan Leandra hingga tenggelam dari kedua bola matanya dan dia pun memutuskan segera pergi dari sana.
Pintu yang memang tidak terkunci itu membuat Andrew dengan mudah nya menerobos penghalang antara luar dan dalam rumah tersebut.
Leandra yang memang mendengar jika mobil Andrew kembali kedepan rumah nya segera kembali hendak membuka pintu namun sayang nya tangan Andrew sudah terlebih dulu membuka pintu itu.
Melihat jika kini Leandra sedang berdiri persis dihadapan nya membuat mereka saling memandangi satu sama lain, kemudian Andrew membawa langkah nya kepada wanita yang memang sudah mengisi hatinya sejak kali pertama mereka bertemu itu dan dengan rakus nya ia langsung ******* bibir seksi itu.
Leandra pun membalas ******* yang diberikan oleh Andrew dibibir nya, seperti haus akan belaian mereka saling berpagut satu sama lain, menghisap dengan rakus nya, tak jarang tangan Andrew membawa tangannya ingin menggerayangi tubuh Leandra, tapi sebisa mungkin Leandra menahan tangan yang ingin menjamah tubuhnya itu.
...• • • • •...
Disisi Lain Christian tengah asyik menemani Jocelyn berbelanja, mereka terlihat cukup akrab untuk orang yang baru beberapa kali bertemu. Bahkan tak jarang Christian menunjukkan perhatiannya kepada Jocelyn ditengah keramaian.
Jocelyn yang memang gampang sekali baper, terpesona dengan perlakukan yang diberikan oleh Christian kepada dirinya dan membuat pipi nya menjadi merah seperti kepiting rebus.
“Apa lagi yang ingin kau beli?” Tanya Christian memastikan.
“Ada sih, tapi mungkin aku akan membeli nya sendiri nanti.” Jawab Jocelyn.
“Kenapa tidak sekalian saja,
“Tidak usah, biar nanti saja,
“Lebih baik kau ambil sekarang saja, biar tidak kerja dua kali
“Aku tidak sepede itu membeli barang itu dengan laki-laki yang bukan siapa-siapa ku,
“Ya sudah kalau begitu, anggap saja aku kekasih mu.” Christian langsung menarik tangan Jocelyn dan mengajak nya untuk membeli barang yang ingin dibeli nya itu.
“Eh kita mau kemana.” Jocelyn yang ditarik terpaksa mengikuti langkah kaki kemana laki-laki itu pergi.
“Tentu saja membeli barang yang ingin kau beli itu,
“Memang nya kau tau apa yang mau aku beli,
“Kalau tebakan ku tidak salah, berarti kita memang jodoh.” Kata Christian dengan wajah tersenyum, tapi Jocelyn tidak melihatnya karena posisi wanita itu berada dibelakang Christian yang seolah-olah dirinya di tarik paksa.
“Memang nya apa yang mau aku beli?
Tak lama mereka pun tiba disalah satu rak yang berisi pembalut, dan hal itu sukses membuat mata Jocelyn membulat penuh karena memang barang yang ingin dibeli nya itu adalah pembalut.
“Ini kan yang mau kau beli?” Kerlingan mata Christian tak berpindah dari wajah Jocelyn. Dengan melihat respon wanita itu, dia langsung tau jika memang benar barang itulah yang ingin dibelinya.
“Jangan malu-malu ambil saja, anggap saja kau yang membeli nya.” Kata Christian membuyarkan lamunan Jocelyn.
“Kan memang aku yang mau membeli nya, kau ini bagaiman sih. Apa jangan-jangan kau juga memakai barang ini ya?” Tanya Jocelyn penuh selidik.
Christian akhirnya tertawa mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut Jocelyn, “Kau ini ada-ada saja, bagaimana mungkin aku memakai barang seperti ini.
“Ya mana tau kau memiliki kelainan kan, bisa saja kau memakai barang yang juga dipakai oleh wanita,
“Ya aku memang memiliki kelainan,
“Itu kan benar kata ku,
“Iya aku memiliki kelainan, karena setiap kali melihat mu hati ku menjadi lain rasa nya,
Merona lagi pipi Jocelyn mendengar gombalan maut dari Christian, “kau ini seperti nya memang sangat pintar menggoda wanita,
“Ya, dan hanya kau satu-satunya wanita yang aku goda,
“Tolong aku, tolong aku, rasanya diri ku mau melayang jauh.” Gumam Jocelyn dalam hatinya.
Cukup lama mereka terdiam didepan rak yang berisi pembalut itu, “seperti tidak ada saja tempat berkencan selain didepan rak itu.” Ujar seorang ibu yang melintasi mereka berdua.
Seketika wajah mereka berdua dihiasi dengan senyuman ketika mendengar penuturan ibu itu.
“Ayo pergi jangan sampai ada orang lain yang berkata seperti itu lagi.” Kata Jocelyn setelah berhasil memasukkan beberapa pembalut kedalam keranjang belanjaannya.
...• • • • •...
“Jika kau ingin lebih, aku juga ingin lebih.” Kata wanita itu.
“Aku akan mengabulkan apa pun yang kau inginkan.” Jawab laki-laki itu dengan suara terputus-putus.
“Baiklah, aku akan memberikan nya kepada mu.” Jawab sang wanita.
Hingga akhirnya,,,
...Jangan Lupa Berikan Rate 🌟 5 nya, Tekan...
...Like nya, Ketikkan komentar nya, dan...
...Favoritkan ASHTON & LIONA di Cerita mu...
...Agar tidak ketinggalan update terbaru....
...Terima Kasih...
...♥️...