ASHTON & LIONA

ASHTON & LIONA
Bab 33



Malam Yang Tidak Akan Kamu Lupakan



Selamat Membaca 🤗


...




Sepasang suami istri itu baru saja tiba di Maldives pada pukul 10 pagi untuk melakukan bulan madu. Perjalanan yang menempuh waktu kurang lebih 15 jam tersebut benar-benar membuat tubuh mereka sangat kelelahan dan bahkan terasa remuk.


Meskipun tidak melakukan apa-apa dan hanya duduk diam di dalam pesawat, hal itu sukses membuat mereka mabuk udara saking lama nya diperjalanan.


“Kalau aku tau perjalanan nya sangat lama seperti ini, aku lebih memilih pergi ke indonesia saja.” Gerutu Liona setelah mereka masuk kedalam kamar resort yang telah dibooking oleh asisten pribadi Ashton beberapa saat yang lalu, tentu saja atas kemauan istrinya itu.


“Kau yakin jika lebih memilih ke indonesia?” Sahut Ashton lalu langsung memeluk tubuh Liona dari belakang.



“Tentu saja.” Jawab Liona dengan yakin.


“Kau pasti tidak mencari tau berapa lama perjalanan ke Maldives dan berapa lama perjalanan ke Indonesia. Kalau kau mau tau, tinggal tambah dua jam lagi baru kita tiba di Indonesia.” Ujar Ashton dengan berbicara pelan dekat telinga Liona.


Mata Liona terbelalak mendengar hal tersebut, bahwasanya memang benar jika dia hanya mencari di google tempat bulan madu yang bagus dan tidak mencari tau jarak tempuh nya. Liona akhirnya menghembus kan napasnya kasar, menyesal ? tentu saja tidak. Ini kan acara bulan madu nya, meskipun sangat lelah tapi dia tidak menyesal bepergian sejauh ini apalagi ditemani suami tercinta nya.


Tak lupa Liona mengabari orang tua nya dan mertua nya jika mereka sudah tiba di Maldives dengan selamat, lalu setelah selesai memberi kabar Liona menghempaskan tubuhnya diatas kasur empuk di ruangan tersebut tanpa berniat membersihkan tubuhnya terlebih dahulu dan disusul oleh Ashton juga hingga akhirnya mereka kembali terlelap saking lelahnya.


...


Sore harinya kira-kira pukul 16.55 mereka baru terbangun dari tidurnya karena merasa lapar. Setelah memutuskan untuk membersihkan tubuh terlebih dahulu, mereka langsung menuju restoran yang disediakan tempat tersendiri untuk kulineran. Harganya bisa lebih mahal, namun sebanding dengan rasa yang ditawarkan. Menunya juga beragam dan berganti-ganti tergantung momennya.


“Seperti nya rasa lelah ku terbayar Ash, dengan indah nya pemandangan ditempat ini.” Ujar Liona pada saat mulai menikmati makanan nya.


“Ash?” Balas Ashton diikuti kening nya yang berkerut dalam.


“Memang nya kenapa? Bukan nya nama mu memang Ashton? Disingkat jadi Ash, benarkan?” Ujar Liona dengan polos nya.


“Sayang sekarang kita sudah menikah. Aku ingin kau memanggil ku dengan sebutan sayang, sama seperti ku. Terdengar lebih lembut dibandingkan harus memanggil dengan sebutan nama ku, memang nya kau pernah mendengar jika aku memanggil mu Liona?” Jelas Ashton disusul dengan kedua alisnya yang terangkat.


Liona tampak berpikir mencerna perkataan Ashton dan memang benar jika pria yang sudah menjadi suaminya itu tidak pernah memanggil nama nya secara langsung bahkan selalu memanggil nya dengan panggilan sayang. Senyuman tersungging di wajahnya merasa tidak enak pada suaminya itu.


“Maafkan aku." Ucap Liona dengan tatapan sendu.


"Mulai sekarang aku akan memanggil mu dengan sebutan sayang, bahkan hingga aku lupa siapa nama mu.” Ujar Liona bercanda pada kalimat terakhir nya.


“Jika kau sampai melupakan nama suami mu sendiri, itu sangat keterlaluan.” Balas Ashton yang menganggap perkataan Liona tadi serius.


Liona tersenyum lucu melihat tanggapan Ashton, pria nya itu sangat mudah di goda pikirnya. Mereka melanjutkan makannya dengan tenang sambil membahas tujuan mereka setelah itu.



...


Saat ini Ashton dan Liona sedang mengunjungi sebuah pantai yang terbentang sangat luas, tidak jauh dari resort yang mereka tempati saat ini. Menunggu sampai matahari benar-benar kembali ke peraduan nya.


Angin pantai terasa menusuk sampai ke tulang, membuat tubuh siapa saja sudah pasti merasakan dingin. Namun tidak membuat patah semangat sepasang suami istri itu untuk melihat sang surya terbenam.


“Sayang, berapa lama kita disini?” Tanya Liona seraya merapikan rambutnya yang berantakan akibat tiupan angin.


Ashton pun ikut merapikan rambut Liona yang berantakan tadi seraya menjawab, “Selama yang kau inginkan.”


“Sayang aku serius,” Ujar Liona penuh penekanan.


“Aku juga serius, kenapa memang nya? Kau tidak ingin kita berlama-lama disini?!.” Sahut Ashton.


“Bukan seperti itu, tentu saja aku mau. Tapi kita berdua punya pekerjaan dan tidak mungkin bisa ditinggalkan berlama-lama.” Balas Liona.


Liona tersenyum, sang suami mulai menampakkan sisi lain nya sekarang.


“Mari kita nikmati saja saat-saat ini, urusan pulang belakangan.” Sahut Ashton lagi dan mereka memutuskan untuk kembali ke resort karena hari sudah mulai gelap dan sang surya juga sudah kembali ke peraduan nya sejak beberapa saat yang lalu.



...


Kaki mereka berhasil menapaki resort tempat mereka menginap saat ini, dimana hanya ada mereka disana. Memang benar tempat itu terpisah dengan yang lain nya, karena tema mereka adalah bulan madu dan tidak ingin ada yang mengganggu aktivitas mereka.


“Sayang, kenapa didalam pencahayaan nya sangat kurang?” Tanya Liona ketika mereka sudah berdiri didepan pintu masuk, namun Ashton tidak menjawab perkataan Liona. Biarkan saja istrinya terpesona dengan malam romantis yang sudah dia siapkan dibelakang pintu itu pikirnya.


Tak kunjung mendapat jawaban Liona terpaksa memutar gagang pintu yang menghalangi langkah nya saat ini agar segera menyalakan penerangan. Ketika pintu tersebut sudah terbuka lebar, sepanjang mata memandang hanya ada taburan bunga dan lilin beraroma yang sangat wangi di penciuman nya yang terpancar di seberang sana. Perasaan bahagia tak dapat di ucapkan melalui kata-kata lagi, Liona langsung berbalik menghadap Ashton yang sedang berdiri dibelakang nya saat ini, lalu ia pun melompat kepada Ashton seraya mengalungkan kedua tangan nya dileher pria itu dan kedua kaki nya dilingkarkan di tubuh suaminya itu.


Ashton memegang erat tubuh Liona agar tidak terjatuh.


“Sayang, kau yang menyiapkan semua ini?” Tanya Liona dengan manja, terlihat jika dia sangat bahagia .


Ashton hanya terdiam memandangi wajah cantik istrinya yang terlihat sangat bahagia itu, mereka saling melemparkan senyuman. Liona tidak harus mendengar jawaban dari Ashton lagi, dengan melihat senyuman nya saja dia sudah tau jika suaminya itu pasti sudah mengeluarkan sejumlah uang nya untuk menyuruh orang-orang mendekorasi kamar mereka saat ini.


“Aku akan memberikan malam yang tidak akan pernah kau lupakan sayang.” Bisik Ashton dengan suara serak nya. Gairah nya sudah diujung tanduk, saat yang ditunggu-tunggu telah tiba.


“Malam ini, aku milikmu sepenuhnya.” Balas Liona. Seolah mengerti arah pembicaraan itu kemana.


“Maka aku tidak akan menahan diriku lagi.” Ujar Ashton lalu ******* bibir seksi istrinya itu dengan rakus nya.


Dia membawa Liona yang masih dalam gendongan nya terpojok kedinding, masih tetap ******* bibir seksi itu. Liona membalas ******* Ashton seraya menekan tengkuk suaminya itu sangat dalam agar ciuman tidak terlepaskan.


“Ternyata kau lebih agresif dari yang aku pikirkan sayang.” Gumam Ashton dalam hatinya.


Ashton menurunkan Liona dari gendongan nya, ciuman mereka terlepas untuk sementara waktu karena pasokan oksigen dalam tubuh mereka hampir habis. Mereka tertawa melihat kelakuan mereka sendiri lalu


Ashton menuntun aktivitas mereka ke atas kasur yang tidak jauh disana, ia membaringkan Liona secara perlahan namun tidak menghentikan aktivitas mereka tersebut. Cukup lama bibir mereka saling berpagutan dan tangan Ashton juga tidak henti-hentinya bermain pada area dada istrinya itu, hingga tak sadar tubuh mereka sudah tidak memakai sehelai benang pun.


“Aku akan melakukan nya sekarang.” Ujar Ashton berbisik dengan nada seksi.


Liona kelabakan, gugup ketika Ashton berkata seperti itu. Ia mengintip inti suaminya, menarik napas dalam-dalam melihat benda yang sudah sangat tegang itu.


“Apa setelah benda itu memasuki ku, aku masih bisa berjalan.” Batin Liona gugup.


Membayangkan nya saja membuat nya bergidik ngeri, melihat milik suami nya itu yang sangat luar bisa.


Ashton seakan mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh istrinya itu, “Ini akan membuat mu mendesah penuh kenikmatan.” Bisik Ashton lagi. Lalu secara perlahan dia mengarahkan milik nya kepada inti istri tersebut.


“Lakukan pelan-pelan sayang...” Bisik Liona ketika merasa sudah siap untuk di masuki.


“Untuk beberapa detik mungkin aku akan menyakiti mu, tapi percayalah sakit nya hanya sebentar karena setelah itu kita berdua akan merasakan kenikmatan nya.” Ujar Ashton dan mulai melanjutkan aktivitasnya lagi.


Hingga akhirnya sesuatu yang dia jaga selama ini akhirnya dia berikan kepada suaminya, pria yang akan mendampingi hidup nya sampai akhir hayat.


“Terima kasih karena sudah menjaga nya untuk ku sayang, aku mencinta mu.” Ujar Ashton lalu mencium kening Liona dengan lembut, mata nya tampak berkaca-kaca bersyukur karena dipersatukan dengan wanita yang dia cintai.


Pergumulan mereka terus berlanjut sampai waktu dini hari, Ashton melahap tubuh Liona tanpa ampun mungkin itu karena dia sudah menahan keinginan nya selama 29th lama nya. Hingga malam ini adalah saat nya untuk dia beraksi seolah tiada hari esok.


Tubuh mereka jatuh terkulai lemas ketika lahar panas itu berulang kali Ashton semburkan kemana semestinya dia semburkan.


“Terimakasih.” Ujar Ashton lalu mencium kening Liona lagi dan menarik selimut untuk menutupi tubuh telanjang mereka.


Liona hanya tersenyum menanggapi perkataan Ashton, dia merasa senang karena sudah menjalankan kewajiban nya sebagai seorang istri. Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk beristirahat tanpa membersihkan tubuh terlebih dahulu karena merasa sangat lelah dengan permainan mereka. Ashton membawa Liona kedalam pelukannya dan ikut terlelap bersama sang istri.


Jangan Lupa Berikan Rate 🌟 5 nya, Tekan Like nya, Ketikkan komentar nya, dan Favoritkan ASHTON & LIONA di Cerita mu agar tidak ketinggalan update terbaru.


Terima Kasih


♥️