Another Place

Another Place
Chapter 79: Kejadian Misterius



"Terimakasih, telah banyak membantu desa kami," ucap ayah Rezz.


"Sama-sama, walaupun Senpuki of Myth tidak bisa kami dapatkan kembali, namun aku berjanji, suatu saat nanti kami pasti akan bisa mendapatkan kembali senjata legendaris desa kabut tersebut, dan mengambalikannya ke desa ini lagi," ucap Russel.


"Baiklah, kami juga berterimakasih atas semua bantuan kalian untuk membenahi desa kabut ini akibat serangan Sora dan Noru pada saat itu, sekarang kami akan memulai kembali kehidupan sebagai desa yang mandiri, kami akan melakukan banyak renovasi dan pembangunan untuk ke depannya," ucap ayah Rezz.


"Semoga lancar ya," ucap Mikael.


"Yeah, goodluck buat desa kabut," ucap Michael.


"Wakru kita gak banyak," ucap Rafael.


"Ya kamu benar, kita harus segera kembali ke dunia nyata," ucap Wisang.


"Baiklah, kalau begitu kami akan kembali ke dunia nyata terlebih dahulu, sampai jumpa di lain waktu," ucap Russel.


"Ya, sampai jumpa di lain kesempatan," ucap ayah Rezz.


"Yeah.., kami pergi dulu," ucap Wisang.


"Sampai jumpa lagi, desa kabut," ucap Ayaka.


.


.


.


Russel dan teman-temannya telah menyelesaikan misi mereka di desa kabut dengan cukup baik, banyak sekali tantangan dan peristiwa yang harus mereka lalui, mulai dari kematian misterius kepala desa, penyerangan secara tiba-tiba, hingga pertempuran terakhir yang menewaskan Sora dan Akane, tak berakhir sampai situ, karena mereka harus membantu evakuasi serta pemulihan desa kabut selama beberapa saat hingga keadaan cukup stabil kembali dan mereka dapat kembali ke bumi. Pada akhirnya, walaupun Senpuki of Myth tak berhasil mereka rebut kembali, namun mereka berjanji akan membawakan kembali kipas legendaris tersebut kembali ke desa kabut. Setelah melakukan perpisahan, Russel dan teman-temannya segera kembali menuju ke portal dimensi, dan mereka kembali bertemu dengan Creator sebelum akhirnya kembali ke bumi.


.


"Selamat datang kembali ke sini," ucap Creator.


"Yah.. banyak yang terjadi selama kami berada di desa kabut," ucap Russel.


"Kami gagal merebut kembali Senpuki of Myth," ucap Wisang.


"Ya, aku tahu tentang itu, namun tak apa, karena kalian telah berhasil melindungi desa kabut dan mengusir Kuro dan anak buahnya dari desa kabut, untuk ke depannya kalian harus meningkatkan kembali kewaspadaan kalian, karena ancaman akan selalu ada," ucap Creator.


"Hmm.. baiklah kami paham," ucap Michael.


"Kalau begitu kami akan kembali ke dunia nyata terlebih dahulu," ucap Rafael.


"Ya baiklah, jaga diri kalian baik-baik," ucap Creator.


"Ya, terimakasih, kami pergi dulu," ucap Russel.


.


Setelah menyampaikan beberapa pesan singkat, Russel dan teman-temannya segera menuju ke dunia nyata kembali, dan menjalani kehidupan mereka seperti biasanya.


.


"Yah.. balik lagi ke dunia nyata, capek banget aku, mana besok sekolah pula," ucap Mikael.


"Ya mau gimana lagi Mik, kan itu kewajiban kita," ucap Wisang.


"Iya, yang penting sekarang kita istirahat dulu aja, soalnya besok bakalan jadi hari yang panjang," ucap Russel.


"Ada apa emangnya, Sel?" ucap Rafael.


"Gak ada apa-apa sih, cuma sekolah biasa," ucap Russel.


"Yeh, kalo gitu mah biasa aja dong," ucap Rafael.


"Yaudah deh, kalo gitu aku duluan ya," ucap Michael.


"Oke, aku juga duluan," ucap Wisang.


"Ya, aku juga," ucap Mikael.


"Dah, sampai jumpa besok di sekolah," ucap Rafael.


"Hmm.. mau bareng, Ayaka?" ucap Russel.


"O-oke deh," ucap Ayaka.


"Oke ayo," ucap Russel.


.


Setelah kembali ke dunia nyata, Russel dan teman-temannya segera pulang ke rumah mereka masing-masing untuk beristirahat dan mempersiapkan diri untuk hari esok.


.


Pada malam harinya, sekitar pukul 20.00 di kamar Mikael, mendadak sebuah portal muncul dan beberapa orang keluar dari dalam portal tersebut.


"Eh- si-siapa kalian?!"' ucap Mikael.


.


Mereka menyekap mulut Mikael dan segera membawanya masuk ke dalam portal juga.


"Emhh-," ucap Mikael, sebelum akhirnya ia dibawa masuk ke dalam portal bersama orang-orang itu.


.


.


.


Pagi hari pun tiba, dan Russel serta teman-temannya segera mempersiapkan diri lalu berangkat menuju ke sekolah dan menjalani hari seperti biasanya. Sampai di sini belum ada tanda-tanda ancaman lagi semenjak pertarungan terakhir mereka di desa kabut.


.


"Hai, Wis, Mich, Raf," ucap Russel yang baru sampai di kelas.


"Oh, hai Sel," ucap Wisang.


"Ngomong-ngomong, dimana Mikael? Aku kira dia dateng bareng kamu," ucap Michael.


"Eh.. enggak sih, aku juga gak ketemu dia di jalan tadi," ucap Russel.


"Hmm.. mungkin masih di jalan kali dia," ucap Rafael.


"Bisa jadi sih, ngomong-ngomong Ayaka sama Miko juga belum dateng?" ucap Russel.


"Udah sih, mereka tadi lagi pergi ke luar," ucap Wisang.


"Ohh oke deh," ucap Russel.


.


.


.


Setelah beberapa saat, akhirnya bel pun berbunyi karena telah menunjukkan jam masuk sekolah, namun Mikael tak kunjung datang juga ke sekolah, sehingga membuat Russel dan teman-temannya mulai khawatir.


.


"Hmm.. si Mikael masih belum dateng juga, jangan-jangan sakit?" ucap Russel.


.


Sementara mereka sedang kebingungan, akhirnya wali kelas mereka yang kebetulan mengisi jam pelajaran pertama masuk ke dalam kelas dan memberitahukan sebuah berita yang mengejutkan seisi kelas.


.


"Selamat pagi semua, kali ini sebelum kita membahas materi pelajaran hari ini, saya akan memberitahukan kabar yang terjadi kepada Mikael, bahwa ia dikabarkan hilang dari kamarnya, sejak pagi ini." ucap Wali kelas.


"Apa?!" ucap Russel.


"Gimana itu bisa terjadi?!" ucap Wisang.


"Hmm.. Mikael ini emang suka ngilang atau gimana," ucap Michael.


"Ki-kita harus bantu nyari..," ucap Miko.


"Iya, kamu benar," ucap Ayaka.


"Oleh karena itu, orang tua Mikael sedang mengupayakan pencarian ke daerah sekitar tempat tinggal mereka untuk saat ini, dan jika tak ditemukan tanda tanda keberadaan Mikael, orang tuanya akan segera melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib," ucap Wali kelas.


"Kalau gitu, kita bicarakan ini pas istirahat nanti," ucap Russel.


"Hmm.. oke," ucap Wisang.


"Oke," ucap Ayaka.


.


.


.


Saat istirahat tiba, Russel dan teman-temannya berkumpul di kantin dan membahas tentang kejadian ini.


"Hmm jadi gimana Sel?" ucap Wisang.


"Ki-kita harus bantu nyari Mikael," ucap Miko.


"Hmm.. bener sih," ucap Michael.


"Tapi mau nyari kemana?" ucap Rafael.


"Mungkin ke tempat-tempat yang sering kita datangi," ucap Ayaka.


"Sekolah dong," ucap Wisang.


"Gak gitu Wis," ucap Russel.


"Haha.. aku bercanda," ucap Wisang.


"Mungkin kita bisa coba cari ke gubuk tepi sawah, dan hutan," ucap Russel.


"Boleh sih," ucap Ayaka.


"Oke, nanti sepulang sekolah ya," ucap Michael.


"Sama bukit belakang sekolah juga gimana," ucap Rafael.


"Hmm.. oke deh," ucap Russel.


"Oke, nanti sepulang sekolah kumpul di kelas dulu ya," ucap Michael.


"Iya," ucap Wisang.


.


.


.


Sementara itu di tempat yang tidak diketahui, Mikael berada di sana bersama sosok yang menculiknya kemarin malam.


"Si-siapa kalian?!" ucap Mikael.


"Padahal sudah pernah bertemu, tapi dia masih belum sadar juga," ucap sosok itu.


"Eh-?! Kuro?!" ucap Mikael.


"Hahaha.. akhirnya, rencana kita akan segera dimulai!" ucap Kuro.


"Lepaskan aku!!" ucap Mikael.


"Kau sudah tidak bisa pergi kemana-mana lagi, sekarang kau akan menjadi bagian dari rencana kami," ucap Kuro.


"Bagian dari rencana kalian?! Apa-apaan itu?!" ucap Mikael.


"Tak perlu banyak bicara," ucap Kuro.


"ARGHHH..," ucap Mikael, ia mendapatkan serangan petir yang membuatnya pingsan.


"Selesai," ucap Noru.


"Baiklah, kita akan segera memulai rencana kita," ucap Kuro.


"Ini jauh lebih mudah dari perkiraan ku," ucap Shi.


"Yah.. kebangkitan tuan Shadow akan segera terjadi, dan Kirin juga telah kembali," ucap Kuro.


"Ya, aku datang tepat waktu," ucap Kirin.


"Kita sudah kehilangan cukup banyak anggota, tinggal kita berlima saja yang tersisa saat ini. Aku, tuan Kuro, Kirei, Noru, dan kau Kirin," ucap Shi.


"Kalau begitu kita harus melakukan penyerangan ini dengan persiapan yang matang," ucap Kirin.


"Aku tahu itu," ucap Shi.


"Sesuatu yang besar akan segera terjadi," ucap Kuro.


.


.


.


-CHAPTER 79 END-


.


.


.


Setelah berpamitan dengan penduduk desa kabut, Russel dan teman-temannya segera kembali ke bumi, dan menjalani keseharian mereka seperti biasanya.


Namun, pada malam itu. Mikael berhasil kembali diculik oleh Kuro dan beberapa orang lainnya di kamarnya, dan hal itu membuat Russel dan teman-temannya menjadi khawatir dan berniat untuk mencari Mikael sepulang sekolah.


Sementara itu Kuro dan anak buahnya nampak tengah mempersiapkan sesuatu yang besar, dan apakah benar kebangkitan Shadow akan segera terjadi? Bagaimana dengan nasib Mikael yang tengah pingsan?


.


Selanjutnya di Another Place - 他の場所 (Hoka No Basho) Chapter 80: Sesuatu Yang Besar Segera Terjadi