Another Place

Another Place
Chapter 29: Masalah Baru (2)



Sebelumnya, setelah Russel dan teman-temannya hendak mengambil senjata legendaris yang berada di atas bukit berhasil digagalkan oleh kedatangan Shi dan Urami yang mendadak muncul. Shi menerjang Russel dan membawanya menjauh dari area bukit, sedangkan Ayaka, Michael, Mikael, Rafael, dan Wisang berhadapan dengan Urami yang seorang diri.


"Kita harus segera menolong Russel." Ucap Wisang


"Tapi dia berhasil mengambil senjata legendarisnya." Ucap Mikael sembari menatap ke arah Urami.


"Sekarang musuh kalian adalah aku dan aku tak akan membiarkan kalian kabur dari sini." Ucap Urami


"Cih, bagaimana sekarang?" Ucap Michael


"Hmm.. sepertinya kita memang harus melawannya." Ucap Wisang


"Yah.. apa boleh buat.." Ucap Rafael


"Kalau begitu, aku akan mempersiapkan senjataku." Ucap Ayaka


"Ya, di sini kondisi kita sedang tidak menguntungkan. Terlebih lagi Russel dibawa pergi oleh salah satu dari mereka." Ucap Wisang


"Yah.. kita harus dengan cepat mengalahkan orang ini." Ucap Mikael


"Ini akan menjadi lebih menarik dari perkiraanku." Ucap Urami, ia berjalan mendekati mereka.


"Dia mendekat.. tetap waspada semuanya." Ucap Wisang sambil mengeluarkan Demon Claw miliknya.


"Baiklah." Ucap Rafael sambil membuat dinding pelindung.


"Kita serang secara bersamaan!!" Ucap Wisang


"Oke.." Ucap Mikael


Wisang dan Mikael berlari menuju ke arah Urami. Sementara itu Ayaka melemparkan shuriken, dan Rafael memfokuskan energi menjadi sebuah plasma, kemudian menembakkannya ke arah Urami.


"Oh, menyerang lebih dulu.." Ucap Urami


"Mik, kamu serang dari arah kanan, aku akan menyerang dari kiri." Ucap Wisang


"Oke.." Ucap Mikael


"RASAKAN INI!!" Ucap Wisang yang hendak menebas Urami.


"TERIMA INI!!" Ucap Mikael yang menyerang dari arah kanan.


/TINGGG (Urami berhasil menangkis serangan mereka, hingga Wisang dan Mikael terdorong ke belakang dan jatuh.)


"Akhh.." Ucap Wisang


"Akhh.. dia berhasil menangkis serangan kita." Ucap Mikael


"Mikael, Wisang! Kalian gak apa?" Ucap Michael yang datang menghampiri mereka.


"Bagaimana mungkin?!" Ucap Rafael


"Kenapa?" Ucap Wisang


"Dia bisa menangkis serangan jarak jauh dari aku dan Ayaka?" Ucap Rafael


"Apa?!" Ucap Mikael


"Benar juga, tadi kalian menggunakan serangan jarak jauh ke arahnya, tetapi serangan kalian seolah tertangkis." Ucap Michael


"Apa jangan-jangan kekuatan orang ini dapat menangkis serangan?" Ucap Mikael


"Aku tidak tahu, tapi mungkin saja itu benar." Ucap Wisang


"Jadi bagaimana selanjutnya?" Ucap Mikael


"Hmm, kita akan menyerang menggunakan formasi gabungan, dengan Michael di depan." Ucap Wisang


"Baiklah." Ucap Michael


"Selanjutnya-" Ucap Wisang


Urami melemparkan Cakram sebelah kanannya ke arah mereka dengan kecepatan tinggi.


/TSIINGG


"Akh-" Mikael dengan reflek cepat menangkis Cakram tersebut, tetapi serangan masih belum berakhir. Katana miliknya yang bersentuhan dengan Cakram milik Urami seperti terkena magnet dan langsung melekat pada Cakram tersebut. Setelah Itu bagaikan bumerang Cakram tersebut kembali ke arah Urami kemudian ditangkap.


"Katanakuu!!" Ucap Mikael


"Apa-apaan itu?! Dia bisa menggunakan Cakramnya seperti magnet?" Ucap Wisang


"Terimakasih atas satu senjata legendarisnya, aku akan menyimpan ini baik-baik." Ucap Urami


"Cih! Kembalikan senjata legendaris ku." Ucap Mikael


"Duh.. Russel juga ditangkap. Kita tidak bisa melawan dia sekarang. Senjata Mikael juga berhasil diambil." Ucap Wisang


"Jadi gimana dong?" Ucap Mikael


"Selamat tinggal." Ucap Urami


Ia kabur setelah berhasil mengambil senjata Mikael.


"Cih!! Dia kabur.. pengecut kesini kau!!" Ucap Mikael


"Tenang dulu, Mik. Jangan gegabah, kita harus membaca situasi." Ucap Wisang


"Sebaiknya sekarang kita segera cari Russel." Ucap Ayaka


"Benar." Ucap Wisang


"Tapi gimana dengan senjataku?" Ucap Mikael


"Kita urus itu nanti, sekarang ayo kita menuju ke arah hutan. Tadi Russel dibawa ke sana." Ucap Wisang


"Oke, ayo.." Ucap Michael


"Hahh.. oke deh ayo." Ucap Mikael


.


.


.


Sementara itu keadaan Shi yang membawa Russel ke dalam hutan, dan mengikatnya di salah satu pohon agar tak dapat bergerak.


"Cih.. lepaskan aku!!" Ucap Russel


"Hahhh.. tenang saja, aku tidak akan melukai mu." Ucap Shi


"Apa yang kau inginkan?" Ucap Russel


"Disini aku hanya akan mengobrol denganmu, selagi Urami mengatasi teman-temanmu." Ucap Shi


"Apa?" Ucap Russel


Russel sadar bahwa gerakannya terhambat karena ikatan di pohon, bahkan ia juga tidak dapat menggunakan teknik terkuatnya saat ini. Jadi ia hanya diam saja, tanpa berbicara. Hal tersebut ditujukan untuk meminimalisir terjadinya pembicaraan yang dapat memberi informasi kepada pihak musuh. Tetapi, karena tidak ingin kehilangan momentum, jadi ia memulai pembicaraan.


"Hei kau, apa yang kau dan kelompokmu inginkan sebenarnya?" Ucap Russel


"Ohh.. akhirnya kau berbicara juga." Ucap Shi


"Hmm.." Ucap Russel


"Baiklah, akan aku jawab pertanyaanmu. Aku dan teman-temanku ditugaskan oleh seseorang yang bernama Kuro untuk mengambil senjata legendaris yang kalian miliki." Ucap Shi


"Untuk apa kalian mengincar senjata legendaris kami?" Ucap Russel


"Aku tidak tahu, yang pasti perintah yang kami dapatkan hanya untuk mengambil senjata legendaris kalian." Ucap Shi


'Hmm.. sepertinya orang ini cukup pintar, ia bukan orang yang akan membocorkan informasi dengan mudah. Aku harus berhati hati jika menghadapinya.' Ucap Russel dalam hati.


"Tetapi kenapa kalian sampai legendaris senjata kami mati matian? Bahkan dua dari kalian sudah berhasil kami kalahkan." Ucap Russel


"Ini urusan kami, kau tidak perlu tahu apa alasan dibalik semua hal yang kami lakukan saat ini. Sekarang juga aku tidak akan melukaimu karena kau belum mengeluarkan senjata legendarismu. Jika kau terbunuh di sini, hal itu hanya akan sia sia karena kau belum memunculkan Sacred Black Staffmu disini." Ucap Shi


"Bagaimana kau bisa tahu tentang senjata legendaris milikku?" Ucap Russel


"Aku bukanlah seseorang yang tergesa gesa dan menyerang dengan ceroboh seperti Jack dan Akane. Sebelum melawan musuhku, aku telah mencari segala informasi yang berkaitan dengan musuhku." Ucap Shi


"Cih.." Ucap Russel


"Kalau kau tahu, senjata legendaris yang kalian gunakan saat ini lebih baik digunakan oleh kami. Jika kau menyerahkan senjata legendaris mu kepada ku sekarang, aku tidak akan mengganggu kau dengan teman-temanmu selamanya." Ucap Shi


"Berhenti mengucapkan omong kosong. Justru aku dan teman-temanku berhasil mengalahkan Jack dan Kurai. Dan kau selanjutnya." Ucap Russel


/TAKKK


"A-Apa.." Ucap Russel


Shi mendadak mengeluarkan tulang dari pergelangan tangannya, kemudian menodongkannya ke leher Russel.


"Bagaimana bisa kau melakukan itu?" Ucap Russel


"Itu merupakan kekuatanku, jika kau bertemu denganku lain waktu, berhati hatilah." Ucap Shi


Kemudian Shi menurunkan tulang tersebut.


"Tidakkah kalian sadar melakukan hal seperti ini seperti penjahat? Kalian menghancurkan sekolah kami dan membahayakan banyak teman-temanku. Kalian juga banyak menginvasi penduduk di dimensi lain hanya untuk mengambil senjata-senjata mereka." Ucap Russel


"Kau naif sekali. Semua manusia merupakan tokoh utama di dalam hidupnya sendiri. Kuro merupakan penyelamat dalam hidupku. Sehingga aku akan menentukan takdir diriku sendiri. Apa yang kami lakukan jahat di mata kalian merupakan tindakan yang benar bagi kami." Ucap Shi


"Hmmm.. aku mengerti." Ucap Russel


/TASSSKK


Urami tiba tiba datang dari atas pepohonan, dan mendarat di sekitar mereka.


"Aku berhasil.." Ucap Urami


"Senjata Mikael? Bagaimana bisa?" Ucap Russel


"Untuk sekarang kami akan melepaskanmu. Tetapi lain waktu, bersiaplah.. dan satu lagi, namaku Shi, dan ini rekanku Urami.." Ucap Shi


Setelah itu, Shi dan Urami pergi meninggalkan Russel yang masih diikat di pohon. Mereka meninggalkan Russel bukan tanpa sebab, tetapi karena mereka tahu bahwa teman-teman Russel sedang mencarinya.


.


Selang beberapa waktu, akhirnya Ayaka, Michael, Mikael, Rafael, dan Wisang berhasil menemukan Russel yang terikat di pepohonan.


"SELL!! Kamu gak apa?" Ucap Wisang


"Yahh.. aku gak apa apa." Ucap Russel


"Hahhh.. jauh juga.." Ucap Mikael


"Sini biar aku bantu lepasin ikatanmu." Ucap Wisang


"Thanks, Wis." Ucap Russel


"Untung aja kamu baik baik aja." Ucap Ayaka


"Tapi ngomong-ngomong kenapa senjata Mikael bisa diambil oleh mereka?" Ucap Russel


"Nah itu, kayaknya salah satu mereka yang pakai Cakram punya kekuatan magnetic." Ucap Mikael


"Hmm.. jadi begitu ya." Ucap Russel


"Apa?" Ucap Mikael


"Sepertinya Urami sadar bahwa senjataku bukan terbuat dari material yang dapat ditarik oleh magnet, jadi Shi pergi menculikku ke sini." Ucap Russel


"Ah, aku paham. Jika kamu tidak dibawa oleh Shi ke sini pasti akan merepotkan mereka." Ucap Rafael


"Iya, maka dari itu aku dibawa ke sini. Dan juga satu hal yang aku dapatkan dari obrolan singkat dengan Shi tadi. Sepertinya kita tidak bisa meremehkan musuh kita sekarang." Ucap Russel


"Kenapa?" Ucap Mikael


"Shi merupakan orang yang pintar, ia bisa membaca situasi, dan membuat strategi yang bagus. Sebenarnya tadi bisa saja ia membunuhku, tetapi ia tidak melakukannya karena aku belum mengeluarkan Sacred Black Staffku." Ucap Russel


"Aku paham, ketika kita belum memunculkan senjata legendaris ke dunia nyata, maka senjata itu akan tetap berada di dimensi lain." Ucap Wisang


"Benar, karena senjata legendaris kita memiliki sistem penyimpanan yang unik, yaitu berada di dimensi khusus yang dibuat oleh Creator, sehingga tidak sembarang orang dapat masuk apalagi mengambilnya." Ucap Russel


"Tapi senjata ku diambil mereka.. sekarang gimana dong?" Ucap Mikael


"Tenang aja, mereka pasti akan kembali lagi. Kita hanya perlu bersiap untuk pertemuan berikutnya." Ucap Russel


"Hmm, yaudah deh." Ucap Mikael


"Udah mulai malem nih, kita pulang yuk." Ucap Michael


"Iya, ayo." Ucap Rafael


"Hahh.. apes banget aku hari ini. Niat mau dapetin senjata legendaris buat upgrade senjata kita, malah senjataku yang diambil musuh." Ucap Mikael


"Udah jangan dipikirin terus, kita harus tetap melihat ke depan." Ucap Wisang


"Betul itu, sekarang kita istirahat dulu." Ucap Russel


.


.


.


Russel dan teman-temannya gagal untuk mendapatkan senjata legendaris yang berwujud sebuah Cakram dengan kekuatan sebelah kiri anti-magnetic (yaitu dapat mengembalikan/menangkis serangan projectile yang mengarah kepada pengguna), dan sebelah kanan magnetic (yaitu dapat mengambil sebuah objek bermaterial metal dengan kekuatan magnet yang dikeluarkan oleh cakram). Misi mereka gagal, dan malah Urami yang mendapatkan senjata legendaris tersebut, dan juga senjata Mikael berhasil direbut oleh Urami. Tetapi mereka tidak pesimis, mereka akan menghadapi pertarungan pertarungan berikutnya yang pastinya jauh lebih besar.


Selanjutnya di Another Place - 他の場所 (Hoka No Basho) Chapter 30: Sepadan