
Natal telah tiba!!
Hari ini adalah 25 Desember, Russel dan teman-temannya akan memulai rangkaian kegiatan akhir tahun mereka dengan Christmas Party dan tukar kado. Pagi ini Russel bangun sekitar jam 8 pagi.
.
"Hoamm.. ternyata udah jam 8. Hmm.. aku harus mulai bungkus hadiah yang udah aku beli kemarin pake kertas kado." Ucap Russel
.
Kembali ke satu hari sebelumnya, Russel yang sampai saat ini masih belum membeli kado apapun untuk acara tukar kado besok memutuskan untuk pergi ke luar rumah sendirian dan membeli hadiah tukar kado yang akan ia berikan kepada teman-teman. Ia pergi ke daerah perkotaan menaiki kereta selama kurang lebih 30 menit. Sesampainya di daerah perkotaan, Russel langsung mencari beberapa kado yang menurutnya sesuai untuk diberikan kepada teman-temannya. Pertama-tama ia mencoba mencari kado di toko serba ada.
.
"Hmm.. kado apa ya yang cocok buat tukar kado." Ucap Russel yang masih belum mendapatkan ide untuk kado yang akan ia berikan untuk teman-temannya besok.
Kemudian Russel mencoba untuk menjelajahi toko serba ada, ia mencari secara menyeluruh semua rak yang tersedia di sana. Sampai ia menemukan...
"Nah ini nih, kayaknya bakalan cocok barang ini buat tukar kado, lumayan bagus." Ucap Russel, ia baru saja menemukan barang yang menurutnya cocok untuk tukar kado besok.
.
Setelah itu ia kembali melihat-lihat rak yang tersedia di toko serba ada, berharap menemukan barang menarik lainnya untuk diberikan saat acara tukar kado besok.
"Hmm.. ini kayaknya cocok buat Ayaka, oke deh aku beli ini juga.." Ucap Russel, ia kembali menemukan barang yang sepertinya cocok untuk diberikan kepada Ayaka.
Setelah mendapatkan segala kado yang ia inginkan, Russel segera kembali ke desa dan pulang ke rumah nya menjalankan aktivitas lainnya.
.
.
.
Keesokan harinya pukul 19.00.
Christmas party kali ini Russel dan teman-temannya sudah menentukan tempat mereka akan berkumpul, yaitu di cafe dekat rumah mereka, jadi mereka rasa di sana cukup cocok untuk tukar kado sambil menikmati sajian makanan dan minuman yang dapat mereka beli di cafe.
"Selamat datang! Selamat Natal! Mau meja untuk berapa orang?" Ucap Staff Cafe
"Ah, meja untuk 7 orang.." Ucap Russel yang kebetulan datang paling pertama di sana.
"Baik, meja untuk 7 orang, mari ikut saya.?" Ucap Staff Cafe
.
Setelah mendapatkan meja untuk 7 orang, Russel segera duduk disalah satu kursi sambil menunggu teman-temannya datang.
Tak lama kemudian, Ayaka, Miko, dan Mikael datang juga dan langsung menghampiri Russel yang sedang duduk sendirian.
"Hai Russel.." Ucap Ayaka
"Hai Sel. Udah lama nunggu?" Ucap Mikael
"Belum kok, ayo duduk-duduk.." Ucap Russel
"Hmm, yang lain belum pada dateng ya?" Ucap Mikael
"Iya, baru kita berempat." Ucap Russel
"Semoga mereka gak telat terlalu lama." Ucap Mikael
.
Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya Michael, Rafael, dan Wisang tiba juga di cafe dan mereka langsung bergabung ke meja.
"Yosh, udah lengkap semua." Ucap Russel
"Jadi kita mulai sekarang?" Ucap Wisang
"Ayo keluarin kado kalian." Ucap Mikael
Setelah itu mereka semua langsung mengeluarkan kado yang telah dibungkus dan mereka letakkan di meja.
.
"Ini dia kado aku." Ucap Michael
"Ini kado yang aku pilih, pasti bagus." Ucap Rafael
"Semua kado ini kan kita bungkus pake kertas kado, jadi mungkin nanti kita undi aja kali ya?" Ucap Russel
"Boleh-boleh.." Ucap Ayaka
"Oke kalo gitu berarti di tulis nomor undiannya dulu kali ya?" Ucap Michael
"Ada yang punya pulpen?" Ucap Ayaka
"Aku bawa." Ucap Wisang
"Nice Wis." Ucap Russel
"Oke kalo gitu aku tulis nomor disetiap kadonya dulu ya." Ucap Ayaka
"Oke." Ucap Russel
"Hmm sambil nunggu, gimana kalo kita pesen sesuatu dulu?" Ucap Rafael
"Boleh tuh." Ucap Michael
"Yaudah." Ucap Mikael
"Permisi.." Ucap Rafael sambil mengayunkan tangannya kepada pelayan cafe.
"Ada yang bisa saya bantu?" Ucap Pelayan cafe
"Boleh lihat daftar menunya?" Ucap Rafael
"Oh boleh, ini dia silahkan." Ucap Pelayan cafe
"Hmm.. yang populer di cafe ini menu apa ya?" Ucap Russel
"Kita ada cupcake, kalo untuk makanannya ada omurice." Ucap Pelayan cafe
"Omurice ya, kalian mau pada makan kah?" Ucap Russel
"Ohh omurice di sini bisa setengah porsi ya?" Ucap Rafael
"Iya bisa, harganya juga lebih murah." Ucap Pelayan cafe
"Hmm kalo gitu siapa yang mau omurice?" Ucap Rafael
"Aku." Ucap Michael
"Boleh deh." Ucap Wisang
"Aku juga mau nyobain deh." Ucap Mikael
"Wah pada beli, yaudah aku juga ikutan." Ucap Russel
"Berlima aja? Ayaka sama Miko gimana?" Ucap Rafael
"Hmm kami cupcake aja deh." Ucap Ayaka
"I-iya." Ucap Miko
"Oke, kalo gitu 5 omurice setengah porsi, sama 2 cupcake." Ucap Rafael
"Baik, untuk minumannya bagaimana?" Ucap Pelayan cafe
"Hmm aku air aja deh." Ucap Russel
"Aku mau teh hijau." Ucap Michael
"Aku air aja." Ucap Wisang
"Sama, aku juga air aja." Ucap Mikael
"Kalo gitu aku pesen coffee latte." Ucap Rafael
"Aku matcha latte deh." Ucap Ayaka
"A-aku air aja." Ucap Miko
"Oke berarti air 4, teh hijau 1, coffee latte 1, matcha latte 1." Ucap Rafael
"Baik, pesanannya akan kami siapkan, silahkan menunggu sebentar dan selamat bersenang-senang ya." Ucap Pelayan cafe
"Baik, terimakasih." Ucap Rafael
.
"Oke selesai." Ucap Ayaka setelah selesai menulis nomor pada setiap kado, dan membuat kertas undiannya.
"Yosh, udah ditulis semua." Ucap Wisang
"Oke, berarti kita bisa langsung undi sekarang nih." Ucap Russel
"Aku jadi gak sabar." Ucap Mikael
"Tapi makanannya belum dateng.." Ucap Michael
"Hmm.. bener juga." Ucap Rafael
"Kalo gitu kadonya kita undi sekarang, tapi buka kadonya nanti habis selesai makan gimana?" Ucap Russel
"Nah, ide bagus." Ucap Michael
"Boleh-boleh." Ucap Ayaka
"Oke gitu aja." Ucap Mikael
.
*Sebagai Informasi:
Kado Russel Nomor 1
Kado Ayaka Nomor 2
Kado Miko Nomor 3
Kado Mikael Nomor 4
Kado Rafael Nomor 5
Kado Michael Nomor 6
Kado Wisang Nomor 7
.
"Kalo gitu masing-masing kita ambil 1 nomor undian ya." Ucap Russel
"Urutan ngambilnya gimana?" Ucap Rafael
"Gimana ya?" Ucap Russel
"Sesuai urutan yang sampe duluan di cafe ini aja." Ucap Mikael
"Berarti urutannya aku, Ayaka, Miko, Mikael, Rafael, Michael, Wisang?" Ucap Russel
"Yaudah deh gak apa." Ucap Wisang
"Oke gitu aja." Ucap Rafael
"Yosh, aku ambil satu undiannya." Ucap Russel
"Oke selanjutnya aku.. hmm.. yang ini aja deh." Ucap Ayaka
"Ayo Miko giliran kamu." Ucap Mikael
"Ah- i-iya." Ucap Miko
"Yosh, sekarang aku." Ucap Mikael
"Cepetan dong Mik." Ucap Rafael
"Sabar dikit, nih.." Ucap Mikael
"Oke aku pilih yang ini." Ucap Rafael
"Hmm sisa 2 undian ya, yaudah aku pilih yang ini." Ucap Michael
"Sisa 1 ya, yaudah deh mau gimana lagi, aku dapat undian terakhir." Ucap Wisang
"Oke, karena kita semua udah daoat undiannya, sekarang nomornya kita simpan dulu. Nanti kita buka bareng-bareng habis makan ya." Ucap Russel
"Okee.." Ucap Ayaka
"Sip." Ucap Rafael
"Yosh." Ucap Wisang
"Oke.." Ucap Mikael
.
Tak lama setelah itu, makanan dan minuman mereka telah siap disajikan.
"Ini dia pesanan kalian, selamat natal dan selamat menikmati hidangannya.." Ucap Pelayan cafe
"Terimakasih.." Ucap Russel
"Yosh, selamat makan semuanya." Ucap Wisang
"Selamat makan.." Ucap Michael
"Wah ini enak sih kayaknya." Ucap Mikael
"Langsung aja, makan.." Ucap Rafael
"Hmm.. enak ternyata, emang bener ini menu populer." Ucap Russel
"Pantesan masuk menu populer.." Ucap Mikael
"Enak banget ternyata, bisa-bisa aku bakalan sering ke cafe ini nanti." Ucap Michael
"Cupcakenya juga enak kok." Ucap Ayaka
"Enak? Baguslah, berarti emang cafe ini lumayan bagus lah, setara sama cafe di kota." Ucap Russel
"Betul, aku setuju." Ucap Rafael
.
Setelah menghabiskan segala hidangan yang telah mereka pesan, akhirnya tukar kado pun segera dimulai.
"Ayo buka nomor undian kalian!!" Ucap Russel
"Aku dapat nomor 1." Ucap Wisang
"Hmm.. aku dapat nomor 4." Ucap Rafael
"Aku dapat nomor 5." Ucap Mikael
"Kalo aku dapat nomor 7." Ucap Ayaka
"Eh- a-aku dapat nomor 6." Ucap Miko
"Wah.. aku dapat nomor 2 ternyata." Ucap Michael
"Kalo gitu aku dapat nomor 3 berarti." Ucap Russel
"Sekarang ayo kita ambil kado sesuai nomornya." Ucap Rafael
"Oke.." Ucap Mikael
.
Setelah mereka smeua membagikan kado sesuai dengan nomor undian yang telah mereka peroleh, sekarang mereka semua bersiap untuk segera membuka kado yang mereka dapatkan masing-masing.
"Wahh.. aku dapat buku notes." Ucap Michael
"Kalo aku dapat.. lilin? Ah, lilin aromaterapi ternyata." Ucap Wisang
"Bagus tuh Wis." Ucap Russel
"Pasti ini dari kamu Sel." Ucap Wisang
"Betul." Ucap Russel
"Aku dapat.. buku novel? Wah genre romance.. bagus ini." Ucap Ayaka
"Nice." Ucap Wisang
"Kamu dapat kado apa Miko?" Ucap Ayaka
"I-ini storage box kecil, ba-bagus sih warnanya.." Ucap Miko
"Semoga bermanfaat.."Ucap Michael
"Ohh dari kamu ternyata Mich." Ucap Mikael
"Wahh.." Ucap Russel
"Kenapa?" Ucap Wisang
"Aku dapat.. bola salju kaca.. keren banget ini.. dari siapa ya?" Ucap Russel
"Emmm.." Ucap Miko
"Kamu yang ngasih kado itu kah Miko?" Ucap Ayaka
"I-iya.." Ucap Miko
"Wah, makasih banyak Miko." Ucap Russel
"Sama-sama.." Ucap Miko
"Hmm kamu dapat apa tuh Raf?" Ucap Mikael
"Gak tau nih, dibungkus tebel banget pula, susah bukanya." Ucap Rafael
"Kalo aku apa ya, coba aku buka." Ucap Mikael
Akhirnya mereka berdua dapat membuka kedua kado yang tersisa.
.
"LOH?!" Ucap Rafael dan Mikael bersamaan
"APA-APAAN NIH?!" Ucap Rafael
"Harusnya aku yang bilang gitu, ini apaan?! Topeng anjing?!" Ucap Mikael
"Lah ini apa?! Makanan anjing?!" Ucap Rafael
"Pasti kamu kan yang ngasih kado ini Raf?!" Ucap Mikael
"Ya topeng kan mendingan, lah ini makanan anjing buat apa? Aku kan gak punya anjing?!" Ucap Rafael
"Hahahaha.." Ucap Michael menertawakan kelakuan mereka.
"Hal bodoh apa lagi yang baru saja aku lihat?" Ucap Wisang sambil menepuk dahinya.
"Hmm lagi-lagi ribut di saat yang gak terduga ya.." Ucap Russel
"Tapi kado mereka bisa saling melengkapi gitu." Ucap Ayaka
"Udah-udah jangan ribut." Ucap Russel
"Hahh.. dapet kado makanan anjing." Ucap Rafael
"Aku juga dapet topeng anjing." Ucap Mikael
"Udah lah gak apa, lagian juga namanya tukar kado. Kejadian kayak gini bakalan jadi pengalaman menarik sih haha.." Ucap Russel
"Iya sih.." Ucap Rafael
"Ya boleh lah, topeng anjing.." Ucap Mikael
"Lah ini gimana Mik, aku gak punya anjing kok." Ucap Rafael
"Hmm.. kalo gak salah Wisang punya anjing ya?" Ucap Mikael
"Oh kamu punya? Yaudah deh buat kamu aja.." Ucap Rafael
"Buat aku? Oh makasih.. tapi kamu jadi gak dapet kado dong?" Ucap Wisang
"Ya gak apa lah.." Ucap Rafael
"Gini deh, aku kasih kamu 3 lilin aromaterapi ini. Kebetulan kado Russel ini isinya 6 lilin aromaterapi." Ucap Wisang
"Oke deh boleh.." Ucap Rafael
"Oke, senang berbisnis dengan anda (barter)." Ucap Wisang
"Wow barter.." Ucap Ayaka
"Nice, gini kan enak damai.." Ucap Russel
"Tau tuh, gak bosen apa kalian ribut terus." Ucap Michael
"Bukan ribut." Ucap Mikael
"Terus?" Ucap Russel
"Debat." Ucap Mikael
"Mana ada debat kayak gitu." Ucap Michael
"Yaudah deh, mumpung udah selesai tuker kadonya, sekarang kita ngobrol-ngobrol yuk." Ucap Rafael
"Oke ayo." Ucap Russel
"Jadi gimana menurut kalian tentang..." Ucap Rafael memulai obrolan.
.
.
.
Pada akhirnya untuk menghabiskan waktu, Russel dan teman-temannya mengobrol tentang banyak hal bersama, hingga tak terasa beberapa jam berlalu, dan kini waktu telah menunjukkan pukul 22.00, sudah sangat larut dan jam operasional cafe akan segera tutup.
"Mohon maaf semuanya, cafe akan segera kami tutup, karena sudah jam 22.00, jika berkenan silahkan meninggalkan cafe ini karena kami akan bersih-bersih." Ucap Pelayan cafe
"Ah baik, maaf merepotkan." Ucap Russel
"Baik, kami akan segera meninggalkan cafe ini." Ucap Rafael
"Yaudah deh, lanjut besok lagi obrolannya. Udah larut juga nanti dicariin orang tua." Ucap Michael
"Iya, ayo pulang-pulang." Ucap Mikael
"Oke sampai jumpa nanti lagi." Ucap Wisang
.
.
.
Semua telah berjalan pulang meninggalkan cafe, kebetulan Mikael dan Miko pulang bersama karena Mikael beralasan bahwa sudah larut dan akan berbahaya jika Miko berjalan pulang ke rumah sendirian, jadi ia pergi untuk mengantarkannya (alasan lainnya karena memang rumah mereka satu arah). Rafael telah pulang dijemput oleh supirnya, sementara itu Wisang dan Michael nampak pulang bersama karena rumah mereka juga satu arah. Sementara itu..
"Mau jalan sekarang Ayaka?" Ucap Russel
"Oh? O-oke.." Ucap Ayaka
Russel dan Ayaka akhirnya jalan pulang bersama, udara malam yang dingin ditambah angin yang cukup kuat berhembus dari segala arah cukup mengganggu perjalanan menuju rumah.
"Dingin banget ya.." Ucap Ayaka
"Iya, kayaknya nanti malam bakalan hujan deh." Ucap Russel
"Kalo gitu kita harus cepat.." Ucap Ayaka
"Iya, ayo.." Ucap Russel
.
Ditengah perjalanan menuju ke rumah mereka angin berhembus sangat kencang dan membawa terbang tas kertas yang dibawa oleh Ayaka.
"Eh?" Ucap Ayaka
"Hup!!" Ucap Russel, beruntung ia masih sempat untuk menangkap tas tersebut sebelum terbawa angin ke udara.
"Fiuh, syukurlah masih bisa ketangkep." Ucap Ayaka
"Eh? Apa ini? Syal rajutan?" Ucap Russel
"Ah- i-itu syal yang aku rajut sendiri.." Ucap Ayaka
"Wah bagus banget, masih belum selesai kah?" Ucap Russel
"Udah sih, tadinya aku mau ngasih itu buat kamu.." Ucap Ayaka
"Ehh? Beneran?" Ucap Russel
"Iya, tapi aku takut kamu gak suka, soalnya aku gak bisa merajut, beberapa hari lalu aku belajar merajut sama Miko." Ucap Ayaka
"Kalo gitu makasih, aku terima dengan senang hati." Ucap Russel
"Eh?! Syukurlah.." Ucap Ayaka
"Sebenernya aku juga ada gelang ini, kalo kamu gak keberatan silahkan diambil." Ucap Russel
"Eh? Be-beneran?" Ucap Ayaka
"Iya, aku kemarin nemu ini waktu nyari kado di kota." Ucap Russel
"Ma-makasih banyak.." Ucap Ayaka
"Yup, kalo gitu ayo kita lanjut jalan lagi." Ucap Russel
"Okee.." Ucap Ayaka
.
Setelah itu Russel mengantarkan Ayaka hingga sampai ke rumahnya, kemudian ia pulang berjalan sendiri menuju ke rumahnya. Sesampainya di rumahnya, hujan langsung turun dengan deras. Russel segera membersihkan diri dan bersiap untuk tidur.
"Yah.. christmas party yang menarik.. terimakasih syalnya Ayaka.." Ucap Russel pelan.
-CHAPTER 60 END-
.
.
.
Natal akhirnya tiba.. Hari demi hari berganti, dan kini kalender menunjukkan tanggal 25 Desember!!
Sesuai jadwal rangkaian pesta akhir tahun yang telah mereka buat sebelumnya. Hari ini, Russel dan teman-temannya akan melakukan Christmas party serta acara tukar kado yang diadakan di rumah cafe dekat rumah mereka semua nanti malam.
Satu hari sebelumnya, Russel telah pergi ke daerah perkotaan untuk mencari kado-kado sepanjang hari. Ia mencarinya mulai dari toko serba ada, hingga ke toko barang unik. Hal itu ia lakukan agar temannya yang mendapatkan kado dari dirinya tidak merasa kecewa apabila barangnya ternyata tidak sesuai dengan keinginannya. Russel mencari kado seharian yang ia rasa sesuai dan menarik untuk diberikan kepada teman-temannya.
Pada akhirnya ia telah menemukan seluruh kado seperti yang ia inginkan.
Esok harinya, Russel langsung datang tepat waktu di cafe dan tak lama kemudian disusul oleh teman-temannya yang lain. Karena semuanya telah lengkap, maka acara tukar kado pun dimulai, mereka mengundi nomor undiannya dan mengacak seluruh kado yang akan diundi.
Sebelum membuka kado mereka memakan hidangan yang telah mereka pesan terlebih dahulu, dan ketika semuanya telah siap, mereka mulai membuka kado yang mereka dapatkan dan bersenang-senang bersama hingga larut malam.
Pada akhirnya Russel dan Ayaka pulang bersama lagi, ditengah perjalanan mereka saling bertukar kado syal dengan gelang yang ternyata telah mereka persiapkan selama beberapa saat terakhir.
Yah, natal yang berkesan.. mengawali kegiatan akhir tahun dengan sangat menyenangkan.
.
Selanjutnya di Another Place - 他の場所 (Hoka No Basho) Chapter 62: Pesta Tahun Baru