
Tiga bulan berlalu, setelah sebelumnya Russel dan teman-temannya melakukan rangkaian kegiatan tahun baru mereka. Kehidupan sehari-hari mereka diisi dengan kegiatan pembelajaran di sekolah seperti biasa, tak banyak kejadian yang cukup menarik sepanjang tiga bulan ini.
Namun, saat ini mereka dihadapi dengan ujian penentu kenaikan kelas yang menanti dihadapan mereka. Maka dari itu, sepulang sekolah hari ini, Ayaka mengajak mereka berkumpul di kantin sekolah.
.
Ayaka [10.40]: Nanti sepulang sekolah kita ketemuan di kantin yuk.
Russel [10.40]: Eh? Kenapa?
Rafael [10.41]: Ada hal penting kah?
Michael [10.41]: Apa seputar ujian?
Ayaka [10.42]: Nah itu, aku mau ngomongin tentang ujian.
Wisang [10.42]: Hmm.. yaudah, nanti aku ke sana.
Miko [10.43]: Oke Ayaka.
Russel [10.44]: Oke deh, nanti kita ketemuan ya.
.
Sepulang sekolah, sesuai dengan obrolan di grup chat tadi pagi, mereka bertemu di kantin untuk membicarakan tentang ujian yang sebentar lagi akan diadakan.
"Hai Ayaka," ucap Russel.
"Hmm.. ternyata yang lain belum pada dateng tuh, apa aku bilang kita datengnya terlalu cepet," ucap Mikael.
"Miko udah dateng kok, dia lagi beli minuman," ucap Ayaka.
"Oh Miko udah dateng ternyata," ucap Mikael.
"Yaudah, kita sambil nunggu yang lain dateng dulu aja," ucap Russel.
"Aku mau pesen minuman dulu deh," ucap Mikael.
"Oh, yaudah sana," ucap Russel.
"Oke," ucap Ayaka.
.
Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya Michael, Rafael, dan Wisang datang juga. Mereka pun langsung memulai pembicaraan seputar ujian.
"Jadi gimana? Apa yang mau diomongin?" ucap Rafael.
"Aku punya usulan sih, kan sebentar lagi udah mau ujian, jadi gimana kalo kita belajar bareng gitu, kita bisa saling mengajari satu sama lain, kan bidang keahlian kita semua beda-beda tuh," ucap Ayaka.
"Me-menarik juga," ucap Miko.
"Boleh sih, menarik idenya," ucap Wisang.
"Oke lah, aku setuju," ucap Michael.
"Hmm.. menarik juga, kita bisa saling melengkapi bagian yang sebelumnya kita gak bisa, nanti saling ngajarin aja sih, kalo gitu tempat belajar barengnya di mana nih?" ucap Russel.
"Tempat yang bagus ya, hmm di mana ya?" ucap Mikael.
"Gimana kalo di cafe?" ucap Michael.
"Hmm.. cafe yang kemaren Christmas party kan? Boleh tuh, nyaman tempat nya," ucap Russel.
"Iya, aku juga setuju di cafe," ucap Wisang.
"Apa ada pilihan tempat lain lagi?" ucap Ayaka.
"Kalo dari aku sih mungkin di gubuk tepi sawah," ucap Mikael.
"Di bukit belakang sekolah juga bisa sih," ucap Wisang.
"Di rumah aku juga bisa," ucap Rafael.
"Wah jadi banyak rekomendasi tempat buat belajar barengnya ya," ucap Ayaka.
"Yaudah, kalo gitu kita masukin ke list dulu semua tempat-tempat tadi," ucap Russel.
"Oke, tapi yang pertama aku saranin di cafe dulu aja," ucap Mikael.
"Iya, cafe tempat belajar pertama kita," ucap Russel.
"Oke bagus," ucap Mikael.
"Ya mungkin segitu dulu sih buat kali ini," ucap Russel.
"Iya, sisanya bisa kita bahas nanti lagi di grup chat," ucap Ayaka.
"Oke kalo gitu sekarang boleh pulang kan?" ucap Michael.
"Boleh," ucap Russel.
"Oke deh," ucap Michael.
"Kalo gitu aku duluan ya," ucap Wisang.
"Oh iya, hati-hati Wis," ucap Russel.
"Yosh," ucap Wisang.
"Aku nunggu jemputan di depan deh, duluan ya," ucap Rafael.
"Yo, hati-hati Raf," ucap Michael.
.
Tempat-tempat untuk belajar bersama telah ditentukan, setelah itu satu persatu dari mereka pulang meninggalkan kantin sekolah menuju ke rumah mereka masing-masing.
Keesokan harinya, sesuai seperti rencana yang telah mereka buat, pada siang harinya. Russel dan teman-temannya berkumpul di cafe untuk belajar bersama, seperti biasa Russel datang paling pertama dan menunggu yang lain di sana.
.
"Hai Sel, udah lama nunggu?" ucap Ayaka, yang datang bersama dengan Miko.
"Ah, belum kok. Ayo duduk-duduk," ucap Russel.
"Hmm, mungkin kita nunggu yang lain dulu ya," ucap Ayaka.
"I-iya," ucap Miko.
"Kalian bawa buku pelajaran nya kan?" ucap Russel.
"Tenang aja, bawa kok," ucap Ayaka.
"Ba-bawa," ucap Miko
"Oke nice," ucap Russel
.
Mereka menunggu hingga semua telah tiba di cafe, dan belajar bersama siap untuk dimulai. Tak perlu menunggu lama, Mikael, Michael, Rafael, dan Wisang akhirnya datang.
.
"Yosh udah dateng semua nih, gimana kalo kita mulai sekarang belajar nya?" ucap Russel.
"Eh sabar, kita pesen makanan dulu," ucap Mikael.
"Nah itu aku setuju," ucap Michael.
"Yaudahlah gak apa, buat cemilan sambil belajar," ucap Rafael.
"Oke lah, kalian mau pesen apa?" ucap Russel, sambil membuka buku menu cafe.
"Aku kentang goreng aja," ucap Mikael.
"Aku kayaknya chicken popcorn," ucap Michael.
"Yaudah aku nugget aja deh," ucap Wisang.
"Kalo gitu sisanya sharing aja ya," ucap Russel.
"Oke," ucap Rafael.
.
.
.
Mereka memesan makanan pendaming, dan tak butuh waktu lama sampai makanan tersebut diantarkan ke meja mereka, dan belajar bersama siap untuk dimulai.
"Kalo gitu kita saling ngajarin dari bidang yang paling kita kuasai aja," ucap Russel.
"Aku udah siapin daftarnya," ucap Ayaka.
"Wah," ucap Mikael.
"Nilai tertinggi Russel ada dipelajaran matematika, nilai tertinggi Michael ada di pelajaran sains, nilai tertinggi Mikael ada dipelajaran sains tapi hanya di bidang kimia, nilai tertinggi Miko ada dipelajaran ekonomi, nilai tertinggi Rafael ada dipelajaran bahasa inggris, nilai tertinggi Wisang ada dipelajaran kebudayaan jepang, dan nilai tertinggi aku ada dipelajaran sosial," ucap Ayaka.
"Wah makasih udah dibuat list nya Ayaka," ucap Rafael.
"Nah, kalo kayak gitu ayo kita mulai belajarnya, keluarin buku catatan kalian semua ya," ucap Russel.
"Oke.. jadi materi apa yang bakalan kita bahas?" ucap Michael.
"Oke, tolong ajarin materi ini Sel," ucap Wisang.
"Oke sebentar ya," ucap Russel.
.
Mereka belajar sepanjang hari, dari siang hingga sore. Satu persatu dari mereka bergantian membahas materi yang kurang dimengerti, saling mengajarkan dan membantu. Satu minggu penuh mereka belajar bersama, mempersiapkan segala sesuatu untuk ujian nanti.
.
.
.
Akhirnya pekan ujian dimulai. Russel dan teman-temannya mengikuti ujian akhir semester selama satu minggu penuh dengan cukup baik tanpa ada kendala yang begitu besar. Hari demi hari, sampai akhirnya seluruh mata pelajaran telah mereka kerjakan. Ketika mereka mengerjakan soal mata pelajaran terakhir, dan keluar dari kelas.
.
"Yosh!! Selesai juga ujiannya," ucap Russel.
"Iya, syukurlah bisa selesai dengan lancar," ucap Ayaka.
"Hahh," ucap Mikael.
"Kenapa kamu Mik?" ucap Russel.
"Ya begitulah, agak bingung aku sama soalnya, tapi sisanya bisalah," ucap Mikael.
"Bagus kalo begitu, yang penting udah usaha semaksimal mungkin," ucap Russel.
"Iya," ucap Mikael.
"Nah itu mereka, gimana Sel, Mik, Ayaka? Lancar ujiannya?" ucap Michael.
"Yah bolehlah, beberapa soal ada yang masuk ke materi yang kamu kasih tau hari itu Mich," ucap Russel.
"Yup, untunglah kita hari itu belajar bareng ya," ucap Michael.
"Kalo kamu gimana Wis, Raf?" ucap Mikael.
"Aman lah, aku lumayan bisa ngerjainnya," ucap Wisang.
"Lumayan lah," ucap Rafael.
"Ha-hai kalian," ucap Miko.
"Hai Miko, gimana bisa ngerjainnya?" ucap Mikael.
"Bi-bisa kok," ucap Miko.
"Baguslah, kalo gitu sekarang kita tinggal nunggu pembagian rapor nanti," ucap Mikael.
"Semoga nilai kita semua bagus ya, sesuai target lah," ucap Russel.
"Yah, aku harap juga gitu," ucap Michael.
"Yup," ucap Ayaka.
"Yosh, semoga nilai kita semua diatas kkm," ucap Wisang.
"Ya, semoga," ucap Rafael.
.
Setelah itu mereka mengobrol tentang beberapa hal sebelum akhirnya pulang ke rumah mereka masing-masing, dan menunggu sampai rapor mereka yang menentukan bagaimana proses belajar selama satu semester ini keluar dan dibagikan. Mereka sama-sama berharap agar nilai mereka diatas kriteria minimum dan dapat naik ke kelas 2 di semester yang baru nanti.
.
.
.
-CHAPTER 64 END-
.
.
.
Tak terasa, 3 bulan ditahun baru ini telah berlalu. Russel dan teman-temannya kembali menjalani kehidupan sehari-hari mereka sebagai pelajar, mereka bersekolah, mengerjakan tugas, dan pulang. Kurang lebih begitulah keseharian mereka yang bisa dibilang cukup membosankan.
Sampai-sampai mereka hampir tidak menyadari bahwa ujian akhir semester yang menjadi penentu kenaikan kelas mereka akan segera diadakan minggu depan. Melihat hal itu, Ayaka langsung berencana untuk mengadakan belajar bersama, yang mereka rundingkan di kantin saat sepulang sekolah.
Tempat belajar bersama telah ditentukan, cafe kecil di desa yang sebelumnya mereka kunjungi sewaktu Christmas party menjadi pilihan pertama untuk belajar bersama, kemudian rumah Rafael, gubuk di tepi sawah, hingga bukit belakang sekolah menjadi tempat pilihan lain yang bisa mereka jadikan lokasi untuk belajar bersama.
Keesokan harinya, sesuai rencana yang telah dibentuk kemarin. Russel dan teman-temannya memutuskan untuk belajar bersama di cafe kecil di desa. Sesampainya di sana mereka langsung disambut dengan baik oleh staff yang sedang berjaga. Sebelum memulai belajar bersama, mereka memesan makanan pendamping selama belajar bersama terlebih dahulu.
Makanan dan minuman yang mereka pesan tiba, langsung saja belajar bersama dimulai. Mereka saling berbagi materi pelajaran yang mereka paling kuasai, sehingga saling melengkapi dan saling mengajarkan, dan semua bisa mengerti materi pelajaran yang sedang dipelajari.
Sampai akhirnya waktu ujian telah tiba, selama satu minggu penuh ini Russel dan teman-temannya akan mengikuti ujian di sekolah. Mereka datang ke sekolah pada pagi hari sesuai jadwal ujian dan mengerjakan soal-soal dengan mengerahkan seluruh kemampuan mereka.
Hari demi hari berlalu, hingga hari terakhir ujian telah tiba, mereka semua mengerjakan ujian dengan penuh konsentrasi dan kesabaran. Setelah selesai dan mengumpulkan lembar jawaban kepada pengawas, maka mereka telah resmi menyelesaikan semua ujian akhir semester.
Tahapan terakhir yang akan mereka hadapi yaitu menunggu sampai rapor hasil pembelajaran mereka selama satu semester ini keluar dan dibagikan. Yah, semoga nilai mereka semua bagus dan dapat naik kelas..
.
Selanjutnya di Another Place - 他の場所 (Hoka No Basho) Chapter 65: Kenaikan Kelas