
Study tour telah berakhir...
Hari-hari Russel dan teman-temannya seharusnya akan berjalan seperti biasanya, hari-hari yang membosankan dan tak banyak yang dapat mereka lakukan dalam keseharian seperti itu. Namun, sesuatu yang besar akan menanti mereka hari ini...
.
.
.
*BEEP.. BEEP.. BEEP..
Waktu menunjukkan pukul 06.00, dan lagi-lagi suara alarm membangunkan Russel dari tidurnya.
"Hoam.., hah.. hari ini udah mulai sekolah lagi ya, hmm.. semoga gak ada hal yang merepotkan di sekolah deh," ucap Russel, sambil bangun dari kasurnya, kemudian menuju keluar dari kamarnya.
.
.
.
Sesampainya Russel di dalam kelas.
.
"Hai, Sel," ucap Ayaka.
"Hai juga, hah.. untung aja gak telat," ucap Russel.
"Yo, halo Sel," ucap Wisang.
"Hampir aja kamu telat Sel," ucap Mikael.
"Iya aku tau," ucap Russel.
"Gak kerasa ya, kita udah sekolah lagi aja," ucap Rafael.
"Aku jadi pengen ke Kyoto lagi," ucap Wisang.
"Iya sih, makanan di sana enak," ucap Michael.
"Kalo makanan sih di sini juga banyak yang enak, Mich," ucap Mikael.
"Ya aku tau itu, tapi rasa makanan khas Kyoto yang aku suka," ucap Michael.
"Oh," ucap Mikael.
"Ngomong-ngomong gimana kalo sepulang sekolah nanti kita ketemuan di bukit belakang sekolah," ucap Russel.
"Buat apa?" ucap Wisang.
"Ya, kita kan mau ketemu sama Creator," ucap Russel.
"Oh iya, boleh tuh," ucap Michael.
"Oke deh," ucap Ayaka.
"Oke, nanti ya," ucap Rafael.
"Oke," ucap Mikael.
.
.
.
Sepulang sekolah, sesuai rencana yang mereka buat di dalam kelas tadi. Mereka berkumpul di bukit belakang sekolah untuk pergi menemui Creator dan membicarakan tentang beberapa hal.
.
"Yosh, udah kumpul semuanya kan," ucap Russel.
"Udah, ayo cepet buka portalnya," ucap Rafael.
"Sabar aja Raf," ucap Michael.
"Ya sebentar," ucap Russel, sambil mengeluarkan Sacred Black Staff miliknya, kemudian membuka portal menuju ke dimensi tempat Creator berada.
"Yosh, ayo kita masuk," ucap Wisang.
"Ayo," ucap Mikael.
"Udah lama ya kita gak pernah ke dimensi ini lagi," ucap Ayaka.
.
.
.
Sesampainya mereka di dalam dimensi tempat Creator berada.
"Oh.., akhirnya kalian datang lagi ke tempat ini, selamat datang.., bagaimana kabar kalian?" ucap Creator.
"Kabar kami semua baik-baik saja, kedatangan kami ke sini ingin membicarakan tentang beberapa hal," ucap Russel.
"Betul itu," ucap Mikael.
"Hmm.. baiklah kalau begitu, aku ingin mengetahui bagaimana perkembangan kalian sejauh ini?" ucap Creator.
"Yah.., begitulah, kami gak dapat banyak ancaman akhir-akhir ini, mereka terlihat menyiapkan sesuatu yang besar sebelum mulai menyerang lagi," ucap Rafael.
"Apakah ada kejadian aneh yang kalian alami akhir-akhir ini?" ucap Creator.
"Ah iya, kemarin pas study tour di hari terakhir, Mikael sempat hilang kan," ucap Michael.
"Bagaimana hal itu bisa terjadi?" ucap Creator.
"Ya, hari itu ketika aku tersadar dari tidur, aku berada di tempat yang berbeda dari kamar penginapan, aku yakin sekali hal itu bukan mimpi, karena aku masih bisa merasakan sakit akibat serangan orang berjubah yang muncul di dalam sebuah tempat itu," ucap Mikael.
"Ada orang berjubah?" ucap Wisang.
"Apa yang dilakukan orang tersebut terhadap dirimu?" ucap Creator.
"Yang aku ingat dia sepertinya menggunakan kekuatannya dan mencoba untuk merebut senjata legendarisku, untungnya hal tersebut tak berhasil ia lakukan," ucap Mikael.
"Hmm.. dia berusaha buat ngambil seniata legendaris kamu kan Mik," ucap Russel.
"Iya," ucap Mikael.
"Gak salah lagi, itu pasti ada hubungannya sama Kuro dan anak buahnya," ucap Rafael.
"Tapi diluar masalah itu, aku mau nanya soal upgrade senjata legendaris yang kamu bilang waktu itu, Creator," ucap Michael.
"Nah bener juga tuh," ucap Mikael.
"Waktu itu setelah pertarungan kita lawan Shi sama Urami ya," ucap Wisang.
"Baiklah, akan aku jelaskan. Jadi memang benar bahwa senjata legendaris kalian bisa saja mendapatkan upgrade. Namun, memerlukan waktu yang cukup hingga kekuatan upgrade tersebut dapat kalian rasakan dampaknya," ucap Creator.
"Berapa waktu yang diperlukan sampai upgrade nya selesai?" ucap Mikael.
"Tak bisa dipastikan, waktu upgrade setiap senjata legendaris akan berbeda-beda tergantung faktor yang ada, jadi apakah kalian mau menerima upgrade nya?" ucap Creator.
"Hmm.. baiklah kami akan menerima upgrade pada senjata legendaris kami," ucap Russel.
"Ya," ucap Mikael.
"Baiklah, kalau begitu tolong serahkan senjata legendaris kalian sebentar untuk aku tanamkan upgrade nya," ucap Creator.
"Baiklah," ucap Russel.
.
.
.
Pada akhirnya Russel, Ayaka, Michael, Mikael, Rafael, dan Wisang menyerahkan senjata legendaris mereka untuk ditanamkan bahan-bahan yang berfungsi untuk mengupgrade senjata mereka. Sementara itu sambil mengupgrade senjata legendaris milik Russel dan teman-temannya, Creator menyampaikan keresahannya terhadap suatu hal.
.
.
.
"Sebenarnya kedatangan kalian ke sini juga di waktu yang cukup tepat. Aku mempunyai sebuah misi penting," ucap Creator.
"Misi apa itu?" ucap Russel.
"Dimensi desa kabut sekarang sedang dalam keadaan genting. Kepala desa mereka telah dibunuh oleh seseorang yang tak diketahui, dan mereka sedang diteror oleh hal yang tak diketahui," ucap Creator.
"Tapi kenapa misi ini sangat penting?" ucap Mikael.
"Desa kabut sebenarnya merupakan salah satu tempat yang masih memiliki senjata legendaris yang tersisa. Mereka menggunakan senjata legendaris itu untuk menjaga desa mereka dari ancaman para musuh yang datang," ucap Creator.
"Jadi tugas kami di sana adalah untuk mempertahankan senjata legendaris tersebut, dan sebisa mungkin mengusir teror di sana?" ucap Russel.
"Ya, benar sekali," ucap Creator.
"Hmm.. menarik sih," ucap Michael.
"Oke lah, aku sih ikut aja," ucap Wisang.
.
.
.
"Baiklah, kalau begitu kalian siap untuk menjalankan misi ini?" ucap Creator.
"Baiklah, kami siap," ucap Russel.
"Siap," ucap Ayaka.
"Yosh, desa kabut, kami datang!!" ucap Wisang.
"Hmm, kira-kira di sana itu kayak gimana ya tempatnya?" ucap Mikael.
"Makanannya enak gak ya?" ucap Michael.
"Makanan mulu kamu, Mich," ucap Rafael.
"Baiklah, kalau begitu aku akan segera membuka portalnya," ucap Creator.
.
*Portal antar dimensi terbuka
"Woah.. jadi kayak gini bentuk portal antar dimensi, lebih besar dari pada portal yang bisa kamu munculin, Sel," ucap Rafael.
"Iya lah, kan aku cuma bisa munculin portal ke dimensi ini," ucap Russel.
"Yaudah, kalo gitu ayo kita masuk," ucap Michael.
"Oke, sampai jumpa nanti, Creator," ucap Russel.
"Ya, hati-hati, dan semoga berhasil," ucap Creator.
"Ayo Ayaka kita masuk ke dalam portalnya," ucap Russel.
"Oke, Ayo," ucap Ayaka.
"Oke terimakasih Creator, kami akan segera kembali," ucap Wisang.
"Desa kabut kami datang!!" ucap Mikael.
"Tunggu aku, Mik!!" ucap Wisang.
.
.
.
Pada akhirnya setelah Creator menjelaskan situasi yang sedang terjadi di dimensi desa kabut berada. Russel, Ayaka, Michael, Mikael, Rafael, dan Wisang mengerti dengan misi yang mereka dapatkan, kemudian setelah Creator membuka portal, mereka pun langsung masuk ke dalam portal menuju ke dimensi desa kabut, kira-kira apa yang akan mereka hadapi selanjutnya?
.
.
.
-CHAPTER 73 END-
.
.
.
Study tour telah berakhir, kini keseharian Russel dan teman-temannya kembali seperti biasanya. Kali ini, mereka yang telah merencanakan untuk berbicara dengan Creator sedari jauh-jauh hari akhirnya mendapatkan kesempatan itu.
Sepulang sekolah tepatnya di bukit belakang sekolah, Russel, Ayaka, Michael, Mikael, Rafael, dan Wisang telah berkumpul, dan bersiap untuk memasuki portal. Mereka melihat keadaan sekitar, dan masuk ke dalam portal ketika kondisinya aman.
Di dalam dimensi tersebut, mereka bertemu dengan Creator, kemudian langsung menjelaskan tentang banyak hal yang ingin mereka bicarakan. Mengenai Mikael yang menghilang saat study tour di Kyoto, hingga perihal upgrade senjata yang telah dijanjikan Creator pada saat itu. Namun, ketika sedang dalam proses mengupgrade senjata mereka, Creator menyampaikan bahwa ada misi yang harus mereka jalankan di dimensi desa kqbut berada, namun dengan beberapa pertimbangan juga tentunya.
Tetapi pada akhirnya, mereka menyetujui untuk melaksanakan misi tersebut, alhasil Creator segera membuka sebuah portal menuju ke suatu dimensi desa kabut, setelah itu Russel serta teman-temannya langsung pergi memasuki portal tersebut.
Desa kabut, kami datang!!
.
Selanjutnya di Another Place - 他の場所 (Hoka No Basho) Chapter 74: Misi Desa Kabut