
"Serahkan senjata kalian!" ucap Noru.
"Cih- tidak akan!" ucap Mikael.
"Ha- keras kepala sekali!" ucap Akane.
"Tenang! Biar aku yang menyerang mereka!" ucap Sora, sambil berlari menuju ke arah mereka.
.
"Terima ini!" ucap Wisang.
"JANGAN SOMBONG DULU BOCAH!!!" ucap Sora.
*CTANGGG (Suara senjata Wisang dan Sora yang beradu)
.
"Akh- a-apa yang terjadi?" ucap Russel.
"Akhirnya kamu sadar juga," ucap Ayaka.
"Di-di mana ini?" ucap Russel.
"Kita masih di desa kabut, tapi di tempat yang lebih aman," ucap Ayaka.
"Eh? Di mana yang lainnya?" ucap Russel.
"Yang lain lagi berusaha buat lawan Noru dan beberapa musuh lainnya," ucap Ayaka.
"Hah?! Kalau gitu kita harus pergi ke sana.." ucap Russel.
"Eh- i-iya, ayo..," ucap Ayaka.
.
.
.
Yah.. entah bagaimana aku bisa mendadak tak sadarkan diri, sementara itu ketika aku relah sadar ternyata desa kabut kembali diserang oleh Sora dan Noru, namun kali ini jauh diluar dugaan ku, tak hanya mereka berdua saja yang datang ke desa untuk melakukan penyerangan, tetapi Akane dan juga seseorang yang kami kira sebagai Kuro juga datang ke desa kabut dan mencoba untuk merebut senjata legendaris yang kami miliki. Beruntung, aku sadar disaat yang tepat, sehingga aku langsung berlari menuju ke lokasi pertarungan dan membantu yang lainnya di sana.
.
.
.
"Kalian gak apa-apa?" ucap Russel.
"Akhirnya kamu sadar juga, Sel," ucap Michael.
"Ya, maafkan aku," ucap Russel.
"Bukan masalah itu sekarang, lihat. Musuh kita sekarang 4 orang," ucap Rafael.
"A-apa?! Akane?" ucap Russel.
"Ya, Akane mendadak muncul bersamaan dengan mereka juga," ucap Mikael.
"Jadi apa yang bakalan kita lakukan buat menghadapi mereka?" ucap Ayaka.
"Wisang juga lagi berusaha buat menghadapi Sora sendirian di sana," ucap Michael.
"Hmm.. kita harus bisa ngalahin akane dulu," ucap Russel.
"Eh? Kenapa?" ucap Mikael.
"Karena bakalan merepotkan kalo dia ngesummon pion nya," ucap Russel.
"Hmm.. iya juga," ucap Michael.
.
.
.
"Ya! Sudah cukup lama, aku akan mulai!" ucap Noru.
"Baiklah, aku juga!" ucap Akane.
"Mundur dulu, Sora!" ucap Noru.
"Haa? Mundur dulu kah, ditengah-tengah pertarunganku, apa boleh buat," ucap Sora, ia berhenti melawan Wisang dan mundur terlebih dahulu.
.
"Eh? Mendadak mundur?" ucap Russel.
"Wis, mundur dulu!" ucap Michael.
"Ya!" ucap Wisang.
.
.
.
"Fire Style: Blazing 5th Phase!" ucap Noru, ia menyemburkan api dari mulutnya yang menuju ke arah Russel dan teman-temannya.
.
"A-apa apaan itu?!" ucap Wisang.
"Raf, buat dinding pelindung!" ucap Russel.
"Baik! Energy Wall!" ucap Rafael, ia membuat dinding pelindung untuk menahan api yang menuju ke arah mereka.
*BWOSHHH (Api tersebut tertahan oleh dinding pelindung yang telah dibuat Rafael)
"Be-berhasil kah?" ucap Ayaka.
"G-gak, dindingnya meleleh, kita harus kabur," ucap Rafael.
"Ayo kita pergi ke belakang dinding itu!" ucap Russel.
"Oke ayo!" ucap Michael.
"Ayo!" ucap Mikael.
.
.
.
Dinding pelindung yang dibuat oleh Rafael tak mampu untuk menahan panas api yang dibuat oleh Noru, dinding tersebut meleleh dan membuat Russel serta teman-temannya harus mundur ke belakang dinding terlebih dahulu.
.
"Ha- mereka kabur ke belakang dinding ya," ucap Sora.
"Mau kabur kemana kalian?!" ucap Akane.
"Hah, serangan tadi cukup menguras tenaga, selanjutnya aku serahkan kepada kalian," ucap Noru.
"Baiklah," ucap Sora.
"Hm.. kalau begitu, aku akan menggunakan pion ku yang telah aku persiapkan sejak hari itu," ucap Akane.
.
"A-Apa yang mereka rencanakan?" ucap Mikael.
"Aku gak tau," ucap Wisang.
"Kita tunggu dulu pergerakan mereka," ucap Russel.
"O-oke," ucap Ayaka.
.
*BOOOFFFF (Akane meng-summon pionnya)
"Ini dia, pion terkuatku untuk saat ini, sekaligus temanku sendiri, Jack!" ucap Akane.
.
"A-APA?!" ucap Wisang.
"JACK?! Bagaimana bisa?" ucap Mikael.
"Katanya kamu udah ngalahin Jack pas hari itu, Wis?!" ucap Rafael.
"Kayaknya aku tau kenapa jasad Jack bisa hilang waktu hari itu," ucap Russel.
"Hmm.. kita harus ngelawan mayat ya," ucap Michael.
"Aku merasa sedikit nostalgia," ucap Wisang.
.
.
.
"Eh.. ternyata Jack masih hidup ya," ucap Sora.
"Salah, dia sudah mati, aku hanya mengendalikan jasadnya," ucap Akane.
"Menggunakan jasad teman sendiri sebagai pion, beruntung aku gak satu tim sama kamu," ucap Sora.
"Apa yang kau maksud?!" ucap Akane.
"Sabar, Akane. Tujuan kita sekarang yaitu merebut senjata legendaris mereka," ucap Sora.
"Ya, aku tau, makanya aku mengeluarkan Jack di saat yang penting seperti ini, aku sedang serius sekarang," ucap Akane.
"Yah, ayo kita serang mereka sekarang," ucap Sora.
"Baiklah, aku akan menyerang bersamamu melalui Jack," ucap Akane.
"Baiklah," ucap Sora.
"Akane," ucap Noru.
"Apa?" ucap Akane.
"Apa kau memerlukan pelindung?" ucap Noru.
"Ya, entah apapun itu, tetapi aku perlu sesuatu untuk melindungi ku dari jauh, karena aku akan fokus untuk mengendalikan Jack dan menyerang dari sini," ucap Akane.
"Kalau begitu, Earth Style: Earth Shield!" ucap Noru, ia membuat sebuah bola pelindung yang muncul dari dalam tanah yang melindungi tubuh Akane dari segala arah.
"Ini sudah cukup, terimakasih Noru," ucap Akane.
"Baiklah, sisanya akan aku serahkan kepada kalian," ucap Noru.
"Sora, ayo, kita mulai sekarang!" ucap Akane.
"Hm.. baiklah, ayo!!" ucap Sora.
"Aku tak hanya menyiapkan Jack saja untuk saat seperti ini, aku juga akan mengeluarkan beberapa pion ku untuk membantu Jack!" ucap Akane, ia juga meng-summon sekitar 10 pion lainnya untuk ikut ke dalam pertarungan.
.
.
.
"Eh mereka mulai menyerang?!" ucap Michael.
"Wis, apa kau bisa menahan Sora terlebih dahulu?!" ucap Russel.
"Baiklah, aku mengerti," ucap Wisang.
"Hati-Hati jangan sampai tertusuk!" ucap Mikael.
"Aku tau itu," ucap Wisang.
"Mich, Raf, kalian urus Jack, serta pion Akane yang lainnya," ucap Russel.
"Oke," ucap Rafael.
"Ayo Raf," ucap Michael.
"Ya, tunggu aku," ucap Rafael.
.
"Kesini kau!!" ucap Sora.
"Terima ini!!" ucap Wisang.
Sora dan Wisang nampak saling bertarung menggunakan senjata mereka, pertarungan kedua pengguna claw yang sangat sengit terjadi saat ini. Sementara itu Michael dan Rafael nampak sedang menghadapi Jack beserta pasukan pion Akane di sisi lain pertarungan.
.
"Ha- kita malah ngelawan Jack lagi," ucap Michael.
"Perhatikan sekeliling mu, Mich," ucap Rafael.
"Ya, aku tau, lebih baik kamu berada di belakangku," ucap Michael.
"Oke, aku akan cover kalau kamu perlu bantuan," ucap Rafael.
"Baiklah, aku paham," ucap Michael.
.
.
.
Sementara itu kondisi Russel, Ayaka, dan Mikael..
"Terus kita ngapain di sini?" ucap Mikael.
"Aku punya rencana," ucap Russel.
"Apa itu?" ucap Ayaka.
"Kita bisa diam-diam jebak Akane dari sini," ucap Russel.
"Gimana caranya? Akane aja berlindung dibalik pelindung tanah itu," ucap Mikael.
"Aku rasa Noru gak akan banyak membantu di saat seperti ini, dia udah menggunakan teknik api nya yang cukup besar tadi dan itu menguras cukup banyak energinya," ucap Russel.
"Tapi kenapa Noru jadi terkesan malah buang buang teknik nya?" ucap Ayaka.
"Betul itu, udah jelas kalo Rafael bisa bikin dinding pelindung, dan walaupun itu gagal, kita masih punya waktu yang cukup untuk kabur berlindung di sini," ucap Mikael.
"Sebenarnya Noru gak buang buang energi, dia menggunakan teknik api itu untuk membakar rumput yang ada di sekitar sini sampai habis, itu bertujuan buat membuka tempat di sekitar sini, sehingga Akane akan lebih mudah buat mengendalikan pionnya karena tanahnya lapang, gak ada yang bisa menghalangi pandangannya," ucap Russel.
"Be-benar juga," ucap Mikael.
"Jadi gimana cara kita ngelawan Akane?" ucap Ayaka.
"Kita pake bom asap? Buat mengaburkan pandangan Akane?" ucap Mikael.
"Jangan, itu terlalu beresiko, karena kalau kita pakai bom asap, gak cuma pandangan Akane yang bakalan terganggu, tetapi pandangan Wisang, Michael, dan Rafael juga bisa ikut terganggu," ucap Russel.
"Hmm.. iya juga ya," ucap Mikael.
"Lagipula, bisa aja Noru langsung menggunakan teknik elemen anginnya buat ngilangin asap nya," ucap Ayaka.
"Iya, jadi bom asap gak efektif untuk saat ini," ucap Russel.
"Gini, aku bakalan menggunakan teknik Muteki ku, dan menciptakan sebuah bayangan tak terlihat untuk menyergap Akane di dalam pelindungnya langsung," ucap Russel.
"Kalau ketahuan?" ucap Mikael.
"Aku rasa peluang untuk ketahuannya sangat kecil, karena bayangannya bener bener gak terlihat," ucap Russel.
"Hmm.. kalo gitu, selanjutnya apa?" ucap Mikael.
"Selanjutnya kamu bisa mengubah katana kamu jadi Sniper, Mik, dan nembak langsung ke arah Akane," ucap Russel.
"Ah, aku gak kepikiran soal itu. Akane bakalan ditahan sama bayangan kamu, dan dia pasti gak bisa gerak, jadi Mikael bisa pake snipernya dengan mudah," ucap Ayaka.
"Hmm.. strategi yang bagus, tapi gimana kalau gagal? Misalnya Noru bisa mengcover Akane?" ucap Russel.
"Untuk kemungkinan seperti itu, aku minta Ayaka untuk menyiapkan beberapa shuriken," ucap Russel.
"Eh? Buat apa?" ucap Ayaka.
"Ada kemungkinan kalo Noru bisa mengcover Akane, entah mungkin dengan elemen apa, jadi kalau hal itu terjadi, kamu bisa melemparkan shuriken ke arah Noru dan itu akan memecah fokusnya, dan Noru akan berusaha untuk menahan shuriken yang kamu lempar," ucap Russel.
"Baiklah, aku mengerti," ucap Akane.
"Jadi kita mulai sekarang?" ucap Mikael.
"Oke, kita mulai sekarang, aku akan bersiap untuk menggunakan teknik ini, kalian bisa keluar menunjukkan diri duluan," ucap Russel.
"Baiklah," ucap Mikael.
.
.
.
"Akhirnya yang tersisa keluar juga, apakah kalian mau menyerahkan senjata kalian dan mengakhiri pertarungan ini?" ucap Noru.
"Cih, kami tak akan menyerahkan senjata kami!" ucap Mikael.
"Hm.. keras kepala sekali," ucap Noru.
"Terima ini!!" ucap Akane, ia memerintahkan 2 pionnya untuk menghadapi Mikael dan Ayaka.
"Apa?!" ucap Mikael.
"Hati-Hati, Mik!" ucap Ayaka.
"Yah.. hampir saja, aku terkena tebasan orang ini, kita harus menahan mereka sampai Russel selesai melakukan tekniknya." ucap Mikael.
"Ya," ucap Ayaka.
.
.
.
Sementara itu Michael dan Rafael nampak mulai kesalahan menghadapi Jack.
"Akh.. Jack sangat kuat, dia bisa menggunakan teknik regenerasinta tampa henti sekarang, ini bahaya, Raf," ucap Michael.
"Ya, aku tau itu, tapi kita harus bisa menahan mereka semua," ucap Rafael.
"Aku tau it- AKHHH!!" ucap Michael, ia terkena tebasan Jack, dan jatuh ke belakang.
"Mich! Dinding pelindung!" ucap Rafael, ia membuat dinding pelindung untuk melindungi Michael.
"Hanya itu yang kau bisa?" ucap Akane.
*BRUAKKK (Dinding pelindung yang dibuat Rafael hancur karena tendangan Jack)
"A-apa?!" ucap Rafael.
"TERIMA INI!" ucap Akane.
"UGHHHH!!!" ucap Rafael, ia ditendang oleh Jack cukup keras hingga terjatuh ke belakang.
.
.
.
Sementara itu Wisang yang sedang menghadapi Sora.
"Ha- Kau mulai kehabisan energi?!" ucap Sora.
'Hah.. orang ini sangat kuat, aku hanya bisa terus menahan serangannya dari tadi, aku gak boleh sampai lengah, sepertinya aku harus mulai menyerang," ucap Wisang dalam hati.
"Kau lengah bocah!" ucap Sora.
"Apa?!" ucap Wisang.
*TSKKKK (Sora berhasil membuat Wisang lengah dan langsung menusuknya)
"AKHHH-" ucap Wisang.
"Tamat sudah!" ucap Sora, ia menarik claw nya yang tertancap di perut Wisang, dan benar saja, jiwa Wisang langsung tertarik keluar.
"Akhhh-" ucap Wisang.
"HAHAHAHA!! aku akan menikmati saat-saat terakhir hidup mu terlebih dahulu, sebelum memotong jiwa mu!" ucap Sora.
.
.
.
Sementara itu Russel telah selesai menyiapkan teknik Muteki, jadi ia keluar dari balik dinding, dan pergi ke arah Ayaka dan Mikael.
.
"Akhirnya yang satu ini muncul juga," ucap Akane.
"Gimana, Sel?" ucap Mikael.
"Sebentar lagi, kalian bersiaplah," ucap Russel.
"Oke," ucap Ayaka.
"Bersiap untuk kalah maksudmu, bocah?!" Ucap Akane.
"Cih sombong sekali," ucap Mikael.
"Kau yang harus memperhatikan kondisi mu sekarang," ucap Russel.
"A-APA?! Aku gak bisa bergerak?!" ucap Akane.
.
Bayangan Russel berhasil mencetak Akane yang berada di dalam pelindung tanah.
"Selesai sudah, sekarang Mik!" ucap Russel.
"Baiklah, Auto Generate Katana: Sniper Transform!" ucap Mikael.
"A-APAAN ITU?!" ucap Akane.
*DOR (Mikael menembakkan peluru snipernya ke arah pelindung tanah yang dibuat Noru)
"A-apa?!" ucap Akane.
"Wind Style!" ucap Noru, ia membuat pusaran angin di sekitar pelindung tanah yang melindungi Akane, sehingga peluru sniper yang ditembakkan oleh Mikael menjadi tertahan oleh pusaran angin tersebut.
.
"Si-sial!" ucap Mikael.
"Dugaanku benar, sekarang Ayaka!" ucap Russel.
"Baiklah!" ucap Ayaka, ia melemparkan shuriken yang telah dipersiapkan sebelumnya ke arah Noru, dan itu membuat fokusnya teralihkan.
.
"A-APA?! WIND STYLE!" ucap Noru, ia mencoba untuk menahan shuriken yang dilemparkan Ayaka ke arahnya, sehingga pertahanan Akane sekarang menjadi benar-benar kosong.
"Yosh, sekarang Mik!!" ucap Russel.
"Oke!!" ucap Mikael.
*DORRR (Mikael melepaskan tembakannya sekali lagi ke arah pelindung tanah yang melindungi Akane, kali ini tembakan itu benar-benar mengenai sasaran)
"AKHHH-" ucap Akane, tembakan tadi tepat mengenai jantungnya.
.
.
.
"Sudah selesai," ucap Russel.
"Ha.. one shot one kill," ucap Mikael.
*BOOFFFF (Jack serta beberapa pion yang Akane summon sebelumnya mendadak menghilang begitu saja)
.
.
.
Di lain sisi, pertarungan Sora dengan Wisang.
"Tamat kau bocah!" ucap Sora, yang hendak memotong jiwa Wisang.
"Tidak semudah itu!!" ucap Ayaka, ia melemparkan shuriken ke arah Sora.
*CTANGG (Sora menangkis shuriken yang dilemparkan Ayaka)
"Apa-apaan ini?!" ucap Sora.
"Sekarang Mik!" ucap Russel.
"Yosh!" ucap Mikael.
*DORRR (Lagi-lagi peluru sniper ditembakkan, dan kali ini mengenai tangan kanan Sora)
"AKHHH- SIALAN!" ucap Sora.
"Yosh, terimakasih teman-teman!" ucap Wisang.
*TSKKK (Wisang menebas tangan kanan Sora hingga terputus)
"A-APA?!" ucap Sora.
"Selamat tinggal!" ucap Wisang.
*TSKKKKK (Wisang menusuk Sora tepat di jantungnya, menyebabkan Sora tewas seketika)
"Satu lagi juga sudah selesai," ucap Wisang.
.
.
.
"A-apa?! Sora juga berhasil ditumbangkan?! Tuan Kuro, kita harus mundur terlebih dahulu sekarang!" ucap Noru.
"Ya, kau benar! Kita akan membalas mereka di pertarungan selanjutnya," ucap Kuro.
"Baiklah," ucap Noru.
Setelah itu Noru dan Kuro mendadak langsung menghilang dari desa kabut.
"Cih! Mereka kabur lagi!" ucap Michael.
.
.
.
Sementara itu...
"Hahh... kita berhasil," ucap Russel, ia langsung terduduk di tanah karena kondisinya belum begitu stabil.
"Yah, tapi mereka berhasil kabur lagi," ucap Michael.
"Gak apa Mich, yang penting kita berhasil menyelamatkan desa ini," ucap Rafael, yang membantu Michael berjalan.
"Yah.. selesai sudah misi kita di desa kabut," ucap Mikael.
"E-ehh... gimana cara buat ngelepasin jiwa ku yang tersangkut di claw milik Sora ini?!" ucap Wisang.
"Loh, masih nyangkut Wis?!" ucap Russel.
"Ehhh... gimana dong?" ucap Wisang.
"Aku punya teori, gimana kalo kita coba tusukkan claw nya sekali lagi, barangkali jiwa Wisang bisa kembali ke tubuhnya," ucap Mikael.
"E-ehhh.. itu gak terlalu beresiko?" ucap Ayaka.
"Hmm.. okelah aku coba," ucap Wisang.
"Hati-Hati Wis," ucap Russel.
*TSKKK (Wisang mengambil tangan Sora, dan menusukkan claw nya ke perut nya sendiri, dan benar saja teori yang dikatakan Mikael, jiwa Wisang kembali ke tubuhnya)
"Akh- ehh?! Berhasil!" ucap Wisang.
"Apa?! Teori mu benar Mik!" ucap Russel.
"Haha, padahal aku cuma asal," ucap Mikael.
"Nice, makasih Mik," ucap Wisang.
"Bukan masalah," ucap Mikael, sekarang giliran ia yang lelah, lalu terduduk di tanah.
"Lah malah duduk di sini," ucap Michael.
"Capek aku," ucap Mikael.
"Tapi kita harus bantu warga desa buat membersihkan area ini," ucap Ayaka.
"Ya, kamu benar," ucap Russel.
"Hah... aku masih capek," ucap Mikael.
"Semuanya juga capek, Mik," ucap Rafael.
"Ayo, semangat sedikit Mik," ucap Wisang, sambil mengulurkan tangannya.
"Hmm.. okelah," ucap Mikael.
.
.
.
-CHAPTER 78 END-
.
Selanjutnya di Another Place - 他の場所 (Hoka No Basho) Chapter 79: Kejadian Misterius