Another Place

Another Place
Chapter 68: Kyoto: Arashiyama (Hari Ke-2)



Hari Ke-2 Study Tour Ke Kyoto dimulai!


.


Seperti biasa pagi hari dimulai dari penginapan, kali ini Russel bangun paling awal, dilanjutkan dengan dirinya yang membangunkan teman-temannya yang lain. Kemudian staff osis sekolah yang kembali mengantarkan beberapa makanan untuk sarapan sebelum memulai kegiatan study tour hari ini.


Setelah sarapan dan mengobrol di meja makan, satu persatu dari mereka mulai mandi secara bergantian, dan mempersiapkan diri. Akhirnya, sekitar pukul 9 pagi, mereka semua telah dipanggil untuk segera meninggalkan penginapan, dan berjalan menuju ke Stasiun Kyoto.


.


"Hari ini kita pergi ke Arashiyama kan," ucap Rafael.


"Yup, sesuai rencana kemarin," ucap Wisang.


"Aku gak sabar buat naik perahu di danau," ucap Russel.


"Kalo aku sih pengen ke monkey park," ucap Wisang.


"Hutan bambu keliatan menenangkan ya," ucap Michael.


"Haha, bakalan seru nih kayaknya," ucap Rafael.


"Yosh, pertama kita ke hutan bambu dulu, ayo!!" ucap Russel.


"Ayoo!!" ucap Michael.


.


.


.


Tujuan mereka hari ini adalah Arashiyama, sebuah daerah di Kyoto yang cukup populer dengan wisata hutan bambu dan monyet nya, kali ini rombongan study tour kelas 2 berkesempatan untuk mengunjungi beberapa tempat wisata yang cukup terkenal di sana, pertama-tama mereka akan menaiki kereta dari Stasiun Kyoto menuju ke Stasiun Saga-Arashiyama yang memakan perjalanan selama kurang lebih 39 menit lamanya. Setelah itu tujuan masing-masing akan dibebaskan, mereka bisa memilih diantara 2 tempat yang ditujukan untuk study tour mereka, yaitu Arashiyama Bamboo Forest, dan Arashiyama Monkey Park. Kebetulan kali ini kelompok Russel memilih Arashiyama Bamboo Forest sebagai tempat yang akan mereka kunjungi pertama kali.


Sesampainya mereka di Stasuin Saga-Arashiyama...


.


"Yosh, sampai juga di stasiunnya," ucap Michael.


"Sekarang ayo kita jalan ke hutan bambu nya," ucap Russel.


"Ayoo," ucap Mikael.


.


Sesampainya mereka di Arashiyama Bamboo Forest, mereka langsung terkagum-kagum dengan pemandangan yang tersaji di depan mereka. Hamparan luas hutan bambu yang seakan membawa mereka ke dalam dunia mimpi.


.


"Woah, keren banget," ucap Russel.


"Apa aku bilang, pemandangannya bagus banget kan," ucap Michael.


"Ya, sejauh yang bisa aku lihat di depan semuanya bambu sih," ucap Wisang.


"Tapi suasananya gak bisa didapatkan di tempat lain Wis, ini salah satu wisata paling direkomendasikan di Kyoto," ucap Russel.


"Iya sih," ucap Wisang.


"Suasananya juga cukup tenang ya, kalo sepi bakalan enak nih," ucap Michael.


"Betul juga," ucap Mikael.


"Iya ya, cocok buat relaksasi sih," ucap Russel.


"Yaudah, kalo gitu aku mau foto-foto lagi, kalian mau juga gak?" ucap Rafael.


"Oke, lumayan buat kenang-kenangan," ucap Mikael.


"Oke ayo kita foto bareng," ucap Russel.


"Ayoo," ucap Michael.


.


.


.


Mereka cukup banyak melakukan foto bersama untuk kenang-kenangan di masa yang akan datang nanti. Kemudian, mereka melanjutkan mengeksplor daerah hutan bambu Arashiyama yang cukup luas. Setelah merasa cukup puas dengan merasakan suasana berada di antara hutan bambu, Russel dan kelompoknya memutuskan untuk beralih ke tempat wisata berikutnya, yaitu Arashiyama Monkey Park.


.


"Yaa.. aku udah lumayan puas keliling hutan bambu ini, gimana kalo sekarang kita ke tempat berikutnya?" ucap Russel.


"Yosh, ayo kita ke Arashiyama Monkey Park," ucap Wisang.


"Kelihatannya Wisang yang paling semangat buat ke sana ya," ucap Michael.


"Iya ya, kenapa tuh Wis?" ucap Rafael.


"Mungkin mau ketemu saudaranya kali?" ucap Mikael.


"Kurang ajar kamu Mik, (Tak!)" ucap Wisang, sambil memukul kepala Mikael.


"Aduh, sakit tau," ucap Mikael.


"Haha, santai Wis, Mikael cuma bercanda kok," ucap Michael.


"Ya aku tau, alasan aku mau ke sana sih, ya soalnya unik aja gitu ada tempat wisata taman monyet," ucap Wisang.


"Iya juga, yaudah ayo kita ke sana," ucap Russel.


"Ayoo!!" ucap Wisang.


"Aduhh.." ucap Mikael.


"Masih sakit kah Mik kepala kamu?" ucap Russel.


"Iyalah," ucap Mikael.


"Hahaha," ucap Michael.


"Makanya jangan macem-macem Mik," ucap Wisang.


.


.


.


Beberapa lama setelah mereka berjalan menuju ke Monkey Park, akhirnya mereka tiba di sana dan segera masuk ke dalamnya. Mulai dari pertama kali masuk ke dalam taman, mereka sudah bisa melihat banyak sekali kawanan monyet di dalam kandang khusus.


.


"Wah menarik juga ya," ucap Russel.


"Yang aku denger katanya kita gak boleh menatap mata monyetnya secara langsung," ucap Wisang.


"Hmm.. oke deh," ucap Mikael.


"Iya, gak boleh menyentuh sama memberi makan monyet di luar kandangnya," ucap Michael.


"Yah.. kalo gitu ayo kita lanjut jalan," ucap Rafael.


"Jangan lupa buat foto-foto juga," ucap Mikael.


"Ya, tapi hati-hati sama flash nya," ucap Michael.


"Aku tau itu," ucap Rafael.


.


.


.


Kemudian mereka pun mencoba untuk memberi makan kepada monyet-monyet tersebut.


.


"Mau coba ngasih makan monyetnya Wis?" ucap Mikael.


"Boleh, makanannya?" ucap Wisang.


"Itu ada yang jual apel buat dikasih makan ke monyetnya," ucap Russel.


"Oke aku beli dulu," ucap Wisang.


.


Setelah mendapatkan apel...


"Ini apelnya," ucap Wisang.


"Yaudah kasih makan lah," ucap Rafael.


"Masing-masing ambil 1 potong ya," ucap Wisang.


"Oh oke," ucap Russel.


"Oke," ucap Michael.


.


.


.


Setelah mereka memberi makan monyet-monyet di sana, dan berkeliling di sepanjang taman, mereka mulai merasa lapar. Maka dari itu setelah keluar dari Monkey Park, mereka segera mencari streetfood di sekitar sana, dan membeli beberapa makanan.


.


"Mau beli makanan dulu? Sebelum naik perahu?" ucap Russel.


"Oke ayo kita beli streetfood," ucap Mikael.


"Kalo gak salah gak jauh dari sini ada kedai dango yang lumayan enak," ucap Michael.


"Oke," ucap Wisang.


"Boleh tuh, ayo kita ke sana," ucap Rafael.


.


.


.


Sesampainya di kedai dango, lagi-lagi secara tidak sengaja, Russel dan kelompoknya bertemu dengan kelompok Ayaka, lantas Russel langsung mengajak mereka untuk naik perahu bersama-sama.


.


"Eh? Ayaka," ucap Russel.


"Wah, kita ketemu lagi," ucap Ayaka.


"Kalian ke sini juga ternyata," ucap Tsubaki.


"Ya, kata Michael dango di sini lumayan enak," ucap Rafael.


"Betul, kami juga udah beli tadi," ucap Tsubaki.


"Kamu mau dango kah Russel?" ucap Sumire.


"Ini kami mau beli," ucap Russel.


"Oh oke?" ucap Sumire.


"Kamu udah beli dango kah Miko?" ucap Mikael.


"U-udah, lumayan enak rasanya," ucap Miko.


"Kami abis ini mau naik perahu di danau," ucap Wisang.


"Pe-perahu?" ucap Suiren.


"Iya, kalian mau ikut kah?" ucap Russel.


"Boleh aja sih," ucap Ayaka.


"Oke ayo!" ucap Tsubaki.


"Oke, bakalan lebih rame nih jadinya," ucap Rafael.


"Nanti kita lomba balap perahu," ucap Wisang.


"Siapa takut," ucap Mikael.


"Oke," ucap Russel.


.


.


.


Setelah memakan dango, mereka semua segera menuju ke danau dan menyewa 5 perahu, karena satu perahu dapat dinaiki oleh 2 orang, namun ketika yang lain sudah mendapatkan pasangan untuk naik perahu, malah terjadi perdebatan antara Ayaka dan Sumire.


.


"Oke ayo kita naik perahunya, Miko," ucap Mikael.


"I-iya," ucap Miko.


"K-kamu bareng siapa Wisang?" ucap Suiren.


"Hmm.. aku sih bebas sama siapa aja. Mau bareng kah, Suiren?" ucap Wisang.


"O-oke," ucap Suiren.


"Yah, udah pada dapet pasangan, ayo kita bareng, Raf," ucap Tsubaki.


"Hmm.. oke lah," ucap Rafael.


.


"Hmm.. sisa kita ya," ucap Ayaka.


"Aku mau sama Russel," ucap Sumire.


"Eh?" ucap Ayaka.


"Kenapa?" ucap Sumire.


"Gimana kalo Russel aja yang pilih?" ucap Ayaka.


"Yaudah, jadi gimana Russ-," ucap Sumire


"Ehh?!" ucap Ayaka terkejut.


"L-lah di-dia malah jadi naik perahu sama Michael," ucap Sumire.


"Ki-kita kelamaan debat..," ucap Ayaka.


.


Pada akhirnya walaupun dengan rasa terpaksa, Ayaka dan Sumire naik perahu bersama karena telah disewa dan permainan balap perahu akan segera dimulai.


.


.


.


Setelah mereka menaiki perahu dan bersenang-senang bersama di atas permukaan danau, sambil melakukan perlombaan balap perahu juga seperti yang dikatakan Wisang sebelumnya.


Kemudian, setelah menepi dan mengembalikan perahu, mereka memiliki waktu bebas yang cukup lama hingga nanti malam, maka dari itu Rafael mengajak mereka untuk pergi ke onsen sebelum pulang ke penginapan.


.


"Ya.. seru juga ya, balap perahu," ucap Russel.


"Yah.. jago juga kalian Sel, Mich, bisa menang balap perahunya," ucap Wisang.


"Haha, aku padahal ngasal aja dayungnya," ucap Michael.


"Tadi kami juga hampir menang," ucap Tsubaki.


"Haha, maaf ya, tadi tangan ku pegal di akhir-akhir, jadi kalah deh," ucap Rafael.


"Mikael sama Miko malah nyaris kebalik ya tadi perahunya," ucap Russel.


"Yah, untung aja gak beneran kebalik perahunya," ucap Mikael.


"Hahaha," ucap Michael.


"Huhh..," ucap Sumire.


"Yaaa...," ucap Ayaka.


"Kalian berdua keliatan gak semangat," ucap Russel.


"Eh? Gak apa kok," ucap Ayaka.


"Masih lama juga ya, jam bebasnya," ucap Sumire.


"Ya, soalnya besok kegiatan pagi sampai sore di penginapan sih, malamnya baru ada kegiatan di luar," ucap Russel.


"Iya," ucap Ayaka.


"Hmm.. gimana kalo kita pergi ke onsen?" ucap Rafael.


"Eh? Onsen ya, buat relaksasi setelah aktivitas seharian boleh sih," ucap Russel.


"Menarik juga," ucap Tsubaki.


"Iya, aku juga lumayan capek sih," ucap Wisang.


"Okelah, ayo kita ke onsen," ucap Mikael.


"Ayoo," ucap Rafael.


.


Pada akhirnya sebelum mereka menutup hari dan pulang ke penginapan, mereka semua berniat untuk pergi ke onsen, dan melepas penat seharian ini. Kira-kira apa yang akan terjadi di sana ya...


.


.


.


-CHAPTER 68 END-


.


.


.


Hari ke-2 Study Tour di Kyoto akhirnya dimulai!!


Setelah sebelumnya mereka semua berkunjung ke Fushimi Inari, melihat arsitektur khas Jepang di sana, kemudian berfoto di Senbon Torii, dan juga tak lupa mencicipi kuliner khas Fushimi Inari, seperti Kitsune udon, inari sushi, senbei, dan lain-lain.


Kali ini Russel dan teman-temannya serta rombongan study tour kelas 2 akan mengunjungi Arashiyama, terdapat 2 tempat wisata utama yang akan mereka kunjungi, yaitu Arashiyama Bamboo Forest, dan Monkey Park Arashiyama. Kemudian setelah itu, mereka akan memiliki jam bebas untuk mengeksplorasi daerah sekitar ataupun langsung pulang ke penginapan.


Bangun di pagi hari, Russel dan kelompoknya segera menuju ke Kyoto Station dan pergi menggunakan kereta menuju ke Saga-Arashiyama Station. Kemudian dari sana mereka akan berjalan kaki menuju ke Arashiyama Bamboo Forest.


Kali ini mereka tidak bertemu dengan kelompok Ayaka secara tidak sengaja di tengah perjalanan menuju ke sana, jadi Russel dan kelompoknya hanya berlima saja mengeksplorasi luasnya hutan bambu tersebut. Mereka berfoto dan berjalan sambil menikmati alam yang indah.


Setelah cukup puas berjalan-jalan di antara rimbunnya hutan bambu, Russel dan kelompoknya segera menuju ke tempat wisata kedua mereka, yaitu Monkey Park Arashiyama. Di sana Wisang mengalami kejadian lucu, yang dimana ketika ia sedang memakan pisang, seekor monyet malah menghampirinya dan mengambil pisangnya, sedikit kesal, namun mereka semua akhirnya tertawa bersama.


Waktu menunjukkan pukul 15.00, sesuai rencana Russel dan kelompoknya akan menaiki perahu di danau, dan kebetulan mereka bertemu juga dengan kelompok Ayaka secara tidak sengaja. Pada akhirnya mereka memutuskan untuk bergabung dan naik perahu bersama-sama.


Puas mengelilingi danau menggunakan perahu, nampaknya mereka mulai lapar, maka dari itu, mereka langsung berburu street food yang terletak tak jauh dari tempat mereka berada sekarang. Mereka membeli banyak sekali jajanan dan makan bersama-sama.


Sore hari, nampaknya mereka cukup penat dengan aktivitas mereka selama study tour kali ini. Sehingga Rafael mengajak mereka semua untuk melepas penat dengan berendam di onsen yang tak jauh dari sana.


.


Selanjutnya di Another Place - 他の場所 (Hoka No Basho) Chapter 69: Kyoto-Arashiyama (Onsen)