
Akhirnya festival budaya dimulai. Russel bangun lebih awal dan berangkat ke sekolah sekitar pukul 5 pagi. Karena sesuai rencana, mereka sekelas akan mematangkan persiapan maid cafe agar siap dibuka pada pukul 7.
Sesampainya di kelas, Russel langsung di sambut dengan teman-teman lain yang sudah datang lebih dulu, termasuk Ayaka, dan ketua kelas juga tentunya.
.
"Selamat pagi semuanya.." Ucap Russel yang baru saja masuk ke kelas
"Oh, hai Sel.." Ucap Ayaka
"Selamat pagi juga, Sel." Ucap Ketua kelas
"Hmm.. Mikael belum dateng ya?" Ucap Russel
"Belum." Ucap Ayaka
"Ohh.. jadi sekarang lagi ngapain nih?" Ucap Russel
"Sekarang kami lagi check semua properti pada kondisi yang aman. Soalnya kelas ini dibagi sekat besar ini, yang berfungsi sebagai dapurnya, dan di depan dapur juga ada meja kasirnya." Ucap Ketua kelas
"Betul juga, yah.. kurang lebih semuanya udah siap sih. Palingan tinggal kostum yang belum dipakai." Ucap Russel
"Iya, kalo kamu mau duluan pakai kostumnya boleh aja kok." Ucap Ketua kelas
"Festivalnya dimulai jam 7 kan?" Ucap Russel
"Iya, masih ada waktu sekitar 90 menit lagi." Ucap Ketua kelas
"Yaudah deh, kalo gitu aku ganti baju dulu." Ucap Russel
.
Sementara itu, ketika Russel sedang berada di ruang ganti untuk memakai kostum, Mikael telah sampai di kelas. Dan tak lama setelah itu, ia menyusul Russel ke ruang ganti juga.
Kemudian, 30 menit sebelum festival budaya dimulai, dan semua anggota kelas telah berkumpul dan mengenakan kostum. Ketua kelas menjelaskan skema shift di hari pertama festival budaya ini.
.
"Oke, karena semuanya udah kumpul di sini. Langsung aja, jadi skema shift untuk maid cafe kita kali ini yaitu:
Shift Pagi (Pukul 07.00 s/d 10.00)
Shift Siang (Pukul 10.00 s/d 13.00)
Shift Sore (Pukul 13.00 s/d 16.00)
Nah, disetiap shift itu bakalan terdiri dari 10 anggota. Dan pembagiannya 1 orang chef, 2 orang assistant chef, 2 orang maid, 3 orang waiters, 2 orang penjaga pintu cafe. Untuk pembagiannya, bisa kalian liat sendiri di grup chat ya, terimakasih." Ucap Ketua kelas
"Yup, kurang lebih begitu sih skema shift maid cafe kita. Dan juga buat info, kelas 1-1 mereka membuat proyek rumah hantu, kelas 1-3 membuat proyek drama dan stand makanan ringan." Ucap Wakil ketua kelas
"Hmm.. ngomong-ngomong nanti di akhir hari ketiga, pas acara penutupan. Ada kategori stand terbaik kan?" Ucap Salah satu anggota kelas
"Iya, ada kategori perlombaan stand terpopuler, terunik, dan terlaku (penghasilan terbanyak)." Ucap Ketua kelas
"Yosh, maka dari itu kita harus semangat buat 3 hari ke depan!!" Ucap Wakil ketua kelas
"YOO!! Semangat semuanya kelas kita pasti bisa!!" Ucap Ketua kelas
"YOOO!!!" Ucap Seluruh anggota kelas bersemangat
"Ngomong-ngomong buat persiapan bahan makanan udah siap semua kan?" Ucap Russel
"Sip, udah siap semua kok. Kita beli bahannya fresh tadi pagi sebelum berangkat ke sekolah. Dan juga, kita udah siapin kulkas kecil buat menyimpan bahan makanannya agar tetap terjaga kualitas dan kesegarannya." Ucap Ketua kelas
"Wah, baguslah kalo begitu." Ucap Mikael
"Iya jadi gak usah khawatir. Terus, kalau seandainya bahan makanannya nanti kurang, nanti kita bisa beli lagi ya. Tergantung sama shift yang sedang bekerja. Jadi, intinya sih kita semua harus semangat untuk tiga hari kedepan." Ucap Wakil ketua kelas
"Yosh.." Ucap Russel
"Siap." Ucap Mikael
.
Setelah itu mereka pun bersiap-siap ke posisi masing-masing, karena festival akan segera dimulai.
"Ayaka, kamu dapat shift ke berapa?" Ucap Russel
"Ehh.. aku dapat shift siang. Jadi 3 jam pertama ini aku bebas." Ucap Ayaka
"Wah, sama berarti." Ucap Russel
"Iya, kebetulan aku juga satu bagian sama Russel." Ucap Mikael
"Bagian apa? Penjaga pintu cafe ya?" Ucap Ayaka
"Iya, kami jadi bagian promosi." Ucap Russel
"Wah.. semangat ya.." Ucap Ayaka
"Iya, kamu juga semangat." Ucap Russel
"Jadi gimana, Sel?" Ucap Mikael
"Gimana apanya?" Ucap Russel
"3 jam pertama ini kan kita bebas." Ucap Mikael
"Jadi?" Ucap Russel
"Ya, kita gak mau kemana dulu gitu, daripada bosen di kelas. Nanti yang ada malah di marahin karena ganggu kerjaan yang shift pagi." Ucap Mikael
"Yaudah, kita mau nonton sambutan dan acara pembuka dulu gak?" Ucap Russel
"Boleh-boleh." Ucap Ayaka
"Yaudah deh boleh, ayo kita ke lapangan." Ucap Mikael
"Oke ayo.." Ucap Russel
"Emm..." Ucap Ayaka
"Kamu kenapa Ayaka?" Ucap Russel
"Ehh.. gimana ya.." Ucap Ayaka
.
Mendadak Ayaka menjadi ragu untuk keluar kelas. Beruntung Russel segera menyadari situasi yang sedang terjadi.
"Oh.. kamu malu pakai baju maid keluar kelas ya?" Ucap Russel
"I-iya.." Ucap Ayaka
"Hmm.. yaudah deh, untung tadi aku berangkat pakai jaket. Kamu pakai jaket aku dulu aja, udara di luar juga cukup dingin." Ucap Russel
"Ah- ma-makasih.." Ucap Ayaka
"Iya, gak masalah." Ucap Russel
.
"Oi, ayo. Katanya mau ke lapangan?" Ucap Mikael yang sudah menunggu di luar.
"Iya, sabar napa Mik." Ucap Russel
.
Kemudian Russel, Ayaka, dan Mikael pun segera menuju ke lapangan untuk menyaksikan beberapa kata sambutan dan juga acara pembuka festival budaya sekolah, untuk sekedar menghabiskan waktu sambil menunggu giliran shift siang bekerja.
.
"Wah, rame juga ternyata." Ucap Mikael
"Iya lah, orang festival udah dibuka kok, banyak orang dari luar sekolah juga yang ikut masuk ke festival ini, jadi rame." Ucap Russel
"Sambutannya udah mau di mulai." Ucap Ayaka
"Iya, ayo kita mendekat ke sana." Ucap Mikael
"Oke ayo.." Ucap Russel
.
Setelah itu, kepala sekolah pun memberikan sepatah kata sambutan untuk membuka dan meresmikan festival budaya sekolah mereka kali ini. Kemudian, setelah kata sambutan. Acara mereka selanjutnya adalah konser pembuka dari band sekolah.
"Wah, ini dia konser pembuka." Ucap Mikael
"Hmm.. bolehlah.." Ucap Russel
"Sekarang kita bebas menjelajahi festival kan?" Ucap Ayaka
"Iya, kita bisa ke stand kelas lain juga sebenernya. Kalo kalian mau, kita bisa ke kelas 1-1. Katanya kan mereka buat wahana rumah hantu." Ucap Russel
"Wah, kayaknya seru tuh." Ucap Ayaka
"Ehh.. rumah hantu ya.." Ucap Mikael
"Kenapa Mik? Takut?" Ucap Russel
"Eh- mana ada takut. Ayo kita ke rumah hantu kelas 1-1." Ucap Mikael
"Hmm.. yaudah, ayo.." Ucap Russel
"Ayoo.." Ucap Ayaka
.
"Haloo.. kalian mau coba wahana rumah hantu kami?" Ucap Staff yang sedang berjaga
"Boleh.. berapa harga 3 tiket." Ucap Russel
"Harga 1 tiketnya 250 Yen. Nah karena kebetulan, kalian salah satu pengunjung pertama kami, jadi kami akan memberikan potongan harga. 3 tiket hanya 700 Yen saja." Ucap Staff
"Wah.. terimakasih banyak." Ucap Ayaka
"Oke, kalo gitu kami beli 3 tiket." Ucap Russel
"Ini dia tiketnya silahkan. Tiket ini akan expired sampai festival budaya hari ini selesai ya (jam 16.00)." Ucap Staff
"Oke siap, kebetulan kami mau langsung masuk ke wahana nya." Ucap Russel
"Oh, kalo begitu silahkan masuk.. nanti di dalam ada beberapa instruksi dari staff lain, sebelum kalian masuk ke dalam wahana nya ya.." Ucap Staff
"Oke.." Ucap Russel
.
Mereka sampai di sebuah ruangan kecil, dan di sana terdapat staff lain yang akan menjelaskan peraturan dan instruksi sebelum mereka memasuki wahana.
"Halo.." Ucap Staff
"Halo.." Ucap Russel
"Apakah kalian sudah siap untuk memasuki wahana?" Ucap Staff
"Yosh.. aku siap." Ucap Russel
"Siap.." Ucap Ayaka
"S-siap." Ucap Mikael
"Baiklah. Kalau begitu, beberapa peraturan yang perlu dipatuhi selama berada di dalam wahana adalah sebagai berikut:
Para pengunjung tidak diperkenankan membawa senjata tajam ke dalam wahana.
Para pengunjung tidak diperkenankan untuk memfoto atau merekam segala aktivitas yang terjadi di dalam wahana.
Para pengunjung tidak diperkenankan mengambil properti apapun di dalam wahana.
Para pengunjung tidak diperkenankan melakukan tindakan kekerasan terhadap staff yang berada di dalam wahana.
Para pengunjung tidak diperkenankan makan dan minum selama berada di dalam wahana.
Kemudian, untuk instruksi selama berada di dalam wahana, yaitu. Kalian hanya perlu berjalan mengikuti lorong yang telah kami siapkan, jangan panik dan berlari. Karena dikhawatirkan jika tersandung dan terjatuh. So, good luck, dan have fun!!" Ucap Staff
"Baiklah, aku mengerti." Ucap Russel
.
.
.
Setelah itu mereka mulai masuk ke dalam wahana.
"Gimana Mik? Takut?" Ucap Russel
"Ya, enggak lah, gini doang kok." Ucap Mikael
Tiba-tiba, sebuah tangan menepuk bahu Mikael.
"Apasih Sel?" Ucap Mikael
"Hah kenapa?" Ucap Russel
"Loh? Terus ini tangan siapa?" Ucap Mikael, ia berbalik memalingkan wajahnya.
.
"HUAAAAAAAAAAAA!!!" Ucap Mikael, ia panik dan malah berlari.
"LOH?! Mik jangan lari!!" Ucap Russel
"Lah malah lari." Ucap Staff yang menyamar menjadi hantu
"Maafkan teman kami ya.." Ucap Russel
"Aduh, Mikael malah lari.." Ucap Ayaka
"Yaudah, kita lanjut aja wahananya." Ucap Russel
"O-oke.." Ucap Ayaka
.
Sementara itu Mikael kembali dikagetkan oleh hantu yang tiba-tiba mendadak muncul dihadapannya.
"HUAAAAAAAAAA!!" Ucap Mikael
.
"Loh?! Itu Mikael teriak lagi.." Ucap Russel
"I-iya.. kayaknya dia dikagetin.." Ucap Ayaka
"Bisa jadi.." Ucap Russel
.
Pada akhirnya, tak lama setelah itu. Mikael berhasil keluar dari wahana rumah hantu, dan ia langsung terduduk lemas sambil bersandar di tembok.
Tak lama kemudian, Russel dan Ayaka pun telah selesai dan keluar dari wahana rumah hantu kelas 1-1 tersebut.
.
"Loh Mik, tadi kenapa lari?" Ucap Russel
"Hahh.. ga-gak apa.." Ucap Mikael
"Hmm katanya gak takut." Ucap Russel
"Hahh.. shock aku.." Ucap Mikael
"Yaudah, kalo gitu berapa rating wahana ini 1-10?" Ucap Russel
"Hmm mungkin kalo aku 8 sih." Ucap Ayaka
"0,1/10..." Ucap Mikael
"Buset dah, dikagetin sampe ngasih rating 0,1." Ucap Russel
"Ya gimana.. masih shock aku gara-gara tadi." Ucap Mikael
"Tapi aman kan? Gak ada cidera" Ucap Russel
"Aman aman, tenang aja." Ucap Mikael
"Oh iya, kalo kamu berapa ratingnya, Sel.." Ucap Ayaka
"Kalo aku mungkin 8,5 sih." Ucap Russel
"Lumayan bagus dong berarti." Ucap Ayaka
"Iya, aku menghargai kerja keras mereka. Oh iya, ngomong-ngomong shift siang sebentar lagi udah mau di mulai. Ayo kita ke kelas sekarang." Ucap Russel
"Oh iya, ayoo.." Ucap Ayaka
"O-oke ayo." Ucap Mikael
.
Mereka pun segera bergegas menuju ke kelas 1-2 karena shift siang akan segera dimulai.
.
.
.
Festival budaya akhirnya dimulai. Hari yang ditunggu-tunggu oleh seluruh siswa sekolah akhirnya tiba. Karena itu, Russel dan teman-teman sekelasnya bangun lebih awal dan berangkat menuju ke sekolah pagi-pagi sekali.
Sesampainya di sekolah, mereka langsung mengecek kondisi semua properti berada di keadaan yang stabil dan aman. Setelah itu mereka semua mengenakan kostum yang telah mereka siapkan di hari-hari sebelumnya. Begitu juga, dengan bahan makanan yang telah mereka beli di pagi itu juga, untuk menjaga kualitas dan kesegarannya. Selesai diskusi singkat tadi, kemudian ketua kelas langsung membagikan daftar shift yang akan digunakan sepanjang festival budaya tiga hari kedepan.
Kebetulan, karena Russel, Ayaka, dan Mikael mendapatkan shift yang sama yaitu di shift siang hari. Maka, untuk 3 jam pertama di pagi hari ini kegiatan mereka di bebaskan. Oleh karena itu, Russel mengajak Ayaka dan Mikael untuk menyaksikan kata sambutan dan acara pembuka di lapangan.
Setelah kata sambutan dari kepala sekolah selesai, dan acara berlanjut ke konser band sekolah. Russel mengajak Ayaka dan Mikael untuk mencoba wahana rumah hantu yang dibuat oleh kelas 1-1, walaupun awalnya Mikael nampak ragu-ragu karena ketakutan. Namun akhirnya ia menerima ajakan Russel karena tak terima dibilang penakut.
Sesampainya di wahana rumah hantu, suasana yang mencekam mulai terasa. Mereka di sambut oleh penjaga wahana, dan segera membeli tiket. Setelah mengantri menunggu giliran, akhirnya mereka mendapatkan giliran untuk masuk ke dalam rumah hantu. Sebelumnya, salah satu staff menjelaskan beberapa peraturan dan himbauan sebelum mereka memasuki wahana.
Setelah semua hal telah dijelaskan oleh staff, akhirnya mereka mulai masuk ke dalam rumah hantu. Pada awalnya semua nampak biasa saja, sampai tiba-tiba salah satu hantu mengagetkan mereka dan membuat Mikael berteriak panik dan berlarian tanpa arah. Kejadian tersebut berulang selama beberapa kali, sampai akhirnya mereka berhasil menyelesaikan wahana rumah hantu tersebut. Beruntung, tak ada hal buruk yang terjadi selama di dalam wahana.
Saat keluar dari wahana rumah hantu, tak terasa. Staff siang sebentar lagi akan segera memulai gilirannya. Lantas, Russel, Ayaka, dan Mikael segera kembali ke kelas, dan bersiap memulai pekerjaan mereka masing-masing.
.
Selanjutnya di Another Place - 他の場所 (Hoka No Basho) Chapter 55: Festival Budaya (2)