Another Place

Another Place
Chapter 62: Pesta Akhir Tahun



Sebelumnya Russel dan teman-temannya telah selesai melakukan Christmas party dan tukar kado yang mereka lakukan di cafe kecil yang berada dekat dengan desa. 6 hari berlalu, dan sekarang kalender menunjukkan tanggal 31 Desember, akhir tahun sudah semakin dekat. Maka dari itu, sesuai seperti rencana yang telah mereka buat beberapa minggu yang lalu, hari ini Russel dan teman-temannya akan mengadakan pesta tahun baru di rumah Rafael saat malam nanti. Kemudian seperti biasa, kali ini Russel kembali bangun di pagi hari.


.


"Hoamm.. jam berapa sekarang? Oh jam 8 pagi.. hmm.. nanti malem pesta tahun baru ya.. aku harus siap-siap dulu," ucap Russel


.


Setelah itu Russel langsung mandi dan sarapan, sambil menunggu sore hari nanti karena mereka akan berkumpul untuk membeli banyak kembang api untuk memeriahkan acara pesta akhir tahun malam hari nanti. Sekitar pukul 13.00, ia memulai percakapan di grup chat.


Russel [13.05]: Halo semuanya.


Ayaka [13.06]: Halo.


Mikael [13.06]: Nanti malem jadi kan?


Michael [13.07]: Di rumah Rafael kan kita ngumpulnya?


Rafael [13.07]: Iya.


Russel [13.07]: Iya, nanti sekitar jam 8 kita kumpul.


Wisang [13.07]: Apa aja yang perlu dibawa?


Russel [13.08]: Nah itu, gimana kalo nanti kita kumpul dulu di toko yang jual mainan di dekat desa?


Ayaka [13.08]: Toko mainan?


Russel [13.09]: Iya, buat beli kembang api.


Wisang [13.10]: Kembang api? Boleh juga tuh.


Mikael [13.11]: Jam berapa kira-kira kumpul di toko mainannya?


Michael [13.11]: Gimana kalo jam 3 sore?


Russel [13.12]: Boleh deh, jam 3 sore aja.


Mikael [13.13]: Oke jam 3 sore.


Wisang [13.13]: Oke.


Rafael [13.14]: Ya, boleh lah jam segitu.


Ayaka [13.14]: Oke sampai jumpa nanti sore.


Miko [13.15]: Sampai jumpa nanti sore.


Russel [13.15]: Yosh.


.


Setelah itu mereka memutuskan untuk  pergi ke toko mainan yang terletak di dekat desa mereka sekitar pukul 15.00 nanti. Di sana mereka akan membeli beberapa kembang api dan mungkin permainan lainnya sebagai pelengkap pesta akhir tahun malam nanti yang akan diadakan di rumah Rafael. Waktu berjalan beberapa saat, Russel keluar rumah sekitar pukul 14.30 karena ia tak ingin terlambat seperti pada hari-hari sebelumnya. Ia berjalan sekitar 30 menit, dan akhirnya sampai di depan toko mainan tersebut. Sebuah toko mainan tradisional yang telah berdiri sejak puluhan tahun yang lalu, nampak bangunan toko dan ornamennya yang terbuat dari kayu memberi kesan sejarah yang sangat kuat.


.


"Fiuh, sampe juga akhirnya. Hmm.. yang lain belum pada dateng ya," ucap Russel.


"Hai Sel," ucap Mikael yang mendadak muncul dari arah depan.


"Oh Mikael dateng juga akhirnya," ucap Russel.


"Yang lain mana? Belum pada dateng kah?" ucap Mikael.


"Belum, baru kita berdua doang," ucap Russel.


"Hmm yaudah deh, tunggu mereka dulu," ucap Mikael


"Hai Sel, Mik," ucap Wisang, yang baru saja datang.


"Oh hai Wis," ucap Mikael.


"Yang lain belum pada dateng?" ucap Wisang.


"Belum, udah kita tungguin mereka dulu," ucap Mikael


"Oke," ucap Wisang.


.


Pada akhirnya mereka bertiga memutuskan untuk menunggu teman-teman yang lain datang ke toko mainan agar tidak salah membeli kembang api yang akan mereka mainkan. Sekitar 15 menit berlalu, dan mereka semua telah berkumpul di depan toko tersebut.


"Yosh, udah kumpul semuanya," ucap Russel.


"Oke, ayo kita langsung masuk aja," ucap Mikael.


"Ayo," ucap Ayaka.


"Hmm, di toko ini jual apa aja ya? Aku baru pertama kali ke sini," ucap Rafael.


"Sama, aku juga bari pertama kali ke sini," ucap Michael.


"Wah.. ternyata banyak juga barang yang dijual di sini," ucap Russel


"Hmm.. keren juga ternyata, nih ada banyak kembang api, mau beli yang mana?" ucap Rafael.


"Hmm.. banyak banget, aku jado bingung," ucap Wisang.


"Santai Wis, kayaknya kembang api yang ini aja, tulisannya 'dapat mencapai tinggi 50 meter+' kayaknya menarik," ucap Mikael.


"Oke beli kembang api yang ini 3 bungkus," ucap Rafael


"3 bungkus? Ga kebanyakan tuh?" ucap Michael.


"Tenang aja, lagian kan kita juga mau pesta," ucap Rafael.


"Hmm.. yaudah deh," ucap Michael.


"Beli yang mana lagi nih?" ucap Rafael.


"Kembang api yang ini kayaknya lumayan bagus," ucap Ayaka.


"Ke-kembang api yang ini juga," ucap Miko.


"Oke, berarti beli juga," ucap Rafael.


"Sama yang ini deh, kayaknya bagus," ucap Russel.


"Yosh, udah lumayan banyak," ucap Wisang.


"Yah, udah segini sih. Cukup kah?" ucap Rafael.


"Oke lah, udah banyak kok," ucap Russel.


"Bisa semalaman nanti kita main kembang apinya," ucap Michael.


"Gak apa, seru kok," ucap Mikael.


"Yaudah deh ayo kita bayar sekarang," ucap Rafael


"Ayoo," ucap Russel, Ayaka, Mikael, Michael, Miko, dan Wisang.


Setelah itu mereka langsung menuju ke kasir untuk membayar semua kembang api yang telah mereka beli, berbagai macam jenis kembang api mereka beli untuk memeriahkan pesta tahun baru nanti malam. Mereka keluar dari toko mainan dengan beberapa kantung plastik penuh kembang api.


"Ehh.. kayaknya kita beli kembang api nya kebanyakan deh," ucap Wisang.


"Iya, sampe tiga kantung penuh gini ya haha," ucap Rafael.


"Gak apa-apa Wis, kita jadi bisa main kembang api semalaman nanti," ucap Mikael.


"Kebanyakan juga bisa bahaya tau," ucap Michael.


"Tau tuh, gimana sih kamu Mik," ucap Russel.


"Hmm," ucap Mikael.


"Yaudah kita mau ke rumah Rafael sekarang?" ucap Michael.


"Yaudah ayo," ucap Mikael.


"Tapi sekarang udah sore, emangnya kalian udah pada makan sore?" ucap Michael.


"Eh? Belum sih," ucap Wisang.


"Kenapa emangnya Mich?" ucap Rafael.


"Ada tempat makan didekat sini kah?" ucap Russel.


"Nah itu, aku tau tempat ramen yang enak didekat sini, mau coba pergi ke sana kah?" ucap Michael.


"Hmm.. boleh deh sekalian makan sore," ucap Ayaka.


"I-iya," ucap Miko.


"Oke deh," ucap Russel.


"Oke ayo kita ke sana," ucap Rafael.


"Ayo, ikuti aku sini," ucap Michael memimpin jalan mereka menuju ke kedai ramen.


.


.


.


.


"Wah, kayaknya enak nih," ucap Mikael.


"Pasti dong, rekomendasi aku tuh pasti  enak," ucap Michael.


"Hmm.. bener sih, enak rasanya," ucap Russel.


"Nice Mich," ucap Wisang.


"Enak ya ternyata," ucap Ayaka.


"I-iya," ucap Miko.


"Boleh lah tempat makan rekomendasi kamu Mich," ucap Mikael.


"Baguslah kalo pada suka rasa makanannya, ayo kita cepat habisin, nanti keburu malam," ucap Michael.


"Iya tenang aja," ucap Mikael.


.


Tak perlu waktu lama untuk menghabiskan semangkuk ramen, setelah kenyang mereka langsung melanjutkan perjalanan mereka menuju ke rumah Rafael  untuk melakukan pesta di sana. Sekitar 30 menit berlalu, mereka telah sampai di depan rumah Rafael dan langsung disambut oleh beberapa pekerja di sana.


.


"Wah.. udah lama aku gak ke rumah kamu Raf," ucap Mikael.


"Haha, selamat selamat datang kembali, ayo masuk-masuk," ucap Rafael.


.


Russel dan teman-temannya beserta Rafael segera masuk ke dalam rumah dan ia mengajak mereka semua menuju ke taman samping rumah sebagai tempat mereka berpesta tahun baru.


"Wah, pemandangannya bagus banget, dari sini kita bisa langsung liat laut," ucap Mikael.


"Nice, langit malam yang indah, tapi bulannya ketutupan awan sih," ucap Wisang.


"Hahh akhirnya sampe juga.. jadi, kita mulai pestanya sekatang?" ucap Russel.


"Oke ayo!" ucap Rafael.


.


Mereka semua saling bekerja sama mempersiapkan segala sesuatu untuk pesta tahun baru yang sebentar lagi akan segera dilaksanakan. Setelah semua siap, mereka duduk bersama sambil menyiapkan kembang api.


"Yosh udah siap semua, ayo kita main," ucap Mikael.


"Inji mochi sama sup nya sudah saya siapkan," ucap Pekerja di rumah Rafael.


"Oh iya pak, silahkan ditaruh di situ aja," ucap Rafael


"Oh iya, makasih banyak Raf," ucap Russel.


"Makasih Raf," ucap Wisang.


"Oke makasih ya," ucap Mikael.


"Bukan masalah," ucap Rafael.


"Aku bantuin siapin kembang apinya ya," ucap Michael.


"Oke sini bantuin aku," ucap Mikael.


"Oke," ucap Michael


.


*DUARRR


Satu persatu kembang api mulai meledak di langit malam, warna warni yang menyala membuat pemandangan yang sangat indah, suasana pesta menjadi sangat merah.


"Wah.. indah banget ya Miko," ucap Ayaka.


"I-iya, kembang api nya bagus," ucap Miko.


"Ayo kita siapin lagi Mich," ucap Mikael.


"Iya ayo, ini lagi aku susun, kamu tinggal bakar sumbu nya," ucap Michael.


"Kerjasama yang bagus Mich, Mik," ucap Wisang.


"Wah keren ya, pesta akhir tahunnya jadi meriah," ucap Russel


"Baguslah, seru juga ternyata, nih kembang apinya masih banyak," ucap Rafael sambil membawakan kembang api untuk mereka nyalakan.


.


Di tengah-tengah keseruan pesta yang sedang berlangsung, tiba-tiba hujan badai mengguyur desa dengan snagat deras. Seketika itu juga, Russel dan teman-temannya langsung cepat-cepat berkemas dan masuk ke dalam rumah Rafael.


"Duh malah hujan badai ditengah pesta," ucap Rafael.


"Gimana nih?" ucap Mikael.


"Hmm.. kita jadinya gak bisa pulang," ucap Russel.


"Emm.. gimana ya?" ucap Ayaka.


"Ya, palingan nunggu hujannya reda," ucap Michael.


"Yaudah deh," ucap Wisang.


"Hmm.. gimana kalo kalian menginap di rumah ku?" ucap Rafael.


"Eh?" ucap Russel.


"Gak apa-apa kok, ada 2 kamar tamu yang kosong," ucap Rafael.


"Wah boleh tuh," ucap Mikael.


"Hmm.. mungkin kalo hujannya gak reda-reda juga sampe malem, kami bakalan di sini," ucap Michael.


"Ya gitu aja deh, kalo hujannya reda kami bakal pulang nanti," ucap Russel.


"Udah malem loh, lebih baik kalian tidur di sini aja, besok pagi juga kita ada hatsumode kan, biar langsung sekalian," ucap Rafael.


"Hmm, yaudah deh," ucap Wisang.


"Oke lah," ucap Mikael.


"Yaudah kalo gitu, maaf ngerepotin Raf," ucap Russel.


"Maaf ngerepotin," ucap Ayaka.


"Tenang aja, gak apa-apa kok," ucap Rafael.


.


Setelah itu pada akhirnya Russel dan teman-temannya yang lain memutuskan untuk menginap terlebih dahulu malam ini di rumah Rafael karena hujan badai yang tak kunjung reda juga. Sambil menghabiskan waktu malam hari, mereka mengobrol sampai akhirnya satu persatu dari mereka mulai mengantuk dan masuk ke kamar. Ayaka dan Miko tidur di satu kamar yang sama, sementara itu Rafael dan Mikael mereka berdua tidur di kamar yang sama, dan Russel, Wisang, serta Michael berada di kamar tamu yang tersisa.


.


"Oi, jangan rusuh ya Mik, udah malem," ucap Rafael.


"Iya, tapi bagi selimutnya dong!" ucap Mikael.


"Hmm.. iya deh ini-ini, lagi males berantem aku," ucap Rafael.


"Nah gitu dong," ucap Mikael.


"Hoamm.. udah ah aku mau tidur dulu," ucap Rafael.


.


Pada akhirnya semua tertidur dengan lelap di temani dengan rintik hujan deras dari luar rumah. Pesta akhir tahun telah selesai, walaupun diakhir tak berjalan sesuai dengan rencana akan tetapi semua telah terjadi, kini Russel dan teman-temannya akan mempersiapkan diri mereka untuk hatsumode dipagi hari nanti.


.


.


.


-CHAPTER 62 END-


.


Setelah sebelumnya mereka melakukan Christmas party dan tukar kado yang mengawali rangkaian kegiatan akhir tahun mereka. Tak terasa 6 hari telah berlalu, dan pada tanggal 31 Desember kali ini, mereka akan melakukan pesta akhir tahun sepanjang malam di rumah Rafael nanti.


Untuk mempersiapkannya, disore harinya Russel dan teman-temannya memutuskan untuk berkumpul di toko mainan tradisional yang terletak di desa mereka untuk membeli banyak persediaan kembang api yang akan mereka mainkan malam nanti.


Setelah membeli persediaan kembang api, diluar rencana mereka malah pergi mampir ke kedai ramen yang terletak tak jauh dari toko mainan, sambil sekedar mengisi perut sebagai energi untuk bermain sepanjang malam nanti.


Kemudian selesai memakan ramen, Russel dan teman-temannya langsung berjalan bersama menuju ke rumah Rafael yang terletak di dekat pantai.


Sesampainya di rumah Rafael mereka langsung disambut dengan beberapa sajian makanan ringan untuk menemani pesta akhir tahun malam ini. Setelah melakukan beberapa persiapan, tanpa berlama-lama mereka langsung mengeluarkan kembang api yang telah mereka beli tadi, dan mulai menyalakannya satu persatu.


Beberapa saat berlalu, dan persediaan kembang api mereka mulai berkurang. Sambil bergantian menyalakan kembang api, beberapa dari mereka juga mulai mengobrol sambil duduk dan juga bermain beberapa permainan. Sampai akhirnya setelah ssmua kembang api selesai dinyalakan, tanpa diduga hujan badai turun dengan sangat deras, membuat Russel, Ayaka, Mikael, Miko, Michael, dan Wisang tidak dapat pulang ke rumah mereka. Alhasil, sambil menunggu hujan badai reda mereka masuk ke dalam rumah Rafael sambil bermain ditemani segelas teh hangat.


Namun lama waktu berlalu, nampaknya hujan badai tak kunjung reda juga. Kini malam telah larut, mau tak mau pada akhirnya mereka semua memutuskan untuk menginap di rumah Rafael, beruntung ada 2 kamar tamu yang kebetulan masih kosong. Mereka tidur dan menanti esok hari untuk melakukan hatsumode.


.


Selanjutnya di Another Place - 他の場所 (Hoka No Basho) Chapter 63: Hatsumode