
Hari terakhir festival budaya akhirnya telah dimulai. Tak terasa, perjalanan Russel dan teman-temannya beserta kelas mereka masing-masing membangun proyek besar selama 3 hari ini akan segera berakhir.
Dihari ketiga ini, sama seperti kemarin. Russel, Ayaka, dan Mikael mendapatkan shift pagi kembali. Sehingga mereka akan memiliki jam bebas disepanjang sisa hari nanti.
Russel bangun pagi, dan mempersiapkan dirinya untuk segera berangkat ke sekolah. Sesampainya di sekolah, seperti hari-hari sebelumnya ia langsung mengganti pakaiannya dan bersiap untuk segera membuka maid cafe.
.
'Hmm, tumben kayak ada yang kurang? Tapi apa ya?' Ucap Russel dalam hati
"Hoi Sel! Kenapa merenung? Lagi ada masalah kah?" Ucap Mikael
"Loh Mikael ternyata, lah tumben kamu dateng pagi-pagi gini." Ucap Russel
"Iya dong, hari ini kan hari terakhir festival budaya, jadi aku dateng lebih pagi supaya lebih seger. Nanti juga kita pulangnya lebih sore kan karena bakalan ada pengumuman kategori yang udah dikasih tau ketua kelas waktu itu." Ucap Mikael
"Iya, semoga aja sih kelas kita bisa menang. Soalnya selama tiga hari ini, aku liat-liat kelas kita selalu rame pengunjung. Dari pagi sampe sore, masih aja rame. Tapi aku jadi lega, respon pengunjung juga baik-baik semua sih, sedikit yang kritik dan komplain buat maid cafe kelas kita." Ucap Russel
"Iya baguslah. Kita juga udah bekerja keras dari minggu-minggu lalu buat proyek besar ini. Ngeliat hasilnya yang bener-bener baik gini aku jadi seneng." Ucap Mikael
"Iya betul." Ucap Russel
"Oh iya Sel, ngomong-ngomong kamu kemarin ngapain aja sama Sumire?" Ucap Mikael
"Oh iya aku belum jelasin. Intinya sih ternyata kemarin itu Sumire punya nomor identik 55 juga." Ucap Russel
"Loh, itukan nomor yang dikasih sama Rafael? Gara-gara barter kemarin kan?" Ucap Mikael
"Iya, ternyata cewek yang punya nomor identik 55 itu Sumire juga. Yaudah kemarin dia ngajak aku buat foto pasangan." Ucap Russel
"Terus kamu terima?" Ucap Mikael
"Ya gimana? Aku gak punya pilihan lain, soalnya udah di depan booth fotonya juga." Ucap Russel
"Hmm.. sama sih, aku juga kemarin foto pasangan." Ucap Mikael
"Eh? Miko punya nomor pasangan yang sama kayak kamu kah?" Ucap Russel
"Yup, aku sama dia sama-sama dapet nomor identik 20." Ucap Mikael
"Kebetulan yang hebat. Yah baguslah kalo gitu.. tapi aku jadi penasaran." Ucap Russel
"Penasaran sama apa?" Ucap Mikael
"Rafael jadinya foto pasangan sama siapa ya, dari hasil barter sama nomor identikku kemaren?" Ucap Russel
"Hmm iya juga.. aku juga jadi penasaran. Tapi dia belum kelihatan dari tadi sih, mungkin dia masih sibuk ngurusin wahana rumah hantu kelasnya." Ucap Mikael
"Bisa jadi sih." Ucap Russel
"Yaudah lah, ayo kita ke kelas." Ucap Mikael
"Ayo.. tapi ngomong-ngomong Ayaka udah dateng belum sih?" Ucap Russel
"Ayaka ya? Kayaknya belum deh, soalnya tadi pas aku dateng ke kelas, aku gak liat dia." Ucap Mikael
"Ehh.. mungkin dia masih di jalan." Ucap Russel
"Iya.." Ucap Mikael
.
Setelah selesai berganti pakaian dengan kostum pelayan mereka, Russel dan Mikael langsung kembali ke kelas, karena festival budaya hari ketiga akan segera di mulai.
"Oke semuanya, hari ini merupakan hari terakhir festival budaya. Tapi walaupun begitu, kita harus tetap semangat, karena nanti sore juga bakalan ada pengumuman buat kategori stand terbaik. Jadi aku harap kita semua bisa mengerahkan kemampuan kita yang terbaik buat sepanjang hari ini." Ucap Ketua kelas
"Yosh, tenang aja. Aku masih semangat.." Ucap Mikael
"Iyalah orang masih pagi Mik." Ucap Russel
.
Tiba-tiba Ayaka melewati mereka tanpa menyapa sama sekali.
"Eh? Itu Ayaka kan yang barusan aja lewat?" Ucap Mikael
"Lah iya, tapi kenapa dia gak nyapa kita ya." Ucap Russel
"Hmm.. mungkin dia lagi gak enak badan? Atau mungkin lagi fokus jadi gak sempet nyapa." Ucap Mikael
"Ya bisa jadi sih, nanti deh aku coba tanya pas udah selesai shift pagi kita." Ucap Russel
"Oke." Ucap Mikael
"Yaudah kalo gitu ayo kita siap-siap ke depan cafe sekarang." Ucap Russel
"Oke ayo." Ucap Mikael
.
Setelah mereka telah siap di posisi masing-masing. Akhirnya festival budaya hari terakhir ini dimulai. Seperti hari sebelumnya, Russel, Ayaka, dan Mikael mendapatkan bagian shift pagi sehingga mereka harus bekerja diawal hari ini.
Masih sama seperti hari sebelumnya, Russel dan Mikael dapat menunjukkan performa terbaik mereka sebagai peniaga pintu cafe. Mereka masih dapat menarik perhatian banyak pelanggan melalui promosi yang mereka lakukan.
Sementara itu nampaknya performa Ayaka agak sedikit menurun sebagai maid yang bekerja di dalam cafe. Ia nampak sedikit kurang fokus dan melakukan beberapa kesalahan kecil, hingga salah mengantarkan pesanan milik salah satu pelanggan, dan kabar tentang hal itu sampai kepada Russel dan Mikael yang berada di depan cafe.
.
"Hmm, ada apa ya sama Ayaka sebenernya?" Ucap Mikael
"Aku rasa dia mungkin kelelahan, jadi performanya menurun." Ucap Russel
"Bisa jadi sih." Ucap Mikael
"Iya, soalnya dari kemarin kan cafe kita selalu ramai pengunjung. Semua anggota kelas juga pasti kecapean." Ucap Russel
"Yah.. bener juga sih, aku juga sepulang festival langsung tidur gara-gara capek banget." Ucap Mikael
"Nanti aku bakal coba tanyain langsung ke Ayaka kenapa performanya bisa menurun, habis shift pagi ini selesai." Ucap Russel
"Apa?" Ucap Russel
"Ada salah satu keuntungan shift pagi. Yaitu kita jadi punya waktu bebas sampe sore nanti." Ucap Mikael
"Iya betul. Setelah shift ini selesai, kita bisa keliling festival budaya sepuasnya sampe sore." Ucap Russel
.
Tak terasa waktu berlalu, hingga akhirnya shift pagi telah selesai. Sehingga kini Russel, Ayaka, dan Mikael mendapatkan waktu bebas sepanjang hari hingga sore nanti.
.
"Terimakasih ya.." Ucap Ayaka
"Iya, terimakasih atas kerja kerasnya selama shift pagi kali ini Ayaka. Selamat bersenang-senang menikmati festival budaya." Ucap Ketua kelas
.
Setelah sedikit membereskan cafe untuk persiapan shift siang yang akan segera bekerja. Ayaka langsung keluar dari cafe untuk sekedar berjalan-jalan di festival budaya. Tanpa disadari, Russel mengikutinya dari belakang, dan langsung menyapanya.
"Ayaka!" Ucap Russel
"Eh? Russel?" Ucap Ayaka
"Kamu kecapean kah?" Ucap Russel
"Eh-? E-enggak kok.. a-aku pergi dulu.." Ucap Ayaka
"Tunggu-!" Ucap Russel, sambil langsung menggengam tangan Ayaka.
"Eh-?!" Ucap Ayaka
"Kenapa kamu keliatan gak semangat dari tadi pagi? Apa gara-gara kemarin?" Ucap Russel
"Emm.. gimana ya.." Ucap Ayaka
"Kalo gitu, supaya perasaan kamu lebih baik, ayo kita beli minuman rasa matcha." Ucap Russel
"Ah- eh- tunggu dulu.." Ucap Ayaka
"Kamu bisa jelasin semuanya nanti, kalo perasaan kamu udah lebih baik dan tenang." Ucap Russel
"Emm.. oke deh.." Ucap Ayaka
.
Setelah berhasil meyakinkan Ayaka dan pergi untuk mengajaknya berkeliling festival karena shift pagi mereka telah selesai. Akhirnya Russel dan Ayaka segera menuju ke stand minuman yang dibuat oleh pihak osis sekolah. Di sana menyediakan banyak jenis minuman, termasuk matcha latte yang menjadi minuman favorit Ayaka.
"Emm.. kita jadinya mau ke mana?" Ucap Ayaka
"Kita bakalan pergi ke stand yang dibuat osis." Ucap Russel
"Eh? Stand apa itu?" Ucap Ayaka
"Stand minuman. Di sana banyak jenis minuman yang bisa kita beli. Ada matcha latte juga yang pasti." Ucap Russel
"Wah.. matcha latte.." Ucap Ayaka
"Iya, jadi ayo kita ke sana. Nanti aku yang traktir." Ucap Russel
"Eh- ga-gak usah kok." Ucap Ayaka
"Gak apa, ayo kita ke sana." Ucap Russel sambil menarik lengan Ayaka karena ia terlihat masih sedikit murung dan tidak bersemangat.
Pada akhirnya Russel berhasil membujuk Ayaka dan mereka langsung berjalan menuju ke stand minuman yang dibuat oleh osis.
"Selamat datang!!" Ucap Staff yang sedang berjaga
"Wahhh..." Ucap Ayaka
.
-Chapter 58 END-
.
.
.
Hari ketiga festival budaya telah dimulai!
Hari ini adalah hari terakhir dari rangkaian acara festival budaya sekolah mereka. Sama seperti kemarin, Russel, Ayaka, dan Mikael masih mendapatkan bagian shift pagi untuk bekerja. Sehingga mereka berangkat ke sekolah lebih awal untuk mempersiapkan pembukaan maid cafe di hari terakhir ini.
Sesampainya di sekolah, nampaknya Russel belum menemukan Ayaka sepanjang perjalanannya menuju ke sekolah. Bahkan ketika berada di ruang ganti dan Mikael juga datang menyusul Russel. Ia mengatakan bahwa belum melihat Ayaka sama sekali hari ini.
Tetapi berusaha untuk tidak memikirkan hal itu, Russel dan Mikael mengganti topik obrolan mereka mengenai perihal nomor pasangan yang sudah berlalu kemarin, salah satunya adalah tentang kebetulan bahwa nomor identik milik Mikael yang ternyata sama dengan nomor milik Miko. Kemudian tentang nomor Russel yang sama dengan Sumire karena telah barter dengan Rafael.
Tak ingin berlama-lama dan mengejar waktu juga, mereka segera mengganti kostum dan langsung kembali ke kelas untuk membantu teman-teman mereka yang lainnya. Hingga akhirnya ketika Russel dan Mikael telah sampai di cafe, mereka melihat Ayaka juga.
Namun ketika mereka berpapasan, Ayaka tidak menyapa mereka sama sekali. Sungguh suatu hal yang sangat aneh, tetapi mereka tidak terlalu mengganggap serius hal itu dan melanjutkan pekerjaan mereka dengan semangat.
Pada akhirnya maid cafe mereka dibuka kembali. Seperti biasa, Russel dan Mikael menjalankan promosi mereka di depan pintu cafe dengan sangat baik. Mereka mampu menjaga performa mereka tetap stabil seperti hari-hari sebelumnya.
Sayangnya hal tersebut tidak berlaku untuk Ayaka juga, ia malah menunjukkan penurunan performa nya sebagai maid yang bekerja di dalam kelas. Ia nampak melakukan beberapa kesalahan kecil, sampai salah mengantarkan pesanan milik pelanggan. Kabar tentang penurunan performa Ayaka pun mulai tersebar hingga kepada Russel dan Mikael yang berada di depan kelas.
Mendengar hal itu, Russel mengindikasikan bahwa Ayaka sedang kelelahan akibat hari-hari sebelumnya. Dan ia berencana untuk mengajak Ayaka berkeliling festival setelah shift pagi selesai. Namun, yang menjadi pertanyaannya adalah. Sebenernya karena hal apa Ayaka mendadak menurun performanya? Kemudian apakah Ayaka mau menerima ajakan Russel untuk berkeliling festival? Setelah ia terlihat seperti menghindari Russel sepanjang hari di festival kali ini.
.
.
.
Selanjutnya di Another Place - 他の場所 (Hoka No Basho) Chapter 59: Festival Budaya Hari Ke-3 (END)