
*BUMMMMMM (Sebuah ledakan yang cukup besar mendadak muncul ketika Russel dan teman-temannya baru saja keluar dari dalam portal.)
.
.
.
"Akhhh.." Ucap Russel
"Aduh.. apa-apaan itu tadi.." Ucap Rafael
"Kok bisa ada ledakan gitu?" Ucap Mikael
"Aku juga gak tau." Ucap Wisang
.
*SINGGGGG (Sebuah benda terbang dengan cepat menuju ke arah mereka.)
"A-Apa?!" Ucap Rafael
"Awas Wis-" Ucap Mikael
"AKHHH.." Wisang terkena tebasan benda tersebut, dan terjatuh ke belakang.
"Kamu gak apa apa, Wis?" Ucap Mikael, sambil membantu Wisang untuk berdiri kembali.
"Iya.. aku gak apa." Ucap Wisang
"Tunggu dulu. Tadi itu cakram? Apa itu milik Urami?" Ucap Russel
.
Dari kejauhan nampak seseorang berjalan ke arah mereka..
"Akhirnya kita bertemu lagi.." Ucap Urami
"Cih.. dugaanku benar." Ucap Russel
"Kali ini aku tidak akan bermain main lagi." Ucap Urami
"Dengan cakram yang aku miliki sekarang, dan juga katana ini.." Ucap Urami
"Itu katana milikku!" Ucap Mikael
"Memang dulu katana ini milikmu, tetapi sekarang ini adalah senjata milikku. Dan aku akan menunjukkan bagaimana cara sebenarnya untuk menggunakan senjata legendaris." Ucap Urami
.
.
.
"Tunggu dulu- dimana Shi? Ia tidak nampak berada disekitar sini." Ucap Wisang
"Aku juga gak tau." Ucap Michael
"Tapi kita harus tetap waspada." Ucap Russel
"Ya, aku tau." Ucap Mikael
"Jadi apa yang harus kita lakukan selanjutnya?" Ucap Ayaka
"Kita akan serang seperti strategi yang telah aku katakan tadi." Ucap Russel
"Kamu yakin ini bakalan berhasil, Sel?" Ucap Mikael
"Yah.. semoga aja berhasil." Ucap Russel
"Kok gak yakin gitu? Aku jadi umpan ini masalahnya. Kalo gak berhasil bisa gawat nanti." Ucap Mikael
"Tenang aja Mik, kita pasti bisa mengalahkan mereka." Ucap Wisang
"Hmm.." Ucap Mikael
"Ngomong-ngomong kayaknya ledakan tadi berasal dari cakram milik Urami." Ucap Russel
"Gimana caranya? Urami kan kekuatannya magnetic, bukan tanah." Ucap Mikael
"Aku rasa cakram Urami telah disiapkan di dalam tanah saat kita masih berada di dalam portal, sehingga ketika kita keluar dari portal, Urami dengan mudah menggunakan kekuatan magnetic miliknya untuk menarik cakram ke arah atas sehingga mendorong permukaan tanah, dan seolah olah seperti terjadi sebuah ledakan. Kemudian cakram yang masih berada di udara kembali diarahkan hingga mengenai Wisang tadi, baru setelah itu Urami menarik kembali cakramnya." Ucap Russel
"Hmm masuk akal juga analisis mu." Ucap Wisang
"Bisa gitu juga, ya." Ucap Mikael
"Tapi sekarang masalah kita masih sama. Urami, tapi dengan katana milikmu, Mik." Ucap Russel
"Yah.. tanpa adanya Shi harusnya ini akan jadi lebih mudah." Ucap Mikael
"Kita gak akan pernah tau seberapa besar kekuatan lawan, Mik." Ucap Russel
"Jangan remehin musuh walaupun jumlah kita lebih banyak." Ucap Rafael
"Iya iya.. terus sekarang kita bersiap buat nyerang?" Ucap Mikael
"Baiklah. Seperti rencana awal, kamu jalan mendekat ke arah Urami. Aku di sini bakal siapin teknik rahasiaku (Muteki)." Ucap Russel
"Oke, jangan lupa back up aku kalau nanti aku minta tolong ya." Ucap Mikael
"Ya, tenang aja Mik." Ucap Wisang
.
.
.
Mikael pergi berjalan mendekati Urami. Dan ternyata Urami menanggapi itu sebagai persiapan penyerangan, sehingga Urami bersiap dengan katana milik Mikael di tangannya.
.
"Ohh.. kalian sudah siap ya.. baiklah.." Ucap Urami. Ia berlari dengan cepat ke arah Mikael.
.
"A-apa?! Cepat sekali?!" Ucap Mikael
Dengan cepat Urami sudah berada tepat di depan Mikael, dan ia hendak menebasnya.
"Tamat riwayatmu!!" Ucap Urami, yang hendak menebas Mikael
*TAKKK (Gerakan Urami tertahan)
"A-apa?" Ucap Urami
"Fiuhh, untung aja tepat waktu." Ucap Russel
"Apa yang kau lakukan?" Ucap Urami
"Hanya bagian dari rencanaku." Ucap Russel
"Si-sialan.." Ucap Urami
.
Beberapa waktu sebelum Urami berlari dengan cepat ke arah Mikael..
"Oke, aku harap Mikael bisa melaksanakan tugasnya dengan benar." Ucap Wisang
"Oke, jadi sekarang tugas kami adalah buat barrier kan." Ucap Wisang
"Ya, kalian tolong lindungi aku sementara waktu." Ucap Russel
"Baiklah. Aku akan membuat dinding pelindung." Ucap Rafael
.
"Secret Technique: Muteki." Ucap Russel
Tak lama setelah itu bayangan tak terlihat pun muncul, dan Russel mengendalikan bayangan itu untuk segera menolong Mikael. Dari kejauhan nampak Urami yang tengah berlari menuju Mikael dan akan menebasnya. Beruntung, disaat yang tepat, bayangan Russel telah sampai di sebelah Mikael, dan langsung menangkap Urami.
.
"Jadi apa yang bisa kau lakukan sekarang?" Ucap Mikael
"Cih- si-sialan kau!!" Ucap Urami
"Mik, kamu bisa ambil katananya sekarang." Ucap Wisang
"Oh, oke.." Ucap Mikael. Ia mengambil katana miliknya dari tangan Urami.
"Beraninya kau!!" Ucap Urami
.
"Akhirnya Auto Generated Katana milikku kembali. Untung belum tergores sama sekali." Ucap Mikael
"Cih.. lepaskan aku!!" Ucap Urami
.
"Oke, sekarang kita bisa mendekat ke sana." Ucap Russel
"Oh, oke." Ucap Wisang
Russel, Ayaka, Michael, Rafael, dan Wisang berjalan mendekat ke arah Mikael dan Urami.
.
"Jadi apa yang bisa kita lakukan ke orang ini sekarang?" Ucap Mikael
"Apa kita harus mengalahkan dia sekarang?" Ucap Wisang
"Sabar dulu Wis." Ucap Michael
"Iya tuh, buru buru banget." Ucap Rafael
"Hmm Michael benar, aku mau menginterogasi dia terlebih dahulu." Ucap Russel
.
.
.
"Urami, apa yang sebenarnya kau ketahui mengenai organisasi yang dipimpin oleh Kuro, yang kau ikuti ini." Ucap Russel
"Aku tidak akan memberikan sedikit informasi pun kepada mu." Ucap Urami
"Hmm... sepertinya kau cukup loyal juga." Ucap Russel
"Dia tidak akan mudah untuk diinterogasi." Ucap Wisang
"Iya." Ucap Russel
"Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang?" Ucap Rafael
"Ah kalian terlalu lama, biar aku mengakhiri ini!" Ucap Mikael yang ingin menebas Urami.
"Tunggu dulu Mik-" Ucap Russel
*SHRKKKKK (Dari dalam tanah muncul sederet tulang yang tajam)
"Apa?!" Ucap Mikael
"Mundur semuanya!!" Ucap Russel
"Oke." Ucap Ayaka
"Cih.. ini pasti ulah Shi." Ucap Rafael
"Dia datang disaat yang tepat." Ucap Mikael
"Hahh.. ini bakalan jauh lebih susah daripada yang kita duga kan." Ucap Wisang
"Yahh.. mau gimana lagi.. seperti yang udah kita tau. Musuh gak akan menyerah semudah itu." Ucap Michael
"Sekarang gimana, Sel?" Ucap Rafael
"Yah.. Teknik Muteki ku juga udah habis." Ucap Russel
"Loh, terus gimana dong?" Ucap Mikael
"Yah.. pertarungan yang sebenarnya baru akan dimulai." Ucap Russel
.
"Akhirnya kita bertemu lagi. Russel dan kalian semua. Dan seperti yang sudah aku katakan dipertemuan kita kemarin, kali ini aku tidak akan segan segan untuk membunuh kalian semua." Ucap Shi
"Cih.. orang ini gak akan mudah dikalahin." Ucap Mikael
"Aku juga telah menganalisis kekuatan kalian semua, sekian lama aku mengamati kalian. Aku telah mengetahui kelemahan kelemahan teknik yang kalian miliki." Ucap shi
"Ba-bagaimana bisa?!" Ucap Mikael
"Karena kalian merupakan lawan yang sepadan bagi kami, aku telah menyiapkan sesuatu untuk mengalahkan kalian." Ucap Shi
.
"Semuanya tetap waspada!" Ucap Russel
"Yah.. aku tau." Ucap Mikael
"Kalo gitu apa strategi yang bisa kita lakukan sekarang?" Ucap Wisang
"Hmm.." Ucap Russel
"Baiklah tanpa berlama lama lagi. Mari kita mulai, Urami." Ucap Shi
"Baiklah." Ucap Urami
.
Shi dan Urami mulai berlari menuju ke arah Russel dan teman-temannya. Shi mengeluarkan 2 tulang dari telapak tangannya, dan Urami bersiap dengan kedua cakram nya.
"Ce-cepatnya!!" Ucap Mikael
"Ini gak akan sempat!!" Ucap Russel
.
.
.
Selanjutnya di Another Place - 他の場所 (Hoka No Basho) Chapter 32: Sepadan (4)